Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Fintech Syariah di PT. Investree Ditinjau Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No : 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah Darmawansyah, Trisna Taufik; Aguspriyani, Yani
Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.898 KB) | DOI: 10.30868/ad.v3i2.495

Abstract

Fintech di dunia digital diawali dengan kemajuan teknologi di bidang keuangan. Di Indonesia, perusahaan yang memanfaatkan fintech baru muncul beberapa tahun belakangan. Fintech mulai muncul pada bulan September tahun 2015 yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) yang bertujuan untuk menyelenggarakan partner bisnis dan membangun ekosistem fintech di Indonesia. Dalam waktu singkat tahun 2006-2007 mengalami perkembangan dari 7%-78%. Salah satunya yang ikut berkecimpung dalam dunia bisnis fintech adalah PT. Investree. Terkait perkembangan tersebut dapat di indikasi dalam penerapan implementasi fintech di Indonesia. Berdasarkan latar belakang, maka analisa permasalahan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan berikut : Pertama, bagaimana konsep Fatwa DSN-MUI No: 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah. Kedua, bagaimana implementasi produk Peer to peer lending (P2PL) di PT. Investree. Dan Ketiga, bagaimana tinjauan Fatwa DSN-MUI No: 117/DSN-MUI/II/2018 Tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap P2PL di PT. Investree. Investree adalah sebuah perusahaan  fintech, yang menyediakan layanan perantara untuk proses peer to peer lending. Investree tidak turun langsung dalam aktivitas pinjam meminjam. Tetapi hanya menyediakan platform untuk memfasilitasi prosesnya, administrasi akun borrower dan lender. Investree melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk berbasis syariah yang dikeluarkan sejak akhir tahun 2017. Beberapa produknya yaitu pembiayaan usaha syariah atau invoicefinancing syariah dan pembiayaan modal kerja (online sellerfinancing sharia). Produk invoicefinancing ini sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 karena produk invoicefinancing ini sama dengan anjak piutang/factoring. Produk Pemberian Modal Kerja juga sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018.
Mekanisme Pasar dan Penetapan Harga dalam Perekonomian Islam (Studi Analisis Pemikiran Ibn Taimiyah) Kendro Pratomo; Trisna Taufik
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol 4, No 03 (2018): JIEI, Vol. 04, No. 03, 2018
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.423 KB) | DOI: 10.29040/jiei.v4i03.331

Abstract

In the 13th century AD Islamic thinkers emerged in many fields of scientific discipline. Among them appeared Ibn Taimiyah who is an Islamic figure who developed many disciplines in certain fields, each in the field of economics. In his mind many things are related to microeconomics and macroeconomics and the problems that occur at that time. And he founded in terms of social and fiqh (Islamic) aspects. Ibn Taimiyah did a lot of discussions about care and regulating prices by the government at that time. He also stated that in strong conditions between demand and supply. He also realizes that if the preparation of goods will diminish, it will increasingly affect the price of the item. Therefore, it is very important to see the relationship between price and supply.
Pengaruh Pendapatan Premi dan Hasil Investasi terhadap Underwriting Dana Tabarru’ pada PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera Trisna Taufik Darmawansyah; Yani Aguspriyani
KUBIK Vol 3, No 2 (2018): KUBIK : Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v3i2.4115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh variabel bebas yaitu Pendapatan Premi (X1) dan Hasil Investasi (X2) terhadap variabel terikat yaitu Underwriting Dana Tabarru’ (Y). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menganalisis data dengan alat statistik dalam bentuk angka-angka pada PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera dengan sumber datanya adalah data sekunder yang diperoleh dan dan web Resmi PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (www.bringinlife.co.id), web resmi Otoritas jasa keuangan (www.ojk.go.id).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pendapatan Premi terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap Underwriting dana Tabaru’. Hasil Investasi terbukti berpengaruh terhadap Underwriting dana Tabaru’ namun tidak begitu signifikan. secara simultan Pendapatan Premi dan Hasil Investasi terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap Underwriting dana Tabaru’.
FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH) UNTUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) Miko Polindi; Trisna Taufik. D; Yani Aguspriyani
JURNAL AGHNIYA Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : STIESNU Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telah membawa banyak manfaat dan memberikan kemudahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi, satu per satu kegiatan manusia mulai didukung dengan penggunaan teknologi termasuk kegiatan manusia dalam bidang ekonomi. Salah satu kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang dapat mendorong kemajuan perekonomian suatu Negara adalah kegiatan usaha. Dalam dunia usaha khususnya pada skala UMKM, kebutuhan akan kecukupan modal sangatlah penting dalam rangka untuk memajukan usaha. Salah satu pilihan bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan kredit pembiayaan adalah dari bank, namun pembiayaan dari bank harus dengan menyertakan agunan atau jaminan, disamping itu biaya kredit bank tergolong mahal sehingga kurang menguntungkan para pelaku usaha. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, sektor finansial pun ikut mengadopsi teknologi dalam operasionalnya, sehingga muncullah istilah teknologi finansial atau lebih dikenal dengan fintech. Teknologi finansial menyediakan berbagai layanan jasa keuangan seperti pembayaran, investasi, maupun pembiayaan yang semuanya itu didukung dengan sistem digital sehingga proses pelayanan dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan murah. Salah satu layanan dari perusahaan fintech yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mendapatkan pembiayaan adalah palform peer to peer lending atau P2P lending. Platform P2P lending akan mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana, dengan biaya yang relatif  murah dan cepat, serta pelayanannya dapat dilakukan dengan mudah secara online. Dengan demikian, penyaluran kredit melalui fintech akan memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha terutama para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan perekonomian para pelaku usaha kecil. 
Akad As-Salam dalam Sistem Jual Beli Online (Studi Kasus Online Shopping di Lazada.co.id) Trisna Taufik Darmawansyah; Miko Polindi
JURNAL AGHNIYA Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : STIESNU Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Akad Salam in Lazada there is no face-to face between buyers and sellers, but the actors are confronted in the Internet network. Traders are conventional to switch to the Online system, is one way to facilitate the path of buy and sell transactions where the actors are far apart from the place and it is not possible to attend in a single event. As happened in Lazada, products are applied through the Internet so that prospective buyers who are interested in the products can be seen directly on the Internet. Analysis Application Akad salam with online system can be concluded that the online greeting agreement is allowed as long as it does not contain elements that can damage it such as RIBA, immorality, fraud, cheating, and the like and fulfill the pillars and conditions in buying and selling. Akad Salam with an online system done by Lazada not meet the agreement in Islamic sharia. Based on the conclusion, it is advisable for consumers of online greeting agreement should request clear information about the product or item sold before making a transaction with the seller. Always be cautious in transacting, because the responsibility in the end is in the hands of someone who does the transaction. Abstrak: Akad salam dalam Lazada tidak ada tatap muka di antara pembeli dan penjual, namun pelaku akad dipertemukan dalam jaringan internet. Pedagang secara konvensional beralih ke sistem Online, merupakan salah satu cara mempermudah jalanya transaksi jual beli di mana pelaku akad saling berjauhan tempat dan tidak memungkinkan untuk hadir dalam satu majlis. Seperti yang terjadi di Lazada, produk-produk diaplikasikan melalui internet sehingga calon pembeli yang tertarik dengan produk-produknya secara langsung dapat di lihat di internet. Analisis Aplikasi akad salam dengan sistem online dapat disimpulkan bahwa akad salam online diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba, kezaliman, penipuan, kecurangan, dan sejenisnya serta memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat di dalam jual beli. Akad salam dengan sistem online yang dilakukan Lazada belum memenuhi akad salam dalam syariat Islam. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka disarankan bagi konsumen akad salam secara online hendaklah meminta informasi yang jelas mengenai produk atau barang yang dijual sebelum melakukan transaksi dengan penjual. Selalu berhati – hati dalam bertransaksi, karena tanggung jawab pada akhirnya ada di tangan seseorang yang melakukan transaksi tersebut. Kata Kunci:Akad As – Salam, Abu Hanifah, E-commerce.
Mashlahah dan Mafsadah Cryptocurrency sebagai Mata Uang Resmi Negara Trisna Taufik Darmawansyah; Farhan Firdaus; Yani Aguspriyani
MUAMALATUNA Vol 13 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/mua.v13i2.5543

Abstract

Cryptocurrency merupakan sebuah terobosan baru yang mulai di kenal dunia investasi dan keuangan. Peluang serta ancaman dalam berbagai factor menjadi bahan pertimbangan, perbedaan pendapat untuk Cryptocurrency menjadikan orang enggan apakah akan menggunakan atau menolak Cryptocurrency. Di sisi lain, Cryptocurrency membawa keuntungan serta kerugian yang tidak bisa di hindari. Cryptocurrency hanya digunakan secara online sehingga rentan terhadap ancaman dan bahaya. Tulisan ini mencoba mengkaji pandangan maqashid al-syariah terhadap Cryptocurrency dengan pendekatan analisis SWOT kemudian akan dikaji lebih mendalam dengan pendekatan maslahah serta mafsadah sebagai factor terpenting dalam maqasid al-syariah. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut karena maslahah dan mafsadah terkadang bertukar peran sebagai mashlahah khusus dan maslahat umum. Sebuah sistemnya selalu dirancang untuk kemaslahatan, namun tidak sedikit menimbulkan implikasi negatif. Tulisan ini dirancang penulis berdasarkan struktur Cryptocurrency yang dinamis dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Production Function According to Yusuf Qardhawi in Islamic Economics Trisna Taufik Darmawansyah; Husnayaini Amalia; Yani Aguspriyani
Journal of Islamic Economics and Business Vol 2, No 1 (2022): Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.786 KB) | DOI: 10.15575/jieb.v2i1.20064

Abstract

Economic activities, one of which is production, is taught in the Qur'an. In the context of Islamic economics, a Muslim producer must behave in accordance with the norms and ethics of Islamic economic production. It takes a knowledge and understanding of production behavior according to Islam in order to fulfill this behavior. Knowledge of a concept greatly influences a person's behavior. Yusuf Qardhawi's thoughts on the factors of production are that production only has two main elements, namely natural resources and human resources in the form of labor. Yusuf Qardhawi further explained that natural resources are very much needed to be managed by humans, therefore, in production, labor is needed. New production appears when there is a combination of work between human resources and natural resources. While the capital factor is not included in the main factor because capital is nothing more than the result of human labor that is stored. Another reason capital is not included is because this problem is related to usury which is forbidden. Meanwhile, other elements such as organization are only supervision, regulation and production strategy.
Dampak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata dalam Meningkatkan Kegiatan Literasi Anak di Lingkungan Sekolah Desa Kertaraharja Trisna Taufik Darmawansyah; Yani Aguspriyani; Rezky Mehta Setiadi; Siti Marfu'ah; Miko Polindi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.4714

Abstract

The significant problem in the Kertaraharja region is the lack of educational systems, one of which is the lack of interest in reading or literacy among school-aged children, as well as a lack of understanding. Reading has a significant impact on an individual's knowledge and perspective. The purpose of this research is to increase children's interest in reading and build motivation and willingness by adding library collections. The Participatory Action Research (PAR) method was used for this study. The results of this research indicate that encouragement, motivation, library collection enrichment, as well as initiation and development of children's intuition, can significantly increase children's interest in reading and learning. Permasalahan yang ada di daerah kertaraharja yang lebih signifikan yaitu kurangnya sistem pendidikannya, salah satunya yaitu kurang minat membaca atau literasi di kalangan anak-anak yang masih menjenjang pendidikan sekolah, dan juga kurangnya pemahaman. Karena membaca akan mempengaruhi pengetahuan dan wawasan terhadap seseorang. Tujuan penelitian ini Upaya meningkatkan minat baca anak-anak dan membangun motivasi serta kemauan dengan mengadakannya penmbahan koleksi pustaka. Dengan menggunakan Metode (Kualitatif) khususnya menggunakan metode participatory action research (PAR). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dorongan, motivasi, pengayaan koleksi pustaka, serta inisiasi dan pengembangan intuisi anak, dapat secara signifikan meningkatkan minat membaca dan minat belajar pada anak.
Peran Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam Mendorong Implementasi Standar Akuntansi Syariah pada Industri Perbankan Syariah Muhammad Fadli Azim; Trisna Taufik Darmawansyah; Yani Aguspriyani; Surahman Surahman
Banque Syar'i : Jurnal llmiah Perbankan Syariah Vol. 8 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Departement of Islamic Banking, Faculty of Islamic Economics and Business, The State of Islamic University (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic banking industry in Indonesia has grown rapidly in recent years. This growth is supported by the increasing number of people who choose to use Islamic banking services because of their adherence to sharia principles. However, there are still a number of challenges faced by the Islamic banking industry, including in terms of Islamic accounting. Therefore, this study aims to analyze the role of DSN MUI in encouraging the implementation of sharia accounting standards in the sharia banking industry in Indonesia. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through literature studies and interviews with relevant informants. The results show that the DSN MUI plays an important role in developing sharia accounting standards in Indonesia and strengthening the oversight of compliance with sharia principles in the sharia banking industry. DSN MUI also plays a role in providing sharia advice and fatwas needed to facilitate the implementation of sharia accounting standards in the sharia banking industry.  This study recommends that the DSN MUI must continue to strengthen its role and function in facilitating the application of sharia accounting standards in the sharia banking industry. In addition, there is also a need for closer coordination and cooperation between the DSN MUI, regulators, and the Islamic banking industry to ensure proper and accurate application of Islamic accounting standards in the Islamic banking industry in Indonesia.
Pengaruh Strategi Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Asuransi pada Generasi Milenial Yani Aguspriyani; Miko Polindi; Putri Diesy Fitriani; Trisna Taufik Darmansyah; Rezky Mehta Setiadi
AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal At-Tawassuth | Vol. VIII | No. 1 | 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/ajei.v8i1.14937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi digital marketing terhadap keputusan pembelian produk asuransi pada generasi milenial di Indonesia. Variabel bebas yang digunakan adalah strategi digital marketing yang terdiri dari digital advertising, social media marketing, email marketing, dan website marketing. Variabel terikat adalah keputusan pembelian produk asuransi, sedangkan variabel kontrol adalah umur, pendidikan, dan pengalaman menggunakan media sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model/TAM), teori pemasaran digital, dan teori perilaku konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah survey cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari 120 responden generasi milenial di Indonesia yang memiliki pengalaman menggunakan media sosial dan pernah membeli produk asuransi melalui digital marketing. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital advertising, social media marketing, email marketing, dan website marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk asuransi pada generasi milenial di Indonesia. Selain itu, umur dan pendidikan responden juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk asuransi. Namun, pengalaman menggunakan media sosial tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi digital marketing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk asuransi pada generasi milenial di Indonesia.