Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Di Rumah Sakit Scholoo Keyen William Saflessa; Dg Pabalik; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 2 No. 3 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.731 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat di Rumah Sakit Scholoo Keyen; untuk mengetahui hambatan dalam peningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Scholoo Keyen; Menganalisis upaya yang dilakukan oleh pemerintah  daerah Kabupaten  Sorong  SeJatan dalam meningkatkan peJayanan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Scholoo Keyen. metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, dan telaah dokumen. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh karyawan di Rumah Sakit Scholoo Keyen, adapun sampel pada penelitian ini yaitu sejumlah 32 orang pegawai di Scholoo Keyen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemerintah telah membangun fasilitas dan melengkapi peralatan yang memdai untuk pelayanan masyarakat, menyediakan tenaga ahli dibidang administrasi dan tenaga ahli kesehatan. Adapun hambatan waktu tunggu dan jumlah keluhan masyarakat; Sarana dan prasaran puskesmas; Kepuasan pegawai puskesmas; dan Kepuasan masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan. Adapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat ialah pengembangan  program  jaminan   mutu,   pemenuhan kebutuhan pembekalan, dan  kemampuan manajerial petugas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Scholoo Keyen tidak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Sorong Selatan meskipun masih terdapat hambatan-hambatan yang harus dihadapi oleh pemerintah dalam mewujudkannya.
Upaya Pemerintah Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Suku Moi Di Kota Sorong Alfrida Nakoh; Amiruddin Amiruddin; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 2 No. 4 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.35 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, menganalisa, dan menjelaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia pada kehidupan Suku Moi, hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia pada kehidupan Suku Moi, dan upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia pada kehidupan Suku Moi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Suku Moi yang bermukim di Kota Sorong. Dari hasil analisis ditemukan bahwa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah dengan membentuk kelompok usaha bersama,  memberikan bantuan peralatan keramba teripang, mesin sagu, ketinting, dan modal PNPM Respec untuk tiap kampung. Hambatan-hambatan yang dihadapi pemerintah dalam mengatasi kesejahteraan masyarakat, tidak adanya tenaga ahli, masyarakat belum mampu mengatur biaya hidup sendiri, pemerintah dan masyarakat belum mampu mengkaji dan memanfaatkan potensi alam yang tersedia, belum mempunyai peluang pasar yang jelas, letak geografis, penduduknya masih sangat minim/sedikit, kurangnya promosi, belum adanya Standarisasi label produk, dan kehidupan ekonomi masyarakat semakin hari semakin tersisi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan pemerintah antara lain studi banding, pelatihan, bantuan modal usaha, pendampingan, memonitor dan evaluasi pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemerintah telah melasakan berbagai upaya dalam meningkatkan sumberdaya manusia suku Moi di Kota Sorong, meskipun masih terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pemerintah Kota Sorong.
KUALITAS PELAYANAN DINAS PENDAPATAN DAERAH (DISPENDA) KOTA SORONG DALAM MENINGKATKAN PEROLEHAN PAJAK DAERAH MELALUI SISTEM INFORMASI PAJAK Christian Rumbiak; Amiruddin Amiruddin; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 3 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.691 KB)

Abstract

Kota sorong merupakan Daerah berkembang yang tengah mengaklakkan pembangunan disegala bidang, oleh karena itu pembiayaan pembangunan perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan. Usaha untuk mewujudkan hal tersebut yaitu dengan menggali sumber dana dari dalam Negeri berupa pajak.Permasalahan dalam penelitian ini apakah strategi pelayanan yang diterapkan oleh aparatur di DISPENDA Kota Sorong sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat Kota Sorong, serta tujuan keseluruhan DISPENDA Kota Sorong Dalam Meningkatkan Perolehan Pajak.Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pelayanan, strategi dan tujuan DISPENDA Kota Sorong Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pajak Melalui Sistem Informasi Pajak.Berdasarkan hasil penelitian mengenai Strategi Pelayanan DISPENDA Kota Sorong ternyata dapat disimpulkan bahwa strategi yang diterapkan oleh DISPENDA Kota Sorong sudah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjang dari pengembanbangan organisasi pemerintah yang berjalan dengan baik serta perubahan sikap dan karakter aparatur atau pegawai yang melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, adil dan terbuka sehingga masyarakatpun merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pegawai DISPENDA Kota Sorong.
Transparansi Dan Efesiensi Dalam Restrukturisasi Birokrasi Pemerintahan Kabupaten Sorong Salmon Semuel Duwith; Dg Pabalik; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.812 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses restrukturisasi birokrasi pemerintah daerah, untuk mengetahui transparansi dan efektifitas dalam restrukturisasi birokrasi, dan untuk mengetahui hambatan-hambatan transparansi dan efektifitas dalam restrukturisasi birokrasi tersebut. Jenis Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah yang representative yaitu 10 orang. Dari hasil analisis yang dilakukan bahwa proses restrukturisasi birokrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong dilakukan dengan cara tertutup atau proses restrukturisasi birokrasi yang dilaksanakan pembahasan terbatas hanya dilakukan oleh struktur formal, yaitu Birokrasi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tanpa melibatkan elemen lain khususnya masyarakat sebagai salah satu elemen penyokong Good Governance, dan didasarkan oleh pertimbangan kepentingan subjektif birokrat dari pada pertimbangan objektif; Restrukturisasi birokrasi tidak dapat mewujudkan peningkatan kompetensi administrasi, yaitu bahwa peningkatan kompetensi lembaga belum dapat diwujudkan karena masih ditemuinya realitas overlap/duplikasi  tugas pokok dan fungsi antar Lembaga. Restrukturisasi birokrasi belum/tidak dapat mewujudkan peningkatan transparansi, karena secara formal dalam tugas pokok dan fungsi dari lembaga yang dibentuk hal tersebut tidak diakomodasi. Restrukturisasi birokrasi tidak dapat mewujudkan peningkatan efisiensi, karena hasil restrukturisasi ternyata efisiensi penggunaan dana publik (APBD) untuk keperluan birokrasi tidak menjadi lebih efisien namun justru kuantitas dan persentasenya cenderung meningkat.
KINERJA SATRESKRIM DALAM MENANGANI TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN PADA POLRES SORONG KABUPATEN SORONG Rurencha Ramanda; Arie Purnomo; Saiful Ichwan
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 3 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.284 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan dan Upaya-Upaya yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal (SATRESKRIM) untuk Meningkatkan Kinerja dalam menangani Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan menggambarkan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang disebabkan adanya pencurian yang disertai dengan kekerasan. Data didapatkan dari obserfasi, wawancara medalam terhadap informan, dokumentasi dan kajian pustaka/literasi berdasarkan kebutuhan yang diperoleh, data dikumpulkan kemudian dianalisis dalam bentuk kalimat berdasarkan variabel dan indikator penelitian ini. Hasil penelitian diketahui bahwa Kinerja Satreskrim dalam menangani kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada Polres Sorong sudak baik dan akan lebih ditingkatkan lagi sebeb kekerasan bisa terjadi kapan dan dimana saja, bagi siapa saja jika kita tidak berhati-hati.
Pelatihan Pengolahan Ikan Tengiri Menjadi Bakso Ikan Di Masyarakat Kampung Baingkete Distrik Makbon Kabupaten Sorong Nanik Purwanti; Masniar Masniar; Uswatul Mardliyah; La Basri; Saiful Ichwan
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.54 KB)

Abstract

Kampung Baingkete berada didaerah pesisir pantai dan menjadi salah satu daerah tujuan wisata pantai yang baru berkembang di wilayah kabupaten Sorong. Sebagian besar mata pemcaharian warga masyarakatnya adalah nelayan. Hasil tangkapan ikan nelayan yang  berlimpah dan pengetahuan nelayan yang masih terbatas dalam pengolahann ikan dalam jangka waktu panjang, menyebabkan hasil tangkapan ikan hanya dimanfaatkan untuk lauk pauk sehari hari. Selain itu, masyarakat kampung Baingkete memiliki kearifan lokal bahwa tidak mengijinkan orang diluar/pendatang berjualan didaerah kampung Baingkete termasuk di lokasi wisata pantainya. Berdasarkan pertimbangan tesebut, Kami melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di kampung Baingkete, dengan judul Pelatihan Pengolahan Ikan Tengiri Menjadi Bakso Ikan Di Masyarakat Kampung Baingkete Distrik Makbon. Kami memilih ikan tengiri sebagai bahan pelatihan karena mengandung omega-3 yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan serta perkembangan otak manusi. Selain itu cita rasa daging ikan tengiri lebih mantap dan merupakan salah satu hasil tangkapan nelayan yang  banyak. Dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga  masyarakat kampung Baingkete, yaitu bisa berjualan bakso atau siomay ikan di lokasi.i wisata pantai.
Peningkatan Kualitas Pegawai Dalam Efisiensi Pelayanan Publik Berbasis Digitalisasi Pada Kantor Kelurahan Sawagumu Distrik Sorong Utara Nanik Purwanti; Fitriyani Suparta; Uswatul Mardliyah; Saiful Ichwan
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol2.Iss2.757

Abstract

Kantor Kelurahan Sawagumu, apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan kualitas pegawai dalam efisiensi pelayanan publik, dan bagaimana upaya dalam mengatasi kendala pada peningkatan kualitas pegawai dalam efisiensi pelayanan publik berbasis digitalisasi di Kantor Kelurahan Sawagumu. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pegawai dalam efisiensi pelayanan publik berbasis digitalisasi masih perlu ditingkatkan karena masih kurangnya kedisiplinan pegawai dalam melakukan pelayanan, kurang memiliki standar pelayanan yang jelas, kurang memiliki kemampuan dalam menggunakan alat bantu proses pelayanan dan masih ada kekurangan pegawai dalam memberikan pelayanan dengan sikap ramah. Untuk kendala-kendala yang dihadapi adalah kurangnya disiplin kerja dan kesadaran pegawai sebagai abdi negara, kurangnya pelatihan dari dinas terkait penggunaan teknologi informasi dan keterbatasan teknologi. sedangkan untuk upaya dalam mengatasi hambatan yaitu dengan cara melakukan peningkatan keterampilan teknologi informasi, menerapkan sistem penghargaan dan sanksi, dan penambahan sarana teknologi.
Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Sipil Negara Di Kantor Distrik Malaimsimsa Kota Sorong Linda Sari Lobo; Nanik Purwanti; Ana Lestari; Uswatul Mardlyah; Saiful Ichwan
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol2.Iss3.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara di Kantor Distrik Malaimsimsa Kota Sorong, dan mengetahui perilaku aparatur sipil negara dalam meningkatkan kinerja di Kantor Distrik Malaimsimsa Kota Sorong. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa budaya organisasi di kantor Distrik Malaimsimsa Kota Sorong dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara sudah cukup baik, Kepala Distrik dalam kepemimpinannya telah menjadi teladan bagi Aparatur Sipil Negara, meskipun terkendala dengan beberapa Aparatur Sipil Negara yang masih saja tidak menjalankan tugas dan tanggungjawab mereka dengan baik dan kurangnya kesadaran Aparatur Sipil Negara dalam hal kedisiplinan waktu dan belum ada penerepan penghargaan/apresiasi kepada Aparatur Sipil Negara. Upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara yaitu melalui pembagian tugas dan tanggungjawab secara rinci, penyusuanan program kerja tahunan, evaluasi secara berkala kepada kepala-kepala seksi dan staf untuk penegakan kedisiplinan dalam bekerja serta menerapkan sistem penghargaan/apresiasi.
Sinergitas Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Pengawasan Otonomi Khusus di Kabupaten Sorong Alam, Siti Nur Annisa; Sattu, Sattu; Ichwan, Saiful; Andi Hasan, Jondeway
Jurnal Fase Kemajuan Sosial dan Politik: Faksi Vol. 9 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jf.v9i3.3184

Abstract

This research aims to find out how, obstacles and solutions to the synergy of the Regional Government and the Regional People's Representative Council in Supervising Special Autonomy in Sorong Regency. The research approach used uses Qualitative Research. The selected informants consisted of the Head of the BPKAD Budgeting Division; Head of Sub. BPKAD Treasury Technical Development and Guidance Sector; Head of BPKAD Verification Division; Head of the Legal and Trial Section of the DPRD Secretariat. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. The results of the research show that: (1) BPKAD and Sorong Regency DPRD in carrying out supervision related to Special Autonomy are considered to be still not optimal, this is judged from the relationship between these two agencies which has not been established well enough. (2) Obstacles that arise in the supervision of Special Autonomy by BPKAD and DPRD include, among others, the community is not really involved in monitoring Special Autonomy, the Papuan People's Assembly (MRP) does not play an active role, there is a lack of communication between DPRD and Regency Government, and the DPR faction has not yet been formed. Special Autonomy at the district/city level. (3) The solutions offered by the resource persons as an offer to the obstacles experienced include: strengthening relations between BPKAD and DPRD as the control holder over the supervision of Special Autonomy in Sorong Regency, the community is involved in the supervision of Special Autonomy, the MRP is guided more actively in the process of monitoring Special Autonomy as an extension of the indigenous Papuan community, as well as the formation of a DPRP at the Regency level.
HUMAN RELATIONS SEBAGAI PENUNJANG KOORDINASI DALAM PENYELENGGARAAN DI WILAYAH PEMERINTAHAN KABUPATEN SORONG (Studi di Distrik Mariat) Ichwan, Saiful
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v4i1.357

Abstract

Secara sekilas human relations terlihat sebagai suatu hal yang biasa dan mudah dilakukan, tetapi sebenarnya tidaklah demikian adanya. Human relations adalah suatu hal yang dinamis dan tidak terlepas dari faktor manusia. Hubungan kerja antara atasan dengan bawahan misalnya. Komunikasi, tugas, dan tanggung jawab atau pendelegasian wewenang akan sangat sulit dilakukan jika tidak dibarengi dengan proses human relations yang baik. Disadari atau tidak, human relations dapat memberi pengaruh-pengaruh positif terhadap motivasi kerja seseorang. Teknik-teknik yang kurang tepat yang digunakan oleh seorang atasan dalam berkomunikasi dengan bawahannya komunikasi vertikal akan berakibat menurunnya motivasi kerja bawahannya. Hal ini dapat terjadi karena motivasi berhubungan erat dengan implikasi-implikasi yang diterima sebagai hasil suatu komunikasi. Adapun komunikasi horizontal dalam berkomunikasi yaitu berupa koordinasi tugas, penyelesaian masalah, pembagian informasi, dan resolusi konflik. Kantor Distrik Mariat Kabupaten Sorong adalah salah satu instansi pemerintah yang mempunyai organisasi yang cukup baik, dimana kegiatan-kegiatan kerja dilimpahkan kepada seluruh pegawai, baik pegawai tetap (PNS) maupun pegawai honorer.