Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Standarisasi Dan Perbandingan Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Dan Dekok Daun Senggani ( Melastoma malabathricum L.) Dengan Menggunakan metode DPPH: STANDARISASI DAN PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN DEKOK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) DENGAN METODE DPPH Aswan Pangondian Harahap; Robiatun Rambe; Ratih Paramitha; Yulanda Yulanda
FORTE JOURNAL Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 (2022) : Edisi Januari
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v2i1.191

Abstract

Senggani (Melastoma malabathricum L.) banyak mengandung senyawa kimia  seperti alkaloid, flavonid, tanin, saponin dan steroid . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas  antioksidan ekstrak etanol dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) serta perbandingan nilai IC50 dari ekstrak etanol dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.). Metode Ekstraksi pada penelitian ini adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70% . dan dekok pelarut air pada suhu 90o  selama 30 menit.  Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman peradaman radikal bebas DPPH. Hasil ekstrak dari hasil ekstraksi daun senggani menggunakan pelarut etanol  70% sebanyak 110,2 gram dengan persen rendemen sebesar 22,04 %. Hasil Dekok daun senggani pada  pelarut air sebanyak 49,90 gram rendemen ekstrak sebesar 24,95%. Dari Hasil Pengukuran Efektivitas antioksidan dengan nilai  IC50 ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebesar 19,206 ppm, dan dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebesar 17,140 ppm. Kesimpulan bahwa efektivitas antioksidan Ekstrak dan Dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) diperoleh melalui metode pengujian dengan DPPH pada nilai IC50 ekstrak etanol daun senggani sebesar 19,206 ppm dan dekok daun senggani sebesar17.140 ppm dimana efektivitas antioksidan termasuk dalam kategori sangat kuat  , kedua sempel mempunyai efektivitas antioksidan tergolong sangat kuat tetapi Nilai IC50 dekok daun senggani (Melastoma malabathricum L.) lebih baik dibanding kan ekstrak daun senggani Melastoma malabathricum L.).
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lipstik Dari Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Pewarna Dan Pelembab Alami Athaillah Athaillah; Dwi Sundari; Aswan Pangondian; Putra Chandra
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.85 KB) | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i1.31

Abstract

Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) contains the chemical betacyanin, which functions as a natural dye, and aloe vera (Aloe vera) also has a polysaccharide derivative lignin which functions as a binder of skin moisture. The combination of red dragon fruit extract and aloe vera can be made as a pharmaceutical preparation in the form of lipstick. This study aimed to determine the optimum concentration of red dragon fruit extract and aloe vera on the physical properties of lipstick. This research is an experimental study with the stages of making extracts by maceration method with betacyanin phytochemical test on red dragon fruit and infundation method with a phytochemical test of lignin on aloe vera before making lipstick. Making lipstick with six variations of concentration of red dragon fruit extract 30,25,20,15,10,5% (w/v) and aloe vera 5,10,15,20,25,30% (w/v) and organoleptic test, homogeneity test, pH test, smear test, melting point test, hardness test, irritation test and tested the physical stability of lipstick preparation with a stability test of 3 cycles. The result of maceration on red dragon fruit was 57 ml, and aloe vera infundation was 57 ml. The results of the phytochemical test showed that the red dragon fruit extract was positive for betacyanin and the aloe vera extract was positive for lignin. The formula (F) in this study is concentration. The results showed that the concentration of red dragon fruit extract by an organoleptic test with Formula 1 (F1) to formula 6 (F6) produced good color, smell, and shape. The pH test results of all formulas have a pH below the standard range of skin pH, namely pH 8. The smear test results show that all formulas have good smearing power. The melting point test results show that formula 4 (F4) has a melting point of 66̊ C. The hardness test results showed that Formula 6 (F6) produces a strong textural power. The results of the irritation test showed that all of the formulas did not produce an itchy or swollen effect when applied successively for three days and the results of the stability test showed that formulas 3 (F3) to formula 6 (F6) produced discoloration such as drastic fading and melting texture at the bottom of the preparation happened on day 4 of being at extreme temperatures. The optimum lipstick formulation in the standard range is formula 1 (F1) with a concentration of 30% red dragon fruit and 5% aloe vera, which is quite good and can be formulated as a lipstick preparation.
Edukasi Pemanfaatan Jahe dalam Bentuk Sediaan Balsem di Kelurahan Bela Rakyat Kabupaten Langkat Tahun 2022 Athaillah Athaillah; Putra Chandra; Aswan Pangondian
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i1.513

Abstract

Jahe sering dimanfaatkan oleh mansyarakat dengan cara kompres jahe hangat untuk mengurangi intensitas nyeri pada sendi, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, meningkatkan relaksasi otot, menyehatkan jantung, mengendorkan otot-otot, menghilangkan stres, meringankan kekakuan otot, nyeri otot, meringankan rasa sakit, meningkatkan permeabilitas kapiler, memberikan kehangatan bagi tubuh. jahe dapat diaplikasikan dalam bentuk sediaan balsem. Balsem merupakan sediaan obat luar dalam bentuk padat. Kelurahan Bela Rakyat membudidayakan jahe di pekarangan rumah sebagai tanamam obat. Balsem jahe dibuat di laboratorium Universitas Haji Sumatera Utara dan dibagikan kepada peserta. Hasil kegiatan diperoleh bahwa materi yang disampaikan tentang pemanfaatan jahe dalam bentuk balsem dan cara pembuatan balsem jahe dipahami oleh peserta dan peserta tertarik untuk mencoba membuat balsem jahe secara mandiri.
Edukasi Pemanfaatan Pengawetan Bahan Alam Dengan Metode Simplisia Pada Siswa SMP Pahlawan Medan Aswan Pangondian; Athaillah Athaillah; Putra Chandra; Refli Renaldi
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.651

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam hayatinya yang sangat melimpah. Lebih dari  80.000 spesies atau jenis tumbuhan yang terdapat di dalam Indonesia, baik itu di darat maupun di laut. Hanya Sebagian kecil tumbuhan yang sudah di lakukan penelitian dan pemanfaat tumbuhan sebagai bahan dasar atau obat di masyarakat.  Sehingga Masyarakat hanya  sedikit yang memahami bagaimana  pe manfaatan dan kegunaan dari tumbuhan tersebut. Tumbuhan termasuk dalam metabolit sekunder yang merupakan sumber dari obat-obatan yang sering  digunakan dalam pengobatan berbagai jenis penyakit yang diderita oleh manusia. Beberapa tumbuhan yang digunakan untuk berbagai penyakit dimasyarakat adalag sebagai stimulan jantung dan peredaran darah, antitumor, antipiretik, antiepilepsi, antiinflamasi, antiulcer, diuretik, antihipertensi, menurunkan kolesterol, antioksidan, antidiabetik, antibakteri, dan antijamur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan secara langsung kepada siswa SMP Pahlawan di Kota Medan. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah menengah pertama (SMP) Kota Medan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan,  Provinsi Sumatera utara,  Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi dan Praktek, dimulai dari manfaat simplisia serta cara pengolahan pembuatan simplisia kemudian dilanjut dengan Menunjukkan salah satu contoh simplisia yang sudah jadi, lalu menyususn rencana tindak lanjut. Luaran yang diharapkan untuk isntitusi adalah Laporan pengabdian masyarakat dan Jurnal Nasional terakreditasi dan luaran yang diharapkan untuk masyarakat dalam kegiatan ini adalah 1) Terciptanya Pemahaman Masyarakat dalam pemanfaatan pengawetan bahan alam dengan metode simplisia; 2) Terbukanya peluang bisnis bagi masyarakat mitra; 3) Terbentuknya masyarakat yang peduli kesehatan
POTENSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitorea ternatea L.) TERHADAP ANTIDIABETES PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Aswan Pangondian; Robiatun Rambe; Chindy Umaya; Athaillah Athaillah; Kadriyani Jambak
FORTE JOURNAL Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i2.630

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea), sering disebut juga sebagai butterfly pea merupakan bunga yang khas dengan kelopak tunggal berwarna ungu. Potensi farmakologi bunga telang antara lain adalah sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi dan analgesik, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin, dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Central Nervous System (CNS). Pada zaman dahulu kala, bunga ini dipakai sebagai tetes mata, baik pada bayi ataupun orang dewasa. Uji kadar gula darah pada mencit menggunakan Glucometer. Metode ini digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada mencit.25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok pertama Metformin 65%, kelompok kedua Na-CMC 0,5%, kelompok ketiga ekstrak bunga telang 250%, kelompokkeempat 500%, kelompok kelima 1000%, masing-masing kelompok diberi perlakuan per oral selama 28 hari. Kemudiandiharike 0 diberikan suspense glukosa 50% secara oral, setelah itu pada hari ke 0 dilakukan pengambilan darah, dilanjutkan pada hari ke 7, 14, 21, dan hari ke 28. Kemudian kadar gula darah diukur menggunakan Glukometer, kemudian mencit diberi perlakuan sesuai kelompok yang sudah dibuat. Dihitung penurunan kadar gula darah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bunga telang dosis 250 mg, 500 mg dan 1000 mg dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit dibandingkan terhadap kontrol negatif (p < 0,05). Kelompok pemberian CMC Na 0,5% memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok pemberian metformin (p<0,05) dan juga terdapat perbedaan dengan kelompok pemberian sediaan dosis 33 mg/KgBB, 65 mg/KgBB dan 130 mg/KgBB (p<0,05). Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa Ekstrak bunga telang mempunyai potensi penurunan kadar gula darah pada mencit jantan, Ekstrak bunga telang 250 mg, 500 mg dan 1000 mg dapat meningkatkan potensi penurunan dibandingkan dengan kontrol CMC Na 0,5%. Ekstrak bunga telang mempunyai efek menghambat aktivitas enzim glukoneogenik, glukosa-6- fosfatase, dan sebaliknya meningkatkan aktivitas enzim glukokinase.
UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini L.) DALAM PENGOBATAN LUKA SAYAT PADA TIKUS JANTAN PUTIH (Rattus norvegicus) Aswan Pangondian; Zul Azhar Safruna; Zola Efa Harnis; Chindy Umaya; Athaillah Athaillah; Ovalina Sylvia Br. Ginting; Saddam Husein
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.870

Abstract

Kulit merupakan lapisan terluar yang melindungi tubuh dari rangsangan luar. kulit berfungsi melindungi permukaan tubuh, memelihara suhu tubuh, dan mengeluarkan kotoran-kotoran tertentu. Luka sayat merupakan luka yang terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. Pengobatan luka sayat dapat dilakukan dengan memberi obat pada kulit yang terkena luka yang biasanya diberikan secara topical. penggunaan obat pada luka bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan kulit yang terluka. secara umum daun jamblang mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid, yang digunakan didalam dunia pengobatan seperti untuk antiradang, penahan rasa sakit, anti jamur. Senyawa flavonoid quersetin sebagai anti inflamasi mampu menghambat enzim siklooksigenase dan lipooksigenase sehingga proses penyembuhan fase inflamasi dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah formulasi salep ekstrak daun jamblang (Syzygium cumini L) memiliki efektivitas pengobatan terhadap luka sayat. Sampel yang digunakan yaitu ektrak daun jamblang yang diambil dari Kecamatan mesjid raya, Kabupaten aceh besar, desa lamreh, provinsi Aceh. Hasil penelitian dilakukan dengan metode eksperimental diperoleh rata-rata penyembuhan luka sayat menggunakan ekstrak daun jamblang yaitu konsentrasi 20% merupakan konsentrasi yang paling efektif dibandingkan konsentrasi 10% dan 15%. Penyembuhan luka sayat hari ke -14 pada tikus putih, kontrol positif ialah 0.04 cm, basis salep dengan total penyembuhan luka 0.69 cm, kosentarasi 10% adalah 0.50 cm, konsentrasi 15% adalah 0.22 cm dan untuk konsentrasi 20% adalah 0.16 cm. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jamblang efektif dalam penyembuhan luka sayat dan Salep ekstrak daun jamblang dengan kosentrasi 20% merupakan formula sediaan yang paling evektif untuk penyembuhan luka sayat.
AKTIVITAS ANTIDIARE FRAKSI ETIL ASETAT BIJI LAMTORO (Leucaenae leucocephala (Lam) de Wit) TERHADAP TIKUS PUTIH Saddam Husein; Robiatun Rambe; Lintang Kautsar; Athaillah Athaillah; Aswan Pangondian
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.966

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) merupakan tanaman yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dimana tanaman ini dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis yang salah satunya bermanfaat mengatasi diare. Metabolit sekunder dari lamtoro adalah alkaloid, flavonoid dan tanin yang memiliki aktivitas sebagai antidiare. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas antidiare fraksi etil asetat biji Lamtoro yang diinduksi dengan oleum ricini terhadap tikus. Biji lamtoro diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak etanol kemudian difraksinasi dengan pelarut etil asetat. Pengujian aktivitas antidiare fraksi etil asetat pada dosis 50, 100, 200, 400 mg/Kg bb dengan induksi oleum ricini dengan metode defekasi dengan diamati waktu timbul diare, frekuensi, konsistensi, berat feses dan durasi diare setiap 30 menit selama 6 jam dan metode transit intestinal dengan menentukan persentase jarak lintasan tinta cina. Loperamid 1 mg/kg bb digunakan sebagai kontrol positif dan Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif. Fraksi etil asetat biji lamroto (FEABL) dapat menurunkan diare berdasarkan pengamatan metode defekasi. FEABL pada dosis 200 mg/kb BB dan 400 mg/Kg BB memiliki aktivitas yang tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif (P<0,05), sementara itu pada dosis FEABL 50 mg/kg bb tidak berbeda signifikan terhadap kontrol negatif (P<0,05). Pada metode transit intestinal FEABL dosis 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB aktivitasnya dalam menghambat motilitas tidak berbeda signifikan dengan loperamid (P<0,05). FEABL berdasarkan pengujian aktivitas antidiare dengan memiliki efektivitas antidiare pada dosis 200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TUMBUHAN AKAR BALSEM (Polygala paniculata L.) DENGAN METODE DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) Aswan Pangondian; Robiatun Rambe; Nadya Rohma Ritonga; Saddam Husein; Athaillah Athaillah; Nur Aini Khairunnisa; Ovalina Sylvia Br. Ginting; Putra Chandra
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1249

Abstract

Tumbuhan akar balsem (Polygala paniculata L.) memiliki kandungan kimia seperti alkaloid, flavonid, tanin, saponin dan steroid . Berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas sehingga membantu memperlambat proses penuaan dini, menambah kekebalan tubuh terhadapa berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak akar balsem (Polygala paniculata L.) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental meliputi tahapan Penyiapan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, uji karakterisasi simplisia, uji skrining fitokimia, dan Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil ekstrak etanol menghasilkan % rendemen sebesar 15,8%. Dari hasil pengukuran aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol akar balsem (Polygala paniculata L.) sebesar 6,92 ppm dan Vitamin C sebesar 1,38 ppm.Kesimpulan penelitian ini bahwa Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol akar balsem (Polygala paniculata L.) termasuk kategori sangat kuat.
Education on The Danger of Consuming Prescriptive Medicine for Health in Nogo Rejo Village, Galang District, Deli Serdang: Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Setelan untuk Kesehatan di Desa Nogo Rejo Kec Galang Deli Serdang Rambe, Robiatun; Pangondian, Aswan; Husein, Saddam; Athaillah, Athaillah; Aini Khairunnisa, Nur
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1594

Abstract

A drug is defined as a collection of several drugs, usually in tablet or capsule form, repackaged in plastic and claimed to cure certain diseases. A drug is readily available in the community, yet there is no guarantee of quality and safety. This community service program aims to educate people about the dangers of using a drug. This activity was conducted using lectures and education methods regarding the health risks of using a drug. The target group was the community, women's groups (PKK), and officials in Nogo Rejo Village, Galang, Deli Serdang. The instruments used included PowerPoint presentations and questionnaires. This community service program began with basic outreach about a drug, and then assessed the community's knowledge of the drug through questionnaires. Pretest and posttest results indicated an increase in knowledge after the activity. The results showed that the community's knowledge in the pretest questionnaire was categorized as poor (0-59%), with an average score of 69%, with a score of sufficient (26%), and a score of good (5%). Meanwhile, the knowledge level in the post-test questionnaire fell into the good knowledge category (75-100%), with an average score of 28%, fair 49%, and sufficient 23%. The conclusion of this community service program is that there was an increase in the knowledge level of the community, PKK cadres, and village officials after being educated about the dangers of using prescription drugs. With this outreach and education, especially in Nogo Rejo Village, the community's knowledge and understanding of using prescription drugs will improve, allowing them to be more cautious and protective when consuming them.
Edukasi Cara Ekstraksi Kandungan Senyawa Alami dari Bahan Alam Dengan Metode Maserasi di SMP Pahlawan Nasional Medan Athaillah, Athaillah; Pangondian, Aswan; Chandra, Putra; Husein, Saddam
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.877

Abstract

Metode ekstraksi yang sederhana adalah maserasi yaitu teknik pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut, yang melibatkan beberapa tahap perendaman dan pengadukan pada suhu ruangan. Pentingnya pendidikan ilmiah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terletak pada perannya yang krusial dalam membentuk pemahaman siswa terhadap konsep-konsep ilmiah. Salah satu aspek yang sangat signifikan adalah pemahaman terhadap ekstraksi bahan alam dengan metode maserasi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah pemberian edukasi dalam bentuk ceramah, demonstrasi dan diskusi. Hasil kegiatan ini adalah Siswa mendapatkan informasi dasar tentang ektraksi dengan metode maserasi dan memahami aplikasi metode ekstraksi dari bahan alam yang mempunyai khasiat obat dengan metode tersebut.