Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Kualitas Pelayanan BPJS Kesehatan Terhadap Pasien Penderita Penyakit Diabetes Melitus Dalam Program PTM di Puskesmas Pilohayanga Karsum Hamzah. Demolingo; Riska Ahmad; Moh. Ichsan Antu
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i4.2716

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan berkelanjutan melalui Program Penyakit Tidak Menular (PTM). Mutu layanan BPJS Kesehatan menjadi penentu keberhasilan pengendalian penyakit sekaligus kepuasan pasien, sementara dilapangan masih ditemukan keluhan terkait waktu tunggu dan kendala administrasi pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran mutu layanan BPJS Kesehatan bagi pasien Diabetes Melitus dalam Program PTM di Puskesmas Pilohayanga ditinjau dari aspek input, proses, dan outcome. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di Puskesmas Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, pada bulan Juli 2026. Informan berjumlah tujuh orang, terdiri atas kepala puskesmas, dokter, perawat, penanggung jawab Program PTM, petugas BPJS/administrasi, serta pasien Diabetes Melitus dan pasien Program PTM, yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap proses pelayanan, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan mutu layanan tergolong cukup baik, didukung ketersediaan tenaga kesehatan, sarana-prasarana, obat-obatan, pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, dan pemantauan pasien, meskipun masih dijumpai kendala gangguan jaringan internet dan keterbatasan komunikasi dengan sebagian pasien. Dapat disimpulkan bahwa layanan BPJS Kesehatan melalui Program PTM di Puskesmas Pilohayanga telah cukup mendukung pengendalian Diabetes Melitus dan meningkatkan kepuasan pasien.
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) Menggunakan Metode Hot-Fit di Rumah Sakit Umum Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo Muh Rafli Noviansyah; Riska Ahmad; Merlin Abd Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i4.2993

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan sistem yang mendukung pengelolaan informasi kesehatan dan pelayanan rumah sakit. Penerapan RME di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo telah dilakukan sejak tahun 2023. Namun, dalam penerapannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti gangguan jaringan, proses loading yang lambat, dan downtime sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan RME berdasarkan aspek Human, Organization, Technology, dan Benefit menggunakan metode HOT-FIT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, yaitu Kepala Instalasi Rekam Medis, petugas rekam medis, dokter, perawat, dan petugas IT. Analisis dilakukan berdasarkan empat komponen HOT-FIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Human telah berjalan dengan baik. Pengguna memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai setelah memperoleh sosialisasi dan pelatihan. Aspek Organization juga menunjukkan dukungan manajemen melalui kebijakan, SOP, pelatihan, evaluasi, dan koordinasi antarprofesi. Pada aspek Technology, RME telah membantu akses informasi pasien, tetapi masih terdapat kendala jaringan, loading yang lambat, dan downtime. Aspek Benefit menunjukkan bahwa RME memberikan manfaat berupa kemudahan pencarian data, efisiensi dokumentasi, peningkatan koordinasi, keamanan penyimpanan data, serta kemudahan pelaporan dan monitoring. Secara umum, penerapan RME telah berjalan dengan baik, tetapi masih memerlukan peningkatan infrastruktur jaringan, performa sistem, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berkala.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Pada Unit Layanan Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo Wiranti Pakaya; Moh. Ichsan Arifin Antu; Riska Ahmad; Rahmawati A. Sau; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i4.3005

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan komponen penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, khususnya pada unit layanan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SIMRS pada unit layanan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Fokus evaluasi meliputi kualitas informasi yang dihasilkan oleh SIMRS, tingkat kepuasan pengguna, serta permasalahan yang muncul dalam proses penerapannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari petugas rekam medis yang terlibat langsung dalam penggunaan SIMRS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS pada unit rekam medis secara umum telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat dalam mempercepat proses pendaftaran serta pengelolaan data pasien. SIMRS mampu menghasilkan informasi yang cukup akurat dan mendukung pelayanan rekam medis. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, terutama gangguan jaringan, keterbatasan perangkat keras yang sudah usang, serta kesalahan pengguna (human error). Dari sisi kepuasan pengguna, sebagian besar petugas merasa terbantu dengan adanya SIMRS, meskipun masih diperlukan peningkatan pada stabilitas sistem dan pelatihan pengguna.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SIMRS di RSUD Tani dan Nelayan telah berkontribusi positif terhadap pelayanan unit rekam medis, namun perlu dilakukan perbaikan berkelanjutan pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pengguna secara optimal.