Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Fasilitas Belajar dan Kreativitas Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Didit Darmawan; Mujia Arrizhma; Lina Luthfiyyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4672

Abstract

Pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan manusia yang kompetitif dan unggul. Namun, Indonesia masih menghadapi banyak masalah, baik internal (seperti kompetensi dan kreativitas guru) maupun eksternal (seperti fasilitas belajar yang tidak memadai). Tujuan studi ini adalah untuk menyelidiki bagaimana hasil belajar siswa sekolah menengah pertama dipengaruhi oleh inovasi guru dan sumber belajar. Studi ini menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk buku referensi, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian relevan, menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik deskriptif kualitatif. Temuan penelitian mengatakan bahwa fasilitas belajar adanya pengaruh positif dan positif terhadap hasil belajar siswa, terutama ketika didukung oleh infrastruktur yang memadai, peralatan, dan bahan belajar yang memadai. Namun, pengaruh ini tidak selalu konsisten; beberapa studi menunjukkan fasilitas belajar memiliki pengaruh yang rendah atau tidak signifikan, yang mengindikasikan adanya peran faktor lain (motivasi internal siswa dan kualitas pengajaran). Penelitian tambahan menunjukkan bahwa inovasi guru seringkali memiliki dampak besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Motivasi dan pemahaman siswa dapat ditingkatkan oleh guru yang mampu menerapkan strategi pengajaran kreatif, memanfaatkan bahan ajar dengan baik, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Sehingga, sinergi antara pemanfaatan fasilitas belajar dan pengembangan kreativitas guru sangat penting untuk mendukung keberhasilan siswa SMP. Pengaruh ini tidak selalu konstan; penelitian lain menunjukkan bahwa fasilitas belajar memiliki dampak yang kecil atau bahkan tidak ada, menyarankan bahwa faktor lain seperti motivasi internal siswa dan kualitas pengajaran memainkan peran yang lebih besar. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, kreativitas guru seringkali secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Motivasi dan pemahaman siswa dapat ditingkatkan oleh guru yang mampu menerapkan strategi pengajaran inovatif melalui penggunaan sumber daya pengajaran berkualitas tinggi dan penciptaan lingkungan belajar yang menarik
Program Bimbel Gratis sebagai Upaya Pemerataan Kesempatan Belajar Anak Kurang Mampu di Dusun Tambak Sari Putri Lailatul Maghfiroh; Mas Ummu Chasbiyah; Mujia Arrizhma; Denis Nurista Sari; Annisa Suci Maryana; Hidayatus Sholikhah; Yurid Citra Ayu Putri; Nadia Marta Trilova; Rahayu Mardikaningsih; Fayola Issalillah
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan finansial dan minimnya fasilitas belajar di luar jam sekolah sering kali menjadi faktor utama pemicu ketertinggalan akademik serta kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan sistematis (problem, root of the problem, solution, program, dan implementation), program pengabdian yang dikawal oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya ini bertujuan untuk memeratakan kesempatan belajar anak melalui penyelenggaraan bimbingan belajar gratis di Dusun Tambak Sari, Desa Tambak Rejo, Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk memantau perubahan sikap dan pemahaman akademik peserta secara faktual. Sasaran program difokuskan pada siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah dengan materi spesifik IPAS mengenai struktur bagian-bagian bunga, di mana mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai pendamping utama dibantu oleh remaja setempat sebagai fasilitator. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep, kemandirian, kedisiplinan, serta keberanian siswa dalam proses instruksional. Pendampingan kelompok kecil ini efektif memitigasi hambatan les berbayar, meningkatkan kesiapan akademik anak, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap urgensi pendidikan di tingkat basis warga.
Pendampingan Bimbingan Belajar Berbasis Media Digital dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar di Putat Jaya Surabaya Mujia Arrizhma
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v6i1.2632

Abstract

Melalui bimbingan belajar berbasis media digital di lingkungan Sekolahan Surabaya Jalan Putat Jaya, Program Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan teknik observasi partisipatif dan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD), kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026. Permainan edukatif Wordwall dan PowerPoint termasuk media yang digunakan untuk menyajikan konten globalisasi secara interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan semangat, fokus, dan keterlibatan siswa dalam proses pendidikan. Selain itu, dibandingkan dengan teknik tradisional, pembelajaran menjadi lebih kolaboratif, menarik, dan tidak membosankan. Keterampilan sosial, kerja tim, dan pemikiran kritis siswa semuanya ditingkatkan melalui latihan ini, yang juga membangkitkan rasa ingin tahu mereka tentang pembelajaran di masyarakat. Akibatnya, bimbingan belajar berbasis media digital telah menunjukkan potensi sebagai pilihan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan relevan untuk meningkatkan standar pendidikan siswa sekolah dasar.
PERAWATAN LINGKUNGAN: KOLABORASI WARGA DAN RELAWAN DALAM PENGELOLAAN HUNIAN BARU DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT Rommy Hardyansah; Arif Rachman Putra; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Fayola Issalillah; Abidhatul Khoiroh; Lailul Fuadah Firdaus; Saidah Fiddaroini Harun; Aditya Hidayatus Sofyan; Mujia Arrizhma
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2228

Abstract

The development of Wonorejo Village, Rungkut District, has not been fully followed by the provision of basic infrastructure and adequate environmental management, resulting in various problems, such as declining roads, clogged drainage channels, wild vegetation growth, and low community participation in environmental maintenance activities. This community service activity aims to increase community participation through collaboration with volunteers in an effort to improve the quality of the residential environment. The method used is Participatory Action Research (PAR) combined with SWOT analysis through the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The results of the activity show an increase in environmental quality as indicated by the reopening of road access, improved drainage function, and increased cleanliness of the residential area.   Perkembangan Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut belum sepenuhnya diikuti oleh penyediaan infrastruktur dasar dan pengelolaan lingkungan yang memadai sehingga memunculkan berbagai permasalahan, seperti jalan yang mengalami penurunan, saluran drainase yang tersumbat, pertumbuhan vegetasi liar, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan perawatan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan partisipasi warga melalui kolaborasi dengan relawan dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan analisis SWOT melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas lingkungan yang ditandai dengan terbukanya kembali akses jalan, membaiknya fungsi drainase, serta meningkatnya kebersihan kawasan permukiman.