Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELESTARIAN KERAJINAN PERAK (KENDARI WERK): Studi di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara Hayunira, Sasadara; Suyuti, Nasruddin; Taena, La
Jurnal Penelitian Budaya Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.823 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v3i1.7861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan Perak Kendari, dan untuk menganalisis pelestarian dan hambatan Perak Kendari yang dihadapi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan teori adaptasi dengan menerapkan pendekatan berorientasi tindakan untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian.Data utama dari penelitian ini adalah perak dan pemangku kepentingan terkait, sedangkan data pendukung adalah perak yang digunakan di Perak Kendari. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan sampai pada kesimpulan, berdasarkan akumulasi data dan bukti yang valid untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kerajinan perak melewati tahap-tahap berikut: perencanaan, menyiapkan bahan dan alat, membuat pola, mengisi pola menggunakan teknik kerawang, menyolder, memotong, membentuk, dan menyelesaikan. Upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh Dekranasda Sultra meliputi pelatihan, kerja sama, pemasaran dan peragaan produk, menjadi fasilitator, dan ikut serta dalam pameran dan kontes perhiasan. Di antara kendala yang ditemukan dalam pelestarian adalah kurangnya pengrajin perak, permintaan akan modal besar, dan perkembangan tren perhiasan yang cepat. Kata kunci: Pengembangan, kerajinan perak Kendari, perak                   Kendari
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN BENTUK PENANGANAN BUNKER PADA MASA PERANG DUNIA II DI KAWASAN LANUD TNI AU HALU OLEO, KECAMATAN RANOMEETO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Andi Hardianti Hardianti; Aswati Aswati; sasadara hayunira
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 5 No. 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1158

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kerusakan bunker dan bentuk penangananya di Kawasan TNI AU Haluoleo Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Tujuan dalam penelitian adalah menjelaskan mengenai bentuk kerusakan bunker dan bentuk penangananya terhadap kerusakan bunker. penelitian ini merupakan jenis penelitian analitis deskrptif dengan bentuk penalaran induktif didukung dengan analisis morfologi. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa bentuk kerusakan yang terjadi pada bangunan bunker adalah bentuk kerusakan mekanis. Kerusakan mekanis terbagi menjadi dua bagian yaitu retakan tarik dan retakan tekan. Retakan tekan ditandai dengan adanya retakan horizontal sedangkan retakan tekan ditandai dengan retakan secara vertikal. Upaya penanganan terhadap kerusakan bangunan bunker yaitu dengan melakukan penambahan sloof untuk memperkuat dinding bangunan bunker, penambahan sloof diterapakan pada retakan bangunan bunker sedangkan untuk penangan kerusakan yang disebabkan oleh pelapukan adalah melakukan pembersihan mekanis, pembersihan secara mekanis dilakukan terhadap tumbuhan lumut yang ada pada permukaan dinding bunker serta pada bagian dalam dinding bunker. Kata Kunci : Bunker, Kerusakan, Penanganan, Ranomeeto.
TINGGALAN KOLONIAL JEPANG DI DESA TANGGETADA KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kadek Dwi Saputra; ASwati Aswati; Sasadara Hayunira
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 5 No. 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1427

Abstract

Desa Tanggetada merupakan tempat ditemukannya tinggalan arkeologis yang berupa sisa-sisa bangunan Perang Dunia II yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:( 1) Apa saja tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamtan Tanggetada Kabupaten Kolaka. (2) Bagaimana fungsi tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggalan-tinggalan apa saja yang ada dan bagaimana fungsi tinggalan Pendudukan Jepang yang ada di lokasi Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada. Dalam penelitian yang dilakukan ini memakai teori arkeologi keruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggalan Pendudukan Jepang di Situs Desa Tanggetada terdiri atas Bunker berjumlah 4 buah, Revetment berjumlah 4 buah, Tungku berjumlah 1 buah, Sumur berjumlah 1 buah, Pertahanan darat pinggir pantai berjumlah 1 buah. Adapun bunker berfungsi sebagai sarana perlindungan ketika dalam situasi berperang. Revetment pesawat berperan sebagai tempat parkir pesawat sekaligus sebagai pelindung tubuh pesawat dari ledakan bom. Struktur tungku pada penelitian ini berfungsi sebagai sarana untuk memasak makanan dan minuman untuk kebutuhan hidup sehari-hari pasukan Jepang. Sumur berfungsi sebagai tempat pengambilan air, untuk kebutuhan seperti air minum dan mandi pasukan Jepang. Pertahanan darat sepanjang pantai ini berfungsi sebagai pertahanan penyerangan musuh dari laut.
TINGGALAN ARKEOLOGI MASA PERANG DUNIA II DI SITUS LAPANGAN UDARA BORO-BORO A/D KABUPATEN KONAWE SELATAN Heri Nopiyanto; Aswati M Aswati M; Sasadara Hayunira
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH Vol. 6 No. 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1980

Abstract

ABSTRAK Lapangan Udara Boro-Boro A/D merupakan situs bekas lapangan udara militer yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis peninggalan dan fungsi dari kawasan berdasarkan sarana militer Jepang yang terdapat di situs Lapangan Udara Boro-Boro A/D. Lapangan Udara Boro-Boro A/D merupakan situs bekas lapangan udara militer yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi keruangan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan bentuk penalaran induktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dicapai melalui studi pustaka, observasi atau survei lapangan, dokumentasi dan wawancara. Analisis data diterapkan dengan metode klasifikasi kemudian dilanjutkan dengan analisis kontekstual. Hasil penelitian menujukan bahwa tinggalan sarana militer Jepang di situs Lapangan Udara Boro-Boro A/D terdiri atas bangunan terowongan bawah tanah berjumlah 6 temuan, struktur bak air berjumlah 3 temuan, struktur bendungan berjumlah 1 temuan, revetmen pesawat berjumlah 3 temuan dan fitur bangunan berjumlah 1 temuan. Lapangan Udara Boro-Boro A/D  merupakan salah satu kawasan atau medan penting dan sebuah lapangan udara pengecoh untuk melindungi Lapangan Udara Kendari II yang sengaja dibangun oleh Jepang untuk mengecoh penglihatan musuh atau dari pantauan pesawat sekutu. Kata Kunci: Lapangan Udara Boro-Boro A/D, Tinggalan Arkeologi, Konawe Selatan.   ABSTRACT The Boro-Boro A/D airfield is the site of a former military air field built by Japan during World War II or the Pacific War. The research is aims to identify the types of relics and functions of the region based on Japanese military devices found at the Boro-Boro A/D air field site. This research uses the theory of mathematical space. This research is an analytic description by using an inductive form of reasoning.The data gathering in this research was accomplished through study libraries, observation or field surveys, documentation and interviews. Data analysis is implemented in classification methods and then followed with contextual analysis. The research shows that the height of Japanese military devices at the Boro-boro A/D air field site consists of 6 discoveries, waterhole structures totaling 3 discoveries, dam structures totaling 1 discoveries, and construction features 3 discoveries and 1 construction features. The Boro-boro A/D air field is one of the areas or crucial areas and an airfield diversion to protect the Kendari II air field deliberately built by the Japanese to distract an enemy's visual or an allied airliner. Keywords: Boro-Boro A/D Air field, Height of Archeological, South Konawe
Ajaran Tarekat Qadiriyyah Dan Naqsabandiyyah Dalam Naskah "Tarekat" Koleksi Museum Geusan Ulun Sumedang Hayunira, Sasadara; Supriatna, Agus
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 18 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.146 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v18i1.612

Abstract

This aims to reveal the contents of the ancient manuscripts, namely the ancient manuscript entitled "Tarekat" which is a collection of the Geusan Ulun Sumedang Museum, West Java. Philological approach was used as the method. The results obtained from the results of the edition as many as 82 pages, there are 128 words can't be read due to physical damage to the text and reading difficulties. There are copy errors on the text in the form of mechanical errors of 3 in the form of 2 repetitions of words, and 1 omission in the form of missing words. The contents of the text of the manuscript contain the teachings of the Qadiriyyah and Naqsabandiyyah orders. The teachings of the orders in this manuscript begin through the introduction of la??if, namely the collection of lat?fah (subtle parts of humans), then the introduction of various kinds of mur?qabah (behavior to draw closer to Allah), and then the procedure for performing both orders follows the reading of prayer 'wirid and the prize. This research provides important information that can add to the knowledge of previous researches about the tariqa in the Nusantara that is unique with the practice of incorporating the teachings of the tariqa in the Nusantara community. The founder figure of the merger between Qadiriyyah and Naqsabandiyyah orders is Sheikh Ahmad Khatib Sambas (1803 AD).Keywords: Teachings of the Qadiriyyah and Naqsabandiyyah Tariqa, Nusantara Ancient Manuscripts Artikel ini bertujuan untuk mengungkap isi naskah kuno berjudul “Tarekat”, yang merupakan koleksi Museum Geusan Ulun Sumedang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian filologi, yakni metode yang digunakan untuk mengedisi teks naskah kuno. Hasil penelitian ini menemukan bahwa naskah ini terdiri dari 82 halaman, dan terdapat 128 kata yang tidak dapat dibaca yang disebabkan oleh kerusakan fisik naskah dan menyebabkan kesulitan pembacaan. Terdapat tiga kesalahan penyalinan pada naskah berupa kesalahan mekanis mencakup dua ditografi, yakni kesalahan tulis berupa pengulangan kata, dan satu omisi yang berupa ketinggalan penulisan kata. Naskah ini berisi mengenai ajaran tarekat Qadiriyyah dan Naqsabandiyyah. Ajaran tarekat pada naskah ini dimulai dengan pengenalan la??if, yakni kumpulan lat?fah (bagian halus dari manusia), kemudian pengenalan mengenai macam-macam mur?qabah (perilaku untuk mendekatkan kepada Allah swt), dan setelah itu dijelaskan mengenai tatacara untuk melakoni kedua tarekat tersebut berikut bacaan do’a, wirid, dan hadiahnya. Penelitian ini memberikan informasi penting yang dapat menambahkan pengetahuan atas penelitian-penelitian terdahulu mengenai tarekat di Nusantara yang memiliki keunikan dengan adanya praktek penggabungan ajaran tarekat di masyarakat Nusantara. Pendiri penggabungan tarekat Qadiriyyah dan Naqsabandiyyah adalah Syeikh Ahmad Khatib Sambas (1803 M).Kata kunci: Ajaran Tarekat Qadiriyyah dan Naqsabandiyyah, Naskah Kuno Nusantara. 
Resepsi Naskah Masa'il As-Samarqandi Karya Syeikh Abu Laits As-Samarqandi Supriatna, Agus; Marhadi, Akhmad; Hayunira, Sasadara; Rasiah, Rasiah
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.996

Abstract

Information on the acceptance of the text manuscript is essential as a reference for Islamic teaching materials in Nusantara. This article aims to explain the reception of the ancient manuscript entitled "Masa'il As-Samarqandi" written by Sheikh Abu Laits As-Samarqandi. The study em­ployed philology research and descriptive analytic method with a literary reception theory approach. This ancient manuscript of Masa'il As-Samarqandi (MS) contains questions related to Islamic Aqidah. The study found that Masa'il As-Samarqandi manuscript is an explanatory text about the Islamic Aqidah. The text reception of MS is Qathrul Ghaits (Syarah Masa’il As-Samarqandi ) written by Syeikh Imam Nawawi Al-Bantani). Qathrul Ghaits makes commentary on the MS and adds the explanation from Qur’an and Hadist. The commentary contains the meaning of faith, the branches of faith, faith in Allah swt, faith in Angels, faith in the Prophets, faith in Allah's books, faith in the Last Day, and also discusses the explanation of the consequences of that faith, as well as its reflection on worship. This study indicates that Sheikh Imam Nawawi tried to explain each description of the text based on the reference source referred to. Keywords: Reception of text, manuscript, Masa’il As-Samarqandi, Imam Nawawi   ABSTRAK Informasi penerimaan teks suatu naskah penting diketahui, termasuk naskah kuno Masa’il As-Samarqandi ini yang merupakan naskah yang banyak digunakan sebagai rujukan materi ajaran aqidah Islam di Nusantara.  Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai resepsi teks naskah kuno yang berjudul "Masa'il As-Samarqandi" karya Syeikh Abu Laits As-Samarqandi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian filologi dan metode deskriptif analitik dengan pendekatan teori resepsi sastra. Naskah kuno Masa'il As-Samarqandi ini berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Aqidah Islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa teks Masa'il As-Samarqandi (selanjutnya disingkat MS) merupakan teks penjelasan mengenai Aqidah Islam, salah satu kitab hasil pembacaan MS adalah Kitab Qathrul Ghaits (Syarah Masa’il As-Samarqandi Karya Syeikh Imam Nawawi Al-Bantani). Kitab syarah ini menjelaskan setiap bagian isi teks MS disertai dalilnya dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. Awal penjelasannya berisi mengenai pengertian iman, penjelasan-khusus iman, iman kepada Allah swt, iman kepada Malaikat, iman kepada para nabi, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada hari Akhir, dan dibahas pula tentang penjelasan konsekuensi keimanan tersebut, juga refleksinya terhadap ibadah. Dilihat dari sisi pembacaan terhadap teks Masa’il As-Samarqandi, Syeikh Imam Nawawi berusaha menjelaskan setiap uraian teks berdasarkan sumber referensi yang dirujuk.  Kata kunci : Resepsi Teks, Naskah Kuno, Masa’il As-Samarqandi, Imam Nawawi
PELATIHAN TEKNIK MENULIS KREATIF DAN TEKNIK PARAFRASE KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS HALU OLEO Sultrayansa, Sultrayansa; Ningtyas, Rita Ayu; Ulfa, Nur Isnaini; Hayunira, Sasadara; Lestari, Dian Trianita
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/anoa.v5i1.48979

Abstract

The Community Service Program at Halu Oleo University, titled "Training in Creative Writing Techniques and Final Assignment Paraphrasing Techniques for Students of the Communication Science, Mathematics, Archeology and Plant Protection Study Program," aims to improve students' ability to produce various scientific papers and the ability to paraphrase in this scientific work so that the similarity percentage in the Turnitin test meets the reasonableness threshold standard. For example, Communication Science students must revise their final thesis assignments that do not meet the graduation threshold before taking the final thesis exam, up to a maximum of three rounds of testing. Of course, this takes a long time if students are not equipped with writing and paraphrasing skills in order to avoid being detected as plagiarized. This will almost certainly have an impact on the number of scientific works produced by students under the supervision of lecturers, as well as the timeliness with which students complete their studies at Halu Oleo University. During this training, students learn how to brainstorm ideas and put them into creative writing, as well as how to create a platform for expressing emotions and thoughts. Aside from that, some students can come up with several interesting titles to use as themes for writing their thesis at the end of their study period. The technique of paraphrasing scientific writing provides special insight for students regarding the need for originality of ideas and writing produced so that it becomes work that meets the rules of scientific writing. It also provides additional knowledge about how the Turnitin application and its algorithm work in detecting the level of similarity of a piece of writing, so that this can be a trigger for students to prioritize scientific writing that has a level of similarity that meets writing standards.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN BENTUK PENANGANAN BUNKER PADA MASA PERANG DUNIA II DI KAWASAN LANUD TNI AU HALU OLEO, KECAMATAN RANOMEETO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Andi Hardianti Hardianti; Aswati Aswati; sasadara hayunira
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 1: June 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i1.1158

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kerusakan bunker dan bentuk penangananya di Kawasan TNI AU Haluoleo Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Tujuan dalam penelitian adalah menjelaskan mengenai bentuk kerusakan bunker dan bentuk penangananya terhadap kerusakan bunker. penelitian ini merupakan jenis penelitian analitis deskrptif dengan bentuk penalaran induktif didukung dengan analisis morfologi. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa bentuk kerusakan yang terjadi pada bangunan bunker adalah bentuk kerusakan mekanis. Kerusakan mekanis terbagi menjadi dua bagian yaitu retakan tarik dan retakan tekan. Retakan tekan ditandai dengan adanya retakan horizontal sedangkan retakan tekan ditandai dengan retakan secara vertikal. Upaya penanganan terhadap kerusakan bangunan bunker yaitu dengan melakukan penambahan sloof untuk memperkuat dinding bangunan bunker, penambahan sloof diterapakan pada retakan bangunan bunker sedangkan untuk penangan kerusakan yang disebabkan oleh pelapukan adalah melakukan pembersihan mekanis, pembersihan secara mekanis dilakukan terhadap tumbuhan lumut yang ada pada permukaan dinding bunker serta pada bagian dalam dinding bunker. Kata Kunci : Bunker, Kerusakan, Penanganan, Ranomeeto.
TINGGALAN KOLONIAL JEPANG DI DESA TANGGETADA KECAMATAN TANGGETADA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kadek Dwi Saputra; ASwati Aswati; Sasadara Hayunira
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 5 No 2: December 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v5i2.1427

Abstract

Desa Tanggetada merupakan tempat ditemukannya tinggalan arkeologis yang berupa sisa-sisa bangunan Perang Dunia II yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:( 1) Apa saja tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamtan Tanggetada Kabupaten Kolaka. (2) Bagaimana fungsi tinggalan Kolonial Jepang yang terdapat di Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggalan-tinggalan apa saja yang ada dan bagaimana fungsi tinggalan Pendudukan Jepang yang ada di lokasi Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada. Dalam penelitian yang dilakukan ini memakai teori arkeologi keruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggalan Pendudukan Jepang di Situs Desa Tanggetada terdiri atas Bunker berjumlah 4 buah, Revetment berjumlah 4 buah, Tungku berjumlah 1 buah, Sumur berjumlah 1 buah, Pertahanan darat pinggir pantai berjumlah 1 buah. Adapun bunker berfungsi sebagai sarana perlindungan ketika dalam situasi berperang. Revetment pesawat berperan sebagai tempat parkir pesawat sekaligus sebagai pelindung tubuh pesawat dari ledakan bom. Struktur tungku pada penelitian ini berfungsi sebagai sarana untuk memasak makanan dan minuman untuk kebutuhan hidup sehari-hari pasukan Jepang. Sumur berfungsi sebagai tempat pengambilan air, untuk kebutuhan seperti air minum dan mandi pasukan Jepang. Pertahanan darat sepanjang pantai ini berfungsi sebagai pertahanan penyerangan musuh dari laut.
TINGGALAN ARKEOLOGI MASA PERANG DUNIA II DI SITUS LAPANGAN UDARA BORO-BORO A/D KABUPATEN KONAWE SELATAN Heri Nopiyanto; Aswati M Aswati M; Sasadara Hayunira
SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi Vol 6 No 2: December 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/sangia.v6i2.1980

Abstract

ABSTRAK Lapangan Udara Boro-Boro A/D merupakan situs bekas lapangan udara militer yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis peninggalan dan fungsi dari kawasan berdasarkan sarana militer Jepang yang terdapat di situs Lapangan Udara Boro-Boro A/D. Lapangan Udara Boro-Boro A/D merupakan situs bekas lapangan udara militer yang dibangun Jepang pada masa Perang Dunia II atau Perang Pasifik. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi keruangan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan bentuk penalaran induktif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dicapai melalui studi pustaka, observasi atau survei lapangan, dokumentasi dan wawancara. Analisis data diterapkan dengan metode klasifikasi kemudian dilanjutkan dengan analisis kontekstual. Hasil penelitian menujukan bahwa tinggalan sarana militer Jepang di situs Lapangan Udara Boro-Boro A/D terdiri atas bangunan terowongan bawah tanah berjumlah 6 temuan, struktur bak air berjumlah 3 temuan, struktur bendungan berjumlah 1 temuan, revetmen pesawat berjumlah 3 temuan dan fitur bangunan berjumlah 1 temuan. Lapangan Udara Boro-Boro A/D  merupakan salah satu kawasan atau medan penting dan sebuah lapangan udara pengecoh untuk melindungi Lapangan Udara Kendari II yang sengaja dibangun oleh Jepang untuk mengecoh penglihatan musuh atau dari pantauan pesawat sekutu. Kata Kunci: Lapangan Udara Boro-Boro A/D, Tinggalan Arkeologi, Konawe Selatan.   ABSTRACT The Boro-Boro A/D airfield is the site of a former military air field built by Japan during World War II or the Pacific War. The research is aims to identify the types of relics and functions of the region based on Japanese military devices found at the Boro-Boro A/D air field site. This research uses the theory of mathematical space. This research is an analytic description by using an inductive form of reasoning.The data gathering in this research was accomplished through study libraries, observation or field surveys, documentation and interviews. Data analysis is implemented in classification methods and then followed with contextual analysis. The research shows that the height of Japanese military devices at the Boro-boro A/D air field site consists of 6 discoveries, waterhole structures totaling 3 discoveries, dam structures totaling 1 discoveries, and construction features 3 discoveries and 1 construction features. The Boro-boro A/D air field is one of the areas or crucial areas and an airfield diversion to protect the Kendari II air field deliberately built by the Japanese to distract an enemy's visual or an allied airliner. Keywords: Boro-Boro A/D Air field, Height of Archeological, South Konawe