Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Persepsi Adaptasi Mahasiswa Pelaku Usaha terhadap Perubahan Pasar untuk Menjaga Keberlanjutan  Bisnis Setyawati Setyawati; Rani Ambarwati; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/g7r49d07

Abstract

This study aims to determine how student entrepreneurs perceive market changes in their business environment and how they adapt to maintain business continuity. Economic dynamics, changes in consumer behavior, advances in digital marketing, and crises such as the pandemic impact the market. This study employed a qualitative approach, and the research method was descriptive. While the subjects were students running micro and small businesses, the focus was on how students perceive and adapt to market changes. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation; data validity was ensured through source triangulation, technical triangulation, and member checking. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that student entrepreneurs are aware of significant market changes and are attempting to adapt by using digital media, modifying products, and becoming more creative and innovative. This research is expected to foster student entrepreneurship and assist universities in supporting student businesses.
Perspektif Dibalik Perilaku Living Together di Kalangan Mahasiswa di Kota Semarang Aprilian Dani Bagus Setiawan; Putri Gevira; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2cpkg639

Abstract

This study aims to determine the perspectives behind cohabitation behavior among students in Semarang City. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. The results of the study can be drawn several conclusions as follows: (a) Subjective Perspective and Meaning: Student actors interpret cohabitation not merely as a deviation, but as a form of "compatibility test" or trial marriage to understand the character of the partner before a long-term commitment. There is a construction of meaning that places personal autonomy and efficiency above traditional norms; (b) Primary Motivation: There is a mutually reinforcing dichotomy of motivations, namely emotional-psychological motivation to gain closeness and intensive affection3, and pragmatic-economic motivation in the form of saving on living costs (such as rent and food) through shared burdens; and (c) Dynamics and Risks: Cohabitation is characterized by a complex adaptation phase, where relationships often become more vulnerable due to conflicts of daily habits and loss of privacy5555. The most obvious risks include decreased academic performance (delay in graduation)6 as well as moral burdens and social pressures that require them to carry out strategies of hiding their identity ("acting") in the community environment
Keputusan Healing Mahasiswa Trend Atau Coping pada Tekanan Akademik Aprilia Nursholihah; Intan Sholihul Nihayah; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kqrze839

Abstract

Academic stress is an increasingly complex problem experienced by many students, especially amidst increasing academic demands, changing learning patterns, and psychological pressures influenced by the development of digital technology. Students are required to adapt to high workloads, rigorous evaluation systems, and the rapid flow of information. If not managed effectively, this can impact mental health, learning motivation, and academic performance. Therefore, adaptive strategies are needed to help students manage academic stress effectively. This study aims to explore the meaning and practice of self-healing as a coping strategy used by students to deal with academic stress and maintain mental well-being. This study used a qualitative approach with a descriptive design. Data were obtained through in-depth interviews with active students experiencing academic stress and who have implemented self-healing practices, both independently and through the influence of digital media. Informants were selected using a purposive sampling technique, while data analysis employed the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes continuous data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that students' academic stress is primarily caused by difficulties adapting to the academic environment, the high burden of coursework, pressure to achieve academic achievement, and limitations in understanding learning materials. Students define self-healing as a conscious effort to calm themselves, manage their emotions, and restore their mental state so they can return to optimal academic activities. Self-healing practices include self-reflection, religious activities, journaling, spending time outdoors, consuming digital entertainment, and fostering social interactions with loved ones. Social media serves as a source of information, references, and inspiration for self-healing practices, while also shaping it as a popular phenomenon among students.
Pengalaman Mahasiswa Dalam Menyusun Gaya Berpakaian Sehari Hari: Studi Fenomenologi Di Kota Bandung Indra Gigih Widodo; Maicky Gian Santiko; Rauly Sijabat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mkbrj286

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Pengalaman Mahasiswa Dalam Menyusun Gaya Berpakaian Sehari Hari  Di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dan Pendekatan Fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gaya berpakaian mahasiswa di Kota Bandung bukan sekadar persoalan estetika, melainkan fenomena sosial yang sarat makna. Mahasiswa menyusun gaya berpakaian melalui proses reflektif yang dipengaruhi oleh interaksi sosial, media sosial, nilai budaya, serta lingkungan kampus. Gaya berpakaian menjadi medium penting dalam pembentukan identitas diri dan cara mahasiswa memposisikan diri dalam ruang sosial akademik.
Pengaruh Kompensasi dan Work-Life Balance terhadap Intention to Stay melalui Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediasi pada PT KAI (Persero) DAOP 4 Semarang Anisah Kurnia Ningtyas; Qristin Violinda; Rauly Sijabat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11946

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi dan work-life balance terhadap intention to stay dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 4 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 148 karyawan, sedangkan sampel sebanyak 60 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Evaluasi model mencakup pengujian validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas konstruk, koefisien determinasi, effect size, serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap intention to stay, dan work-life balance juga tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to stay maupun komitmen organisasi. Sebaliknya, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, sedangkan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Pengujian mediasi membuktikan bahwa komitmen organisasi mampu memediasi pengaruh kompensasi terhadap intention to stay, tetapi tidak mampu memediasi pengaruh work-life balance terhadap intention to stay. Model penelitian menjelaskan 56,6% variasi komitmen organisasi dan 71,5% variasi intention to stay. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan kompensasi yang adil dan kompetitif perlu diarahkan untuk memperkuat komitmen organisasi sebagai mekanisme utama dalam meningkatkan keinginan karyawan untuk tetap bekerja.
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Yang Dimediasi Oleh Pengelolaan Keuangan Pada Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM) di Kota Semarang Fidela Putri Setyasari; Rauly Sijabat; Rita Meiriyanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2103

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam meningkatkan kinerja keuangan akibat rendahnya tingkat literasi keuangan dan belum optimalnya pengelolaan keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan dengan pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor Food and Beverage di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, serta pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan terbukti mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan belum secara langsung mampu meningkatkan kinerja keuangan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih optimal apabila diikuti dengan penerapan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan perlu menjadi perhatian bagi pelaku UMKM maupun pihak terkait dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kendala dalam meningkatkan kinerja keuangan akibat rendahnya tingkat literasi keuangan dan belum optimalnya pengelolaan keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan dengan pengelolaan keuangan sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor Food and Beverage di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan, serta pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, pengelolaan keuangan terbukti mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan belum secara langsung mampu meningkatkan kinerja keuangan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih optimal apabila diikuti dengan penerapan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan perlu menjadi perhatian bagi pelaku UMKM maupun pihak terkait dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha.
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Organisasi Mahasiswa pada LEMAWA FEB UPGRIS Dimas Eko Yulianto; Rauly Sijabat; M. Fadjar Darmaputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11603

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi terhadap perilaku organisasi mahasiswa pada Lembaga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (LEMAWA FEB UPGRIS). Penelitian dilatarbelakangi oleh penurunan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan selama periode 2023–2025, yang dapat menghambat pelaksanaan program kerja dan regenerasi kepengurusan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian terdiri atas 98 anggota aktif LEMAWA FEB UPGRIS dan seluruh anggota dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis dengan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku organisasi mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,328. Sebaliknya, motivasi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku organisasi dengan nilai F hitung sebesar 61,514. Nilai R Square sebesar 0,663 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 66,3% variasi perilaku organisasi, sedangkan 33,7% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi dan budaya organisasi untuk meningkatkan partisipasi, tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen mahasiswa dalam mencapai tujuan organisasi.
Analisis Strategi Pemasaran Toko Daily Cookie Dalam Meningkatkan Minat Beli Calon Konsumen Dian Septiana; Heri Prabowo; Rauly Sijabat
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Toko Daily Cookie dalam meningkatkan minat beli calon konsumen serta mengetahui persepsi dan pengalaman calon konsumen terhadap konten dan aktivitas pemasaran yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pemilik Toko Daily Cookie dan calon konsumen yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Toko Daily Cookie telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama promosi melalui unggahan foto produk, video singkat, testimoni pelanggan, dan komunikasi langsung dengan calon konsumen. Namun, strategi tersebut belum diterapkan secara optimal karena perencanaan konten masih bersifat sporadis, pemanfaatan platform digital masih terbatas, interaksi dengan calon konsumen belum intensif, serta belum adanya evaluasi pemasaran berbasis data. Persepsi calon konsumen terhadap produk Daily Cookie pada umumnya positif, terutama terhadap kualitas visual produk, kemudahan pemesanan, dan komunikasi yang responsif. Meskipun demikian, rendahnya konsistensi konten dan keterlibatan calon konsumen menyebabkan efektivitas strategi pemasaran dalam meningkatkan minat beli belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan minat beli calon konsumen dapat dicapai melalui strategi pemasaran yang lebih terstruktur, konsisten, dan berorientasi pada keterlibatan konsumen di media sosial.