Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN E-BOOKLET TERHADAP BREASTFEEDING SELF EFFICACY DAN MATERNAL DEPRESSIVE SYMPTOM DI MASA PANDEMI COVID 19 Siti Rochana; Septi Tri Aksari; Titi Alfiani
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15 No. 1 (2022): Vol. 15, No. 1 Edisi Maret 2022
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.581 KB) | DOI: 10.36760/jka.v15i1.324

Abstract

Post partum experience physical and psychological changes that can be affected by the COVID-19 pandemic. Mothers who cannot adapt to the critical postpartum period can experience psychological disorders that also affect breast milk production. The design used was quasi experimental with a pre and post test approach with control group design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample size of 60. The instruments used were the Breastfeeding Self Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). The statistical tests used were the Mann Whitney test and the Wicoxon Signed Rank Test. The results of the analysis showed that health education with e-booklets had a significant effect on breastfeeding self-efficacy with a value of =0.039 (<0.05) and an average increase of 7.16 which was higher than the control group. Meanwhile, on the EPDS score, the group with the provision of health education with e-booklets decreased by 1.5 points on average and the results of the analysis showed a significant effect with a value of =0.002 (<0.05). In conclusion, the provision of health education with e-booklets has an effect on breastfeeding self-efficacy and EPDS scores. Suggestions for breastfeeding mothers to read e-booklets to increase mother's self-efficacy and reduce EPDS scores. Keywords: Education, Breastfeeding self efficacy, Maternal depressive symptom, Covid-19
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SELF EFFICACY IBU MENYUSUI Rochana , Siti; Aksari, Septi Tri; Alfiani, Titi
Serulingmas Health Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan ibu yang kurang menyebabkan ibu kurang percaya diri dalam merawat bayi termasuk menyusui. Kepercayaan diri atau keyakinan diri ibu yang disebut dengan self efficacy, merupakan salah satu faktor keberhasilan menyusui. Intervensi pendidikan kesehatan digunakan sebagai salah upaya meningkatkan self efficacy ibu menyusui. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perubahan skor self efficacy pada ibu menyusui. Desain yang digunakan quasy experimental dengan pendekatan pre dan post test one group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling dengan jumlah sampel 30. Instrumen yang digunakan Breastfeeding Self Efficacy Scale-Short Form (BSESSF). Uji statistik yang digunakan adalah Wicoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap breastfeeding self efficacy dengan nilai ρ=0,000 (< 0,05) dan peningkatan sebelum dan sesudah intervensi dengan selisih rerata 7,40. Kesimpulannya pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap breastfeeding self efficacy. Saran untuk ibu menyusui agar memperoleh pendidikan kesehatan yang baik untuk meningkatkan self efficacy ibu menyusui.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN E-BOOKLET TERHADAP MATERNAL DEPRESSIVE SYMPTOM PADA IBU POST PARTUM Rochana , Siti; Aksari, Septi Tri; Alfiani, Titi
Serulingmas Health Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Stikes Serulingmas Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi yang adekuat akan membantu ibu melewati masa post partum dengan baik. Pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan sangat dibutuhkan ibu untuk melewati masa kritis tersebut. Masa post partum membutuhkan banyak penyesuaian yang dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikologis pada ibu post partum. Ibu yang tidak dapat beradaptasi dengan masa kritis post partum dapat mengalami gangguan psikologis. Intervensi pendidikan kesehatan digunakan sebagai salah upaya mengatasi maternal depressive symptoms pada ibu post partum. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perubahan skor maternal depressive symptoms pada ibu post partum. Desain yang digunakan quasy experimental dengan pendekatan pre dan post test one group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling dengan jumlah sampel 30. Instrumen yang digunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Uji statistik yang digunakan adalah Wicoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dengan reratanya menurun 1,5 poin dan nilai ρ=0,015 (< 0,05). Kesimpulannya pemberian pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Saran untuk ibu post partum agar memperoleh pendidikan kesehatan yang baik untuk mengatasi maternal depressive symptoms pada ibu post partum.
PREVALENSI KELUHAN PADA WANITA MENOPAUSE BERDASAR MENOPAUSE RATING SCALE Rochana, Siti; Setyaningrum, Iva Puspaneli; Alfiani, Titi; Suwariyah, Puji; Sefrina, Andin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48735

Abstract

Di Indonesia jumlah perempuan menopause semakin meningkat. Menopause menyebabkan > 80% wanita mengalami keluhan fisik dan psikologis dengan berbagai tekanan dan gangguan penurunan kualitas hidup. Kurang lebih 75% dari keluhan tersebut menimbulkan masalah bagi wanita menopause dan berdampak buruk terhadap kehidupannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui keluhan yang dirasakan oleh perempuan menopause berdasar Menopause Rating Scale (MRS). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif. Responden penelitian adalah perempuan yang sudah menopause di wilayah kerja Puskesmas Maos. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan umur 70-74 tahun memiliki jumlah terbesar yaitu 8 orang (27%). Sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 17 orang (57%). Lama menopause responden sebagian besar > 5 tahun sebanyak 24 orang (80%). Dan responden yang tidak memiliki penyakit kronis sebanyak 21 orang (70%). Hasil penelitian menunjukkan responden mengalami MRS berat sebanyak 4 orang (13%), responden mengalami MRS sedang sebanyak 13 orang (43%), responden dengan MRS ringan sebanyak 2 orang (7%) dan responden yang tidak ada keluhan sebanyak 37 orang (37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami MRS sedang, sebagian besar berumur 70-74 tahun, berpendidikan SD, lama menopause selama > 5 tahun dan tidak memiliki penyakit kronis.
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING STRESS IN BREASTFEEDING MOTHERS Alfiani, Titi; Rochana, Siti; Puspaneli, Iva; Suwariyah, Puji; Sefrina, Andin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31972

Abstract

Stres pada ibu menyusui dapat mempengaruhi produksi ASI. Ibu menyusui yang mengalami stres memiliki produksi ASI lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami stress. Stres pada ibu menyusui yang berlangsung secara terus-menerus berpengaruh terhadap keberlangsungan pemberian ASI Eksklusif. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres pada ibu menyusui diantaranya pengetahuan ibu tentang menyusui, usia, dukungan suami, status ekonomi, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stres Ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kesugihan I Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang terkumpul dan memenuhi criteria dianalisa secara univariat, bivariat menggunakan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menggunakan Uji Chi Square menunjukkan ada variabel yang mempengaruhi stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I Cilacap yaitu pengetahuan, dukungan suami, status ekonomi, dan status pekerjaan.  Hasil uji multivariat regresi logistik menunjukkan dukungan suami. menjadi faktor dominan yang berpengaruh terhadap stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I. Kesimpulan penelitian ini dukungan suami dan tingkat pengetahuan menjadi faktor dominan yang berpengaruh terhadap stres pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kesugihan I
PATOFISIOLOGI STUNTING : LITERATURE REVIEW Setiyaningrum, Iva Puspaneli; Alfiani, Titi; Rochana, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.40010

Abstract

Stunting merupakan suatu penyakit atau dapat berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini akibat kekurangan gizi ibu dan anak, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting pada anak merupakan hambatan terbesar bagi pembangunan manusia karena stunting merupakan masalah multidimensi yang mempunyai konsekuensi jangka panjang. Pada tahun 2012, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa secara global 162 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Berdasarkan hasil SSGI, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka stunting membuahkan hasil yang positif. Namun angka tersebut masih jauh dari target negara pada tahun 2024 sebesar 14% (Kementerian Kesehatan, 2023). Tingginya prevalensi stunting dapat menjadi salah satu faktor rendahnya kualitas sumber daya manusia di suatu negara. Stunting dapat menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif, rendahnya produktivitas anak, dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang mengakibatkan kerugian jangka panjang bagi perekonomian negara. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penjelasan mulai dari penyebab hingga dampak yang ditimbulkan oleh stunting. Metode tinjauan literatur dari lebih dari 20 jurnal penelitian tentang stunting. Dampaknya terdapat berbagai kondisi yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting dan apabila tidak ditangani secara serius akan menimbulkan berbagai kondisi serius yang mengancam kesehatan anak, sehingga diperlukan perhatian dan penatalaksanaan seluruh elemen secara komprehensif.
BERMAIN ORIGAMI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK DHF DI RUMAH SAKIT Karomatun Nisa; Andin Sefrina; Siti Rochana; Iva Puspaneli Setiyaningrum
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 2, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v2i1.149

Abstract

Masih tingginya angka kejadian DHF khususnya pada anak prasekolah akan berdampak pada tingginya insiden anak dirawat di rumah sakit akibat gejala yang muncul pada DHF. Proses perawatan anak di rumah sakit atau hospitalisasi seringkali menjadi stresor tersendiri bagi anak. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi stresor anak selama hospitalisasi yaitu bermain, salah satunya origami. Desain penelitian ini merupakan desain kualitatif pendekatan studi kasus, pada satu responden anak prasekolah yang dirawat karena DHF, bermain origami dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada penurunan tingkat kecemasan skala FIS 4 (cemas sedang) saat sebelum bermain menjadi skala FIS 1 (sangat tidak cemas) saat setelah bermain. Faktor yang berperan dalam penurunan kecemasan diantaranya pendampingan orang tua dan kebebasan anak dalam memilih kertas dan bentuk origami kesukaan. Bermain origami dapat menjadi alternatif tindakan untuk mengurangi kecemasan anak selama hospitalisasi. Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan diantaranya untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam penurunan kecemasan anak selama aktivitas bermain.
USABILITY ANALYSIS OF THE LASIRAH “LANCAR  ASI  SEHAT  IBU  RIANG  ANAK  DAN  HAPPY“ APPLICATION WITH THE USE QUESTIONNAIRE Siti Rochana; Septi Tri Aksari
Nursing Sciences Journal Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v10i1.7147

Abstract

Introduction:  The postpartum period is a crucial phase for mothers in maintaining exclusive breastfeeding. Low self-efficacy and postpartum depression are major barriers to breastfeeding success. Advances in digital technology offer opportunities to enhance maternal independence through innovations. Aims: This study aimed to analyze the usability level of the LASIRAH (Lancar ASI Sehat Ibu Riang Anak dan Happy). Method: The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional method. The subjects were 30 postpartum mothers who used the LASIRAH application for 7 days, selected using a purposive sampling technique. Usability was measured using the USE Questionnaire, which covers the dimensions of usefulness, ease of use, ease of learning, and satisfaction. Data were collected using a 1–4 Likert scale questionnaire and analyzed descriptively as part of a formative usability evaluation. Result: The overall usability score was 84.54%, categorized as very feasible. Specifically, the usefulness dimension scored 86%, ease of use 84.5%, ease of learning 83.5%, and satisfaction 84.15%. These results indicate that LASIRAH is highly useful, easy to use and learn, and provides high user satisfaction. Conclusions and Suggestions: LASIRAH shows strong potential for broader implementation to enhance breastfeeding self-efficacy and prevent postpartum depression through a user-centered digital health approach.
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL WISDOM-BASED COMPLEMENTARY THERAPY : TRADITIONAL HERBAL THERAPY IN THE PREVENTION AND MANAGEMENT OF STUNTING Iva Puspaneli; Titi Alfian; Roni Purnomo; Siti Rochana; Yenni Kristiana; Andin Sefrina; Sakiyan Sakiyan; Budi Priyanto; Puji Suwariyah; Destianti IM
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62227

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi komplementer berbasis kearifan lokal, khususnya terapi herbal tradisional, dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak. Studi ini berfokus pada efek terapi herbal terhadap status gizi, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier anak. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data nasional dan internasional untuk publikasi dari tahun 2017–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup uji acak terkendali (RCT), studi kohort, studi kuasi-eksperimental, dan tinjauan sistematis. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tanaman herbal tradisional seperti temulawak, kunyit, jahe, kelor, dan meniran memiliki potensi untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi saluran cerna dan penyerapan zat gizi, meningkatkan respons imun, serta mengurangi peradangan yang terkait dengan gangguan pertumbuhan. Beberapa studi juga melaporkan adanya perbaikan status gizi, peningkatan berat badan, dan kecenderungan peningkatan pertumbuhan linier. Selain penggunaannya dalam bentuk tradisional, beberapa studi melaporkan pengembangan tanaman herbal menjadi formulasi pangan yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, seperti produk suplemen pangan dan sediaan fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi. Terapi herbal tradisional berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pencegahan dan penanganan stunting dengan memperbaiki status gizi, fungsi imun, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier pada anak.
PENGUATAN KEPERCAYAAN DIRI MENYUSUI PADA IBU POSTPARTUM MELALUI INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS TEKNOLOGI Siti Rochana; Septi Tri Aksari
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7871

Abstract

Pendahuluan: Capaian ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal. Ibu postpartum berisiko mengalami masalah psikologis yang dapat memengaruhi keberhasilan menyusui. Kepercayaan diri menyusui (breastfeeding self-efficacy) merupakan determinan penting keberhasilan menyusui, namun intervensi tatap muka memiliki keterbatasan akses, waktu, dan keberlanjutan. Tujuan: Menganalisis pengaruh aplikasi keperawatan digital LASIRAH (Lancar ASI Sehat Ibu Riang Anak dan Happy) terhadap kepercayaan diri menyusui pada ibu postpartum. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RD) dalam dua tahap. Tahap pertama mengembangkan LASIRAH menggunakan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) dan menguji kelayakannya dengan Usefulness, Satisfaction, and Ease of Use Questionnaire (USE Questionnaire) pada 30 responden. Tahap kedua menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group pada 60 ibu postpartum di Kabupaten Cilacap tahun 2025, terdiri atas 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Kepercayaan diri menyusui diukur menggunakan Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Hasil: LASIRAH memiliki usability sebesar 84,54%. Skor kepercayaan diri menyusui kelompok intervensi meningkat dari 55,87 menjadi 65,87 secara signifikan (p0,001; Δ=10), sedangkan kelompok kontrol tidak bermakna (p=0,704). Kesimpulan: LASIRAH efektif meningkatkan kepercayaan diri menyusui dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan maternitas berbasis digital untuk mendukung pendampingan menyusui berkelanjutan. Diskusi: aplikasi ini disarankan untuk diterapkan di tingkat komunitas dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai media edukasi mandiri yang dapat diakses oleh ibu nifas dan tenaga kesehatan.