Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimalisasi Penyebaran Informasi Potensi Desa Kamasan Kabupaten Klungkung Ida Bagus Adisimakrisna Peling; Gde Brahupadhya Subiksa; Made Pasek Agus Ariawan; Luh Gede Putri Suardani; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja; Ni Nyoman Harini Puspita; Putu Oka Wisnawa; Made Pradnyana Ambara
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.491

Abstract

Desa Kamasan merupakan salah satu contoh desa di Bali yang kaya akan warisan seni dan budaya serta memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata budaya serta penghasilan ekonomi bagi masyarakat desa. Desa Kamasan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO sejak tahun 2017. Pengakuan ini memberikan bukti yang penting mengenai keunikan dan nilai seni lukis Kamasan yang perlu dijaga dan dihargai. Sistem informasi yang ada saat ini tidak memiliki informasi yang lengkap mengenai potensi desa Kamasan. Kurangnya informasi secara digital dapat mempengaruhi minat wisatawan untuk mengetahui ataupun berkunjung ke desa Kamasan. Hal ini akan berpengaruh juga terhadap sumber penghasilan ekonomi bagi masyarakat Kamasan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah untuk membantu desa dalam mengelola informasi potensi desa serta mengoptimalkan penyebaran informasi melalui sistem informasi potensi desa.
Prediksi Nilai Akhir Matakuliah Mahasiswa Menggunakan Metode K-Means Clustering (Studi Kasus : Matakuliah Pemrograman Dasar) Made Pasek Agus Ariawan; Ida Bagus Adisimakrisna Peling; Gde Brahupadhya Subiksa
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v9i2.2023.122-131

Abstract

Nilai akhir matakuliah merupakan salah satu komponen untuk kelulusan mahasiswa, selain mahasiswa dosen juga memiliki peran penting dalam hasil dari nilai akhir matakuliah mahasiswa. Tentunya diharapkan nilai akhir dari matakuliah yang diambil mahasiswa mendapatkan hasil yang maksimal. Dosen biasanya akan memberikan remedial bagi mahasiswa yang nilainya kurang dari standar kelulusan. Remedial biasanya akan diberikan setelah nilai akhir dikeluarkan. Remidial biasanya dilakukan berkali – kali sampai nilai akhir mahasiswa memenuhi standar dari perguruan tinggi. Tentunya proses remidial ini akan menghabiskan    banyak waktu bagi dosen dan mahasiswa, dengan mengetahui perkiraan nilai akhir mahasiswa dapat memahami sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi dan sejauh mana mereka telah mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini dapat membantu mereka mengidentifikasi area-area di mana mereka perlu meningkatkan pemahaman atau keterampilan mereka.Berdasarkan permasalahan ini peneliti melakukan penelitian untuk memprediksi nilai akhir matakuliah mahasiswa. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data mahasiswa yang mengambil matakuliah pemrograman dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode K-means clustering. Hasil dari prediksi menggunakan metode K-means clustering menunjukan tingkat Precision 86%, Recall 100%, akurasi 93%.
Pengembangan Sistem Informasi Desa Wisata di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bebasis Web Made Pasek Agus Ariawan; Gde Brahupadhya Subiksa; Ida Bagus Adisimakrisna Peling; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja; Luh Gede Putri Suardani; I Nyoman Harini Puspita; Made Pradnyana Ambara; I Putu Oka Wisnawa; I Putu Astya Prayudha
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.600

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Bali khususnya Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Jurusan Teknik Elektro ditujukan bagi warga Desa Wongaya Gede. Adapun tujuan implementasi web desa wisata adalah untuk mempromosikan desa wisata kepada wisatawan yang potensial, sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke desa tersebut. Selain itu, web desa wisata juga bertujuan untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada wisatawan mengenai berbagai fasilitas dan atraksi wisata yang tersedia di desa tersebut, serta menawarkan berbagai paket wisata yang menarik. Dengan adanya web desa wisata, wisatawan dapat dengan mudah mencari informasi mengenai desa wisata yang ingin dikunjungi, seperti lokasi, aksesibilitas, penginapan, tempat makan, dan kegiatan wisata yang dapat dilakukan di desa tersebut. Hal ini dapat membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan wisata mereka dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, implementasi web desa wisata juga dapat membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan perekonomian desa melalui industri pariwisata. Dengan mempromosikan desa wisata melalui web, masyarakat dapat menjangkau calon wisatawan yang lebih luas dan meningkatkan potensi penghasilan dari sektor pariwisata. Dengan demikian, implementasi web desa wisata sangat penting untuk meningkatkan potensi pariwisata di desa, membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka, serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Deteksi Bahasa Isyarat Menggunakan Tensorflow Lite dan American Sign Language (ASL) Ida Bagus Adisimakrisna Peling; I Made Pasek Agus Ariawan; Gde Brahupadhya Subiksa
Jurnal Krisnadana Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Krisnadana – Januari 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v3i2.534

Abstract

Bahasa isyarat merupakan suatu bahasa yang menggunakan gerak tubuh seperti gerakan tangan dan wajah. Setiap negara memiliki Bahasa Isyarat yang berbeda di Indonesia sendiri ada 2 jenis bahasa isyarat yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) serta Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), sedangkan di Amerika memiliki bahasa isyarat yaitu American Sign Language (ASL). Saat ini masih banyak orang yang tidak mengerti dengan bahasa isyarat dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan karena bahasa isyarat tidak digunakan oleh masyarakat non-disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem penerjemah bahasa isyarat berbasis Computer Vision dengan menggunakan Tensorflow lite serta dataset bahasa isyarat ASL untuk mendeteksi gerakan dari kata dan huruf alfabet ASL dengan menggunakan kamera dari laptop atau komputer yang berguna untuk mempermudah masyarakat dalam mempelajari bahasa isyarat. Hasil pengujian pertama dengan 11 data uji memperoleh nilai akurasi sistem dalam pengujian ini adalah 81%. Hasil Pengujian kedua menggunakan 26 data uji memperoleh nilai akurasi sistem dalam pengujian ini adalah 73%. Dari hasil pengujian sistem ini dapat disimpulkan bahwa sistem ini memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam mendeteksi kata dan huruf abjad.
Penerapan Metode Linear Regression pada Analisis Komentar Negatif Konser Coldplay di Indonesia Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Peling, Ida Bagus Adisimakrisna
Jurnal Telematika Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v18i1.591

Abstract

Negative comments on international concert events can have a significant impact on the future conduct of such concerts. Possible impacts of negative comments include decreased interest from the audience, difficulty in gaining sponsorship and partner support, influence on decisions made by the artist or musical group, and safety considerations for the organizers, audience, and the artist or group. An analysis of negative comments on an international concert is necessary for an appropriate strategy to manage and mitigate negative impacts that may arise in the future. The benefits of analyzing the impact of negative comments on an international concert are diverse. The analysis can influence various aspects related to the implementation of the event and public perception. 72 negative comments have been classified using the linear regression method. Based on the results of the value of these negative comments, it can be stated that some of the words that trigger a comment to be considered as negative in the context of Coldplay concerts in Indonesia are words such as "rejection," "hadang," "nope," and "tolak." From the analysis conducted in this study, these words appear with significant frequency in the comments classified as negative.
Analisis Evaluasi Kepuasan Pengguna SteamOS Menggunakan Metode Evaluasi Heuristic Subiksa, Gde Brahupadhya; Wardana, I Gede Igo Wisnu; Saputra, I Gede Angga; Arnawa, I Made Pradnyananda Kevin; Narayana, I Ketut Sagita
Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jati.v14i1.10549

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kepuasan pengguna terhadap sistem operasi SteamOS dengan menggunakan metode evaluasi heuristic dengan tujuan untuk melakukan evaluasi usability sistem operasi SteamOS, yang menghasilkan persentase kepuasan pengguna sistem operasi tersebut, selanjutnya hasil kepuasan tersebut dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi kedepan kepada developer SteamOS dan menjadi acuan pada developer sistem operasi kedepannya untuk dapat membangun dan merancang sistem yang berkualitas dari sisi usability. Pengambilan data diambil dari sampel yang diperoleh berdasarkan metode slovin mengerucut menjadi 34 responden. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan mempergunakan google form. Berdasarkan 5 variabel metode heuristic evaluation yang diujikan menghasilkan tingkat kepuasan penggunanya, pada variabel Visibilitas 79,4%, variabel Realita 73,4%, variabel Kendali User 78,4%, variabel Konsisten 80,3%, dan variabel Fleksibel & Efisiensi 80,3%, jika dianalisis secara keseluruhan maka tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem operasi SteamOS berada pada rata-rata memuaskan (puas). Sehingga dapat disimpulkan bahwa usability SteamOS dalam kualitas baik dan memuaskan bagi penggunannya. Hal ini memberikan indikasi bahwa SteamOS memenuhi harapan dan kebutuhan pengguna dalam hal visibilitas, realita, kendali pengguna, konsistensi, serta fleksibilitas dan efisiensi. Rekomendasi berdasarkan temuan ini adalah untuk terus menjaga dan meningkatkan aspek-aspek yang dinilai positif oleh responden, serta memperbaiki dan mengembangkan aspek-aspek yang masih memerlukan perhatian untuk meningkatkan pengalaman pengguna SteamOS secara keseluruhan. Sehingga Penelitian ini dapat memberikan masukan dan keterbaharuan tingkat usability sebuah sistem operasi, sehingga kedapannya bisa menjadi acuan developer sistem operasi dalam mendesain dan merancang sistem informasinya menjadi lebih berkualitas terutama dari sisi usability sistem.
WATERFALL MODEL IMPLEMENTATION FOR DIGITAL HERITAGE: FINAL WEB QUALITY TESTING Subiksa, Gde Brahupadhya; Adisimakrisna Peling, Ida Bagus; Agus Ariawan, Made Pasek
Jurnal Teknoinfo Vol 18, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v18i1.3222

Abstract

Digital heritage is a concept or approach that uses digital technology to manage, preserve, and promote cultural heritage or historical objects in digital form. This allows for easier and wider access for the public to access information and explore cultural heritage without physically being present at the relevant location. For example, is the cultural heritage wayang in the regional treasures and Indonesia in general, wayang is an Indonesian identity that is recognized worldwide. Currently, knowledge and education about wayang and its character figures are very minimal, causing many future generations to not know the characters and epic stories of wayang. The solutions that can be taken from this problem is by utilizing the concept of digital heritage, which is a cultural heritage presented in digital form and can be accessed anytime through online media, so that information dissemination and education can reach more and wider audience. Information Technology Authentic Indonesian Ragawi Heritage Cultural Legacy with the Implementation of Digital Heritage Concept is a step to introduce the original Indonesian culture. The implementation of the digital heritage concept can be carried out through the Indonesian Wayang Kulit Heritage Information System. There are several menus and features in the system, namely: the homepage that shows the menu and original Indonesian wayang kulit, the information page that provides education to visitors, the wayang collection page that shows a number of popular puppet characters in Indonesia, the wayang character page that provides education and values held by each wayang character, and finally the purchasing page that aims to help wayang craftsmen. Overall, the testing shows that the system runs according to the expected features and functions. The final level of testing is also carried out with the aim of determining the quality of the system that has been built.
Rekayasa dan Uji Sistem Informasi Irigasi Tradisional Bali (Subak) dengan Metode Kualitas Persepsi Pengguna Akhir Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Adisimakrisna, Ida Bagus
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v4i2.2320

Abstract

Salah satu warisan budaya tradisional yang terkenal dan terjaga di Bali, Indonesia, adalah sistem irigasi Subak. Subak adalah sebuah organisasi sosial dan budaya yang mengatur pengelolaan air untuk pertanian di Bali. Sistem Subak ini yang masih lestari dan diakui sebagai warisan budaya tak benda terletak di Jatiluwih. Namun, banyak warisan budaya yang sering terlupakan seiring perkembangan teknologi informasi yang menciptakan berbagai aplikasi, situs web, dan sistem informasi online. Dalam era saat ini, sistem informasi memainkan peran penting sebagai sarana pengenalan dan dokumentasi yang efektif untuk warisan budaya. Pentingnya sistem informasi dalam konteks ini dapat dilihat dari beberapa alasan, seperti mempertahankan dan mendokumentasikan warisan budaya, pengarsipan dan aksesibilitas informasi, edukasi dan kesadaran publik, serta pelestarian dan perlindungan. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah masalah terkait keterbatasan informasi tentang Subak Jatiluwih, ketidakvalidan sumber informasi, dan minat masyarakat yang lebih cenderung mencari informasi melalui gadget. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas warisan budaya Subak Jatiluwih yang terkenal namun belum memiliki sistem informasi khusus. Dengan demikian, diperlukan sistem digital yang dapat membantu calon pengunjung dalam mengakses informasi mengenai Subak Jatiluwih dan juga meningkatkan pengetahuan mereka. Penelitian ini membahas "Rekayasa dan Uji Sistem Informasi Subak Jatiluwih dengan Metode Persepsi Pengguna Akhir." Pemanfaatan sistem informasi berperan penting dalam mengenalkan warisan budaya secara inklusif, terjangkau, dan menarik bagi berbagai lapisan masyarakat. Sistem informasi mendukung pelestarian, promosi, dan pemahaman luas mengenai warisan budaya, menjaga agar warisan budaya tetap relevan di era digital. Dalam penelitian ini, Metode WebQual 4.0 digunakan untuk menguji kualitas sistem informasi Subak Jatiluwih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, nilai usability mencapai 86,13, nilai information quality sebesar 84,00, dan user satisfaction sebesar 82,00. Berdasarkan hasil ini, disimpulkan bahwa responden perempuan cenderung lebih setuju terhadap kualitas website daripada responden laki-laki. Penggunaan laptop atau komputer lebih memuaskan dibandingkan smartphone atau tablet dalam mengakses website ini. User satisfaction menjadi dimensi dengan nilai paling rendah dalam semua perbandingan. Meskipun demikian, website "Warisan Budaya Subak Jatiluwih" dinilai baik dan berhasil mencapai tujuan perancangan, meskipun memiliki kelebihan pada instrumen usability dan kekurangan pada instrumen user satisfaction.
Evaluasi Kualitas Proyek Sistem Informasi Pelayanan Pemerintah Daerah Menggunakan Project Management Body of Knowledge Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Peling, , Ida Bagus Adisimakrisna
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 3: Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.937657

Abstract

Proyek Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perijinan merupakan proyek Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar sebagai pelaksana pelayanan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana. Proyek tersebut diawasi dan dikontrol langsung oleh Bidang Pengendalian Data Dan Informasi yang menangani pula sistem teknologi informasi pada dinas tersebut. Sebelum sistem tersebut dirilis dan dipergunakan oleh pemohon ijin dan pejabat terkait, perlu dilaksanakan evaluasi mengenai kualitas manajemen proyek tersebut. Untuk mengukur sejauh mana kualitas manajemen proyek tersebut mempergunakan salah satu knowledge pada Framework Project Management Body of Knowledge (PMBOK) yaitu Management Kualitas Proyek. Peneliti juga menggunakan Capability Maturity Model (CMM) guna membantu mendefinisikan maturity level dari manajemen proyek sistem pelayanan perijinan tersebut. Pada sub process group Plan Quality mengenai belum terbitnya regulasi kerjasama dengan dinas terkait pelaksanaan sistem pelayanan perijinan, sedangkan pada Quality Assurance terdapat temuan bahwa saat ini Sistem Informasi Pelayanan Perijinan masih belum dijalankan, ujicoba hanya dilaksanakan sebatas tim pengawas dan tim IT pada DPMPTSP Kota Denpasar saja. Kedepannya akan dilaksanakan ujicoba dalam skala yang lebih besar. Sedangkan pada Quality Control terdapat temuan bahwa belum diketahuinya bug atau masalah yang terdapat pada sistem, rencananya akan diujicoba dengan data uji sebelum resmi dirilis secara publik. 
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process pada Rekomendasi Keputusan Pemilihan SIM Card Provider Gde Brahupadhya Subiksa; Lie Jasa
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17 No 3 (2018): (September - Desember) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2018.v17i03.P01

Abstract

Abstract—SIM card provider is the center of mobile telecommunication such as telephones, texting, Internet or Blackberry messenger. Lately, the SIM card business development is be marked more kinds of SIM card offered by the provider company with various brands, features and facilities. This causes consumers find it difficult to choose the SIM card that suits their needs such as the phone call need, texting need, Internet and Blackberry package, and bonus that the consumer wants. From the problems above, consumer need a decision support system that can gives SIM card recommendation which suits the consumer’s needs. The SIM card provider decision-making selection can be complex because of the multiple purposes of consumer. One of the tools that are suitable to use for SIM card sorting priority is Analytic Hierarchy Process (AHP) that is developed by Thomas L. Saaty. The final result from this thesis is a system of SIM card provider selection decision-making support which suits with the consumer’s needs. The system is tested with data collection by using questionnaire, which aims to obtain data that is more accurate about the usefulness of the system that has been created. Data collection are through the 30 respondents who tried the system from the user side and 5 respondents who filled out questionnaires from the administrator side. The results of the data collection and analysis of data collected declare that this system has its deficiency, especially the difficulty of priority weighting of both.