Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Orang Tua Siswa SMP dalam Pembelajaran Daring Di Kelurahan Beru pada Masa Pandemi COVID-19 Lopa, Maria Imelda; Bare, Yohanes; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam kegiatan pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket, lembar wawancara tanggapan orang tua dan peserta didik.  Subjek dalam penelitian ini, yaitu orang tua sebanyak 10 orang dan peserta didik sebanyak 10 orang. Penelitian ini difokuskan pada peran orang tua siswa dalam pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menunjukan bahwa orang tua berperan dalam menyediakan fasilitas pembelajaran, meluangkan waktu untuk mendampingi siswa belajar, dan mengatur jadwal belajar siswa. Peran orang tua yang diperoleh dari angket menyatakan bahwa peran orang tua siswa di Kelurahan Beru dalam mendukung belajar siswa termasuk kategori sangat baik 
Etnobotani Tanaman Capsicum annum L. Di Desa Hale Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Elfi, Theresia Nona; Bare, Yohanes; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.62

Abstract

Cabai Merah Besar (Capsicum annum L) merupakan tanaman holtikultura dan jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Cabai ini dibudidayakan oleh para petani karena banyak dibutuhkan masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Cabai Merah Besar (Capsicum Annum L.) juga digunakan untuk pengobatan sakit gigi, bisul, anti parasit, anti inflamasi, antitusive dan juga digunakan sebagai antiseptik, nafsu makan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengetahuan etnobotani tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) di desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka. Metode Yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Pemanfaatan jenis tumbuhan cabai merah besar (Capsicum annum L.) di Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, selain digunakan sebagai bumbu dapur dapat juga digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa cara pengolahan sebagai obat diantaranya diambil beberapa helai daun cabai merah besar, dicuci, dihaluskan dan kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena bisul. Sementara itu, untuk pengobatan sakit gigi dengan cara ambil akar cabai merah besar, dicuci, dan kemudian dikunyah dengan sirih pinang. Tanaman cabe mrah besar dapat menjadi alternatif pengobatan masyarakat.
Pengembangan E-Modul Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Organisasi Kehidupan untuk Kelas VII SMP Gitan, Regina Dua; Mago, Oktavius Yoseph Tuta; Bunga, Yohanes Nong
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan pada penggunaan media pembelajaran. Media e-modul pembelajaran IPA yang dikembangkan berperan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menganalisis validitas dan menganalisis kelayakan e-modul berbasis pendekatan saintifik. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari beberapa tahap antara lain: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Produk hasil pengembangan divalidasi oleh para ahli materi, bahasa dan media dan memperoleh rata-rata nilai sebesar 86,67. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelas kecil yang diberikan kepada satu guru biologi dan 20 orang peserta didik. Hasil uji coba memperoleh nilai sebesar 75 dan 64,2 dengan kategori sangat layak. Uji coba kelas besar diberikan kepada dua orang guru biologi dan 40 peserta didik dan memperoleh nilai 76 dan 63,8 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil dari validator, uji kelayakan kelas kecil dan kelas besar, e-modul yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Produk e-modul yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Pengembangan LKPD Dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Maumere. Fransiska Aurelia Yusvin; Yohanes Nong Bunga
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan pedekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi struktur jaringan tumbuhan yang dikembangkan, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan LKPD hasil pengembangan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Prosedur yang diadaptasi meliputi 4 tahap: (1) Define, (2) Design, (3) Develop, dan (4) Disseminate. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelayakan LKPD dilihat dari hasil penilaian validator, yaitu memperoleh nilai 192 yang temasuk dalam kategori sangat baik. Kemampuan berpikir kritis peserta didik yaitu sebesar 70 % dengan kategori cukup kritis, berdasarkan skor pretest-postest diperoleh gain score sebesar 0,6yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil belajar peserta didik meningkat sebesar 66 % dari kategori sangat kurang menjadi baik. Oleh karena itu lembar kerja peserta didik pada materi struktur jaringan tumbuhan layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Berpikir Kritis, CTL, Hasil Belajar, Lembar Kerja Peserta Didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere Lusia Katarina Nona Ertin; Yohanes Nong Bunga; Rofinus Galis
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa. Hasil observasi di SMA Negeri 2 Maumere diperoleh bahwa sebagian siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk desain berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi pada penelitian ini, yaitu siswa kelas X SMA Negeri 2 Maumere tahun pelajaran 2020/2021. Sampel dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas X IPA1 dan kelas X IPA2 SMA Negeri 2 Maumere. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata persentase keaktifan siswa sebesar 78,55%. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan siswa dengan rata-rata persentase keaktifan sebesar 73,55%. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dengan nilai rata-rata Posttest sebesar 74,80%. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dengan nilai rata-rata Posttest sebesar 65,96%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan Jigsaw berpengaruh secara signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar kognitif siswa pada materi Keanekaragaman Hayati Kelas X SMA N 2 Maumere.Kata Kunci: Hasil Belajar Kognitif; Jigsaw; Keaktifan; Numbered Head Together
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Class-Wide Peer Tutoring Dilihat Dari Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas X di Sma Swasta Katolik St. John Paul II Maumere Monalita Krisyanti Bang; Yohanes Boli Tematan; Yohanes Nong Bunga
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 3 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i3.42

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Class-Wide Peer Tutoring dilihat dari aktivitas dan hasil belajar kognitif pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X SMAS Katolik St. John Paul II Maumere. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA2 sebagai kelas eksperimen dan X IPA1¬ sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur aktifitas dan tes hasil belajar siswa dalam bentuk soal pilihan ganda. Instrument ini telah dilakukan pengujian validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda soal. Hasil analisis data observasi aktifitas belajar siswa menunjukan bahwa rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 3,45 sedangkan kelas kontrol sebesar 2,26. Hasil uji t menunjukan bahwa 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Class-Peer Tutoring efektif dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas X SMAS Katolik St. John Paul II Maumere.Kata Kunci: Aktifitas; Hasil Belajar; Model Pembelajaran Class-Wide Peer Tutoring
Etnobotani Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum Annum L.) Di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Nurul Imaniyah Ahmad; Yohanes Nong Bunga; Yohanes Bare
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v2i2.46

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Selain pemanfaatan sebagai zat adiktif dalam pengobatan tradisional cabai merah keriting (Capsicum annum L.), juga digunakan untuk pengobatan batuk, sakit gigi, radang tenggorokan, parasite, rematik, dan juga digunakan sebagai antiseptik, kontrairitasi, nafsumakan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat terhadap etnobotani tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.) di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Metode Yang digunakan adalah metode wawancara pengetahuan tradisional masyarakat desa Waiwuring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai merah keriting (Capsicum annum L.) dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa cara pengolahan sebagai obat diantaranya diambil beberapa helai daun cabai merah keriting, dicuci, dihaluskan dan kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena bisul. Sedangkan untuk pengobatan sakit gigi dengan cara diambil biji cabai merah keriting, kemudian dibakar, lalu di uapkan menggunakan bambu yang berukuran sangat kecil. Setelah itu, asap cabai yang berada di dalam bambu di tiup dan di saring menggunakankapas, kemudian dari kapas tersebut di simpan dibagian gigi yang sakit (berlubang).
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MATERI SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN Yosefina Selmin; Yohanes Nong Bunga; Yohanes Bare
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 1 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i1.52

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kewapante diperoleh bahwa peserta didik kurang terlibat aktif dalam pembelajaran biologi, media dan metode pembelajaran masih terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk : (1) Mengembangkan dan menganalisis tahap pengembangan LKPD berbasis InkuiriTerbimbing pada materi sistem organisasi kehidupan,  (2) Menganalisis kelayakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem organisasi kehidupan yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadopsi model  pengembangan ADDIE. Produk LKPD divalidasi oleh ahli materi, media dan bahasa. Hasil validasi materi di peroleh nilai persentase 84% dengan kategori sangat valid, hasil validasi media diperoleh nilai persentase 90% dengan kategori sangat valid, dan hasil validasi bahasa diperoleh nilai persentase 90% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) pada materi sistem organisasi kehidupan untuk kelas VII SMP  telah layak digunakan  dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) BERBASIS SCIENTIFIC LEARNING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Apolonia Bernadina; Yohanes Nong Bunga; Oktavius Yoseph Tuta Mago
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 1 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM)  berbasis Scientific Learning pada materi keanekaragaman hayati. Jenis penelitian ini adalah Research and development dengan model ADDIE. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi, angket tanggapan pendidik dan peserta didik dan N-gain.  Subjek dalam penelitian ini, yaitu pada uji coba skala kecil dengan jumlah peserta didik 2 orang dan 1 orang pendidik biologi sedangkan pada uji coba skala besar melibatkan 25 orang peserta didik dan 2 orang  pendidik biologi. Hasil penelitian menunjukan tingkat validitas dari validator materi sebesar 90, validator bahasa 88 dan validator media 82. Kelayakan media pembelajaran UKBM  pada uji coba skala kecil oleh pendidik diperoleh skor rerata 121 dalam kategori sangat layak dan peserta didik 66 dikategori cukup layak sedangkan hasil angket kelayakan media UKBM pada Uji coba skala besar oleh pendidik skor rerata 127 dalam kategori sangat layak dan peserta didik diperoleh skor rerata 80,36 dengan kategori sangat layak. Peningkatan analisis N-gain dari rata – rata nilai pretest sebesar 60 dan nilai postest sebesar 81,404 diperoleh N-gain 0,52 dengan kategori sedang. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa UKBM sangat efektif dalam pembelajaran.
Respon Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir) setelah Pemberian Arang Sekam Padi Maria Triswanti Gaso; Yohanes Bare; Yohanes Nong Bunga; Sukarman Hadi Jaya Putra
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2022): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v3i2.59

Abstract

Tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan tanaman pertanian yang memiliki manfaat, oleh karena itu perlu dilakukan inovasi dalam pengembangan media tanam. Salah satu pemanfaatan arang sekam karena memiliki manfaat dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh arang sekam padi terhadap pertumbuhan kangkung darat (Ipomea reptans Poir). Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2021. Proses pembuatan media tanam sekam padi berlangsung di Desa Kotabaru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok(rak) dengan 4 perlakuan yaitu, tahapan meliputi persiapan lahan, persiapan media tanam, pengaplikasian sekam padi, persemaian, penanaman, pemeliharaan dan parameter pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan diolah secara statistik dengan menggunakan Analisis Sidik Ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Model rancangan acak kelompok. Uji lanjutan akan dilakukan dengan pengujian BNJ. Teknik pengolahan data dengan menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian arang sekam padi memberikan pengaruh nyata  terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir), dan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Dosis yang baik dalam memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan (Ipomoea reptans Poir), yaitu dosis pemberian pupuk arang sekam padi 4kg dengan campuran tanah 1 kg/polybag. Arang sekam padi menjadi solusi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung.