Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ritual Domestik dan Subkultur Perlawanan dalam Laut Bercerita: Analisis Wujud Kebudayaan Koentjaraningrat Tarismah Ismail; Andi Karman; Aslan Abidin
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 6, No 1 (2026): Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v6i1.85744

Abstract

This study analyzes cultural manifestations in Leila S. Chudori's Laut Bercerita using Koentjaraningrat’s literary anthropology framework. A qualitative descriptive method with a literary anthropology approach was employed. Data, consisting of narrative units and dialogues, were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results demonstrate three primary findings. First, the ideological system is manifested through resistance and human values acting as a counter-culture against authoritarianism. Second, the behavioral system materializes in domestic rituals and clandestine subcultures that maintain social cohesion. Third, the physical system (artifacts), represented by letters and banned books, transforms into a sacred medium preserving collective memory. In conclusion, Laut Bercerita functions as a fictional ethnography reconstructing historical trauma through cultural practices. This study implies the critical role of literature as a space for cultural transmission to combat historical amnesia regarding state violence.Keywords:, Literary anthropology, Koentjaraningrat, Laut Bercerita, subculture of resistance. domestic rituals.         
Transedukasi dalam Lanskap Bahasa dan Sastra untuk Peningkatan Daya Kritis Mahasiswa Andi Karman; Muhammad Saleh; Syamsudduha Syamsudduha; Usman Usman; Asri Ismail
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.413

Abstract

Transformasi digital memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh dan menyebarkan informasi, tetapi juga menghadirkan persoalan berupa disinformasi, bias, manipulasi bahasa, polarisasi pandangan, serta rendahnya kebiasaan memeriksa kredibilitas sumber. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan daya kritis agar mahasiswa mampu memahami penggunaan bahasa, mengevaluasi informasi, mengenali bias, dan menyampaikan tanggapan berdasarkan alasan serta bukti. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat daya kritis mahasiswa melalui transedukasi dalam lanskap bahasa dan sastra. Kegiatan melibatkan sekitar 75 mahasiswa dan unsur civitas academica melalui rangkaian edukasi transedukasi dalam lanskap bahasa dan sastra, diskusi dan analisis wacana kritis, serta refleksi dan evaluasi literasi kritis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, pembahasan contoh wacana bahasa dan media digital, diskusi interaktif, serta refleksi peserta. Penilaian pemahaman menunjukkan skor rata-rata 2,80 sebelum kegiatan dan 4,26 setelah kegiatan. Penilaian peserta terhadap keseluruhan pelaksanaan memperoleh rata-rata 88,4% dengan kategori sangat baik. Refleksi peserta menunjukkan kesadaran mengenai ketidaknetralan bahasa, pentingnya verifikasi informasi dan pengenalan bias digital, serta fungsi sastra sebagai ruang empati, refleksi, dan kritik sosial. Keberlanjutan kegiatan diarahkan pada aktivitas praktis berupa analisis berita dan media sosial, dokumentasi lanskap bahasa, diskusi sastra berbasis persoalan sosial, dan latihan verifikasi informasi.