Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Anxiety Level and The Incident of Insomnia in Undergraduate Nursing Students Muhammadiyah University, East Kalimantan Sujianti, Annisa Syahra; Muflihatin, Siti Khoiroh; Astuti, Zulmah
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v12i2.2286

Abstract

Pendahuluan : Tidur merupakan proses fisiologis yang sangat penting bagi manusiakarena saat tidur, tubuh melakukan pemulihan dan perbaikan sel-sel yang rusak akibataktivitas sehari-hari. Istirahat, di sisi lain, adalah kondisi di mana aktivitas jasmanimenurun, menyebabkan tubuh menjadi lebih segar. Penting bagi tenaga kesehatan untukmengidentifikasi dan menangani gangguan tidur pasien. Insomnia sering kali diartikansebagai ketidakpuasan terhadap tidur baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Gejalanyameliputi kesulitan tidur, sulit mempertahankan tidur, sering terbangun, atau kesulitan tidurkembali setelah terbangun, serta sering terjaga dengan kesulitan untuk tidur lagi. Kecemasan adalah fenomena psikologis yang umum di masyarakat, dan mahasiswaKeperawatan merupakan salah satu kelompok yang cenderung mengalaminya karenatekanan akademik, ujian, lingkungan sosial, dan tantangan dalam mengatasi tekananpsikologis serta beban tugas yang tinggi. Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional dan memiliki sifatkuantitatif. Sampel penelitian diambil secara total sampling dengan jumlah respondensebanyak 568 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan melaluiGoogle Form, dan analisis statistik dilakukan menggunakan uji gamma. Hasil Penelitian : Dari hasil analisis statistik menggunakan uji Gamma, ditemukan bahwanilai p sebesar 0,004 < 0,05. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (H1) diterima sedangkanhipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini mengindikasi adanya hubungan antara tingkatkecemasan dan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 keperawatan di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Korelasi antara kedua variabel tersebut sebesar 0,170, mengindikasi adanya hubungan positif yang lemah antara keduanya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kecemasan dan kejadian insomnia pada mahasiswa di universitas tersebut. Kesimpulan : Ada hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur ​ Kata Kunci : Insomnia, Tingkat Kecemasan, Mahasiswa
Pelatihan Penanganan Korban Gigitan dan Sengatan Hewan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa/I Kelas 11 Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Anggana Viana; Milkhatun; Siti Khoiroh Muflihatin; Zulmah Astuti; Alfi Ari Fakhrur Rizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Animal bites and stings are a significant public health issue in Indonesia, a country with high biodiversity. Students are one of the most vulnerable groups to animal bites and stings, especially in school environments that are often adjacent to forests or plantations. This study aimed to evaluate the effect of animal bite and sting first aid training on the knowledge of 11th-grade students at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Anggana. A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design was used. A total of 35 students participated in the study. The results showed that the mean knowledge score of the respondents before training was 18.47, and after training increased to 19.71. This increase in knowledge was statistically significant (p < 0.05). Based on the results of this study, it can be concluded that animal bite and sting first aid training is effective in improving the knowledge of 11th-grade students at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Anggana.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TERAPI AKTIVITAS SOSIALISASI SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI Dewi Ulam Sari; Alivia Barokhatul Rizky; Rani Shintya; Milkhatun; Siti Khoiroh Muflihatin; Deby Suryani Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Depresi adalah gangguan mental yang cukup umum dan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Gejala yang muncul sering kali mengganggu kegiatan sehari-hari dan kualitas hidup. Tujuan : Kegiatan pendidikan Kesehatan tentang Terapi Aktivita Sosialisasi sebagai upaya penanganan depresi dilakukan bertujuan agar masyarakat peka terhadap Kesehatan mentalnya karena jika tidak terkendali mereka bisa mengalami stress atau gangguan jiwa pada mentalnya . Metode : Penyampaian materi pada metode ceramah, diskusi dan tanya jawab ini menggunakan media leaflet, powerpoint. Hasil : Hasil pretest menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi aktivitas sosialisasi didapatkan peserta dengan tingkat depresi normal sebanyak 78,6%, tingkat depresi ringan sebanyak 14,3% dan sedang sebanyak 7,1%. Dan setelah dilakukan terapi aktivitas sosialisasi menunjukkan bahwa peserta dengan tingkat depresi normal meningkat yaitu menjadi 85,7%, ringan 7,1% dan sedang 7,1%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perubahan atau kenaikan yang signifikan yaitu pada hasil ringan menjadi normal yaitu sebanyak 7,1%.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Harfika Harfika; Ulfatul Muflihah; Siti Khoiroh Muflihatin
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.163

Abstract

One of the factors contributing to a decline in the quality of life among elderly individuals with hypertension is sleep quality. Sleep disturbances, such as insomnia or non-restorative sleep, can affect blood pressure regulation. Poor sleep quality, including short sleep duration, may trigger activation of the sympathetic nervous system and increased cortisol levels, which directly impact blood pressure. Elderly patients with hypertension commonly experience poor sleep quality, characterized by reduced sleep efficiency and frequent nocturnal awakenings. This study aimed to determine the relationship between sleep quality and quality of life among elderly patients with hypertension in the working area of the Sidomulyo Public Health Center. This study employed a quantitative research design using a descriptive correlational method with a cross-sectional approach. A total of 210 respondents were included in the study. Bivariate analysis was performed using the chi-square test. Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (0.05), indicating a very significant relationship between sleep quality and quality of life. A significant relationship exists between sleep quality and quality of life among elderly patients with hypertension in the working area of the Sidomulyo Public Health Center
Analisis Hubungan Tipe Kepribadian, Tingkat Pengetahuan, Dan Pengalaman Dengan Intensi Memberikan BHD Pada Mahasiswa Keperawatan Zulmah Astuti; Siti Khoiroh Muflihatin; Manthiq Tansih Lil Hawaditsy; Husein Rajeshti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.109

Abstract

Latar Belakang: Kasus henti jantung di Indonesia semakin meningkat setiap tahun, yang menekankan pentingnya intervensi segera. Faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan, rasa takut, dan persepsi masyarakat dapat menghambat individu untuk memberikan bantuan hidup dasar (BHD) Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tipe kepribadian, tingkat pengetahuan, dan pengalaman dengan kasus henti jantung terhadap intensi mahasiswa keperawatan dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 269 mahasiswa keperawatan dari sebuah Universitas swasta di Samarinda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai karakteristik demografis, niat, pengetahuan, dan tipe kepribadian. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman's rank correlation. Hasil: Temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dan niat untuk memberikan BHD (p = 0,003), di mana mahasiswa yang introvert menunjukkan niat yang lebih lemah. Pengalaman menghadapi kasus henti jantung juga berkorelasi positif dengan intensi menolong (p = 0,007). Namun, tingkat pengetahuan tidak secara signifikan mempengaruhi Intensi menolong (p = 0,301), menunjukkan bahwa Sebagian besar mahasiswa, meskipun memiliki pengetahuan rendah, tetap menyatakan kemauan yang kuat untuk memberikan BHD. Kesimpulan: Studi ini menyoroti bahwa tipe kepribadian dan pengalaman secara signifikan memengaruhi intensi mahasiswa keperawatan untuk melakukan BHD, sementara pengetahuan saja tidak cukup kuat. Pelatihan rutin dan pengalaman praktis direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam situasi darurat.  
Video Simulation-Based Basic Life Support Training and Changes in Knowledge and Attitudes among Junior High School Teachers: A Quasi-Experimental Study Zulmah Astuti; Milkhatun Milkhatun; Rahma Amalia; Mellia Anata Tasya; Siti Khoiroh Muflihatin
Media Keperawatan Indonesia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.9.1.2026.29-38

Abstract

Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) remains a significant public health issue, with low rates of bystander basic life support (BLS) provision globally. Improving BLS preparedness among schoolteachers may contribute to strengthening early emergency response capacity. The objective of this research is to examine changes in knowledge and attitudes following video simulation-based basic life support training among junior high school teachers. A quasi-experimental one-group pre-post study was conducted among 30 purposively selected teachers from a public junior high school in Samarinda City. Knowledge and attitudes were measured using validated questionnaires before and after the intervention. Changes in categorical outcomes were analyzed using McNemar’s test, and effect size was calculated using Cohen’s w. Significant improvements were observed in both knowledge and attitudes after the training (p < 0.001). The proportion of teachers categorized as having adequate knowledge increased from 4.2% to 96.7%, while positive attitudes increased from 6.7% to 83.3%. A large effect size was identified (Cohen’s w = 0.856). However, given the absence of a control group, the observed improvements cannot be fully attributed to the intervention. Video simulation-based BLS training was associated with improvements in knowledge and attitudes among junior high school teachers. These findings suggest potential educational benefits; however, causal interpretations should be made cautiously due to the quasi-experimental design.
Edukasi Gizi Balita dan Stunting pada Wali Murid TK ABA 12 Lempake Samarinda Rini Ernawati; Siti Khoiroh Muflihatin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3074

Abstract

Balita stunting akan mengalami dampak jangka pendek maupun jangka panjang. . Dampak jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh, sedangkan dampak jangka panjang menimbulkan penurunan kemampuan kognitif, penurunan prestasi belajar, penurunan kekebalan tubuh dan berisiko mengalami kegemukan (obesitas), penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, serta penurunan produktivitas saat usia dewasa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting, salah satunya yaitu faktor pengetahuan ibu. Ibu adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balita, karena ibu lebih banyak berinteraksi dengan anak. Pengetahuan ibu faktor yang sangat penting dalam proses pengasuhan anak , agar anak dapat mencapai derajat kesehatan yang maksimal. Tujuan Edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan wali murid tentang gizi dan stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli 2024 di TK ABA 12 Samarinda . Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi . juga dilakukan pre tes dan post tes berupa pertanyaan tentang gizi balita dan stunting. Hasil tes didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dari wali murid , dengan nilai pre tes 57,5 dan nilai post tes 92,1 . Kesimpulan kegiatan pengabdian Masyarakat ini ialah bahwa edukasi pada wali murid TK ABA 12 Lempake dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita dan stunting. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dapat mencegah stunting pada balita
Hubungan Perawatan Diri (Self Care) dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Siti Khoiroh Muflihatin; Zulmah Astuti; Milkhatun Milkhatun; Nur Halimah; Purwo Setiyo Nugroho
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.489

Abstract

Latar Belakang: Perawatan diri (self care) pada penderita Diabetes Melitus (DM) adalah upaya mengendalikan glukosa darah. Perawatan diri tersebut meliputi pemantauan rutin glukosa darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perawatan kaki. Perawatan diri yang rutin diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM dan mencegah terjadinya komplikasi pada pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perawatan diri pada pasien DM dengan kadar glukosa darah.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi Cross-sectional dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner SDSCA (Summary of diabetes self-care activities). Teknik purposive sampling digunakan untuk pemilihan sampel sehingga menghasilkan 190 responden berdasarkan kriteria inklusi, yaitu penderita DM tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda pada bulan Oktober-November 2022. Data dianalisis menggunakan uji Chi square untuk melihat hubungan antara perawatan diri dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.Hasil: Proporsi pasien dengan perawatan diri yang baik sebesar 51,10% dan perawatan diri kurang sebesar 48,90%. Kadar glukosa darah didapatkan sebagian besar responden (61,10%) memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol. Didapatkan ada hubungan antara perawatan diri pasien DM tipe 2 dengan kadar glukosa darahnya dengan nilai p= 0,00.Kesimpulan: Perawatan diri merupakan faktor yang berperan penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Glukosa darah, Perawatan diri Background: Self-care for people with Diabetes Mellitus (DM) is an important thing to do to control blood glucose levels. This self-care includes regular monitoring of blood glucose, increasing physical activity, and foot care. It is hoped that routine self-care can improve the quality of life of DM patients and prevent complications in patients. The research aimed to determine the relationship between self-care in DM sufferers and blood glucose levels.Method: Quantitative research with a Cross-sectional study approach was conducted with data collected using the SDSCA (Summary of diabetes self-care activities) questionnaire. A purposive sampling technique was used for sample selection so that 190 respondents were selected based on inclusion criteria, namely those with type 2 DM. The study was conducted in the work area of Trauma Center Health Care of Samarinda in October–November 2022. Data were analyzed using the Chi-square test to identify the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 DM patients.Results: The proportion of patients with good self-care was 51.10% and poor self-care was 48.90%. It was found that most respondents (61.10%) had uncontrolled blood glucose levels. It was found that there was a relationship between the self-care of type 2 DM patients and their blood glucose levels with a value of p = 0.00.Conclusion: Self-care was an important factor in controlling blood glucose levels in people with type 2 DM.Keywords: Blood glucose, Diabetes mellitus, Self-care
Peningkatan Pengetahuan Dan Ketrampilan Guru Tk Aba Terhadap Tanggap Bahaya Tersedak ( Choking) Rini Ernawati; Siti Khoiroh Muflihatin; Marjan Wahyuni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.143

Abstract

Anak usia dini sangat beresiko terhadap kejadian tersedak, kejadian tersedak bisa disebabkan karena makanan, mainan, koin. Tersedak adalah penyebab utama cedera dan kematian pada anak-anak. Kasus tersedak banyak terjadi disekolah pada saat anak sedang bermain dan sedang makan. Dengan banyaknya kasus tersedak ini maka America Academy of Pediatrics membuat kebijakan Resusitasi jantung paru dan pertolongan pertama harus diajarkan kepada orang tua, guru dan penyedia penitipan anak. Guru adalah orang terdekat saat anak anak disekolah, maka guru berperan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak saat disekolah. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru taman kanak Aisyiyah dalam penanganan tersedak disekolah. Metode kegiatan penyuluhan diawali dengan pemberian pre test dilanjutkan dengan ceramah, praktik, diskusi dan diakhiri dengan post tes, kegiatan ini dilaksanakan masih dalam masa pandemic covid 19 sehingga pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan media zoom. Kegiatan diikuti 28 guru Taman Kanak Aisyiyah Samarinda, dengan dua orang narasumber dibidang kesehatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2020. Didapatkan hasil data peningkatan pengetahuan dari sebelum penyuluhan dengan nilai rata rata 39,4 dan setelah dilakukan penyuluhan dengan nilai rata rata 70,2. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada kelompok guru secara nyata memberikan hasil yang signifikan dilihat dari perubahan nilai yang didapatkan, hal ini karena kelompok guru adalah orang yang terdidik, sehingga lebih mudah dalam menanamkan ilmu pengetahuan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pengelolaan Diabetes Mellitus di Masa Pandemi Covid-19 Siti Khoiroh Muflihatin; Aditya SA; Carolline NB; Gradian PW; Juwita P; Syarifah F
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.268

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tertinggi dan menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih parah seperti penyakit jantung dan stroke yang sering menyebabkan kematian di seluruh dunia. Pencegahan dan penanganan yang tepat akan mengurangi dampak atau resiko terhadap terjadinya komplikasi yang tidak di inginkan terutama di masa pandemic covid-19 dimana penyakit diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang merupakan factor komorbid dari Covid-19. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman penderita dalam mengelola penyakit diabetes mellitus yang di derita. Metode kegiatan penyuluhan diawali dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi anamnesa, pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar glukosa darah, selanjutnya dilakukan pre test dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi dan di akhiri dengan post test. Kegiatan ini diikuti oleh 15 responden dan dilakukan dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat karena masih di masa pandemic. Hasil penyuluhan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden tentang penyakit diabetes Mellitus dan pengelolaanya. Dari hasil pemeriksaan kesehatan juga didapatkan terdapat 6 orang yang memiliki kadar glukosa darah lebih dari 200mg/dl. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat menerapakan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki untuk dapat hidup yang lebih sehat agar tercapai derajat kesehatan yang optimal