Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Maintain Body Fitness in the pandemic with video tutorials Senam Cegah Covid19 (SCC19) with Nusantara Aerobic Nusantara University PGRI Kediri in 2020 Puspodari; Moh. Nur Kholis; Septyaning Lusianti; Setyo Harmono; Dhedy Yuliawan; Yanuar Rizky
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.699 KB) | DOI: 10.36526/gandrung.v1i2.917

Abstract

Sport is a form of physical activity that is carried out in a planned and structured manner which in its implementation involves repetitive body movements to improve physical and spiritual fitness. Sport becomes an important thing and must be done by the community in the midst of a COVID-19 pandemic. Because sports activities can improve fitness and increase endurance so it can be ensured that immunity becomes strong as a defense against the virus that causes COVID-19. Conducting Physical Distancing is an appeal by the World Health Organization (WHO) which has changed the way we live everyday. Began to do the teaching and learning process, work, worship also exercise at home. When doing physical exercise it is recommended not to overdo it with high intensity. Because, it can interfere with health. Prevent Covid-19 (SCC-19) is a type of exercise that is intended to prevent covid-19 to improve fitness and endurance. SCC is expected to be an alternative way to maintain health, fitness and endurance. This activity was carried out by conducting a virtual demonstration with a video tutorial on the movement of the gymnastics created by SCC-19, which was exhibited by the Nusantara Aerobic team, Nusantara University PGRI Kediri. The target subjects of this activity are all sports activists. The results of this activity indicate that there is good enthusiasm from the total audience of 4,625.
PELATIHAN KOLABORASI TARI WAROK DAN JURUS TUNGGAL PENCAK SILAT Wasis Himawanto; Setyo Harmono; Moh. Nur Kholis; Mokhammad Firdaus; Ellang Dafa Novan Sahara; Muhammad Layyinul Mushthofa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.616

Abstract

Pencak silat merupakan ilmu yang tidak bisa dipisahkan dari sosok warok ponorogo, karena unsur dalam tarian warok terdapat gerakan beladiri yang biasanya dibawakan dalam pentas pertunjukan reyog. Pencak silat adalah olahraga beladiri asli budaya Indonesia yang mengedepankan unsur seni, penampilan keindahan gerakan serta inti ajaran bela diri dalam pertarungan. Grup reyog singo mudho terate dari Kabupaten Pacitan adalah salah satu grup reyog dengan Basis organisasi yang menaungi organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Melalui Kegiatan Pelatihan Kolaborasi Tari Warok Dan Jurus Tunggal Pencak Silat untuk mencapai tujuan kegiatan Adanya gerakan kreasi baru dalam pegelaran tari reog ponorogo yang khususnya pada tari warok yang sudah di kolaborasikan pada gerakan pencak silat pada jurus baku tangan kosong dan terciptanya pakem pada tari warok. metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan dan praktek melalui cara didampingi dan dibimbing oleh narasumber yang merupakan bagian pengusul program PKM sesuai keahlian jika menyangkut spesifik pelatihan tetapi semua narasumber hadir dalam kegiatan pelaksanaan program dibantu mahasiswa yang dilibatkan. Kegiatan semacam ini hendaknya dilaksanakan rutin harapanya agar terciptanya pakem pada tari warok dengan menambah atau memodifikasikan dengan gerakan jurus-jurus pada pencak silat. Abstract Pencak silat is a science that cannot be separated from the figure of warok ponorogo, because the elements in the warok dance are martial arts movements which are usually performed in reyog performances. Pencak silat is a martial arts sport native to Indonesian culture that puts forward elements of art, the appearance of beauty in movement and the core teachings of martial arts in combat. The Singo Mudho Terate Reyog Group from Pacitan Regency is one of the Reyog groups with an organizational base that houses the martial arts organization Setia Hati Terate Brotherhood. Through Collaborative Training Activities of Warok Dance and Pencak Silat Single Kick to achieve the objectives of the activity.There is a new creative movement in the reog ponorogo dance performance, especially in the warok dance which has been collaborated in the pencak silat movement in bare-handed stances and the creation of standards in warok dance. The method of implementing community service used is carrying out educational, training and practical activities through being accompanied and guided by resource persons who are part of the PKM program proposer according to their expertise when it comes to specific training but all resource persons are present in program implementation activities assisted by the students involved. This kind of activity should be carried out regularly in the hope that the standard of warok dance will be created by adding or modifying it with moves in pencak silat.
PEMBINAAN USAHA PENGELOLAHAN LIMBAH MEBEL MENJADI BAHAN PELURU OLAHRAGA SUMPITAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI MASA COVID – 19 PADA MASYARAKAT DESA BRANGGAHAN KABUPATEN KEDIRI Moh. Nur Kholis; Muhamad Yanuar Rizky; M. Anis Zawawi; Irwan Setiawan; Ruruh Andayani Bekti; M. Akbar Husein A.S; Sugito Sugito; Ivona Varella Putri Arismanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.622

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan sehari-hari yang paling penting dalam kehidupan manusia yang melibatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga kita dapat menciptakan jasmani dan rohani yang sehat dan kuat. Saat ini bayak olahraga dari luar yang masuk dan populer di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia sering mengadakan perlombaan olahraga tradisional salah satunya yaitu sumpitan. Olahraga sumpitan tidak jauh bebeda dengan olahraga tembak dan olahraga panah. Biasanya untuk sasaran dibuat lingkaran dari kertas atau karton. Kosentrasi merupakan salah satu aspek psikoligi yang penting dalam olahraga sumpitan. Penggunaan kayu sebagai altermatif bahan yang mengurangi terjadinya polusi pada produk industri saat ini sangat berpengaruh terhadap program global warming. Permasalahanya kebanyakan industri kayu atau mebel tidak bisa memanfaatkan sisa atau limbah kayu tersebut. Solusi umum yang mereka gunakan adalah menimbun kayu tersebut dan hanya dijadikan sebagai kayu bakar, bahkan ada pula yang membuangnya begitu saja. Masalah ini juga terjadi di salah satu mebel yang ada di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan hasil pemanfaatan limbah kayu industri mebel sebagai bahan “ Anak Sumpit pada Olahraga Sumpitan ’’ hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak berguna ini kami berusaha untuk memanfaatkannya dengan baik sekaligus mengenalkan olahraga tersebut agar lebih populer. Tujuan kegiatan PKM ini yang didahului dengan pengolahan limbah mebel menjadi bahan peluru olahraga sumpitan yang dapat menciptakan bahan mata sumpit yang lebih mudah dan murah sebagai wujud terciptanya sport production atau produksi olahraga yang baru. Abstract Sport is the most important daily activity in human life that involves physical activity, by exercising we can create a healthy and strong body and spirit. Currently, many sports from outside are entering and are popular in Indonesia. The sport of blowpipe is currently often contested in regional sports. The sport of blowpipe is not much different from shooting and arrow sports. Usually for the target a circle is made of paper or cardboard. Concentration is one of the important psychological aspects in blowpipe sport. The use of wood as an alternative environmentally friendly material in industrial products is currently very influential on the anti-global warming program. The problem is that most of the wood or furniture industries cannot take advantage of the wood residue or waste. The general solution they use is to hoard the wood and only use it as firewood, some even throw it away. This problem also occurs in one of the furniture in Kediri Regency. This research focuses on the application of the results of the use of wood waste from the furniture industry as a material for "Children Chopsticks in the Sport of Chopsticks". The purpose of this PKM activity was preceded by the processing of furniture waste into blowpipe sports bullets which could create an easier and cheaper chopstick eye material as a form of creating a new sport production.
Hubungan Self-Efficacy, Konsentrasi, dan Manajemen Stres dengan Performa Bertanding Atlet Pencak Silat Lukman Arya Pratama; Moh. Nur Kholis; Irwan Setiawan
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P109-118

Abstract

Performa bertanding atlet tidak hanya dipengaruhi kemampuan fisik, teknik, dan taktik, tetapi faktor psikologis seperti self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres juga mmepengaruhi. Kajian yang menganalisis ketiga variabel tersebut secara simultan pada atlet pencak silat masih relatif terbatas, khususnya pada tingkat pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres terhadap performa atlet pencak silat Club Shembara Nganjuk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 34 atlet pencak silat menggunakan teknik total sampling. Pengumulan data melalui kuesioner dengan uji validitas dan reliabilitas. analisis menggunakan deskriptif, korelasi Product Moment Pearson, dan korelasi berganda dengan bantuan SPSS pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki hubungan positif dan signifikan dengan performa (r = 0,798; p < 0,05), diikuti konsentrasi (r = 0,757; p < 0,05) dan manajemen stres (r = 0,510; p < 0,05). Secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan performa bertanding (R = 0,838; R² = 0,703; p < 0,05), yang menjelaskan 70,3% variasi performa atlet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan self-efficacy, konsentrasi, dan manajemen stres merupakan aspek penting yang perlu diintegrasikan dalam program pembinaan mental untuk mendukung peningkatan performa bertanding atlet pencak silat.
Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Berdasarkan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara Ahmad Badaruzzaman; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo; Moh. Nur Kholis; Muhdhofar Soliq Sidiq
Jurnal Simki Postgraduate Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jspg.v5i1.1742

Abstract

Physical fitness is a fundamental prerequisite for students participating in sports extracurricular activities, as it directly supports endurance, movement quality, and overall learning readiness. Despite growing recognition of physical fitness importance among school-age adolescents, the physical fitness status of students engaged in volleyball extracurricular activities in rural Indonesian schools remains poorly documented. This study aimed to describe the physical fitness levels of volleyball extracurricular students at SMP Negeri 1 Pule, Trenggalek, using the Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) as a standardized national fitness assessment instrument. A quantitative descriptive survey design was employed. The total population of 32 active volleyball extracurricular members (14 male, 18 female) was included using saturated sampling. Data were collected across five TKPN components: body mass index (BMI), V sit and reach, sit-up, squat thrust, and PACER. Descriptive statistical analysis classified scores into TKPN normative categories. Results revealed that 21 students (65.63%) had good nutritional status based on BMI. However, other fitness components were suboptimal: V sit and reach showed the largest proportions in the very low and moderate categories (37.50% each); sit-up placed 24 students (75.00%) in the very low category; squat thrust placed 19 students (59.38%) in the low category; and PACER placed all 32 students (100.00%) in the very low category. These findings indicate that extracurricular volleyball participation has not ensured balanced fitness development, particularly in muscular endurance and cardiorespiratory endurance. Schools are urged to implement more structured, measurable, and progressive physical conditioning programs.
Survei Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Pagar Nusa Pac Ngetos Pc Nganjuk Untuk Menghadapi Kejurcab Vi Pagar Nusa Nganjuk Rudi Ahmadi; M. Anis Zawawi; Moh. Nur Kholis; Teguh Budi Susilo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting kebugaran jasmani dalam menunjang prestasi atletik, khususnya pada cabang olahraga pencak silat yang menuntut kondisi fisik optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Pagar Nusa ke-6 Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian meliputi seluruh atlet pencak silat putra Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk yang berjumlah 30 atlet dengan rentang usia 15–19 tahun, dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan distribusi persentase dan kategori tingkat kebugaran jasmani atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet pencak silat usia 15–19 tahun berada pada dua kategori, yaitu kategori cukup sebesar 80% dan kategori baik sebesar 20%. Tidak ditemukan atlet yang masuk dalam kategori kurang maupun sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik atlet Pencak Silat Pagar Nusa PAC Ngetos PC Nganjuk secara umum berada pada kategori cukup dan baik, sehingga diperlukan program latihan fisik yang lebih terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi
Literasi Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih Usia Dini Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Sanggang Esa Saksena; Moh. Nur Kholis; Teguh Budi Susilo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Literasi kebugaran jasmani merupakan kemampuan individu dalam memahami pentingnya kebugaran jasmani, mengetahui cara menjaga kebugaran, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis dalam membangun literasi kebugaran jasmani melalui pengalaman belajar yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani dan literasi kebugaran jasmani peserta didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek peserta didik putra dan putri. Hasil analisis pertama menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani peserta didik didominasi kategori cukup, yaitu 43 anak (75,79%), sedangkan kategori baik hanya 9 anak (15,07%). Analisis kedua terkait literasi kebugaran jasmani menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik berada pada kategori cukup sebanyak 21 anak (82%), sementara kategori baik hanya 3 anak (12%). Selanjutnya, hasil analisis ketiga pada peserta didik putri menunjukkan tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori cukup dengan frekuensi 22 anak (71,97%). Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani dan literasi kebugaran jasmani peserta didik Sekolah Pencak Silat Tunas Putih berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pembelajaran PJOK dan program latihan yang terencana untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan literasi kebugaran peserta didik secara optimal.
Survey Tingkat Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 9-10 Tahun Di Sdn Mrican 3 Kota Kediri Herlan Ferdha Pamungkas; Moh. Nur Kholis; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemetaan tingkat kemampuan motorik kasar sebagai dasar untuk mengetahui dan meningkatkan perkembangan motorik anak usia 9–10 tahun dalam aktivitas olahraga. Permasalahan penelitian difokuskan pada tingkat kemampuan motorik kasar siswa usia 9–10 tahun di SDN Mrican 3 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 20 siswa sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes dan pengukuran lima komponen motorik kasar, yaitu kecepatan (lari sprint 30 meter), kelincahan (lari zig-zag), koordinasi mata dan tangan (lempar tangkap bola tenis), power otot tungkai (lompat jauh tanpa awalan), dan keseimbangan (stork stand). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kecepatan berada pada kategori baik sekali hingga kurang, kelincahan dan koordinasi mata-tangan didominasi kategori baik dan cukup, power otot tungkai bervariasi dari kategori baik hingga kurang, serta keseimbangan sebagian besar berada pada kategori cukup. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar siswa secara umum berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan evaluasi program latihan, perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani oleh guru, serta sebagai dasar bagi orang tua dalam mendampingi dan memotivasi anak untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar secara optimal.