Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis web untuk pelestarian dan pembelajaran budaya tradisional Jambi. Platform yang diberi nama Serambi Baco LAM Kota Jambi ini mengintegrasikan tiga fungsi utama: pelestarian budaya melalui digitalisasi artefak dan naskah tradisional, media pembelajaran interaktif melalui multimedia dan kuis budaya, serta dokumentasi partisipatif melalui crowdsourcing terverifikasi. Sistem dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap Analysis mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui kuesioner kepada 50 responden masyarakat Jambi. Tahap Design menghasilkan arsitektur sistem, diagram UML, dan desain konten pembelajaran interaktif. Tahap Development menggunakan framework Laravel dan database MySQL. Tahap Implementation melibatkan validasi ahli oleh tiga pakar (media, konten budaya, dan desain pembelajaran), uji penerimaan pengguna dengan 30 responden, dan pengujian performa menggunakan GTmetrix dan Apache JMeter. Tahap Evaluation menggunakan evaluasi formatif dan sumatif dengan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengelola koleksi digital dalam 12 kategori budaya, meliputi Seloko Adat Melayu, pantun, cerita rakyat, dokumentasi tari tradisional, lagu daerah, manuskrip, foto, dan video budaya. Validasi ahli memperoleh skor rata-rata 84,2% (sangat layak), uji penerimaan pengguna mencapai 82,6% (sangat baik), skor SUS mencapai 73,5 (Grade B), dan pengujian beban menunjukkan sistem mampu menangani 500 pengguna simultan dengan tingkat keberhasilan 97,3%. Sebagai media pembelajaran digital, platform ini memberikan solusi efektif untuk pelestarian warisan budaya Jambi sekaligus menjadi media edukasi yang menarik bagi generasi muda melalui teknologi web modern.