Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Central Publisher

ANALISIS KINERJA & EFISIENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ON-GRID 735 KWP : STUDI KASUS DI KANTOR PUSAT PT.PERTAMINA HULU ROKAN Zul Arizal; Arfita Yuana Dewi; Asnal Effendi; Andi M. Nur Putra; Rafika Andari
Journal Central Publisher Vol 1 No 8 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v1i8.186

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini membahas mengenai Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan inovasi teknologi dalam pemanfaatan energi matahari menjadi listrik dengan menggunakan metode fotovoltaik. Di Indonesia, potensi energi surya rata-rata sebesar 4,2-4,8 kWh/m². Sepanjang tahun, Indonesia menerima radiasi matahari yang relatif konstan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis teknis terkait perancangan, pemilihan komponen yang sesuai, peningkatan efisiensi sistem, penentuan jumlah panel surya yang optimal, analisis penggunaan inverter, perhitungan jatuh tegangan yang terjadi pada saluran DC dari panel surya menuju inverter dengan mengacu pada regulasi jatuh tegangan yang diterapkan pada PHR yaitu maksimal 2% dengan menggunakan standar National Electrical Code (NEC) Metode : Metode yang digunakan adalah Analisis yang dilakukan bertujuan untuk menentukan jumlah panel surya yang akan dipasang. Hal ini berdasarkan analisis perhitungan yang dilakukan pada penelitian Nugraha et al. (2024) dan Terzioglu, et al. (2015), dengan menggunakan persamaan berikut untuk menentukan jumlah panel surya. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil analisis perhitungan rasio kinerja untuk sistem tenaga surya 735 kWp, dapat dilakukan perbandingan antara hasil perhitungan manual dengan hasil yang diperoleh menggunakan aplikasi simulasi Helioscope. Analisis perhitungan manual menghasilkan rasio kinerja sebesar 84,00%, sedangkan rasio kinerja yang diperoleh menggunakan analisis Helioscope adalah 79,00%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rasio kinerja sebesar 5%. Kesimpulan : Hasil perhitungan rasio kinerja menunjukkan 84%, yang memenuhi standar kapasitas rasio kinerja menurut IEC 61724, yaitu berkisar antara 70% hingga 90%. Hal ini dinilai sangat baik bagi kinerja PLTS dalam menjaga keandalan selama masa operasional sekitar 25 tahun.
ANALISIS PENGARUH ARUS BOCOR TENTANG DAYA TAHAN DIELEKTRIK PADA ISOLATOR DEBU PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV KOTO PANJANG-PAYAKUMBUH Dian Taufani; Yusreni, Warmi; Sitti Amalia; Arfita Rachman; Andi M.Nur Putra
Journal Central Publisher Vol 1 No 8 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v1i8.187

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini membahas mengenai Arus bocor yang terjadi pada isolator yang tercemar debu dapat memicu terjadinya flashover, yaitu kegagalan isolasi yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem transmisi. Pada saluran transmisi 150 kV Koto Panjang-Payakumbuh, permasalahan arus bocor akibat debu menjadi fokus penting dalam analisis keandalan dan daya tahan isolator Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus bocor terhadap daya tahan dielektrik isolator yang tercemar debu, serta bagaimana polusi tersebut mempengaruhi kinerja isolasi pada saluran transmisi 150 kV. Metode : Metode yang digunakan adalah menggunakan metode eksperimental untuk menganalisis pengaruh arus bocor terhadap daya tahan dielektrik isolator yang tercemar debu pada saluran transmisi 150 kV Koto Panjang-Payakumbuh. Hasil dan Pembahasan : Hasil Penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar arus bocor, maka kemampuan isolator dalam menahan tegangan akan semakin kecil. Hasil perbandingan antara perhitungan dan percobaan menunjukkan penurunan kekuatan dielektrik sebesar 13% pada level arus bocor rendah, namun penurunan yang jauh lebih besar yaitu 122% ketika arus bocor meningkat. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan arus bocor yang disebabkan oleh kontaminasi debu menyebabkan kekuatan dielektrik isolator menurun. Hal ini terjadi karena tegangan tembus (flashover) menjadi lebih rendah dari tegangan kerja isolator