Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU TAHUN 2016 Megasari, Miratu
Menara Ilmu Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i75.154

Abstract

            Penyakit Diabetes Mellitus dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah. Diabetes mellitus pada lansia tahun 2013 berjumlah 528 kejadian dan ditahun 2014 mengalami penurunan  menjadi 394 kejadian. Meskipun angka kejadiannya menurun tetapi penyakit diabetes mellitus masih termasuk 15 besar penyakit tertinggi di poli penyakit dalam RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah Analitik Kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad pada tanggal 20 April – 8 Mei 2016. Populasi dalam penelitian sebanyak 66 orang dengan teknik Sampling Aksidental. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dianalisa menggunakan uji statistic chi square. Diperoleh faktor yang berhubungan dengan diabetes mellitus pada lansia adalah riwayat keturunan ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 13,286), obesitas ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 11,200), pola makan ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 11,200), kurang aktivitas fisik ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 21, 000), sedangkan umur ( p value = 1,000 > 0,05), jenis kelamin ( p value = 0, 374 > 0,05) tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan, obesitas, pola makan dan kurang aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus.Kata Kunci : Faktor – Faktor, Diabetes Mellitus, Lansia
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU TAHUN 2016 Miratu Megasari
Menara Ilmu Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i75.154

Abstract

            Penyakit Diabetes Mellitus dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah. Diabetes mellitus pada lansia tahun 2013 berjumlah 528 kejadian dan ditahun 2014 mengalami penurunan  menjadi 394 kejadian. Meskipun angka kejadiannya menurun tetapi penyakit diabetes mellitus masih termasuk 15 besar penyakit tertinggi di poli penyakit dalam RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah Analitik Kuantitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad pada tanggal 20 April – 8 Mei 2016. Populasi dalam penelitian sebanyak 66 orang dengan teknik Sampling Aksidental. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dianalisa menggunakan uji statistic chi square. Diperoleh faktor yang berhubungan dengan diabetes mellitus pada lansia adalah riwayat keturunan ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 13,286), obesitas ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 11,200), pola makan ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 11,200), kurang aktivitas fisik ( p value = 0,000 < 0,05 OR = 21, 000), sedangkan umur ( p value = 1,000 > 0,05), jenis kelamin ( p value = 0, 374 > 0,05) tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan, obesitas, pola makan dan kurang aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus.Kata Kunci : Faktor – Faktor, Diabetes Mellitus, Lansia
EFEKTIFITAS SENAM LANSIA TERHADAP KUALITAS TIDUR DI PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA HUSNUL KHOTIMAH Miratu Megasari
Menara Ilmu Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i77.382

Abstract

Kualitas gangguan tidur adalah tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala selaluelah sepanjang hari, serta terus menerus. Studi pendahuluan yang peneliti lakukan dpelayanan social tresna werdha husnul khotimah dari 10 orang lansia sering terbangun 3sampai 5 kali pada malam hari ada 7 orang (70%) dan yang melakukan senam lansia secaraeratur ada 3 orang (30%) lansia ini tidak mengeluh tentang gangguan tidur. Tujuan Penelitianuntuk mengetahui efektifitas senam Lansia terhadap kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitianni adalah quasi eskperimen dan menggunakan desain penelitian one shoot case study. Populasseluruh lansia di pelayanan sosial werdha khusnul khotimah sebanyak 40 orang dan yangdijadikan sampel pada penelitian ini sebanyak 25 orang lansia yang mengalami gangguanidur. Hasil penelitian didapatkan perbandingan rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dansesudah dilakukan senam, sebelum dilakukan senam rata-rata kualitas tidur lansiamendapatkan nilai mean 14,44, dan setelah dilakukan senam rata-rata kualitas tidur lansiamendapatkan nilai mean 5,72. Berdasarkan uji paired t-test menunjukan pula nilai p valusebesar 0,0001, dimana nilai tersebut (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa adaperbedaan kualitas tidur lansia sebelum dan sesudah diberikan senam lansiaKata Kunci: Senam Lansia, Kualitas Tidur, Pelayanan Sosial Werdha
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KUNJUNGAN KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS BALAI MAKAM KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS TAHUN 2020 Siti Aminah; Zulfan Saam; Yuyun Priwahyuni; Novita Rany; Miratu Megasari
Menara Ilmu Vol 16, No 1 (2022): Vol. 1 No. 1 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i1.3348

Abstract

Program pemerintah guna mempercepat menurunkan angka kematian ibu dan bayi melewati program berkelanjutan (continuumof care) melalui strategi meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan melaksanan kegiatan kelas ibu hamil ditiap puskesmas. Salah satu manfaat dari kelas ibu hamil menurunkan angka resiko kematian ibu dan janin. Namun fenomena dimasyarakat, kunjungannya masih rendah (Kemenkes,2017). Tujuan penelitian menganalisis faktor penyebab rendahnya kunjungan kelas ibu hamil di Puskesmas Balai Makam. Jenis penelitian dengan survei analitik pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2020. Sampel penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 153 ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menyatakan sebesar 54,2% ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil. Sedangkan analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, pendapatan ekonomi, dukungan keluarga, keterjangkauan tempat terhadap kunjung ibu hamil pada kelas ibu hamil. Analisis regresi logistik menunjukkan dari 5 variabel terdapat 2 variabel berhubungan sebab akibat yakni sikap ibu hamil (p=0,003;OR=10,1;CI=2,223-45,979) pendapatan ekonomi keluarga ibu hamil (p=0,004;OR=3,3;CI=1,450-7,508) dan variabel pengetahuan ibu, dukungan keluarga tidak berhubungan. Juga terdapat 2 variabel counfounding. Kesimpulan faktor yang berhubungan sebab akibat terhadap rendahnya kunjungan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balai Makam Kabupaten Bengkalis yaitu sikap ibu hamil dan pendapatan ekonomi keluarga ibu hamil. Disarankan kepada pemegang program kelas ibu hamil agar memberikan materi lebih menarik, inovatif dan adaptif. Membuat grupwhatsapp guna memberikan info,mengingatkan kembali jadwal. Memberikan sosial support suami atau keluarga lainnya. Melakukan advokasi kepada pihak pemerintah desa untuk menyediakan tempat yang lebih nyaman dan privasi bagi ibu hamil selama kegiatan tersebut.