Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Self Care of Mental Health Generation Z Of Melanesia Race In Indonesia Behuku, Freodisa Meilisa; Alfianto, Ahmad Guntur; Amalia, Waifti
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v1i1.92

Abstract

Generation Z is the generation with an average age of 10 to 25 years. This generation is smarter and more active in digitalization than the previous generation. Mental health problems in Generation Z have increased every year. Efforts made by doing mental health self-care. One of the races in Indonesia, mental health problems often occur. The race is the Melanesian Race which is in the eastern part of Indonesia. Cultural factors and warfare have contributed to mental health problems in the region. This research aims to describe mental health self-care for Melanesians in Indonesia. This research design uses a quantitative descriptive research design with a survey approach. The sample used is Generation Z of the Melanesian Race with a total of 169 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. The measuring tool uses the Mindful Self-Care Scale questionnaire. The sampling technique is by distributing it through the Google form, Whatsapp groups, telegrams to social media. The research was conducted from September 2022 to February 2023. The description of the average mental health self-care for Generation Z of the Melanesian Race is mostly physical care (17.56 ± 4.986). while self-care mental health generation Z Race Melanesian (82.13±16.021). Mental health self-care for generation Z Melanesian race prefers physical care. And self-care for the mental health of Generation Z of the Melanesian Race is more towards positive behavior.
HUBUNGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY DENGAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 BULAN: Sari, Dwi Retno; Soelistyoningsih, Dwi; Amalia, Waifti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32099

Abstract

ASI esklusif diberikan enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa makanan tambahan kecuali obat atau vitamin. Esklusif breastfeeding self-efficacy dapat membantu ibu membangun motivasi diri dalam pemberian ASI esklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan breastfeeding self-efficacy dengan berat badan bayi usia 0-6 bulan di Desa Kucur. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode sampel jenuh. Kriteria inklusi yaitu ibu yang menyusui ASI esklusif usia 0-6 bulan, sedangkan kriteria eksklusi yaitu ibu yang memberikan PMT dini. Data diambil menggunakan kuisioner BSES-SF yang terdiri dari 12 pertanyaan dan pengukuran berat badan bayi. Data dianalisis menggunakan uji Sommer’s D. Skor BSE dipengaruhi oleh faktor berat badan bayi usia 0-6 bulan dan hasil penelitian didapatkan skor BSE rendah sebanyak 11 (47,8%) namun berat badan terbanyak yaitu berat badan yang mengalami kenaikan sebanyak 11 (47,8%). Hal itu dipengaruhi faktor psikologis, faktor fisik ibu, makanan ibu, dan nutrisi bayi yang bisa didapatkan dari MPASI. Sebagian responden masih menganggap bahwa pemberian ASI esklusif saja tanpa makanan atau minuman pendamping lain masih menyebabkan bayi rewel dan nutrisi belum tercukupi sehingga ibu kurang percaya diri dalam menyusui bayinya. Terdapat hubungan breastfeeding self-efficacy dengan berat badan bayi usia 0-6 bulan  dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), nilai (r) adalah 0,813 yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat.
Self Care of Mental Health Generation Z Of Melanesia Race In Indonesia Behuku, Freodisa Meilisa; Alfianto, Ahmad Guntur; Amalia, Waifti
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v1i1.92

Abstract

Generation Z is the generation with an average age of 10 to 25 years. This generation is smarter and more active in digitalization than the previous generation. Mental health problems in Generation Z have increased every year. Efforts made by doing mental health self-care. One of the races in Indonesia, mental health problems often occur. The race is the Melanesian Race which is in the eastern part of Indonesia. Cultural factors and warfare have contributed to mental health problems in the region. This research aims to describe mental health self-care for Melanesians in Indonesia. This research design uses a quantitative descriptive research design with a survey approach. The sample used is Generation Z of the Melanesian Race with a total of 169 respondents. The sampling technique used is purposive sampling. The measuring tool uses the Mindful Self-Care Scale questionnaire. The sampling technique is by distributing it through the Google form, Whatsapp groups, telegrams to social media. The research was conducted from September 2022 to February 2023. The description of the average mental health self-care for Generation Z of the Melanesian Race is mostly physical care (17.56 ± 4.986). while self-care mental health generation Z Race Melanesian (82.13±16.021). Mental health self-care for generation Z Melanesian race prefers physical care. And self-care for the mental health of Generation Z of the Melanesian Race is more towards positive behavior.
BANTING TUNA (Balita Anti Stunting dengan Tui Na Massage) PADA KADER POSYANDU Amalia, Waifti
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 1 No. 1 (2021): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.216 KB)

Abstract

Stunting (Anak Pendek) menjadi salah satu masalah yang sedang banyak dibahas di era saat ini. Peran penting dari orang tua maupun tenaga kesehatan dalam mengatasi dan mencegah stunting sangat berpengaruh dalam penurunan angka kejadian. Stunting dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama, hal ini perlu menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Dalam pemenuhan gizi sehari – hari, nafsu makan menjadi kunci pokok keberhasilan, pengendalian nafsu makan pada anak balita, keragaman gizi yang diberikan akan mempengaruhi optimalisasi pertumbuhan pada anak. Tui Na massage dapat menjadi solusi dalam meningkatkan nafsu makan pada anak, karena dapat memperlancar aliran darah yang terjadi di organ limpa dan pencernaan. Kejadian stunting di Dusun Trajeng desa Pakisjajar menjadi permasalahan pemerintah setempat karena hal ini smenjadi target kerja dari desa Pakisjajar. Selama ini skrining stunting dilaksanakan dengan pemeriksaan KPSP, DDST, dan bantuan gizi tambahan pada anak balita. Diharapkan dengan pelatihan pijat Tui Na pada kader posyandu dapat membantu mencegah dan mengurangi angka kejadian stunting di dusun Trajeng.
Hidup Berkualitas Bebas Kanker Payudara Dengan Cerdik dan Sadari Pada Remaja Putri Amalia, Waifti; Mayasari, Senditya Indah; Jayanti, Nicky Danur
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.5701

Abstract

Penderita kanker payudara telah banyak ditemukan pada usia muda bahkan tidak sedikit remaja putri usia empat belas tahun menderita tumor di payudaranya yang dapat berpotensi menjadi kanker apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kemenkes RI telah melaksanakan program deteksi dini kanker payudara yang dikenal dengan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan payudara lainnya. Tujuan utama SADARI adalah menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatannya menjadi lebih baik. Tingginya angka kejadian kanker payudara disebabkan kurangnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini payudara jika mengalami kelainan seperti benjolan. Program pemerintah sebagai upaya preventif adalah dengan promosi kesehatan melalui SADARI dan CERDIK. Penyuluhan pencegahan kanker payudara dengan SADARI dan CERDIK di kalangan remaja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang positif dari para remaja mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja putri untuk melakukan SADARI secara teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMKN 2 Malang pada siswi putri kelas 11. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan demonstrasi SADARI. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI sebelum diberikan penyuluhan hanya 3 siswi (10,3%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan setelah diberikan penyuluhan seluruh siswi (100%) memiliki pengetahuan baik. Hal ini terbukti bahwa metode penyuluhan dan demontrasi sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku seseorang.
MUSIK KLASIK MOZART SEBAGAI PILIHAN DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PRIMIGRAVIDA MENJELANG INTRANATAL Amalia, Waifti
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juli
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v1i1.2

Abstract

Anxiety in pregnancy is one of the problems faced by pregnant women in facing labor, especially for first-time pregnant mothers . One of impacts of the prolonged anxiety of pregnant women are getting the high MMR (Maternal Mortality Rate) and IMR (Infant Mortality Rate). Based on preliminary studies which was held on 2 March 2022, there were 13 primigravida third trimester who expererienced anxiety. The purpose of this study is to determine the effect of classical Mozart music therapy on anxiety level of third trimester primigravida in facing labor in Polindes Indah, Amd. Keb Singosari Sub District Malang Regency. The method used is the One Group Pretest-posttest design. The sample used was a 15 third trimester primigravida who met the inclusion criteria during May to July 2013 peeriod. Sampling technique used is Consecutive Sampling. Analysis of these results using Paired T-test analysis of the Test. The analysis shows that of the 15 respondents as given classical Mozart music therapy, all respondents indicate decreased anxiety levels. From the test results obtained Paired T-Test p <0.001, which means there is a significant influence anxiety levels before and after the classic Mozart music therapy. The results of this research was the classic Mozart music therapy can have a significant impact on lowering anxiety level of third trimester primigravida in facing labor in Polindes Indah, Amd. Keb Singosari Sub District Malang Regency
Efektivitas Ekstrak Kulit Manggis sebagai Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perinium pada Ibu Postpartum Amalia, Waifti; Danur Jayanti, Nicky; Indah Mayasari, Senditya
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 8 No 1 (2025): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v8i1.4079

Abstract

Perineal wounds in postpartum mothers carry a high risk of infection, which can delay healing and increase maternal mortality rates. The use of natural ingredients such as mangosteen peel (Garcinia mangostana Linn), known for its antibacterial and anti-inflammatory properties, has potential to accelerate wound healing. The goal is to find out if postpartum moms may speed up the healing of perineal wounds with a mangosteen peel decoction.  Using a one-group pre- and post-test strategy, this research used a pre-experimental design.  Fifteen women evaluated at TPMB Dhillah Shobirin Malang after giving birth and suffering from second-degree perineal lesions made up the sample. The intervention involved using mangosteen peel decoction for perineal cleansing three times daily for one week. Data were analyzed using the Wilcoxon Sign Rank Test. Before the intervention, all respondents (100%) experienced delayed wound healing (>14 days). After the intervention, 86.7% experienced rapid healing (1–6 days) and 13.3% experienced normal healing (7–14 days). Statistical analysis showed a significance value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention. The mangosteen peel decoction is effective in accelerating perineal wound healing in postpartum mothers. This study recommends the utilization of mangosteen peel as a complementary therapy for postpartum wound care.
Analisis Faktor Pola Makan Pada Balita Stunting: Transcultural Nursing: Analisis Faktor Pola Makan pada Balita Stunting dengan Pendekatan Transcultural Nursing Maulina, Rifzul; Retnaningsih, Reny; Safitri, Rani; Amalia, Waifti
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1.2024.98-103

Abstract

Background: In 2022, prevalence of stunting in Indonesia reach 21.6%. The direct causes of stunting was nutritional intake. The problem of nutritional intake was related to the cultural practices of Indonesian, so this research used a transcultural nursing. Objectives: This study aimed to identify factors influencing feeding patterns in stunting children based on transcultural nursing. Methods: Cluster sampling was used for this cross-sectional with 145 mother-child pairs. The independent variables were maternal education, economics, regulations and policies, cultural values and lifestyle, social and family support, religiosity and philosophy and technology. The dependent variable was feeding pattern. The instrument used was a questionnaire. Spearman Rho (p-value=0.05) was used to analyze the relationship between variables. Results: Economic factors (p=0.031; r=0.250), government policies and norms (p=0.034; r=0.180), cultural and lifestyle values (p=0.001; r=0.540), social support and family (p=0.000; r=0.270), religious and philosophical beliefs (p=0.000; r=0.321), and technological developments (p=0.002; r=0.210) were associated with feeding pattern, no correlation between feeding pattern and mother's education (p=0.689). Conclusions: Economy, regulation and policy, cultural value and lifestyle, religiosity and philosophy, social support and family, and technology associated stunting child's feeding pattern. Cultural beliefs and lifestyle were the most important factors for stunting children's feeding patterns so it is envisaged that paramedics continue to expand their preventive and persuasive efforts by providing health consultations to moms and families.
Program SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih): Pendekatan Pelatihan dan Pendampingan Kader di Dusun Tawangsari Mayasari, Senditya Indah; Amalia, Waifti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20265

Abstract

Background: Masa nifas merupakan periode krusial dalam menentukan keselamatan ibu pasca persalinan, namun masih banyak ibu yang belum mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal. Di Dusun Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, cakupan kunjungan nifas masih rendah, yaitu hanya 45% ibu nifas yang terpantau minimal dua kali, sementara 60% kader posyandu belum memiliki keterampilan deteksi dini tanda bahaya. Permasalahan rendahnya kunjungan nifas dan minimnya kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini komplikasi menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan skrining komplikasi masa nifas dan memperkuat sistem pemantauan berbasis komunitas. Metode: Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader, pendampingan lapangan, dan kunjungan rumah. Kader dilatih menggunakan lembar skrining nifas serta media edukasi, kemudian didampingi dalam praktik pemantauan langsung kepada ibu nifas. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 kader berhasil dilatih. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yakni rata-rata skor pretest adalah 53,13 meningkat menjadi 81,25 pada hasil postest. Selain itu, cakupan pemantauan ibu nifas meningkat dari 45% menjadi 82% untuk mendapatkan kunjungan dan pemantauan minimal dua kali selama masa nifas. Kesimpulan: program SEHATI NIFAS terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan memperluas cakupan pemantauan ibu nifas. Intervensi ini berkontribusi pada upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan keselamatan ibu, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pencapaian target kesehatan ibu di tingkat komunitas.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pencegahan Awal Diare pada Balita Prisilia, Prisilia; Satiti, Ika Arum Dewi; Amalia, Waifti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5354

Abstract

Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan, kematian, dan gangguan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai pencegahan awal diare pada balita di Posyandu Permata Hati, Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 55 ibu yang dipilih dari 120 populasi menggunakan probability sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berisi 20 item pilihan ganda tentang pengetahuan dan 15 pernyataan skala Likert tentang sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan analisis bivariat menggunakan uji Somers’ D untuk menilai kekuatan dan arah hubungan antara pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif terhadap pencegahan diare, serta terdapat hubungan yang signifikan secara statistik dengan koefisien korelasi yang sangat lemah. Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan sikap, namun pengaruhnya rendah sehingga faktor nonkognitif turut berperan dalam pembentukan perilaku pencegahan. Edukasi Kesehatan, Ibu, Kesehatan Anak, Pencegahan Diare, Sikap