Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : WIDYA LAKSANA

PENDAMPINGAN KELOMPOK PETERNAK UDANG GALAH DI DESA BEDULU BLAHBATUH GIANYAR lestari, kadek dwipayani; Lestari, Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.11863

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya udang galah diperkirakan lebih baik dari pada ikan konsumsi dan jenis udang lainnya. Peluang inilah yang dilihat oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa peternak tambak udang galah di Banjar Margasengkala, Desa Bedulu, Blahbatuh Gianyar Bali. Daerah Banjar margasengkala Desa Bedulu, banyak lahan sawah yang sudah tidak produktif, maka bendesa adat setempat berinisiatif untuk membuat kelompok ternak udang galah. Ternak udang galah mulai dimulai sejak tahun 2010 hingga sekarang, dan kelompok ini aktif mensuplai udang galah kepada tengkulak, yang akan dipasarkan di restoran – restoran di wilayah Gianyar (Gianyar kota, ubud, tegalalang dan lainnya). Kelompok udang galah ini pun semakin menjamur di wilayah ini, banyak yang mengikuti untuk menjadi peternak udang yang sekarang menjadi 2 kelompok yang diketuai oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa .Kendala utama yang dihadapi oleh peternak udang galah di Banjar Margasengkala yaitu bibit udang yang tidak membesar sesuai dengan ukuran penjualan sebelumnya yaitu hingga mencapai 40 gram. Pengetahuan tentang budidaya udang galah masih minim dan kesediaan alat untuk membantu kegiatan operasional pun masih kurang. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim IbM yaitu pendampingan teknik budidaya pembesaran udang galah yang tepat dari segi syarat kolam dan kualitas air dan tanah, pemilihan bibit udang yang tepat. Kedua,pendampingan transfer ilmu mengenai pemilihan pakan udang galah yang tepat dan pakan alami alternatif serta vitamin. 
PENDAMPINGAN KELOMPOK PETERNAK UDANG GALAH DI DESA BEDULU BLAHBATUH GIANYAR lestari, kadek dwipayani; Lestari, Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.11863

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya udang galah diperkirakan lebih baik dari pada ikan konsumsi dan jenis udang lainnya. Peluang inilah yang dilihat oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa peternak tambak udang galah di Banjar Margasengkala, Desa Bedulu, Blahbatuh Gianyar Bali. Daerah Banjar margasengkala Desa Bedulu, banyak lahan sawah yang sudah tidak produktif, maka bendesa adat setempat berinisiatif untuk membuat kelompok ternak udang galah. Ternak udang galah mulai dimulai sejak tahun 2010 hingga sekarang, dan kelompok ini aktif mensuplai udang galah kepada tengkulak, yang akan dipasarkan di restoran – restoran di wilayah Gianyar (Gianyar kota, ubud, tegalalang dan lainnya). Kelompok udang galah ini pun semakin menjamur di wilayah ini, banyak yang mengikuti untuk menjadi peternak udang yang sekarang menjadi 2 kelompok yang diketuai oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa .Kendala utama yang dihadapi oleh peternak udang galah di Banjar Margasengkala yaitu bibit udang yang tidak membesar sesuai dengan ukuran penjualan sebelumnya yaitu hingga mencapai 40 gram. Pengetahuan tentang budidaya udang galah masih minim dan kesediaan alat untuk membantu kegiatan operasional pun masih kurang. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim IbM yaitu pendampingan teknik budidaya pembesaran udang galah yang tepat dari segi syarat kolam dan kualitas air dan tanah, pemilihan bibit udang yang tepat. Kedua,pendampingan transfer ilmu mengenai pemilihan pakan udang galah yang tepat dan pakan alami alternatif serta vitamin. 
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BUNGA PACAR AIR DI DESA BAKAS KLUNGKUNG lestari, kadek dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.176 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21006

Abstract

Kelompok tani bunga pacar air (Impatiens balsamina) di desa bakas kabupaten klungkung yang terdiri dari 10 orang diketuai oleh Bapak Made Sudiarta (52) ini sudah selama 5 tahun bertani bunga pacar air yang sebelumnya kelompok ini bertani padi. Namun, karena terus mengalami kegagalan dan harga saing di pasar yang tidak sesuai membuat para petani beralih ke tanaman bunga pacar air. Khususnya di Bali bunga pacar air  sangat diperlukan untuk pembuatan canang atau banten untuk setiap hari pemujaan dipura, sehingga mudah untuk dipasarkan seperti padi yang dijadikan konsumsi setiap hari. Penanganan dalam penanaman yang lebih mudah di lapangan dibanding padi para petani beralih ke petani bunga. Namun saat ini, terdapat masalah dalam hal berkurangnya produksi bunga, penanganan pasca panen bunga agar tidak mudah membusuk, pengetahuan penggunaan bahan kimia pertanian peningkatan kualitas bunga yang minim, masih kurangnya peralatan pertanian, belum adanya manajemen pengelolaan, Maka kami dari tim dosen Universitas Dhyana Pura akan membantu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang telah dikemukan tersebut. Solusi yang akan diberikan yaitu 1). Rehabilitasi tanah untuk memperbaiki kualitas tanah untuk meingkatkan produksi 2). Pendampingan perbaikan kualitas bunga dengan menggunakan pupuk dan benih pacar air tumpuk 3). Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk alami 4).Pemberian dan pendampingan penggunaan alat semprot hama dan teknik penanggulangan hama.
PKM SEKOLAH BERBASIS KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DI SD NEGERI 5 SINGAKERTA UBUD GIANYAR BALI Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Rosiana, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32438

Abstract

The health and environment program is a program that focuses on the school's commitment to preventing disease during a pandemic and maintaining cleanliness and preserving the environment. This program is in line with the government's goals to jointly protect the environment amid the Covid-19 pandemic. The choice of primary school is not only because basic education is accepted here, it is also possible to instill environmental awareness as early as possible in school children to care more about the surrounding environment and instill the importance of health protocols. Singakerta 5 State Elementary School is located on Jalan Raya Br. Tunon No. 4 Singakerta Ubud Gianyar Bali, where this school has been accredited A. The number of male students is 52 students and 54 girls and has 9 teachers. This school is led by I Wayan Metro as the Principal of the School. From the results of field observations, 3 main problems were obtained, namely 1) Environmental Health in particular how to provide knowledge about personal health for elementary school children, prevention of viruses and bacteria and provision of adequate health facilities, 2) Problems in the field of Information Technology (Computer), in accordance with the circular of the Governor of Bali to hold E-Learning in their respective homes during school holidays, so that knowledge and training are needed for teachers and students about the system, 3) Problems in the field of Biology, according to the objectives of environment-based schools, are appropriate training and assistance, especially in the field of Biology. Activities in the field of Environmental Health include the provision of health protocol facilities, assistance in the management of health protocols, procurement of garbage bins, assistance for sorting waste and composting. And in the field of information technology, namely assistance in the use of E-learning such as Google meet and Google classroom. Meanwhile, in the field of Biology, training and assistance in the maintenance and cultivation of plant nurseries will be conducted. Each activity is measured the level of progress of its success by conducting tests both before and after the activity, monitoring and evaluating scheduled.
PENDAMPINGAN KELOMPOK PETERNAK UDANG GALAH DI DESA BEDULU BLAHBATUH GIANYAR Lestari, Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.11863

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya udang galah diperkirakan lebih baik dari pada ikan konsumsi dan jenis udang lainnya. Peluang inilah yang dilihat oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa peternak tambak udang galah di Banjar Margasengkala, Desa Bedulu, Blahbatuh Gianyar Bali. Daerah Banjar margasengkala Desa Bedulu, banyak lahan sawah yang sudah tidak produktif, maka bendesa adat setempat berinisiatif untuk membuat kelompok ternak udang galah. Ternak udang galah mulai dimulai sejak tahun 2010 hingga sekarang, dan kelompok ini aktif mensuplai udang galah kepada tengkulak, yang akan dipasarkan di restoran – restoran di wilayah Gianyar (Gianyar kota, ubud, tegalalang dan lainnya). Kelompok udang galah ini pun semakin menjamur di wilayah ini, banyak yang mengikuti untuk menjadi peternak udang yang sekarang menjadi 2 kelompok yang diketuai oleh Bapak I Wayan Gunawan dan Bapak Putu Agus Ciptayasa .Kendala utama yang dihadapi oleh peternak udang galah di Banjar Margasengkala yaitu bibit udang yang tidak membesar sesuai dengan ukuran penjualan sebelumnya yaitu hingga mencapai 40 gram. Pengetahuan tentang budidaya udang galah masih minim dan kesediaan alat untuk membantu kegiatan operasional pun masih kurang. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim IbM yaitu pendampingan teknik budidaya pembesaran udang galah yang tepat dari segi syarat kolam dan kualitas air dan tanah, pemilihan bibit udang yang tepat. Kedua,pendampingan transfer ilmu mengenai pemilihan pakan udang galah yang tepat dan pakan alami alternatif serta vitamin. 
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BUNGA PACAR AIR DI DESA BAKAS KLUNGKUNG lestari, kadek dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.176 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21006

Abstract

Kelompok tani bunga pacar air (Impatiens balsamina) di desa bakas kabupaten klungkung yang terdiri dari 10 orang diketuai oleh Bapak Made Sudiarta (52) ini sudah selama 5 tahun bertani bunga pacar air yang sebelumnya kelompok ini bertani padi. Namun, karena terus mengalami kegagalan dan harga saing di pasar yang tidak sesuai membuat para petani beralih ke tanaman bunga pacar air. Khususnya di Bali bunga pacar air  sangat diperlukan untuk pembuatan canang atau banten untuk setiap hari pemujaan dipura, sehingga mudah untuk dipasarkan seperti padi yang dijadikan konsumsi setiap hari. Penanganan dalam penanaman yang lebih mudah di lapangan dibanding padi para petani beralih ke petani bunga. Namun saat ini, terdapat masalah dalam hal berkurangnya produksi bunga, penanganan pasca panen bunga agar tidak mudah membusuk, pengetahuan penggunaan bahan kimia pertanian peningkatan kualitas bunga yang minim, masih kurangnya peralatan pertanian, belum adanya manajemen pengelolaan, Maka kami dari tim dosen Universitas Dhyana Pura akan membantu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang telah dikemukan tersebut. Solusi yang akan diberikan yaitu 1). Rehabilitasi tanah untuk memperbaiki kualitas tanah untuk meingkatkan produksi 2). Pendampingan perbaikan kualitas bunga dengan menggunakan pupuk dan benih pacar air tumpuk 3). Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk alami 4).Pemberian dan pendampingan penggunaan alat semprot hama dan teknik penanggulangan hama.
PKM SEKOLAH BERBASIS KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DI SD NEGERI 5 SINGAKERTA UBUD GIANYAR BALI Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Rosiana, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.614 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32438

Abstract

The health and environment program is a program that focuses on the school's commitment to preventing disease during a pandemic and maintaining cleanliness and preserving the environment. This program is in line with the government's goals to jointly protect the environment amid the Covid-19 pandemic. The choice of primary school is not only because basic education is accepted here, it is also possible to instill environmental awareness as early as possible in school children to care more about the surrounding environment and instill the importance of health protocols. Singakerta 5 State Elementary School is located on Jalan Raya Br. Tunon No. 4 Singakerta Ubud Gianyar Bali, where this school has been accredited A. The number of male students is 52 students and 54 girls and has 9 teachers. This school is led by I Wayan Metro as the Principal of the School. From the results of field observations, 3 main problems were obtained, namely 1) Environmental Health in particular how to provide knowledge about personal health for elementary school children, prevention of viruses and bacteria and provision of adequate health facilities, 2) Problems in the field of Information Technology (Computer), in accordance with the circular of the Governor of Bali to hold E-Learning in their respective homes during school holidays, so that knowledge and training are needed for teachers and students about the system, 3) Problems in the field of Biology, according to the objectives of environment-based schools, are appropriate training and assistance, especially in the field of Biology. Activities in the field of Environmental Health include the provision of health protocol facilities, assistance in the management of health protocols, procurement of garbage bins, assistance for sorting waste and composting. And in the field of information technology, namely assistance in the use of E-learning such as Google meet and Google classroom. Meanwhile, in the field of Biology, training and assistance in the maintenance and cultivation of plant nurseries will be conducted. Each activity is measured the level of progress of its success by conducting tests both before and after the activity, monitoring and evaluating scheduled.
Pendampingan Petani Anggrek Dalam Mengembangkan Metode Kultur Jaringan dan Aklimatisasi Bibit Anggrek Di Desa Petiga Tabanan Bali Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.392 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.32585

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya dan pembibitan anggrek merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena harga tanaman anggrek tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Peluang inilah yang dilihat oleh mitra petani anggrek Bapak I Gusti Agung Gde Chandra Putra di Desa Petiga Tabanan Bali. Kendala utama yang dihadapi oleh mitra yaitu kurang pengetahuan tentang metode kultur jaringan terutama dalam perbanyakan menggunakan eksplan vegetatif, sarana dan prasarana yang masih kurang, hingga kegagalan aklimatisasi anggrek yang masih cukup tinggi. Beberapa solusi diberikan untuk menjawab permasalahan yaitu dengan metode pelatihan dan pendampingan metode kultur jaringan yang dapat diaplikasikan dalam mengurangi jumlah kontaminasi dan mencegah pencoklatan pada eksplan. Pelatihan dan pendampingan aklimatisasi bibit anggrek dilaksanakan dengan metode kompoting serta proses sterilisasi media kompot. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mitra petani sebesar 60% terkait kultur jaringan tanaman dan aklimatisasi anggrek dari hasil tes yang dilakukan sebelum dan setelah pendampingan. 
PENDAMPINGAN PEMASARAN ONLINE DAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM TAS ROTAN DAN BAMBU DI DESA DANGIN PURI DENPASAR Deswiniyanti, Ni Wayan; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Wayan Rosiana; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Emanuel Maramba Hamu; Ni Made Intan Prawita Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.57979

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki seni anyaman adalah Pulau Bali. Bali merupakan salah satu pusat destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan asing, terdapat berbagai kerajinan, hiasan dan souvenir. Putu Sosiawan merupakan pemilik usaha UMKM tas rotan dan bambu yang telah berjalan selama 6 tahun. Permasalahan yang dihadapi dengan adanya covid-19 tamu asing di Bali mengalami penurunan, maka penjualan kerajinan bambu terutama tas mengalami penurunan secara drastis. Usaha kerajinan bambu ini sangat bergantung pada kunjungan adanya tamu asing di Bali, karena kurangnya melakukan promosi kerajinannya secara online dengan optimal dan pencatatan pembukuan masih secara manual. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pertama pembuatan website berbasis database yang mendata seluruh produk yang kan dipasarkan dan mempromosikan produk kerajinan dan media penjualan website, kedua yaitu kegiatan pendampingan pengelolaan website, Ketiga pendampingan cara pembukuan keuangan yang benar dan agar memiliki pencatatan keuangan.
PKM PETANI LEMON DESA LUWUS, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI I Gede Widhiantara; Aulia Iefan Datya; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Sari, Ni Kadek Yunita; Putu Angga Wiradana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.67522

Abstract

Potensi Desa Luwus sebagai desa pendukung pariwisata karena dilewati jalur utama penghubung antar kota kabupaten serta beberapa tujuan destinasi pariwisata di Bali menjadi faktor pendukung utama mendukung pengembangan produk-produk agraris di desa tersebut. Salah satu produk budidaya lokal yang saat ini berkembang di desa Luwus adalah buah lemon. Tanaman lemon mulai dikembangkan masyarakat setempat sejak pandemi covid-19 mewabah di Indonesia, karena melihat kebutuhan masyarakat terhadap bahan alam yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Namun dalam perkembangannya saat ini para petani lemon menemui kendala dalam hal pengembangan diversifikasi produk olahan buah lemon, pemasaran dan penurunan jumlah produksi buah lemon segar akibat serangan hama lalat buah. PKM ini memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga ke depannya diharapkan setelah dilakukan pelatihan diperoleh luaran untuk keberdayaan mitra: 1) Peningkatan 100% keterampilan pengolahan buah lemon menjadi minuman kesehatan yang dapat dikomersilkan, 2) Peningkatan 80% kemampuan memasarkan buah lemon dan produk minuman sari buah lemon dengan memanfaatkan media sosial dan e-commerce 3), Peningkatan 100% keterampilan petani untuk menanggulangi hama lalat buah berbahan dasar atraktan alami ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini meliputi 1)Aspek produksi yaitu terjadi peningkatan pemahaman terkait manfaat air lemon untuk kesehatan dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat dan mengemas minuman sari buah lemon; 2)Aspek teknologi informasi dan pemasaran yaitu usaha mitra memiliki akun media sosial (facebook, Instagram) dan situs e-commerse berbasis web dan keterampilan mitra dalam membuat dan mengelola akun media sosial dan situs e-commerse meningkat setelah pelatihan dan pendampingan; 3)Aspek solusi hama lalat buah yang menyerang tanaman atau buah lemon yaitu .terjadi peningkatan pengetahuan ekologi dan siklus hidup hama lalat buah dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat perangkap dan menanggulangi hama lalat buah.