Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Fun Learning Strategy to Increase Students' Motivation in Learning Christian Religious Education at SMP YPPGI Sentani Kada Kaka, Murniyati Sampe; Pentury, Jolanti W.; Butu, Dorce
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 4 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i4.9598

Abstract

This study aims to analyse the application of Fun Learning strategy in increasing students' motivation in learning Christian Religious Education (PAK) at SMP YPPGI Sentani. The background of this research departs from the low motivation of students to learn due to the use of monotonous and less interactive learning methods. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analysed using an interactive model. The results showed that the application of Fun Learning through prayer and singing simulation activities, group discussions, and educational games such as Quizizz succeeded in increasing students' motivation, participation, and confidence. Students became more enthusiastic, active, and had a deeper understanding of the value of faith. In conclusion, the Fun Learning strategy is effective in creating a fun learning atmosphere, increasing intrinsic motivation, and integrating faith values with meaningful learning experiences. 
Anjangsana Lintas Agama Rumah Moderasi Beragama STAKPN Sentani: Menyelami Nilai-Nilai Hindu Bali melalui Seni Budaya Fredrik Warwer; Ida Bagus Gede Surya Peradantha; Yohanes Kristian Labobar; Yakob Godlif Malatuny; Daniel Syafaat Siahaan; Jolanti Wisje Pentury; Dorce Bu’tu; Lewi Kabanga; Santy Layan; Riski Tasijawa; Seprianti Elisabet Pandi; Shintia Maria Kapojos
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.25909

Abstract

Papua memiliki keragaman budaya dan agama yang tinggi sehingga membutuhkan ruang perjumpaan lintas iman yang autentik, kontekstual, dan menyentuh secara emosional. Melalui program Kampung Moderasi Beragama, STAKPN Sentani menginisiasi Kunjungan Lintas Iman di Pura Agung Giri Cyclop untuk menggali nilai-nilai moderasi beragama dari perspektif Hindu Bali dengan pendekatan seni budaya. Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama Hindu, dialog interaktif lintas iman, serta penyusunan laporan reflektif dan artikel ilmiah. Salah satu hasil penting adalah terciptanya karya seni kolaboratif berupa Pupuh Durma berjudul “Turunnya Sang Juru Selamat”, yang dibawakan oleh penyanyi Hindu dan diterjemahkan secara lisan oleh peserta Kristen Protestan. Karya ini mengisahkan kelahiran Yesus Kristus dalam perspektif spiritual universal melalui seni vokal tradisional Bali. Kolaborasi ini membuka ruang ekspresi spiritual bersama yang melampaui batas agama, budaya, dan wilayah. Nilai-nilai seperti Tat Twam Asi, Vasudhaiva Kutumbakam, serta cinta sebagai inti ajaran agama disampaikan secara puitis dan reflektif. Program ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan tidak hanya melalui wacana normatif, tetapi juga melalui praktik seni inklusif yang sederhana dan dapat direplikasi di berbagai konteks multikultural.
Mediating national identity through relational spirituality: a framework from christian education in indigenous contexts Jolanti Wisje Pentury; Yakob Godlif Malatuny; Marlisa Sarwuna
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992100

Abstract

Nationalism education in Papua as a complex issue shaped by Christianity, Indigenous Papuan identity, multicultural interaction, historical memory, social injustice, and Indonesian citizenship. Methodologically, it uses a qualitative phenomenological design with 15 CRE teachers and 50 Indigenous Papuan students from 7 schools, selected through purposive criterion sampling, with interviews, classroom observations, and document analysis validated through triangulation, member checking, reflexive bracketing, and an audit trail. The results show that CRE supports inclusive nationalism by translating Christian values such as love, justice, care, reconciliation, and respect for human dignity into concrete social practices. Students understood nationalism through lived experiences of solidarity, mutual cooperation, respect for diversity, and awareness of social justice. The article concludes that CRE can mediate Papuan identity and Indonesian citizenship integratively, and it contributes the concept of relational spirituality-based nationalism as a framework for multicultural and humanistic education in Papua.