Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI MEDIA KARTU HURUF DI TKIT BINA INSANI KELOMPOK USIA 5 – 6 TAHUN Tanti Trisnawati; Yudi Wahyu Widiana; Asep Supriatna
Tahsinia Vol 2 No 1 (2021): JURNAL TAHSINIA
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.366 KB) | DOI: 10.57171/jt.v2i1.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Upaya Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Melalui Media Kartu Huruf di TK IT Bina Insani Kelompok Usia 5 – 6 Tahun. Kemampuan mengenal huruf hijaiyah yang diteliti adalah membaca, mengenal, dan melafalkan huruf hijaiyah secara acak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subyek penelitian ini adalah 20 anak kelompok B yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Obyek penelitian adalah kemampuan membaca huruf hijaiyah menggunakan media Kartu Huruf. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Teknik analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila kemampuan membaca huruf hijaiyah anak dengan kategori baik sudah mencapai persentase minimal sebesar 80%. Hasil penelitian dapat terjadi peningkatan dari Pra siklus, Siklus I dan Siklus II yang bisa dilihat dari diperoleh hasil presentase Siklus II dari kemampuan anak Menyebutkan simbol-simbol huruf hijaiyah dari kategori (BB) mencapai 0 %, (MB) 0%, (BSH) 45%, dan (BSB) 55%. Sedangkan kemampuan anak Melafalkan huruf hijaiyah dari kategori (BB) mencapai 0 %, (MB) 10%, (BSH) 55%, dan (BSB) 35% . dan yang terakhir kemampuan membedakan bunyi dan bentuk (BB) mencapai 0 %, (MB) 0%, (BSH) 35%, dan (BSB) 65%. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat keberhasilan anak termasuk dalam kategori Baik, karena hasil presentase yang diperoleh anak sudah mencapai indikator keberhasilan.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KERAGAMAN KENAMPAKAN DAN PEMBAGIAN WILAYAH WAKTU DI INDONESIA Asep Supriatna; Nasem; Ali Aenul Quthbi
Tahsinia Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.993 KB) | DOI: 10.57171/jt.v2i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan penerapan metode Cooperative script siswa kelas V SD Negeri Tanahbaru II. Metode cooperative script merupakan salah satu dari beberapa metode yang ada di model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Metode ini dikemukakan oleh Danserau dan kawankawan pada tahun 1985. Pembelajaran Cooperative adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan atau inkuiri (Suyatno, 2009 : 51). Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran cooperative script memiliki dampak positif dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Kelas V SD Negeri Tanahbaru II yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa pada setiap siklusnya. Penerapan metode Cooperative Script membuat siswa lebih aktif, mempertanggungjawabkan tugas serta menyampaikan gagasan berita/cerita mengenai materi pelajaran IPS yang diajarkan guru secara individu maupun kelompok.
UPAYA MELATIH KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Asep Supriatna; Sony Kuswandi; Moch Agus Ariffianto; Rian Permana Suryadipraja; Tatang Taryana
Tahsinia Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.588 KB) | DOI: 10.57171/jt.v3i1.310

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran bercerita kelompok A TKIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang kurang berkembang, hal ini disebabkan oleh siswa kurang percaya diri, Anak belum tergali kecerdasan bahasanya, sebagian siswa masih ada yang diam kurang komunikatif, masih ada siswa yang kurang konsentrasi, siswa belum berani tampil kedepan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Di Kelompok A TKIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dimana peneliti mempunyai masalah dengan kegiatan belajar mengajar bercerita yang terjadi didalam sehingga harus ada penelitian supaya masalah itu bisa diatasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa melalui metode bercerita kemampuan berbicara anak usia dini dapat meningkat. Hal ini terbukti bahwa rata-rata kemampuan anak dalam bercerita kondisi awal sebesar 36,36 % kemudian meningkat menjadi 54,55 % pada siklus I dan akhirnya meningkat lagi menjadi 81,82 % pada siklus II, kondisi tersebut didukung oleh keberanian anak dalam bercerita didepan teman-temannya. Sebenarnya anak senang dengan bercerita namun kebanyakan belum ada keberanian dan kurang percaya diri, sehingga anak harus dimotivasi terlebih dahulu dan kurang motivasi dari orang tua dalam bercerita dirumah Penelitian berlokasi di TKIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kecamatan Karawang Kulon Kabupaten Karawang.
Perkembangan Fikih dalam Era Digital: Kajian terhadap Metode Ijtihad dalam Memahami Masalah Kontemporer Asep Supriatna
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i1.5478

Abstract

In the digital era marked by advancements in digital technology and globalization, the development of Islamic jurisprudence (fiqh) faces significant challenges. This research aims to uncover the crucial role of the ijtihad method in the context of understanding and formulating legal views on contemporary issues arising in the digital age. The research methodology employed is normative research, involving theoretical, philosophical, and jurisprudential analyses within Islamic fiqh. The study investigates the impacts of the digital era and shifts in the global paradigm on the development of Islamic jurisprudence. The primary focus of the research is to explore how the ijtihad method can adapt to the context of digital technology and the challenges of modern ethics. The research underscores the importance of adaptation and a profound understanding of Islamic law to address the changing times. The results of this research provide valuable insights into how Islamic jurisprudence can remain relevant in addressing contemporary issues that continue to evolve in the dynamic digital era. This study summarizes efforts to maintain the relevance of Islamic law and provide legal perspectives that align with the contemporary dynamics at hand.
Konsep Pendidikan Islam Menurut Nizham Al-Mulk Serta Kontribusinya Terhadap Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia Asep Supriatna; Vina Febiani Musyadad; Asep Dudin Abdul Latip; Cecep Sundulusi; Alfyan Syach
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2132

Abstract

Perkembangan lembaga Pendidikan Islam di Indonesia dengan berkelindannya Lembaga-lembaga pendidikan Islam dengan sumbangsih yang cukup besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kemajuan umat manusia yang semakin dinamis semuanya tidak lepas dari peran Nizham al-Mulk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep dan metodologi pembelajaran agama Islam menurut Nizham al-Mulk dan mendeskripsikan relevansi dan kontribusinya terhadap pendidikan di Indonesia. Jenis penelitian yang dipilih oleh penulis dalam penelitan ini ialah jenis kajian pustaka (library research) yaitu rangkaian sebuah kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, menelaah serta mencatat dan mengolah bahan-bahan penelitian. Dari hasil penelitian ini bahwa kontribusi Nizham al-Mulk telah membawa suasana keilmuan Islam mengalami modifikasi dan penambahan ilmu pengetahuan yang hebat. Dengan kemunculan Lembaga Pendidikan madrasah ini menjadikan sebuah Khazanah keilmuan dan menjadi referensi bagi para ilmuan dan para praktisi pemerhati Pendidikan yang datang dikemudian hari setelahnya. Pendidikan Islam yang menjadi lokomotif penggerak ilmu pengetahuan Islam yang tumbuh dan berkembang saat ini, salah satunya adalah Madrasah. Menjadi harapan bersama tentunya, Madrasah yang serupa kembali menjajalkan sejarahnya yang cemerlang di Indonesia saat ini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Seni Membatik Dengan Tepung Pada Anak Usia Dini Di Kelompok B TK Tunas Harapan Kecamatan Klari Karawang Tanjung, Rahman; Supriatna, Asep; Nurfaidah, Fuji
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v2i1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan seni membatik dengan tepung di Kelompok B TK Tunas Harapan Kecamatan Klari Karawang. Kemampuan motorik halus sangat penting bagi perkembangan anak dalam menunjang keterampilan sehari-hari, seperti menulis, menggambar, dan aktivitas manipulatif lainnya. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini dengan dua siklus. Siklus pertama melibatkan pengenalan kegiatan seni membatik dengan tepung kepada anak-anak dan pengamatan awal terhadap kemampuan motorik halus mereka. Setelah itu, dilakukan implementasi kegiatan seni membatik dalam proses pembelajaran. Siklus kedua melibatkan peningkatan atau penyesuaian metode berdasarkan hasil evaluasi siklus pertama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dampak kegiatan seni membatik dengan tepung terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini. Berdasarkan hasil analisis jumlah respon anak, jumlah penilaian respon anak saat membatik pada pra tindakan sebesar sebesar 0%, pada pra tindakan menuju siklus I mengalami peningkatan sebesar 20% sehingga jumlah total skor respon anak pada siklus I sebesar 20%. Pada siklus I menuju siklus II mengalami peningkatan sebesar 60% sehingga tingkat keberhasilan respon anak pada siklus II sebesar 80%. Dimana tingkat pencapaian tersebut sudah memenuhi target penelitian. Begitu pula dengan guru lebih mudah dalam menyampaikan pembelajaran, dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan.
Effectiveness of Al-Qur'an Based Learning to Improve Students' Spiritual Literacy in Islamic Elementary Schools Supriatna, Asep
Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Том 3 № 01 (2025): Journal of Modern Islamic Studies and Civilization
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jmisc.v3i01.1285

Abstract

Al-Qur'an-based learning has an important role in forming students' spiritual literacy from an early age, especially in the modern era. This spiritual literacy includes the ability to understand, internalize, and practice the values ​​of the Al-Qur’an in everyday life. This research aims to measure the effectiveness of Al-Qur'an-based learning in improving students' cognitive, affective, and psychomotor aspects at Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal. This research uses a qualitative descriptive method with a survey approach. Data was collected through interviews, observations, and tests on students. Data analysis techniques involve simple statistical calculations to evaluate achievements in each aspect of learning. Data validity is obtained through triangulation of sources and methods. The research results showed that cognitive aspects, such as reading and memorizing verses of the Al-Qur'an, had the highest achievement, with 90% of students able to read well and 83% successful in memorizing. However, achievements in the affective aspect, namely understanding the meaning of verses and relating them to daily life, only reached 60% and 50%. In the psychomotor aspect, 67% of students have practiced the values ​​of the Al-Qur’an, such as being honest and disciplined. These findings indicate that Al-Qur'an-based learning methods need to be more innovative, using interactive media, in-depth reflection, and an applied approach. The implication of this research is the importance of training teachers to develop more creative and relevant teaching methods.
Penguatan Karakter Islami Siswa melalui Pembiasaan Shalat Dhuha di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal Pangkalan Asep Supriatna; Saepudin; Riki Faisal; Hani Nurhayanti; Dede Sarim
Bulletin of Community Engagement Vol. 4 No. 3 (2024): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v4i3.1572

Abstract

The low level of discipline and awareness of prayer among students shows the importance of efforts to strengthen Islamic character from an early age. This Community Service Activity (PKM) aims to strengthen the Islamic character of students at Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal Pangkalan through the habit of Dhuha prayers. The main problem faced is the lack of consistent application of religious values, especially in building sustainable habits of worship. This program is expected to increase students' religious awareness and form an attitude of discipline and responsibility through worship routines. The underlying concept is a spirituality-based character education theory, which emphasizes habituation as an effective method for internalizing values. The methods used include carrying out Dhuha prayers in congregation, teacher assistance, and evaluating student development. The results show a significant increase in students' discipline, sincerity and independence in carrying out their worship. Apart from that, this activity contributes to creating a school environment that is conducive to learning Islamic values. The habit of Dhuha prayer has proven to be effective as a means of forming religious character that can continue in the home environment.
Strategi Manajerial Pesantren dalam Meningkatkan Kemandirian Santri di Era Digital Candra Mochamad Surya; Asep Supriatna; Hasan Al Banna; Saepudin Saepudin; Haris Sandi Yudha
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8234

Abstract

The independence of Islamic boarding schools in the digital era faces major challenges related to time management, entrepreneurship and the use of technology. This research aims to identify and analyze the managerial strategies implemented by the Miftahul Khoirot Islamic Boarding School in increasing the independence of students in the digital era. The method used in this research is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data sources for this research include Islamic boarding school administrators, caregivers, and students. The collected data was then analyzed using qualitative data analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show that the Miftahul Khoirot Islamic Boarding School has implemented an entrepreneurship program involving students, but the students still need further assistance in managing their businesses. In addition, challenges related to time management, independent decision making, and access to digital learning are also obstacles. Device limitations and internet network quality influence the effectiveness of digital learning implemented. The implication of this research is the need to strengthen technological infrastructure, more intensive entrepreneurship training, and better time management for students, so that they can be more independent in facing challenges in the digital era.
Strategy of Project Based Learning (PJBL) Based on Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) in Growing Active and Creative Students Asep Dudin Abdul Latip; Asep Supriatna
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v8i2.3438

Abstract

The pandemic forced student learning to change, study at home, many new problems were encountered, one of which was a decrease in student activity and creativity. On the other hand, education in the 21st century must be able to facilitate students who are active and creative, adapting to changes in all situations. The aim of this study is to describe the integration of Project Based Learning based on science, technology, eigeneering and mathematics and its success in increasing creative active students. The method used qualitative case study comes from secondary and primary data, observation, documentation, interviews, and triangulation. The results of the study show that the integration of learning goes through the following stages: Pre-Learning Stage, teachers of several subjects collaboratively prepare various tools relevant to the theme; In the implementation phase, students are given the responsibility of completing a project in several weeks. The first week classifies project assignments, divides into groups, provides material, understands worksheets, listens to video links. Worksheet filling, and procurement of materials. The second week is product creation, the third week is completing work sheets, editing videos, making power points, and sending the results to the link. The fourth week is product improvement, the fifth week is the trial, and the sixth week is the work title; In the post-learning stage, evaluation is carried out, and follow-up, reports, dissemination of subject collaboration teams. Its success has increased students' enthusiastic learning attitudes, student creativity, learning enjoyment, competency improvement, and student project products. Keywords: Creative Active Student, Project Based Learning, Technology Eigeneering Mathematics