Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI

REKAYASA GEOMETRI DESAIN LERENG BERDASARKAN ANALISIS NILAI FAKTOR KEAMANAN PIT TAMBANG AIR LAYA UTARA PT BUKIT ASAM Tbk Kesya Simbolon; Stevanus Nalendra Jati; Jodistriawan Ersyari
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.141

Abstract

Tambang Air Laya Utara merupakan pit area yang dikelola oleh PT Bukit Asam Tbk dengan metode tambang terbuka. Seperti pada tambang terbuka lainnya, kestabilan lereng menjadi hal yang sangat kritis untuk selalu dilakukan evaluasi secara berkala. Maka dari itu penelitian ini berfokus pada rekayasa geometri desain lereng berdasarkan analisis faktor keamanan (FK). Penelitian ini menerapkan metode Bishop untuk evaluasi empat penampanng yang berbeda. Lebih lanjut, FK dari nilai material properties old dump berdasarkan data bor tahun 2019 dikomparasi dengan data mould tahun 2020. Hasil kajian diantaranya; lereng dengan kondisi muka air tanah jenuh memiliki nilai FK1,25 yaitu pada penampang A,B dan C; sedangkan penampang D memiliki nilai FK1,25. Adapun kajian rekayasa yang dilakukan adalah : a) peningkatan nilai FK dilakukan dengan memodifikasi geometri desain bulan Mei dengan perbandingan tinggi dan lebar bench 1:3 untuk material old dump dan 1:1 pada material insitu; b) single slope bench dimodifikasi menjadi 20⁰ dengan lebar berm 18-20 m; c) pengupasan old dump hingga 30 m. Tiga komponen rekayasa tersebut dijadikan acuan dalam evaluasi desain tahun 2020. Tindak lanjut berikutnya pada kestabilan lereng yang dipengaruhi oleh penurunan muka air tanah adalah desain paritan secara horizontal maupun vertikal.
ESTIMASI SUMBERDAYA UNDERGROUND COAL GASIFICATION (UCG), DAERAH BANJARSARI, TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Erlangga Kurniawan; Stevanus Nalendra Jati; M Tressna Gandapradana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.136

Abstract

Penelitian ini berfokus pada seam batubara dengan kedalaman 100 meter dan ketebalan 3 meter, nilai kadar abu + kadar air 60%. Teknologi UCG dapat menjadi alternatif lain dalam pemanfaatan batubara yang tidak ekonomis apabila dilakukan penambangan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji secara teknis sumberdaya UCG hingga membangun model komprehensif mengenai simulasi potensi UCG di daerah penelitian. Guna menopang tujuan tersebut, maka penelitian ini menerapkan metode circular untuk mengolah data (data logging geofisika dan data kualitas batubara) dengan bantuan software (MineScape 5.7 dan Surfer 13). SEAM ENIM pada lokasi penelitian memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan dalam pemanfataan batubara dengan metode gasifikasi bawah permukann. Kedalaman mulai dari 120,55 s/d 182,45 meter, serta ketebalan lapisan tersebut mulai dari 11,95 sampai 19,35 meter, nilai kalori 12.151 s/d 12.222 btu/lb (ASTM,2004), nilai kadar abu+ kadar air 60%, batuan pengapit yang permeabel rendah, dan estimasi sumberdaya batubara SEAM ENIM yang mengacu pada SNI-2011 terdiri dari sumberdaya tereka 241.529,58 ton, dan sumberdaya terunjuk sebesar 123.818,28 ton.
KONTROL LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERHADAP KONSENTRASI TRACE ELEMENT BATUBARA DAERAH MUARA TIGA BESAR KABUPATEN LAHAT SUMATERA SELATAN Deri Rafsanjani; Stevanus Nalendra Jati; M Tressna Gandapradana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.153

Abstract

pada batubara Seam A1, A2, B, C1, dan C2. Tujuan dari studi ini adalah melihat hubungan antara lingkungan pengendapan dengan komponen dari trace element. Metode yang diterapkan dengan optimasi data logging serta analisis geokimia batubara berupa uji proksimat dan Inductively coupled plasma atomic emission spectroscopy (ICP AES). Karakteristik fisik litofasies dari data logging mengindikasikan batubara terendapkan pada sistem delta dari upper hingga back barrier. Analisis trace element merefer 19 unsur yaitu Be, Cd, Ni, V, Zn, Pb, Mn, Ba, B, Fe, Ag, Co, Mo, As, Hg, Cu, Cr dan Cl, dan P. Komparasi hasil dari dua sumur bor menunjukkan pola selaras, tidak selaras, dan uncertain. Kemudian Seam C1 dan C2 yang terendapkan pada lingkungan back barrier memiliki kadar trace element paling tinggi. Sedangkan tiga seam lainnya dengan konsentrasi trace element cenderung linear. Hal ini memberi petunjuk bahwa nilai konsentrasi trace element pada lingkungan laut lebih tinggi dibandingkan lingkungan deltaplain.