Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan dengan kualitas hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pasundan Kota Samarinda Siti Ulfa; Siti Khoiroh Muflihatin
Borneo Student Research (BSR) Vol 4 No 1 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pasundan Kota Samarinda. Metodologi: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel penelitian sebanyak 89 responden. Data didapat menggunakan kuesioner. Uji bivariat menggunakan uji korelasi gamma Hasil: Hasil analisa uji statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan dengan kualitas hidup dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi 0,975 yang menunjukkan nilai korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat kuat. Manfaat: Hasil penelitian dapat digunakan sebagai informasi bagi pasien diabetes melitus tipe 2 agar dapat meningkatkan kualitas hidup, untuk menjadi masukan penting bagi petugas kesehatan lebih memperhatikan tingkat pengetahuan penderita diabetes melitus tipe 2, untuk digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan pengetahuan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2.
STUDI KASUS TERAPI MUSIK KLASIK DAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT rifkal Artha Yuda; Siti Khoiroh Muflihatin; Maridi Marsan Dirdjo; Taufik Septiawan

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v4i1.35362

Abstract

Background: Stroke is a condition in which brain tissue is damaged due to decreased or cessation of oxygen intake in the blood so that cells will die and then no longer function. Non hemorrhagic stroke occurs due to a blockage of blood vessels so that oxygen perfusion to the brain will decrease. One of the causes of stroke is uncontrolled hypertension. Purpose This study aims to determine the effect of classical music therapy and rose aromatherapy on reducing blood pressure in non-hemorrhagic stroke patients. Method: this research method is a One-Shot Case Study. The characteristics of the patients who were respondents were subjects with a medical diagnosis of non-hemorrhagic stroke who had high blood pressure. Implementation results given with innovative classical music therapy and rose aromatherapy, obtained a decrease in blood pressure before and after administration of therapy for 3 days for 15 minutes. The conclusion from the analysis results showed that there was a change in blood pressure after being given the intervention of classical music therapy and rose aromatherapy in non-hemorrhagic stroke patients in the Intermediate room of Aji Muhammad Parikesit Hospital. Recommendation: Application of classical music therapy and rose aromatherapy as a nursing combination therapy that can be used in the management of lowering blood pressure in non-hemorrhagic stroke patients. Keywords: classical music therapy, rose aromatherapy, stroke non hemorrhagic
Analisis praktik klinik keperawatan pada pasien cephalgia dengan intervensi inovasi efektifitas aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri Pratiwi, Eka; Muflihatin, Siti Khoiroh; Purnomo, Slamet; Astuti, Zulmah; Milkhatun, Milkhatun
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.14342

Abstract

Cephalgia sering disebut dengan nyeri kepala atau sensasi tidak nyaman yang muncul tidak hanya di kepala tetapi juga di wajah, tengkuk dan leher. Sakit kepala juga biasanya terjadi unilateral. Pada kebanyakan kasus disertai gejala seperti mual, muntah dan anoreksia. Terapi non farnakologis termasuk pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam, digunakan dalam penatalaksanaan pasien cephalgia untuk mengurangi intensitas nyeri yang dialami. Relaksasi merupakan aktivitas saraf parasimpatis yang mendorong penurunan seluruh fungsi yang ditingkatkan oleh saraf simpatis. Aromaterapi mempengaruhi sistem limbik di otak yang bertugas mengatur perasaan, suasanan hati dan memori. Studi kasus ini bertujuan untuk efektifitas aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada Desember 2023. Pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam menggunakan tissu yang diberikan selama 5-7 menit dan 2-3 tetes oil lavender dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Intervensi dilakukan sebelum dan sesudah tindakan dengan menggunakan alat ukur skala pengkajian nyeri PQRST. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa hasil intervensi inovatif menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri. Terdapat perubahan rata-rata skala dari hari pertama hingga terakhir sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Mobilisasi Dini Pada Ibu Pasca Seksio Sesarea Tri Wahyuni; Joanggi Wiriatarina Harianto; Siti Khoiroh Muflihatin; Rahmatin Hasanah; Kartika Ratnasari
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/w615dn31

Abstract

Latar Belakang: seksio sesarea merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan hasil konsepsi, demi keselamatan ibu dan bayi. Untuk mempercepat proses penyembuhan luka SC diperlukan mobilisasi dini secara bertahap. Namun, banyak ibu post SC yang takut untuk melakukan mobilisasi dini karena rasa nyeri dan takut luka SC akan membuka jika melakukan mobilisasi terlalu awal. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu posca seksio sesarea Metode: deskriptif kuantitatif dengan  cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu post seksio sesarea. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Pengambilan sampel accidental sampling selama dua bulan, besar sampel 75 responden. Analisa data dengan Chi Square melalui SPSS, untuk mengetahui hubungan masing-masing faktor. Hasil: Pada variable pengetahuan, sikap dan motivasi, P-Value < α (0,05), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi ibu terhadap mobilisasi dini di pada ibu post seksio sesarea. Pada dukungan suami, didapatkan P-Value > α (0,05), artinya tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi ibu pasca seksio sesarea dengan perilaku mobilisasi dini; tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea.
Penerapan Intervensi Inovasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Dengan Kombinasi Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Klien Cephalgia Putri, Reta Sukma; Muflihatin, Siti Khoiroh; Purnomo, Slamet; Astuti, Zulmah
Ners Muda Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i3.14343

Abstract

Cephalgia adalah salah satu penyakit yang memiliki keluhan nyeri kepala atau sakit kepala yang terjadi di daerah kepala, wajah, tengkuk, hingga leher. Cephalgia memiliki dua terapi yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis, untuk terapi non farmakologis yang dapat dilakukan pada kasus cephalgia ada dua yaitu terapi relaksasi otot progresif dan Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman. Studi ini bertujuan untuk menerapkan terapi relaksasi otot progresif dan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman untuk menurunkan intensitas nyeri pada klien cephalgia. Metode yang digunakan pada studi kasus ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Pada klien dengan diagnosa medis cephalgia yang dikelola selama 3 hari dengan pemberian intervensi inovasi terapi relaksasi otot progresif yang dikombinasi dengan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman didapatkan hasil bahwa terjadi perubahan penurunan skala nyeri yang cukup signifikan saat sebelum dan sesudah intervensi.  Kesimpulan studi  berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perubahan skala nyeri pada saat sebelum dan sesudah intervensi terapi relaksasi otot progresif yang dikombinasi dengan terapi murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman pada klien cephalgia
Hubungan Perceived Behavior Control Dengan Intensi Mahasiswa S1 Keperawatan Dalam Memberikan Pertolongan Bantuan Hidup Dasar Di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Dwilana, Asindra; Astuti, Zulmah; Muflihatin, Siti Khoiroh
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiac arrest is a condition of sudden cessation of heart function in people who have or have not been diagnosed with heart disease before, people who have heart arrest will be fatal if not quickly treated or overcome and cardiac arrest is a condition that is required to be given immediate help. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between perceived behavior control and the intention of nursing s1 students in providing first aid in cardiac arrest cases. This study uses descriptive correlation with cross sectional approach. The sample in this study was 269 respondents and used total sampling techniques. Data were obtained using questionnaires and analyzed using chi-squares with significant values ≤ 0.05. The results of the study of 269 respondents based on bivariate analysis stated that PBC with Student Intentions obtained a significant value of P = 0.005 which means P < 0.05, then it can be stated that there is a Relationship between Perceived Behavior Control and Intentions of S1 Nursing Students in Providing Basic Life Support Assistance at the University of Muhammadiyah East Kalimantan. It is stated that there is a Perceived Behavior Control Relationship with the Intention of S1 Nursing Students in Providing Basic Life Support at the University of Muhammadiyah East Kalimantan.
Edukasi Gizi Balita dan Stunting pada Wali Murid TK ABA 12 Lempake Samarinda Ernawati, Rini; Siti Khoiroh Muflihatin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3074

Abstract

Balita stunting akan mengalami dampak jangka pendek maupun jangka panjang. . Dampak jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, penurunan kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh, sedangkan dampak jangka panjang menimbulkan penurunan kemampuan kognitif, penurunan prestasi belajar, penurunan kekebalan tubuh dan berisiko mengalami kegemukan (obesitas), penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, serta penurunan produktivitas saat usia dewasa. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting, salah satunya yaitu faktor pengetahuan ibu. Ibu adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balita, karena ibu lebih banyak berinteraksi dengan anak. Pengetahuan ibu faktor yang sangat penting dalam proses pengasuhan anak , agar anak dapat mencapai derajat kesehatan yang maksimal. Tujuan Edukasi ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan wali murid tentang gizi dan stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli 2024 di TK ABA 12 Samarinda . Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi . juga dilakukan pre tes dan post tes berupa pertanyaan tentang gizi balita dan stunting. Hasil tes didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dari wali murid , dengan nilai pre tes 57,5 dan nilai post tes 92,1 . Kesimpulan kegiatan pengabdian Masyarakat ini ialah bahwa edukasi pada wali murid TK ABA 12 Lempake dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi balita dan stunting. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dapat mencegah stunting pada balita
Analisis Hubungan Tipe Kepribadian, Tingkat Pengetahuan, Dan Pengalaman Dengan Intensi Memberikan BHD Pada Mahasiswa Keperawatan Astuti, Zulmah; Muflihatin, Siti Khoiroh; Manthiq Tansih Lil Hawaditsy; Husein Rajeshti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.109

Abstract

Latar Belakang: Kasus henti jantung di Indonesia semakin meningkat setiap tahun, yang menekankan pentingnya intervensi segera. Faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan, rasa takut, dan persepsi masyarakat dapat menghambat individu untuk memberikan bantuan hidup dasar (BHD) Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tipe kepribadian, tingkat pengetahuan, dan pengalaman dengan kasus henti jantung terhadap intensi mahasiswa keperawatan dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, melibatkan 269 mahasiswa keperawatan dari sebuah Universitas swasta di Samarinda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai karakteristik demografis, niat, pengetahuan, dan tipe kepribadian. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman's rank correlation. Hasil: Temuan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dan niat untuk memberikan BHD (p = 0,003), di mana mahasiswa yang introvert menunjukkan niat yang lebih lemah. Pengalaman menghadapi kasus henti jantung juga berkorelasi positif dengan intensi menolong (p = 0,007). Namun, tingkat pengetahuan tidak secara signifikan mempengaruhi Intensi menolong (p = 0,301), menunjukkan bahwa Sebagian besar mahasiswa, meskipun memiliki pengetahuan rendah, tetap menyatakan kemauan yang kuat untuk memberikan BHD. Kesimpulan: Studi ini menyoroti bahwa tipe kepribadian dan pengalaman secara signifikan memengaruhi intensi mahasiswa keperawatan untuk melakukan BHD, sementara pengetahuan saja tidak cukup kuat. Pelatihan rutin dan pengalaman praktis direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam situasi darurat.  
Membangun Generasi Siaga: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Siswa MAN 2 Samarinda Faramitha, Dyah; Ramadani, Alya; Muflihatin, Siti Khoiroh; Astuti, Zulmah; Purnomo, Slamet
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1946

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan sekitar 90% pasien henti jantung di luar rumah sakit tidak dapat diselamatkan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di masyarakat menjadi faktor penting dalam rendahnya angka keselamatan korban henti jantung. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa siswi MAN 2 Samarinda dalam memberikan bantuan pertama pada kejadian henti jantung melalui pendidikan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Desember 2024 di MAN 2 Samarinda dengan menggunakan metode ceramah dan simulasi. Peserta terdiri dari 80 siswa (39 laki-laki dan 42 perempuan). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi praktik langsung untuk menilai keterampilan BHD. Peralatan simulasi yang digunakan meliputi manekin dan Bag Valve Mask (BVM). Hasil: Hasil analisis uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari rata-rata 74,226 pada pre-test menjadi 85,884 pada post-test (p-value = 0,001; p < 0,05). Kegiatan mendapat antusias tinggi dari pihak sekolah dan peserta mampu mentransmisikan langkah-langkah BHD dengan baik setelah mendapat pelatihan. Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan BHD melalui metode ceramah dan simulasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus henti jantung. Pelatihan BHD sejak usia remaja sangat penting untuk membentuk generasi muda yang mampu memberikan bantuan pertama secara tepat pada kondisi gawat darurat.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Muflihatin, Siti Khoiroh; Astuti, Zulmah; Sujianti, Annisa Syahra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37660

Abstract

Tidur adalah suatu proses fisiologis yang sangat penting bagi manusia, karena pada saat tidur terjadi proses pemulihan dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak akibat aktivitas sehari-hari. Insomnia umumnya didefinisikan sebagai ketidakpuasan dengan tidur baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Biasanya berhubungan kesulitan tidur, kesulitan mempertahankan tidur, karakteristik sering terbangun atau tidak bisa tidur kembali setelah bangun tidur dan lebih sering terbangun dimulai dengan ketidakmampuan untuk tertidur. Kecemasan merupakan salah satu fenomena psikiologis yang ditemui dimasyarakat. Mahasiswa Keperawatan adalah salah satu populasi yang memiliki kecenderungan mengalami kecemasan. Dikarenakan tuntutan akademik, ujian, sosial lingkungan perkuliahan dan ketidakmampuan dalam mengatasi tekanan psikologis, mental.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Total sampling yang berjumlah 568 orang. teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan melalui googel from serta uji statistik yang digunakan adalah uji gamma.Berdasarkan dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Gamma didapatkan p-value 0,004 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, dengan nilai korelasi sebesar 0,170 yang berarti bahwa ada  hubungan keterikatan antara 2 variabel dengan korelasi positif dengan nilai kekuatan antara 2 variabel yaitu sangat lemah.sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.