Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI RME DI PUSKESMAS NGADIROJO DENGAN METODE DOQ – IT Suci, Zahra Lutfia Sekar; Pertiwi, Julia; Igiany, Prita Devy; Nisaa, Arifatun
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3899

Abstract

Permenkes nomor 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Puskesmas Ngadirojo merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten wonogiri yang masih menggunakan rekam medis manual hal ini disebabkan simpus yang sering eror. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan implementasi rekam medis elektronik (RME) dengan Metode Doctor's Office Quality-Information Technology (DOQ -IT) di Puskesmas Ngadirojo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 40 responden Populasi penelitian ini sebanyak 40 respondenyang terdiri dari 6 dokter, 13 bidang, 9 perawat, 4 rekam medis, 2 laboratorium, 3 apoteker, 1 kasir, 1 fisioterapi dan 1 petugas IT dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini mendapatkan skor 84,53 berada pada range II yang menunjukan Puskesmas Ngadirojo cukup siap dalam implementasi RME. Variabel kesiapan sumber daya manusia memperoleh skor 11,99, budaya kerja organisasi memperoleh skor 35,44 tata Kelola kepemimpinan memperoleh skor 25,16 dan infrastuktur IT memperoleh skor 11,94. Kesimpulan dari tingkat kesiapan implementasi RME untuk Puskesmas Ngadirojo adalah Cukup Siap.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DALAM SISTEM LIMA MEJA DI POSYANDU TERATAI XII KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN Igiany, Prita Devy
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.270

Abstract

Kader kesehatan merupakan perwujudan peran serta aktif masyarakat dalam posyandu. Kader merupakan sasaran yang tepat dalam pelaksanaan program kesehatan karena dianggap sebagai tempat rujukan pertama pelayanan kesehatan, sehingga kader kesehatan yang berada di sekitar masyarakat wajib mempunyai bekal tingkat pengetahuan, agar dapat melaksanakan fungsi lima meja dengan baik. Kader di Posyandu Teratai XII belum mengetahaui dan memahami sistem lima meja dengan baik sehingga pelaksanaan posyandu kurang maksimal. Sosialisai dan pelatihan sistem lima meja terhadap kader Posyandu Teratai XII dianggap perlu dilakukan untuk meningkatkan pengertahuan dan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di posyandu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menyelenggarakan pembekalan materi dan diskusi oleh tim pengabdian serta pendampingan pelaksanaan posyandu. Berdasarkan pretest dan posttest yang dilakukan terhadap kader posyandu menunjukkan tingkat pengetahuan kader tentang sistem lima meja mengalami peningkatan sebesar 50%, pengetahuan yang awalnya 41,43% menjadi 91,43%. Selain itu berdasarkan evaluasi  kegiatan posyandu, pelayanan posyandu mengalami peningkatan dengan difungsikannya sistem lima meja pada Posyandu Teratai XII. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembekalan materi dan pelatihan sistem lima meja serta pendampingan yang dilakukan berjalan efektif. 
Literature Review: Aspek Hukum Pelepasan Informasi Medis Kepada Pihak Asuransi di Rumah Sakit Atina Sabelaa Husna; Julia Pertiwi; Prita Devy Igiany
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 7 No 1 (2025): MAY 2025
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v7i1.5326

Abstract

One function of medical records is used in the process of health financing. The health cost control mechanism that is recommended to be implemented by the government is health insurance. In the process of implementing health insurance, it is necessary to have medical information contained in medical record documents. The release of medical information that must be provided by the hospital in its implementation must comply with applicable legal regulations. In health services, especially in hospitals, the problem that often arises in releasing medical information is the use of written permission and the procedure for releasing it is not in accordance with applicable legal regulations. The purpose of this study was to identify the requirements for releasing medical information as well as procedures for releasing medical information and parties involved in the process of releasing medical information to insurers at the hospital. This research is a literature review research. The results of the SPO review for the release of medical record information to insurers at the hospital still do not guarantee the confidentiality of patient medical information as well as the parties involved are still at risk. The conclusion from this study is that 70% of the articles have used the patient's written consent/authorization optimally. As many as 90% of the articles already have SPOs regarding the release of medical information which are applied in each hospital. As many as 100% of articles involve parties that must be present, namely the applicant consisting of patients or insurers, doctors, and medical record officers.  Keywords: Legal Aspect, Insurance, Release of Information
ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BAKI Wati, Retna; Igiany, Prita Devy; Pertiwi, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26515

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Baki dalam mengimplementasikan rekam medis elektronik untuk pengganti rekam medis manual berbasis kertas. Rekam medis elektronik telah diimplementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode Juni-Juli 2023. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Baki terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan implementasi rekam medis elektronik. Kendala utama yang dihadapi adalah aspek keuangan dan metode. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Selain itu, transformasi rekam medis manual menjadi elektronik juga menjadi kendala dalam hal material, mesin, dan sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Baki dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK Pamuji, Agung; Igiany, Prita Devy; Andriani, Rika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27157

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuat implementasi rekam medis elektronik (RME) menjadi penting. Teknologi informasi dalam bentuk catatan kesehatan elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil informasi pasien menawarkan banyak keuntungan dibandingkan penggunaan kertas. Analisis kesiapan faktor-faktor implementasi RME perlu dilakukan agar implementasi RME dapat berjalan lancar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi RME. Metode penelitian ini menggunakan systematic literature review. Sumber data penelitian ini menggunakan 11 artikel yang bersumber dari database google scholar dengan rentang 2020-2023. Hasil dari penelitian ini diperoleh komponen man yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor pengguna sistem, persepsi manfaat, persepsi kemudahan, kepuasan pengguna, minat, sikap penggunaan. Komponen machine yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kinerja, kualitas informasi, kontrol, kualitas sistem, efisiensi, layanan. Komponen money yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor ekonomi. Komponen method yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kebijakan organisasi. Komponen material yang mempengaruhi implementasi RME dalam penelitian ini belum terdapat yang mengungkapkan.
Perbedaan Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Fraktur Ekstremitas Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Relaksasi Napas Dalam Igiany, Prita Devy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i1.123

Abstract

Nyeri merupakan masalah yang selalu dialami oleh pasien pasca bedah fraktur ekstremitas. Pemberian terapi farmakologis terkadang tidak selalu dapat menurunkan rasa nyeri sehingga perlu di dukung dengan terapi nonfarmakologis. Teknik relaksasi napas dalam adalah salah satu jenis terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri pasca bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat nyeri pasca bedah fraktur ekstremitas sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan 30 sampel yang dibagi menjadi 15 sampel kelompok kontrol dan 15 sampel kelompok eksperimen. Analisa nyeri pasca bedah dianalisis dengan uji T Independent dan uji T Dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata intensitas nyeri pasca bedah yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada kelompok eksperimen (p<0.05).Kata kunci : napas dalam, nyeri pasca bedah, fraktur ekstremitas
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN POST OP FRAKTUR UNTUK MELAKUKAN RANGE OF MOTION (ROM) Igiany, Prita Devy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i02.160

Abstract

Range Of Motion (ROM) is an exercise performed to maintain or improve the ability to move the joints normally to increase muscle mass and tone. ROM is performed in patients with post-op fractures with the aim of reducing the risk of contractures and preventing thrombus formation in post-op fracture patients. This study aims to determine the factors that influence post-op fracture patients to perform ROM in Cendrawasih Room II Arifin Achmad Hospital Pekanbaru. This study is a correlational study that is research that examines the relationship between variables, where the results of the study were analyzed using Fisher and Chi Square. Sampling in this study was purposive sampling with the number of respondents as many as 30 respondents from the population of post-op fracture patients. The results of this study indicate that there is no significant relationship between pain and knowledge of ROM implementation with a value of p> 0.05. Based on the results of statistical tests for family support, there is a relationship between family support for the implementation of ROM with p <0.05.Keywords: post-op fracture, range of motion
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Igiany, Prita Devy
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2884

Abstract

The public health center is a first-level health service facility that provides health service facilities with the hope of providing service activities for the community in accordance with their duties and authorities. Health institutions must pay attention to the quality of their services because it can affect the level of patient satisfaction. Patient satisfaction is the level of patient feeling that arises as a result of the performance of the healthcare facility they get after compares with what they expect. Therefore, patient satisfaction is an important thing to determine the success of services in health care facilities. Patient satisfaction is related to the dimensions of the level of service quality through five aspects (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible). This type of research is a systematic review that is carried out by collecting, selecting, extracting, and reviewing scientific articles that have topics relevant to the research objectives. The number of articles used in this study was 13 articles published from 2014-2022. Based on the results of the study, the average patient satisfaction with registration services at the public health center based on the tangible dimension was 85.51%, the reliability dimension was 86.51%, the responsiveness dimension was 78.34%, the assurance dimension was 78.02%, and the empathy dimension by 77.43%. It can be seen that the dimension of service quality that most dominantly affects patient satisfaction is the tangible dimension (physical evidence) with the highest percentage.
E-POSYANDU: WEB-BASED MOTHER AND CHILD POSYANDU APPLICATION USING THE CODEIGNITER FRAMEWORK Wahyu Wijaya Widiyanto; Prita Devy Igiany; Arum Astika Sari
International Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): March : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v3i1.940

Abstract

POSYANDU (Integrated Service Post) is a monthly activity post to monitor the health status of pregnant women and toddlers (children under the age of five). This activity is carried out to monitor the growth and nutritional status of children under five on a regular basis and to understand the situation of pregnant women who are at risk so that preventive measures can be taken to prevent the death of pregnant women and malnourished children. However, in practice there are some difficulties such as searching for data and recording the same name in different formats. This study uses a qualitative method with a cross-sectional approach, where the aim of this research is to design and build a system that can manage Posyandu data in an integrated and well-computerized manner based on WEB cloud computing. The result of this study is a posyandu application consisting of immune data, vaccine data, child data, mother data, officer data, and posyandu data. The accuracy of the application implementation based on the blackbox method by posyandu officers who focus on the functionality side, especially on the input and output of the application by the officers, results of the application running according to the design requirements.
Peran Whatsapp Group dalam Peningkatan Perilaku Pencegahan Covid-19: The Role of Whatsapp Groups in Improving Covid-19 Prevention Behavior Igiany, Prita Devy
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v2i2.70

Abstract

Pandemi yang berkepanjangan dan masif nya penyebaran Covid-19 menjadikan masyarakat sadar akan pentingnya mengikuti perkembangan informasi pencegahan Covid-19. WhatsApp Group merupakan salah satu cara media komunikasi massal dan menjadi komponen mendasar dari banyak strategi promosi kesehatan yang dirancang untuk mengubah perilaku resiko kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan informasi Covid-19 melalui WhatsApp Group terhadap perilaku preventif penyebaran Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Adapun sampel pada penelitian ini diambil dengan kuota sampling yaitu sebanyak 96 responden. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku preventif Covid-19, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebaran informasi melalui WhatsApp Group. Analisis yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui hasil penelitian ini adalah uji T dependen, karena penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang akan melihat bagaimana perbedaan variabel terikat sebelum dan sesudah adanya intervensi. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku preventif penyebaran Covid-19 yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian informasi mengenai Covid-19 melalui WhatsApp Group. Hal ini menunjukkan bahwa WhatsApp Group dapat digunakan menjadi sebuah media penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat untuk mempermudah penerimaan informasi, mengingat WhatsApp Group merupakan media sosial yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari di era digital.