Yanto Sandy Tjang
Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Praktik Etnoreligi Komunitas Adat Sumping Layang Dalam Perspektif Teologi Kontekstual Yanto Sandy Tjang
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 10, No 2 (2025): Desember
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v10i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik etnoreligius komunitas adat Sumping Layang di Desa Kedang Ipil, Kalimantan Timur, yang mencakup tiga ritual utama, yakni Nutuk Beham (ritual panen), Muang (ritual kematian), dan Belian Namang (ritual penyucian arwah). Ketiga ritual tersebut tidak hanya merefleksikan relasi spiritual masyarakat dengan alam dan leluhur, tetapi juga mengungkap dinamika iman lokal yang terus berkembang. Dengan menggunakan pendekatan teologi kontekstual, penelitian ini menafsirkan makna simbolik dan spiritual dari praktik-praktik tersebut dalam perspektif iman Katolik. Mengacu pada kerangka teologi kontekstual yang dikembangkan oleh Stephen B. Bevans serta prinsip inkulturasi sebagaimana digagas oleh Konsili Vatikan II, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik etnoreligius Sumping Layang dapat dipahami sebagai semina Verbi (benih Sabda) yang berpotensi untuk disinergikan dengan pesan Injil. Inkulturasi dalam konteks ini diposisikan sebagai strategi teologis yang signifikan untuk menjembatani iman Katolik dengan kearifan lokal tanpa meniadakan identitas budaya masyarakat adat. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan Gereja secara kontekstual melalui dialog dan pendampingan yang bersifat partisipatif dan membebaskan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyoroti bahwa praktik etnoreligius bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga merupakan medium pewahyuan ilahi serta ekspresi spiritualitas yang berakar pada konteks lokal.