p-Index From 2021 - 2026
9.855
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Theologia Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Kurios Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi Jurnal Amanat Agung JURNAL TERUNA BHAKTI EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Shift Key: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Kinaa: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Ra'ah KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Magenang: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Ra'ah: Journal of Sociology of Religion
Kalis Stevanus
Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu, Indonesia

Published : 94 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Sikap Etis Gereja Terhadap Perceraian dan Pernikahan Kembali Stevanus, Kalis
KURIOS Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i2.80

Abstract

This paper aims to expose the ethical attitude of the church in dealing with divorce and remarriage in order to be useful as an input for the pastoral ministry in taking handle with those who are going to divorce, has been divorced or who has remarried. By using an analytical descriptive on texts such Matthew 5:32; 19: 9; Mark 10: 11-12; Luke 16:18, and 1 Corinthians 7: 10-11, then the following results are obtained: First, Christian marriage is a monogamous and wholly partnership(indestructible); second, adultery destroys the foundation of marriage, but it should not be a legal reason for divorce; third, divorce never recommended or ordered; fourth, only the separation is allowed, not the divorce due to the goal of reconciliation; fifth, remarriage with the person who has been divorced is a transgression; sixth, the settlement of divorce and remarriage issues that have occurred is the responsibility of the believers communally (whole) to regain those who have separated from their partners.   Abstrak Artikel ini bertujuan untuk memaparkan sikap etis gereja dalam menyikapi perceraian dan pernikahan kembali agar bermanfaat sebagai bahan masukan bagi pelayanan pastoral gereja https://alimentoshoy.acta.org.co/ dalam menangani anggota warganya yang hendak bercerai, telah bercerai atau yang menikah kembali. Dengan penggunaan metode analisis-deskriptif terhadap teks-teks seperti: Matius 5:32; 19:9; Markus 10:11-12; Lukas 16:18 dan 1 Korintus 7:10-11, maka diperoleh hasil: Pertama, pernikahan Kristen merupakan persekutuan yang bersifat monogami dan seumur hidup (tak terceraikan); kedua, perzinahan merusak fondasi pernikahan, tapi hal itu tidak boleh dijadikan alasan legal untuk bercerai; ketiga, perceraian tidak pernah dianjurkan maupun diperintahkan; keempat, hanya perpisahan yang diperbolehkan, bukan perceraian dengan tujuan untuk rekonsiliasi; kelima, pernikahan kembali dengan orang yang sudah bercerai merupakan pelanggaran (kesalahan); keenam, penyelesaian masalah perceraian dan pernikahan kembali yang telah terjadi adalah tanggung jawab warga gereja secara komunal (keseluruhan) untuk mendapatkan kembali mereka yang telah berpisah dari pasangannya.
Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Oci, Markus; Stevanus, Kalis
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 1 (2021): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i1.57

Abstract

The rapid development of Science and Technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 has influenced various aspects of human life, both in the world of work and the world of education. The purpose of this article is written with the hope that Christian Religious Colleges can answer the challenges of the Industrial Revolution 4.0 in order to produce human resources or graduates who are able to compete in the midst of global competition. One of the steps is to reconstruct a curriculum that is responsive to technological developments. The compilation and implementation of curricula at Christian Religious Colleges must refer to KKNI and the National Higher Education Standards. The research method used is qualitative research with a literature study approach. The analysis process carried out is to use various literary sources, both journals, books and other reliable reference materials to support the author's analysis. Thus it can be concluded that there are six steps in the preparation of the curriculum for Christian Religious Higher Education which refers to the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI): 1. Formulating a Graduate Profile; 2. Formulating Graduate Learning Outcomes; 3. Determine the Study Material; 4. Compiling Subjects; 5. Determining the Structure of the Course and, 6. Developing a semester learning plan (RPS). Derasnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di era Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi pelbagai aspek kehidupan manusia, baik di dunia kerja maupun dunia pendidikan. Tujuan artikel ini ditulis dengan harapan Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen dapat menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 guna menghasilkan sumber daya manusia atau lulusan yang mampu bersaing di tengah persaingan global. Salah satu langkahnya adalah merekonstruksi kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi. Penyusunan dan pelaksanaan kurikulum di Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen wajib mengacu pada KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Proses analisis yang dilakukan adalah menggunakan berbagai sumber literatur-literatur baik jurnal, buku dan bahan referensi lainnya yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis. Dengan demikian dapat disimpulkan ada enam langkah dalam penyusunan kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI): 1. Merumuskan Profil Lulusan; 2. Merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan; 3. Menentukan Bahan Kajian; 4. Menyusun Matakuliah; 5. Menetapkan Struktur Matakuliah dan, 6. Menyusun Rencana pembelajaran semester (RPS).
Misi sebagai Rencana Allah: Kesatuan Injil Matius dan Kisah Para Rasul dalam Sejarah Keselamatan Stefani, Stefani; Stevanus, Kalis
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i2.718

Abstract

This study aims to demonstrate the theological unity between the evangelistic mission referred to as the Great Commission in Matthew 28:18–20 and the practice of evangelism in the book of Acts as an integral part of the realization of God's mission of salvation. The Great Commission is not a human initiative, but a divine command originating from the authority of Christ and carried out under the guidance of the Holy Spirit. The methods used are narrative-theological and literature study. The results of the study are to show the integral continuity of the narrative of Matthew 28:18–20 serves as the theological foundation of the church's mission, while the Acts of the Apostles shows the concrete realization of the mandate in evangelistic actions. Thus, the two texts demonstrate the unity of the narrative of Matthew and the Acts of the Apostles so that the church today has a complete theological basis in carrying out its mission and the Holy Spirit as its main agent or as a link between the Christological proclamation (Matthew) and the ecclesiological realization (Acts of the Apostles) which confirms the mission as an integral part of the work of the Trinity. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kesatuan teologis antara misi penginjilan yang disebut Amanat Agung dalam Matius 28:18–20 dan praktik penginjilan dalam kitab Kisah Para Rasul sebagai bagian integral dari realisasi misi keselamatan Allah. Amanat Agung bukanlah inisiatif manusia, melainkan perintah ilahi yang bersumber dari otoritas Kristus dan dilaksanakan di bawah tuntunan Roh Kudus. Metode yang digunakan adalah naratif-teologis dan studi kepustakaan. Hasil penelitian adalah menunjukkan kesinambungan integral narasi Matius 28:18–20 berfungsi sebagai landasan teologis misi gereja, sedangkan Kisah Para Rasul memperlihatkan realisasi konkret mandat tersebut dalam tindakan penginjilan. Dengan demikian, kedua teks tersebut memerlihatkan kesatuan narasi Matius dan Kisah Para Rasul agar gereja masa kini memiliki dasar teologis yang utuh dalam melaksanakan misi dan Roh Kudus sebagai agen utamanya atau sebagai penghubung antara proklamasi Kristologis (Matius) dan realisasi ekklesiologis (Kisah Para Rasul) yang menegaskan misi sebagai bagian integral dari karya Trinitas.
Strategi Misi berdasarkan Kolose 2:6-10 dalam Menghadapi Tantangan Budaya Tionghoa Tammy Yulianto Auw; Kalis Stevanus
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 14 No 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v14i1.375

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan strategi misi di komunitas Tionghoa di kawasan Pecinan Semarang, dengan mempertimbangkan pengaruh kuat budaya local berdasarkan prinsip-prinsip Alkitabiah dalam Kolose 2:6-10, yang menekankan keteguhan iman dalam Kristus dan penolakan terhadap filsafat duniawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tantangan budaya serta solusi strategis yang sesuai dengan konteks lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi misi yang efektif harus berlandaskan pada pemahaman mendalam terhadap budaya Tionghoa serta penerapan nilai-nilai Kolose 2:6-10, khususnya dalam menekankan supremasi Kristus dan pentingnya akar iman yang kuat. Strategi ini mencakup pendekatan dialogis, inkulturasi tanpa sinkretisme, dan membangun hubungan personal yang berlandaskan kasih Kristiani. Dengan demikian, pesan Injil dapat disampaikan secara relevan tanpa mengorbankan kebenaran Alkitabiah.
Konsep Diri Remaja Kristen Yatim Piatu: Studi Fenomenologi Kalis Stevanus; Maria Setiarini
Ra'ah: Journal of Sociology of Religion Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v1i2.53

Abstract

The death of a parent can be a devastating and painful experience for a teenager. Teenagers lose love and parental figures. The correct self-concept is needed by teenagers in living their lives. To develop the correct self-concept, of course, involve other parties, such as orphanages. This study aims to describe the self-concept of adolescents who have orphaned status at the Dorkas Porong Orphanage, Sidoarjo. This study the author uses a qualitative approach with a phenomenological perspective. Data were collected through observation and in-depth interviews of the five research subjects who were orphans. The results showed that in general, they already had a good self-concept because of the Christian spiritual development at the orphanage. This spiritual guidance guides teenagers to learn to accept and appreciate themselves positively. They show: 1) a life style that is full of enthusiasm in carrying out daily life, 2) has a clear purpose in life, 3) can carry out daily responsibilities at the orphanage with enthusiasm and 4) is able to adapt to the environment. In addition, the formation of their self-concept supported by a family-friendly environment becomes a motivation for self-acceptance of adolescents and helps adolescents to live a normal adolescence, even without the presence of their parents.
Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan Pieter Otta; Riany Butar Butar; Kalis Stevanus
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v8i2.1085

Abstract

Tulisan ini menganalisis hubungan tipologis antara Nabi besar yaitu Musa dan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dalam perspektif pembebasan dan penebusan. Dalam sejarah karya keselamatan Allah untuk umat manusia, memiliki pola atau model dengan menggunakan istilah tipologi. Salah satu pemimpin besar dalam Perjanjian Lama Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menerima hukum Taurat adalah salah satu tokoh yang dilihat sebagai gambaran awal dari Mesias yang dijanjikan yaitu Yesus Kristus sebagai antitipenya yang memberikan hukum kasih sebagai penyempurna dari hukum Taurat. Pentingnya meneliti Tipologi Musa dan Yesus agar orang Kristen dapat memahami lebih dalam tentang rencana keselamatan Allah yang berkarya dengan memiliki pola yang berkesinambungan dan saling terhubung dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru serta kita dapat melihat penggenapan dari nubuat dalam Perjanjian Lama melalui tokoh Musa yang menerima Wahyu Allah bahwa akan datang seorang Nabi seperti dirinya (Ulangan 18:15-19). Melalui kajian Pustaka dan analisis tipologi Musa dan Yesus selain dari kelahiran, peran sebagai pembebas, mediator perjanjian, mukjizat, pengalaman rohani, serta nubuat mesianik. Kesimpulannya Yesus adalah penggenapan sempurna dari figur Musa, membawa umat manusia bukan hanya keluar dari perbudakan fisik, tetapi juga kuasa dosa dan maut serta membantu kita menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.
MISSIO DEI SEBAGAI PERSEKUTUAN RELASIONAL: REFLEKSI MISIOLOGIS DARI YOHANES 17:20–21 BAGI GEREJA MASA KINI Paulus Purwoto; Kalis Stevanus; Yunianto Yunianto
Manna Rafflesia Vol. 12 No. 2 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v12i2.682

Abstract

This paper re-examines the concept of Missio Dei as a relational fellowship, starting from a theological study of John 17:20–21. In practice, the understanding of the church's mission is often reduced to mere programmatic activities or efforts to expand church institutions. This perspective has the potential to ignore the relational dimension that is actually the main foundation of the mission itself. This research uses a qualitative approach with theological analysis methods. The review process is carried out through the study of relevant literature and exposition of the biblical text, especially John 17:20–21. The results of the analysis show that John 17:20–21 emphasizes that the sending of the disciples is a continuation of the existing relationship between the Father and the Son. Missio Dei is essentially the church's participation in the relational fellowship of the Triune God. The church is not only called to carry out various mission activities, but also to live out relationships that reflect the character of this divine fellowship. Missiologically, this understanding implies that the contemporary church needs to actualize its calling both relationally and contextually, especially in facing the increasingly plural and dynamic realities of society.
Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan Pieter Otta; Riany Butar Butar; Kalis Stevanus
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 8 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v8i2.1085

Abstract

Tulisan ini menganalisis hubungan tipologis antara Nabi besar yaitu Musa dan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dalam perspektif pembebasan dan penebusan. Dalam sejarah karya keselamatan Allah untuk umat manusia, memiliki pola atau model dengan menggunakan istilah tipologi. Salah satu pemimpin besar dalam Perjanjian Lama Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menerima hukum Taurat adalah salah satu tokoh yang dilihat sebagai gambaran awal dari Mesias yang dijanjikan yaitu Yesus Kristus sebagai antitipenya yang memberikan hukum kasih sebagai penyempurna dari hukum Taurat. Pentingnya meneliti Tipologi Musa dan Yesus agar orang Kristen dapat memahami lebih dalam tentang rencana keselamatan Allah yang berkarya dengan memiliki pola yang berkesinambungan dan saling terhubung dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru serta kita dapat melihat penggenapan dari nubuat dalam Perjanjian Lama melalui tokoh Musa yang menerima Wahyu Allah bahwa akan datang seorang Nabi seperti dirinya (Ulangan 18:15-19). Melalui kajian Pustaka dan analisis tipologi Musa dan Yesus selain dari kelahiran, peran sebagai pembebas, mediator perjanjian, mukjizat, pengalaman rohani, serta nubuat mesianik. Kesimpulannya Yesus adalah penggenapan sempurna dari figur Musa, membawa umat manusia bukan hanya keluar dari perbudakan fisik, tetapi juga kuasa dosa dan maut serta membantu kita menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.
Beyond Doctrinal Exclusivism: Human Dignity and Diaconal Engagement as a Practical Theology for Social Cohesion in Indonesia David Priyo Susilo; Kalis Stevanus; Yeremia Didasgil Taneo
Jurnal Theologia Vol. 37 No. 1 (2026)
Publisher : The Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2026.37.1.31062

Abstract

This study investigates how Christian Religious Education (Pendidikan Agama Kristen / PAK) lecturers in Indonesian higher education institutions facilitate interreligious dialogue to mitigate horizontal conflicts and nurture systemic tolerance. Employing a qualitative descriptive methodology grounded in a comprehensive literature review, this research systematically analyzes the transformation of pedagogical approaches from doctrinally exclusive models toward context-sensitive, dialogical frameworks. The findings reveal that academic actors serve as essential ethical and pedagogical agents by integrating interreligious dialogue into the curricula, facilitating structured interfaith discussions, modeling inclusive behavior, and leading cross-faith institutional partnerships. The study's main novelty lies in its operationalization of practical "diaconal engagement" and a lived "philosophy of encounter" within Christian higher education to transcend mere normative ideals. This research contributes to global discourses on peace education and moderating religious radicalism by providing a replicable matrix of scholastic leadership for multi-faith nations.
Kasus Kehamilan Pra-Nikah Ditinjau dari Perspektif Pentakosta: Implikasinya bagi Pendampingan Pastoral Gereja Slamet Riyadi; Kalis Stevanus
Logia Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i2.368

Abstract

Fenomena pasangan muda dalam kasus kehamilan di luar nikah perlu mendapat perhatian serius dari panggilan pastoral gereja. Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan pendampingan pastoral gereja terhadap pasangan muda dalam kasus kehamilan pra-nikah ditinjau dari perspektif Pentakosta dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan juga analisis biblika terhadap teks Alkitab. Disimpulkan bahwa secara biblika hubungan seksual di luar pernikahan adalah dosa karena menyimpang dari rancangan kudus Allah, tetapi dosa tidak menghapus martabat manusia sebagai imago Dei. Allah yang kudus sekaligus penuh kasih menyediakan keselamatan melalui karya Kristus, dan gereja dipanggil menjadi komunitas yang menghadirkan pemulihan. Penggembalaan yang alkitabiah perlu menegakkan kekudusan, menuntun pada pertobatan, dan memberikan pendampingan yang restoratif serta holistik mencakup aspek rohani, psikologis, relasional, dan tanggung jawab terhadap anak yang dikandung seraya menerima anak yang lahir sebagai kehidupan dalam providensia Allah. Dengan demikian gereja merefleksikan hati Kristus Sang Gembala Agung: menegur dosa, mengampuni yang bertobat, memulihkan yang jatuh, dan membimbing kepada hidup yang baru sebagai bagian dari karya penebusan Allah yang memulihkan manusia secara utuh.Kata-kata kunci: pendampingan pastoral; pasangan muda; kehamilan pra-nikah; perspektif Pentakosta
Co-Authors -, Gidion Adhi Siswanto Wisnu Nugroho Anita Sari Sole Ariance Loru Banowati, Debby Sani Budi Kartika Carolina Etnasari Anjaya Chandra Kirana Luhur Clara Raflesiane Misahapsari Clara Raflesiane Misahapsari Dappa, Debora David Eko Setiawan David Priyo Susilo David Priyo Susilo David Setiawan, David David, Andre Vinsensius Dwiati Yulianingsih Eni Rombe Febrina, Grace Fianus Tandiongan Firman Panjaitan Gidion, Gidion Grace Febrina Halawa, Dian Trikusmawati Hardiyanti Setyorini Hudianto, Swandriyani Ian Griffin Prawiromaruto Imanuel Herman Prawiromaruto Imanuel, Gusti Agung Inge Gunawan Ivo Arbie Mauclau Jujung Rilman Tambunan Juniva, Estherina Andhi Kurniawan, Immanuel Sony Lie, Tan Lie Lie-Lie, Tan Luhur, Chandra Kirana Maria Setiarini Mauclau, Ivo Arbie Mulyono Mulyono Muskita, Mesak Nathanail Sitepu Pandeirot, Ferri Melki Paulus Purwoto Petrus Bobii Pieter Otta Pranoto, Gangsar Sugio Prawiromaruto, Ian Griffin Purwoto Purwoto Reynaldi, Samuel Riany Butar Butar Riyadi, Bambang Rombe, Eni Sari Saptorini Sihombing, Yusak Eka Putra Siswandi, Lucky Yohanes Slamet Riyadi Stefani, Stefani Stefanus M. Marbun Lumban Gaol Stefanus Marbun Stevanus, Adiel Suwito, Gregorius Swandriyani Hudianto Swandriyani Hudianto Tammy Yulianto Auw Tan Lie Lie Tantri Yulia Tantri Yulia Tantri Yulia Tri Gunawan Vivilia Vivone Vriska Macarau Wungow, Jefri Yanty Piri Yeremia Didasgil Taneo Yogi Santoso Yonatan Alex Arifianto Yuli Wahyu Setyowati Yulia, Tantri Yulianto, Tomi Yunianto Yunianto Yunianto Yunianto