Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

THE IMPLEMENTATION OF KODIM 0204/DS SOCIAL COMMUNICATION IN PREVENTING RADICALISM IN DELI SERDANG Rakhmat Shaleh Siregar; Bambang Wahyudi; Haposan Simatupang
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English)
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.571 KB) | DOI: 10.33172/jpbh.v9i2.575

Abstract

The current spread of radicalism has attacked all levels of society, especially the younger generation, which if not immediately prevented, will pose a threat for the stability and security in Indonesia, including in Deli Serdang. Kodim 0204/DS is a Teritorial Unit whose one of main duties is to carry out territorial development. Territorial development is carried using Social Communication method, TNI Service and Regional Resistance Development. This study is designed to gain an understanding of the implementation of Social Communication activities in preventing radicalism. This study aims to: first, analyze Social Communication by Kodim 0204/DS in Deli Serdang; second, analyze the implementation of social communication by Kodim 0204/DS in preventing radicalism in Deli Serdang. This study employs qualitative methods. The data were obtained through observation, interviews, documentation and triangulation. Data analysis techniques were mostly performed in conjunction with the data collection during field visit. Research sites is in Deli Serdang. This study finds that: 1) Social Communication can theoretically be implemented according to existing territorial development program even though its implementation is not optimal and needs to be improved on aspects that support communication processes, i.e. sources, messages, media, recipients, influences, feedback and environment; 2) The implementation of Social Communication is supported by means, ways and ends, namely to prevent radicalism in Deli Serdang. Social Communication by Kodim 0204/DS in preventing radicalism can be implemented but needs to be improved. This study recommends the optimization of elements that support communication process.Keywords: Implementation, social communication, prevention, radicalism
STRATEGI PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG OPERASI MILITER SELAIN PERANG DI KABUPATEN BENGKAYANG Robby Lukman Leksana; Haposan Simatupang; Dwi Hartono
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v13i1.4457

Abstract

Bengkayang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di Kabupaten Bengkayang banyak terjadi pelanggaran tapal batas, penyelundupan, dan pelanggaran lainnya yang melibatkan masyarakat di perbatasan sehingga mengancam masalah kebangsaan serta ancaman militer dan non militer. Pelanggaran atau permasalahan-permasalahan ini akan menimbulkan efek yang bisa mengancam kestabilan negara termasuk bisa membuat kesadaran mayarakat dalam bela negara berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pembinaan kesadaran bela negara masyarakat dalam Mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik eksploratif. Metode kualitatif analitik eksploratif digunakan untuk dapat memahami secara mendalam masalah yang diteliti, makna peristiwa, dan interaksi orang-orang dengan situasi tertentu serta bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru mengenai suatu gejala tertentu, juga untuk merumuskan masalah secara lebih terperinci. Data pada penelitian ini didapatkan dari 10 orang informan kunci. Pemilihan informan berdasarkan kesesuaian dengan permasalahan yang ada, dan dapat dipercaya sebagai sumber data yang kompeten, dan kredibel. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa dalam melakukan pembinaan kesadaran bela negara guna mendukung OMSP di Kabupaten Bengkayang Kodim dan Kesbangpol menggunakan tiga strategi yaitu; melakukan pembinaan kesadaran bela negara pada isu batas negara, melakukan pembinaan kesadaran bela negara melalui kegiatan sosial kemasyarakatan, serta melakukan kegiatan santunan kepada Ibu-Ibu Lansia dan anak yatim, perbaikan tempat ibadah dan sekolah-sekolah serta kegiatan kepramukaan bagi guru-siswa. Selain itu, dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di perbatasan dan mendukung peningkatan kesadaran bela negara, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang juga turut mengambil bagian yaitu dengan dengan membentuk desa siaga perbatasan sebagai sistem rujukan kesehatan, melakukan pembinaan kemampuan pemasaran hasil produksi pertanian dan kerajinan kawasan perbatasan, serta memperluas akses dan mutu Pendidikan.
Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen (Studi Kasus Kompetensi Tenaga Pendidik di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kalijati Dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Pertahanan TNI AU Tahun 2017) Rauf Iskandar Hadi; Suhirwan Suhirwan; Haposan Simatupang
Strategi Pertahanan Udara Vol. 4 No. 3 (2018): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v4i3.339

Abstract

Abstrak -- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, memuat tentang profesi guru ataupun dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan.  Lembaga pendidikan dalam institusi TNI memiliki posisi strategis dalam meningkatkan profesionalisme personel.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kompetensi tenaga pendidik militer di lingkungan Wingdiktekkal Kalijati pada tahun 2017 dalam mempersiapkan SDM pertahanan TNI AU untuk menganalisis proses implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen terkait dengan kompetensi tenaga pendidik militer di Wingdiktekkal dan model implementasi kebijakan kompetensi tenaga pendidik militer di Wingdiktekkal dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia TNI AU.  Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, dimana teori yang digunakan terkait dengan ilmu pertahanan, strategi dalam penyiapan Sumber Daya Manusia dan teori implementasi kebijakan dalam hal ini peneliti menggunakan model teori Goerge C. Edward.  Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa tenaga pendidik militer di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan tersebut belum memiliki tingkat kompetensi yang baik, sarana dan prasarana Skadik masih kurang, dan pembagian tugas untuk tenaga pendidik terutama dalam pengajaran tidak merata.  Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen adalah bahwa proses Implementasi berupa faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi masih kurang optimal sedangkan model atau upaya implementasi kebijakan tenaga pendidik militer baik faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik.Kata Kunci:  Implementasi, guru militer, kompetensi Abstract -- The Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, contains the profession of teachers or lecturers must have academic qualifications, competencies, educator certificates, physically and mentally healthy, and have the ability to realize educational goals. Educational institutions within TNI institutions have a strategic position in increasing professionalism of personnel. The purpose of this study was to obtain complete information about the competence of military educators in the Wingdiktekkal Kalijati environment in 2017 in preparing the Human Resource of The Indonesian Air Force to analyze the implementation process of the Republic of Indonesia Law Number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers related to the competence of educating staff military in Wingdiktekkal and a model for implementing the competency policy of military educators in the Wingdiktekkal in preparing the Indonesian Air Force Human Resources. The researcher used descriptive analysis method, where the theory used was related to defense science, strategy in preparing Human Resources and policy implementation theory in this case the researcher used the theory of Go C. C. Edward's theory. The results of this study were found that the military educators in the Wingdiktekkal did not yet have a good level of competence, the facilities and infrastructure of the Squad were still lacking, and the division of tasks for educators especially in uneven teaching. Conclusions from the results of research and discussion about the Implementation of the Republic of Indonesia Law Number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers is that the implementation process in the form of communication, resources, disposition, and bureaucratic structures is still not optimal while the model or efforts to implement policies of military educators are good factors of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure have gone well.Keywords: Implementation, military teacher, competence
Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen (Studi Kasus Kompetensi Tenaga Pendidik di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kalijati Dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Pertahanan TNI AU Tahun 2017) Rauf Iskandar Hadi; Suhirwan Suhirwan; Haposan Simatupang
Strategi Pertahanan Udara Vol. 4 No. 3 (2018): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v4i3.339

Abstract

Abstrak -- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, memuat tentang profesi guru ataupun dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan.  Lembaga pendidikan dalam institusi TNI memiliki posisi strategis dalam meningkatkan profesionalisme personel.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kompetensi tenaga pendidik militer di lingkungan Wingdiktekkal Kalijati pada tahun 2017 dalam mempersiapkan SDM pertahanan TNI AU untuk menganalisis proses implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen terkait dengan kompetensi tenaga pendidik militer di Wingdiktekkal dan model implementasi kebijakan kompetensi tenaga pendidik militer di Wingdiktekkal dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia TNI AU.  Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, dimana teori yang digunakan terkait dengan ilmu pertahanan, strategi dalam penyiapan Sumber Daya Manusia dan teori implementasi kebijakan dalam hal ini peneliti menggunakan model teori Goerge C. Edward.  Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa tenaga pendidik militer di Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan tersebut belum memiliki tingkat kompetensi yang baik, sarana dan prasarana Skadik masih kurang, dan pembagian tugas untuk tenaga pendidik terutama dalam pengajaran tidak merata.  Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang Implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen adalah bahwa proses Implementasi berupa faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi masih kurang optimal sedangkan model atau upaya implementasi kebijakan tenaga pendidik militer baik faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik.Kata Kunci:  Implementasi, guru militer, kompetensi Abstract -- The Law of the Republic of Indonesia Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, contains the profession of teachers or lecturers must have academic qualifications, competencies, educator certificates, physically and mentally healthy, and have the ability to realize educational goals. Educational institutions within TNI institutions have a strategic position in increasing professionalism of personnel. The purpose of this study was to obtain complete information about the competence of military educators in the Wingdiktekkal Kalijati environment in 2017 in preparing the Human Resource of The Indonesian Air Force to analyze the implementation process of the Republic of Indonesia Law Number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers related to the competence of educating staff military in Wingdiktekkal and a model for implementing the competency policy of military educators in the Wingdiktekkal in preparing the Indonesian Air Force Human Resources. The researcher used descriptive analysis method, where the theory used was related to defense science, strategy in preparing Human Resources and policy implementation theory in this case the researcher used the theory of Go C. C. Edward's theory. The results of this study were found that the military educators in the Wingdiktekkal did not yet have a good level of competence, the facilities and infrastructure of the Squad were still lacking, and the division of tasks for educators especially in uneven teaching. Conclusions from the results of research and discussion about the Implementation of the Republic of Indonesia Law Number 14 of 2005 concerning teachers and lecturers is that the implementation process in the form of communication, resources, disposition, and bureaucratic structures is still not optimal while the model or efforts to implement policies of military educators are good factors of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure have gone well.Keywords: Implementation, military teacher, competence
Pemberdayaan Tata Ruang Laut di Koarmada I Guna Mendukung Pembangunan Postur TNI Dalam Rangka Pertahanan Negara: Empowering Marine Spatial Government in Koarmada I to Support The Development of The TNI Posture in The Framework of National Defense Gultom, Benekditus Dwiaji; Hartono, Dwi; A, Martinus Dwi; Simatupang, Haposan
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v4i2.37

Abstract

Pembangunan kemampuan pertahanan negara melalui pembangunan postur TNI harus mampu bersifat deterrensi strategis dan mobilitas tinggi. Kemampuan pertahanan harus disesuaikan dengan tata ruang pertahanan dimana wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan. Permasalahannya, kesiapan regulasi tata ruang pertahanan berjalan lambat karena berbagai faktor, baik infrastruktur maupun non-infrastruktur. Diperlukan pemberdayaan yang berdampak pada penataan ruang kawasan pertahanan sesuai dengan konstelasi geografis Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan penataan ruang laut di Komando Armada Pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi dokumentasi, wawancara dan kuesioner. Penelitian dilakukan pada periode Maret-Oktober 2021, dengan lokus penelitian di Jakarta. Objek penelitiannya antara lain Kementerian Pertahanan, Balai Hidrografi Nasional, Komando Armada Pertama dan akademisi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkompeten di bidang Kartografi dan Analisis Kelautan (Marine Cartography), perlu adanya integrasi format data spasial kelautan di setiap unit. Strategi yang dilakukan adalah melalui optimalisasi data dan informasi pemetaan, mewujudkan fasilitas infrastruktur sesuai kondisi geografis Indonesia, peningkatan SDM TNI, optimalisasi kerja sama dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan kelautan.
Efektivitas Perencanaan Alat Utama Sistem Persenjataan dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok Tentara Nasional Indonesia Yudha, Rielman; Simatupang, Haposan; Susanto, Tommy Arief
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 2 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i2.2382

Abstract

This study analyzes the effectiveness of planning the Main Equipment of the Weapon System (Alutsista) in meeting the operational needs of the Indonesian National Army (TNI). This study uses a qualitative method with the participation of 15 resource persons, including TNI representatives from various forces and defense experts with more than 10 years of experience. Semi-structured in-depth interviews were used to explore the main challenges in the planning of the Defense Equipment, supported by the analysis of related documents and literature. The results of the study identified three main challenges: budget constraints, ineffective inter-agency coordination, and evolving operational needs. Indonesia's defense budget, which is only 0.8% of GDP, shows a significant gap compared to neighboring countries, such as Singapore (3.2%). In addition, the lack of coordination mechanisms between the Ministry of Defense, the TNI, and local industries has led to inefficiencies in the procurement and maintenance of defense equipment. The impact of this challenge includes the limited operational readiness of the TNI, especially in Military Operations for War (OMP) and Military Operations Other than War (OMSP). The study recommends budget optimization of up to 1.5% of GDP, the establishment of an inter-agency integrated working team, and the integration of modern technologies such as drones, big data, and artificial intelligence in the planning of defense equipment. The implementation of these measures is expected to increase the effectiveness of the planning of the Defense Equipment in supporting the main tasks of the TNI and strengthening state sovereignty amid dynamic geopolitical challenges.
Faktor Risiko Perilaku yang Berhubungan dengan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Teluk Bintuni Simatupang, Haposan; Damanik, Brema JK; Hidayanti, Maria Ulfa Nur
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.36663

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan beban tinggi di Indonesia. Selain dipengaruhi faktor lingkungan dan sosial ekonomi, perilaku individu turut berperan dalam penularan dan perkembangan TB. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian TB paru di Kabupaten Teluk Bintuni. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan 210 responden yang dipilih melalui random sampling dari 16 puskesmas pada Maret–April 2025. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Analisis meliputi uji Chi-square untuk hubungan bivariat dan regresi logistik untuk menentukan prediktor dominan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Prevalensi TB paru adalah 43,8%. Perilaku responden meliputi riwayat kontak serumah (39,5%), kontak sosial (28,1%), kebiasaan mengunyah pinang (62,9%), tidur tidak teratur (35,2%), meludah sembarangan (63,8%), dan tidak membuka jendela secara rutin (69%). Kontak sosial (p=0,015) dan mengunyah pinang (p=0,049) berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru. Analisis multivariat menunjukkan kontak sosial sebagai prediktor paling dominan (p=0,019; OR=0,454; 95% CI: 0,235–0,878). Kesimpulan: Kontak sosial dan kebiasaan mengunyah pinang merupakan prediktor perilaku signifikan terhadap kejadian TB paru, dengan kontak sosial sebagai faktor paling dominan. Intervensi pencegahan perlu difokuskan pada edukasi perubahan perilaku, pengurangan kebiasaan berisiko, serta penguatan deteksi dini melalui surveilans pada kelompok dengan interaksi sosial tinggi.
Strategi Interoperability TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara dalam Pengamanan Selat Malaka Amzidil, Amzidil; Simatupang, Haposan; Hendra, Afrizal
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32754

Abstract

Selat Malaka merupakan salah satu Sea Lines of Communication (SLOC) paling strategis di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta menjadi jalur utama distribusi energi dan perdagangan global. Posisi ini menjadikan Selat Malaka memiliki arti penting bagi stabilitas keamanan regional sekaligus kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, tingginya intensitas pelayaran internasional di kawasan tersebut juga diiringi oleh meningkatnya berbagai ancaman keamanan maritim, baik tradisional maupun non-tradisional, seperti pelanggaran wilayah, pembajakan, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, dan terorisme maritim. Kompleksitas ancaman tersebut menuntut respons pertahanan yang terintegrasi melalui sinergi antarmatra TNI, khususnya antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kerja sama kedua matra, mengidentifikasi hambatan interoperability, serta merumuskan strategi penguatan operasi gabungan di Selat Malaka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada perbedaan sistem komando, keterbatasan integrasi komunikasi, dan belum optimalnya standardisasi prosedur operasi. Penguatan interoperability dapat dilakukan melalui integrasi C4ISR, latihan gabungan berkelanjutan, harmonisasi doktrin, dan pengembangan pusat komando terpadu. Strategi ini berimplikasi pada peningkatan efektivitas pengawasan, percepatan respons, dan penguatan ketahanan maritim nasional.
Strategi Meningkatkan Minat Orang Asli Papua Menjadi Calon Prajurit Tamtama TNI AD Dalam Rangka Mendukung Operasi Pengamanan Perbatasan Papua Barat Nasyrul Hakim; Haposan Simatupang; Adam Mardamsyah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8067

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya proporsi Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi calon Prajurit Tamtama TNI AD dibandingkan dengan proporsi demografisnya, sehingga diperlukan strategi untuk meningkatkan minat OAP dalam mendukung operasi pengamanan perbatasan Papua Barat. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi rekrutmen di Ajendam XXX, mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi minat OAP, serta merumuskan strategi peningkatan minat. Penelitian dilaksanakan di wilayah Ajendam XXX menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kendala akses informasi, persepsi negatif, pemahaman karier, administrasi, serta kesiapan fisik dan mental. Strategi yang dirumuskan meliputi pendekatan informasi, tokoh lokal, edukasi karier, role model, bimbingan praseleksi, dan kolaborasi institusional. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan minat OAP merupakan investasi human capital strategis bagi efektivitas pengamanan perbatasan Papua.