Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir) setelah Pemberian Arang Sekam Padi Gaso, Maria Triswanti; Bare, Yohanes; Bunga, Yohanes Nong; Putra, Sukarman Hadi Jaya
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.59

Abstract

Tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan tanaman pertanian yang memiliki manfaat, oleh karena itu perlu dilakukan inovasi dalam pengembangan media tanam. Salah satu pemanfaatan arang sekam karena memiliki manfaat dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh arang sekam padi terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2021. Proses pembuatan media tanam sekam padi berlangsung di Desa Kotabaru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok(rak) dengan 4 perlakuan yaitu, tahapan meliputi persiapan lahan, persiapan media tanam, pengaplikasian sekam padi, persemaian, penanaman, pemeliharaan dan parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan diolah secara statistik dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Model rancangan acak kelompok. Uji lanjutan akan dilakukan dengan pengujian BNJ. Teknik pengolahan data dengan menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian arang sekam padi memberikan pengaruh nyata  terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir), dan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Dosis yang baik dalam memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan (Ipomoea reptans Poir), yaitu dosis pemberian pupuk arang sekam padi 4kg dengan campuran tanah 1 kg/polybag. Arang sekam padi menjadi solusi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung.
Analisis Peran Orang Tua Siswa SMP dalam Pembelajaran Daring Di Kelurahan Beru pada Masa Pandemi COVID-19 Lopa, Maria Imelda; Bare, Yohanes; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam kegiatan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket, lembar wawancara tanggapan orang tua dan peserta didik.  Subjek dalam penelitian ini, yaitu orang tua sebanyak 10 orang dan peserta didik sebanyak 10 orang. Penelitian ini difokuskan pada peran orang tua siswa dalam pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menunjukan bahwa orang tua berperan dalam menyediakan fasilitas pembelajaran, meluangkan waktu untuk mendampingi siswa belajar, dan mengatur jadwal belajar siswa. Peran orang tua yang diperoleh dari angket menyatakan bahwa peran orang tua siswa di Kelurahan Beru dalam mendukung belajar siswa termasuk kategori sangat baik 
Etnobotani Tanaman Capsicum annum L. Di Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Elfi, Theresia Nona; Bare, Yohanes; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.62

Abstract

Cabai Merah Besar (Capsicum annum L) merupakan tanaman holtikultura dan jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Cabai ini dibudidayakan oleh para petani karena banyak dibutuhkan masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Cabai Merah Besar (Capsicum Annum L.) juga digunakan untuk pengobatan sakit gigi, bisul, anti parasit, anti inflamasi, antitusive dan juga digunakan sebagai antiseptik, nafsu makan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengetahuan etnobotani tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) di desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka. Metode Yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Pemanfaatan jenis tumbuhan cabai merah besar (Capsicum annum L.) di Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, selain digunakan sebagai bumbu dapur dapat juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa cara pengolahan sebagai obat diantaranya diambil beberapa helai daun cabai merah besar, dicuci, dihaluskan dan kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena bisul. Sementara itu, untuk pengobatan sakit gigi dengan cara ambil akar cabai merah besar, dicuci, dan kemudian dikunyah dengan sirih pinang. Tanaman cabe mrah besar dapat menjadi alternatif pengobatan masyarakat.
Pengembangan E-Modul Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Organisasi Kehidupan untuk Kelas VII SMP Gitan, Regina Dua; Mago, Oktavius Yoseph Tuta; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan pada penggunaan media pembelajaran. Media e-modul pembelajaran IPA yang dikembangkan berperan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menganalisis validitas dan menganalisis kelayakan e-modul berbasis pendekatan saintifik. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari beberapa tahap antara lain: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Produk hasil pengembangan divalidasi oleh para ahli materi, bahasa dan media dan memperoleh rata-rata nilai sebesar 86,67. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelas kecil yang diberikan kepada satu guru biologi dan 20 orang peserta didik. Hasil uji coba memperoleh nilai sebesar 75 dan 64,2 dengan kategori sangat layak. Uji coba kelas besar diberikan kepada dua orang guru biologi dan 40 peserta didik dan memperoleh nilai 76 dan 63,8 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil dari validator, uji kelayakan kelas kecil dan kelas besar, e-modul yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Produk e-modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.