Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL Rouzatun Nisa; Chairanisa Anwar; Irhamna Irhamna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBUATAN SNACK SEHAT BERBASIS UMBI-UMBIAN SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL
REMAJA CERDAS TANPA DRAMA: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI, MENTAL, DAN GIZI SEIMBANG DI SMA NEGERI 1 SUKA MAKMUR Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Raudhatun Nuzul ZA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adolescent period constitutes a critical and multidimensional developmental stage, characterized by simultaneous transformations across biological, psychological, and social domains, necessitating structured and evidence-based health education responses. This community service program was designed to enhance the knowledge, attitudes, and health literacy of grade XI students at SMA Negeri 1 Suka Makmur across three principal domains: reproductive health, mental health, and balanced nutrition, through the implementation of an integrated, evidence-based educational intervention. The program employed a Participatory Learning and Action (PLA) methodology, integrating multimedia-based interactive lectures, Focus Group Discussions (FGD), case simulations, and structured educational games. The program was conducted over two days in March 2026, involving 120 student participants. Program effectiveness was assessed using validated pre-test and post-test questionnaire instruments. Data analysis revealed statistically significant improvements in mean knowledge scores across all domains: reproductive health increased from 58.4 to 82.1 (delta 40.6%), mental health from 55.7 to 79.8 (delta 43.3%), and balanced nutrition from 61.2 to 83.6 (delta 36.6%). Furthermore, 91.7% of participants reported high levels of satisfaction with the overall program. These findings consistently demonstrate that integrated and participatory health education interventions constitute an effective strategy for holistically improving adolescent health literacy. Accordingly, replication and institutionalization of similar programs within school settings are strongly recommended as a component of national health education policy. Keywords: Adolescent Reproductive Health, Mental Health, Balanced Nutrition, Health Education, Senior High School
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTINYAMUK BERBAHAN ALAMI DARI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN Aedes aegypti DI DESA KLIENG MEURIA, KABUPATEN ACEH BESAR Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Fitriliana Fitriliana; Eva Susanna; Rouzatun Nisa; Silmi Kaffah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan gigitan nyamuk adalah penggunaan repelan berbahan alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Daun kemangi (Ocimum basilicum) merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang mengandung senyawa aktif seperti linalool, eugenol, dan metil chavicol yang berpotensi sebagai repelan alami terhadap nyamuk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan pembuatan spray antinyamuk alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan spray antinyamuk berbahan minyak atsiri daun kemangi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Klieng Meuria, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test sebesar 47% menjadi 94% pada post-test. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan spray antinyamuk secara mandiri sesuai dengan prosedur yang telah diberikan. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan antinyamuk alami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemanfaatan tanaman lokal. Spray antinyamuk berbahan daun kemangi dapat menjadi salah satu alternatif repelan alami yang aman, mudah dibuat, ekonomis, serta ramah lingkungan untuk membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti.   Kata kunci: Aedes aegypti; daun kemangi (Ocimum basilicum), Demam Berdarah Dengue, pengabdian kepada masyarakat, spray antinyamuk.   Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains one of the major public health problems in Indonesia. The disease is caused by the dengue virus and transmitted through the bites of Aedes aegypti mosquitoes. One preventive approach to reduce mosquito bites is the use of natural repellents that are safer and more environmentally friendly than synthetic products. Basil (Ocimum basilicum) is a medicinal plant containing essential oil compounds such as linalool, eugenol, and methyl chavicol, which have the potential to act as natural mosquito repellents. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing basil leaves as a natural mosquito repellent spray. The program employed educational counseling, demonstrations, hands-on training in preparing basil essential oil-based mosquito repellent spray, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The activity was conducted at the Klieng Meuria Village Hall, Aceh Besar Regency, involving 30 participants consisting of housewives, PKK members, Posyandu cadres, and local community members. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average pre-test score increasing from 47% to 94% in the post-test. In addition, all participants were able to independently prepare the mosquito repellent spray according to the demonstrated procedure. The high level of participant engagement indicated that the utilization of medicinal plants as natural mosquito repellents was well accepted by the community. This community service activity successfully enhanced participants' knowledge, practical skills, and awareness regarding dengue prevention through the utilization of local medicinal plants. Basil leaf-based mosquito repellent spray can serve as a safe, economical, environmentally friendly, and easy-to-prepare natural alternative to help reduce the risk of Aedes aegypti mosquito bites.   Keywords: Aedes aegypti; basil (Ocimum basilicum); community service; Dengue Hemorrhagic Fever; natural mosquito repellent spray.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN FOOD BAR BERBASIS LABU KUNING DAN BERAS MERAH SEBAGAI SNACK SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI Rouzatun Nisa; Fitriyanti; Finaul Asyura; Silmi Kaffah; Kesumawati; Ismiati; Syarifah Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8%. Salah satu upaya pencegahan non-farmakologis adalah melalui modifikasi pola makan dengan memanfaatkan pangan lokal tinggi kalium, serat, dan antioksidan seperti labu kuning dan beras merah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan food bar berbasis labu kuning dan beras merah sebagai snack sehat dalam upaya pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pretest-posttest, meliputi tahap persiapan, edukasi kesehatan, pelatihan pembuatan food bar, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta ibu-ibu kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan dari 55,4 menjadi 86,7 dengan p-value 0,000. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan food bar secara mandiri dengan tingkat penerimaan yang baik pada uji organoleptik. Program pemberdayaan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan pola konsumsi ke arah snack yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Food Bar, Labu Kuning, Beras Merah, Hipertensi
EDUKASI DAN PELATIHAN REED DIFFUSER AROMATERAPI MINYAK ATSIRI LEMON RELAKSASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMK FARMASI Silmi Kaffah; Fitria; Rulia Meilina; Siti Samaniyah; Rina Kurniaty; Syarifah Yanti Astrina; Nurhayati; Syarifah Asyura; Kesumawati; Rouzatun Nisa; Muhammad Rizki; Syafriadi; Ulla Putri Safrina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap aromaterapi berbahan alami. Lemon (Citrus limon) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang kaya akan senyawa limonene, sitral, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sekaligus agen penenang (relaksan) susunan saraf pusat. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi merupakan kelompok usia produktif yang rentan mengalami kejenuhan dan penurunan konsentrasi belajar akibat padatnya kurikulum teori dan praktikum. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan Reed Diffuser aromaterapi berbahan dasar minyak atsiri lemon sebagai media relaksasi dan peningkatan konsentrasi belajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan materi, demonstrasi formulasi, praktik langsung pembuatan Reed Diffuser, uji coba penggunaan produk di ruang kelas, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 32 siswa SMK Farmasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 54 menjadi 86 (peningkatan 79%). Produk Reed Diffuser yang dihasilkan memiliki aroma segar khas jeruk lemon, warna bening kekuningan, laju difusi aroma yang stabil melalui batang rotan, serta tidak mengalami perubahan warna maupun bau tengik selama dua minggu penyimpanan. Sebanyak 84% peserta melaporkan perasaan lebih rileks dan 78% peserta merasa lebih mudah berkonsentrasi setelah menggunakan Reed Diffuser lemon selama sesi belajar di kelas. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi aromaterapi alami, memperkuat keterampilan formulasi sediaan farmasi sederhana, serta membuka wawasan kewirausahaan berbasis produk kesehatan alami bagi siswa SMK Farmasi. Kata Kunci: minyak atsiri lemon, Reed Diffuser, aromaterapi, relaksasi, konsentrasi belajar