Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Media Video terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Pencegahan Diare Siswa SDN 010 Loa Janan Lioni Oviana Putri Sangga Sari; Emelia Tonapa; Yona Palin T
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.6265

Abstract

Every year, diarrhea kills 50,851 children aged 5-9 years. In the working area of the Trauma Center Health Center Loa Janan Ilir in 2022, the number of diarrhea cases was 344, and it increased in 2023 to 416. This indicates that personal hygiene practices such as handwashing are not yet optimal. One educational effort that can increase students' interest in improving clean and healthy living behavior is to use video-based learning media, by observing the effect of video media on increasing knowledge and skills in preventing diarrhea among students of SDN 010 Loa Janan Ilir. The method used is a quantitative approach with a pre-experimental design (one group pretest-posttest), with a sample consisting of 45 students from classes 4A, 4B, and 4C of SDN 010 Loa Janan Ilir, selected using proportional random sampling. Data was collected through questionnaires and CTPS observations and then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant improvement in knowledge and skills (p-value = 0.000) after the intervention was given. Video media proved to be effective as an educational tool in improving personal hygiene behavior among elementary school students as a preventive measure against diarrhea, and audiovisual media can be an appropriate health promotion strategy in school environments.
EFEKTIVITAS MEDIA POWERPOINT DIBADINGKAN MEDIA VIDEO KESEHATAN DALAM EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA DI SMP NEGERI 15 SAMARINDA Daud Maulana; Nina Mardiana; Emelia Tonapa
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7548

Abstract

Stunting merepresentasikan isu krusial dalam kesehatan publik yang memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas modal insani. Intervensi preventif esensial untuk diimplementasikan sejak fase remaja, melalui fasilitasi edukasi kesehatan dengan seleksi sarana pedagogis yang memiliki efikasi terukur. Riset ini menginvestigasi disparitas efektivitas antara penggunaan media video edukatif dan presentasi PowerPoint dalam meningkatkan kapabilitas kognitif remaja mengenai mitigasi stunting di SMP Negeri 15 Samarinda. Metodologi penelitian mengadopsi desain quasi-eksperimental yang mengaplikasikan rancangan pretest-posttest control group. Total partisipan riset adalah 80 siswa kelas VIII yang secara acak dialokasikan ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimental yang menerima intervensi melalui media PowerPoint, dan kelompok kontrol yang menerima intervensi melalui media video edukatif. Instrumen pengumpul data terdiri dari kuesioner pengetahuan mengenai stunting yang telah menjalani proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja setelah diberikan intervensi pada kedua kelompok (p=0,000). Namun, hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,025), di mana media PowerPoint terbukti lebih efektif dibandingkan media video dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting. Media PowerPoint lebih efektif dibandingkan media video dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting. Disarankan agar tenaga kesehatan dan pihak sekolah menggunakan media PowerPoint yang interaktif dan sesuai karakteristik siswa dalam kegiatan pendidikan kesehatan.
Efektivitas Media Video Animasi dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Menggosok Gigi pada Siswa TK Keledang Samarinda Yulia Anindita Prasetianti; Emelia Tonapa; Desies Rahmawati
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8405

Abstract

Dental caries remains a common oral health problem among preschool children due to inadequate knowledge and improper tooth-brushing skills. This study aimed to determine the effectiveness of animated video media in improving tooth-brushing knowledge and skills among students at Keledang Kindergarten, Samarinda. A pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted involving 66 respondents. The variables examined were tooth-brushing knowledge and skills. Knowledge was assessed using a questionnaire, while tooth-brushing skills were evaluated through an observation checklist. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an improvement in the proportion of respondents with good knowledge from 59.1% at pretest to 100% at posttest, while the proportion of respondents categorized as highly skilled increased from 3% to 95.5%. Statistical analysis revealed significant differences in both knowledge and tooth-brushing skills (p = 0.000). Animated video media is effective in improving tooth-brushing knowledge and skills among preschool children and can serve as an alternative strategy for oral health promotion.
Pengaruh Media Menempel Gambar terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun pada Anak Usia Dini Karisa Ginatania Auliani; Emelia Tonapa; Desie Rahmawati
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.8528

Abstract

Young children can be said to be a group at risk to disease-causing germs, such as those that cause diarrhea. Most cases of diarrhea may be avoided by doing hand washing with soap (HWWS). The results of a preliminary study at Keledang Kindergarten showed that seven children had experienced diarrhea in the past month and had not been practicing proper handwashing with soap. This study is intended to analyze the impact of health education using sticker media on the knowledge along with capabilities of handwashing with soap among young children at Keledang Kindergarten in Samarinda. This study implemented a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The study sample included children in Kindergarten Class B at Keledang Kindergarten in Samarinda, totaling 66 respondents selected using purposive sampling. The variables included knowledge and skills related to hand washing with soap. Data were collected using picture cards and checklists. Data analysis was completed using the Wilcoxon test. Before the intervention, 100% of the respondents had insufficient knowledge and were unskilled. After the intervention, knowledge improved to the good category (77,3%) and skills improved to highly skilled (87,9%). The Wilcoxon test yielded a p-value of 0,000 (p < 0,05). Health education using sticker media materials had a significant effect on knowledge and skills related to HWWS among early childhood students at Keledang Kindergarten in Samarinda; finally, this method is highly suggested as a solution for health education tool for young children.
Stres Kerja Guru Dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SLB X (Studi Fenomenologi) Amanda Stefia; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1349

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primaryappraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1 informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik berdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilan hati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondary appraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yang membantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapan latar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melalui penilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.
Pengaruh Media Wordwall Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Dalam Pemilihan Jajanan Sehat Pada Siswa SD Negeri 010 Samarinda Ulu Andini Dwi Rizky Putri; Yona Palin T; Emelia Tonapa; Dwi Hendriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1084

Abstract

Pemilihan jajanan sehat pada anak sekolah dasar masih menjadi permasalahan kesehatan karena rendahnya pengetahuan dan motivasi dapat meningkatkan risiko konsumsi jajanan yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media Wordwall terhadap pengetahuan dan motivasi siswa dalam pemilihan jajanan sehat di SD Negeri 010 Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest yang melibatkan 55 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan motivasi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori cukup (54,5%) dan motivasi kategori sedang (74,5%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media Wordwall, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan kategori baik dan hampir seluruh responden (98,2%) memiliki motivasi kategori kuat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan motivasi siswa (p-value = 0,000; p&lt;0,05). Dengan demikian, media Wordwall efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan yang interaktif untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa dalam memilih jajanan sehatserta berpotensi mendukung pelaksanaan program promosi kesehatan di sekolah dasar.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Cara Menyikat Gigi Pada Anak Tunagrahita Di Sekolah Dasar Luar Biasa Untung Tuah Kota Samarinda Destiani Cika Sepang; Emelia Tonapa; Bernadetha; Dwi Hendriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1344

Abstract

Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam menerima dan menerapkan informasi sehingga memerlukanpendekatan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Salah satu permasalahan yangperlu mendapat perhatian adalah pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, khususnya kemampuan menyikat gigisecara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metodedemonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan cara menyikat gigi pada anak tunagrahita di Sekolah DasarLuar Biasa Untung Tuah Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa tunagrahita kelasIII–VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pendidikan kesehatan diberikan melalui metodedemonstrasi sebanyak tiga kali, sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuandan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalamkategori kurang dan keterampilan menyikat gigi dalam kategori perlu bimbingan. Setelah intervensi, seluruhresponden mencapai kategori pengetahuan baik dan keterampilan sangat baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkannilai p = 0,000 (&lt;0,05) pada pengetahuan dan keterampilan, sehingga terdapat perbedaan yang signifikansebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi. Metode demonstrasi dapatmenjadi pendekatan pendidikan kesehatan yang efektif karena memberikan pengalaman belajar secara konkret,visual, dan melalui praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita.