Oriny Tri Ananda
Universitas Negeri Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Value-Based Learning for SDGs: Integrating Bugis–Makassar Cultural Values (Siri’ Na Pacce) in Biology Education Arifah Novia Arifin; Hardianto Hardianto; Oriny Tri Ananda
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.1714

Abstract

Biology education often emphasizes conceptual knowledge while overlooking the integration of values and real-life contexts, which are essential for sustainability-oriented learning. This study explored biology education students’ perceptions of the potential implementation of Value-Based Learning (VBL) through the integration of Bugis-Makassar cultural values, especially siri’ na pacce, in biology education. Using an exploratory qualitative design, data were collected from 26 students across undergraduate, master’s, and doctoral levels through an expert-validated open-ended questionnaire and analyzed by content analysis. The findings show that students perceive siri’ na pacce as a meaningful value-based content that aligns with biology concepts, particularly ecology and interdependence. Its integration was viewed as a bridge between abstract scientific concepts and students’ lived experiences, fostering contextual, meaningful, and sustainability-oriented learning. Students also reported increased engagement, conceptual understanding, ecological awareness, and social responsibility. However, challenges were identified, including limited teaching materials, lecturer readiness, and concerns about scientific objectivity. Overall, the study suggests that VBL grounded in local wisdom has strong potential to support character-based and SDGs-oriented biology education, provided that curriculum, pedagogical, and institutional support are strengthened.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN DASAR TAHU DAN SAYUR: INOVASI PANGAN LOKAL BERGIZI DAN TERJANGKAU BAGI RUMAH TANGGA Dian Aswita; Nur Aisyah Takdir; Christina Aryanti Pada Soa; Oriny Tri Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/17pj7v19

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar tahu dan sayuran. Program ini bertujuan memberikan alternatif olahan sehat, bergizi, serta bernilai ekonomis sebagai solusi atas ketergantungan masyarakat pada makanan siap saji yang kurang sehat. Pelatihan berlangsung di Mesjid Al Muhajirin Kota Makassar dengan peserta sebanyak 20 orang anggota Majelis Taklim Al Muhajirat. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, tahap pelatihan, dan tahap evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test 88 meningkat menjadi 98 pada post-test atau terjadi peningkatan sebesar 11,36%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta menilai bahwa keterampilan ini bermanfaat tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha rumahan. Kontribusi kegiatan ini terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan terletak pada penguatan literasi pangan masyarakat, pengembangan keterampilan praktis, serta penerapan pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung. Dengan demikian, pelatihan pembuatan nugget tahu dan sayur dapat menjadi sarana edukasi aplikatif yang relevan bagi pendidikan nonformal sekaligus mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pangan lokal
Eskalasi Literasi Ilmiah Melalui Webinar 'Detektif Sains': Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa SMKN 6 Konawe Selatan Oriny Tri Ananda; Jendri Mamangkey; Dian Aswita; La Ode Adi Parman Rudia; Adi Pramuda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xgvter82

Abstract

Di tengah disrupsi era Society 5.0, penguasaan literasi sains dan keterampilan menulis karya tulis ilmiah (KTI) menjadi prasyarat mutlak bagi siswa, namun realitasnya capaian literasi ilmiah di daerah rural masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi literasi ilmiah siswa SMKN 6 Konawe Selatan melalui program pelatihan intensif bertajuk webinar "Detektif Sains". Pelaksanaan program menggunakan pendekatan pendampingan sistematis yang terdiri dari enam tahapan, yakni observasi awal, identifikasi problematika di sekolah, penyusunan solusi strategis, perancangan aksi, implementasi pelatihan melalui media webinar, serta evaluasi akhir. Partisipan dalam kegiatan ini berjumlah 25 siswa kelas XI. Instrumen evaluasi menggunakan survei untuk memetakan persepsi dan kendala teknis siswa dalam penulisan ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun seluruh siswa (100%) memiliki ketertarikan untuk mengangkat fenomena lokal menjadi ide riset, terdapat hambatan teknis yang signifikan. Sebanyak 84,2% peserta mengalami kesulitan dalam menyusun kerangka tulisan yang logis, dan lebih dari separuh peserta belum terbiasa memanfaatkan jurnal ilmiah sebagai referensi kredibel. Namun, pasca-intervensi melalui webinar, terjadi peningkatan pemahaman mendalam mengenai struktur KTI, teknik sitasi, dan formulasi latar belakang masalah. Program pelatihan karya ilmiah efektif dalam menumbuhkan budaya riset dan memberikan modalitas intelektual bagi siswa di daerah rural untuk menyusun karya ilmiah yang terstruktur. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan literasi antara wilayah urban dan rural dalam menghasilkan generasi yang literat secara ilmiah
How Far Is Digital Technology Utilized in Biology Learning? Profile and Challenges in Higher Education Nur Aisyah Takdir; Nurkhaerat Alimuddin; Dian Aswita; Oriny Tri Ananda; Nur Aisyah Ainun
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v6i1.1980

Abstract

Digital technology utilization has become an essential component of biology learning in higher education as it supports more interactive, flexible, and student-centered learning processes. This study aimed to describe the profile of digital technology utilization in learning among lecturers of the Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Makassar, based on students’ perceptions. The study employed a quantitative descriptive method with a survey approach involving 110 fourth-semester students from the Biology Education, Biology, and Biotechnology study programs selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including mean scores and percentages. The results indicated that the utilization of digital technology was categorized as high, with an overall mean score of 4.14. The digital material delivery aspect obtained the highest score (4.35), while technology utilization in laboratory activities received the lowest score (3.68). It can be concluded that digital technology has been optimally utilized in biology learning; however, greater efforts are needed to enhance its application in practical laboratory activities.
PELATIHAN INOVASI PROYEK SAINS: KREASI HERBARIUM BAGI SISWA SMP Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Faisal Faisal; Arifah Novia Arifin; Oriny Tri Ananda; Andi Rahmat Saleh; Andi Citra Pratiwi; Aswida Aswida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.77904

Abstract

Gowa Regency has abundant natural and cultural resources that hold potential for educational development. However, these resources have not been fully utilized in science learning at the junior high school level, including at SMP Negeri 1 Gowa, due to limited facilities and insufficient teacher training. This community service program aimed to empower students and teachers with relevant science and technology skills through project-based innovation training focused on herbarium creation. Herbarium, as a collection of preserved plants, serves as an effective learning medium to enhance biological concept understanding and foster conservation awareness. The program involved socialization, hands-on herbarium-making training, technology integration, mentoring, program sustainability, and final reflection. Data were collected through observation, tests, and reflection, and were analyzed descriptively. The results indicated that students successfully produced herbarium collections, demonstrating improvements in conceptual understanding, practical skills, and creativity. Teachers also gained experience in designing project-based learning aligned with the Merdeka Curriculum principles, enhancing their instructional competence in science education. Keywords: Training, Science Innovation, Herbarium, Merdeka Curriculum
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEDAGOGIK GURU MELALUI REVITALISASI KEARIFAN LOKAL BUGIS DALAM PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 1 GOWA Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Oslan Jumadi; Andi Asmawati Azis; Arifah Novia Arifin; Oriny Tri Ananda; Arsad Bahri; Nurul Magfirah Rahman
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84808

Abstract

This Community Service Program (PKM) aimed to improve teachers’ pedagogical competence through the revitalization of Bugis local wisdom in Biology learning at SMP Negeri 1 Gowa. The main problem faced by the partner school was the limited ability of teachers to implement innovative, contextual, and culture-integrated learning approaches. In addition, the integration of Bugis local wisdom values into classroom learning was still minimal. The methods applied in this program included socialization, training, material presentation, and mentoring in developing local wisdom-based learning tools. The program was conducted on August 28, 2025, involving 15 teachers. Evaluation was carried out through participant satisfaction questionnaires as well as pretests and posttests to measure teachers’ understanding improvement. The results showed that teachers were able to develop teaching modules and student worksheets integrated with Bugis local wisdom values such as siri’ na pacce, mappasituju, and environmental wisdom practices within Biology learning. The average participant score increased significantly from 64.5 in the pretest to 96.2 in the posttest. Participant satisfaction was also categorized as very satisfactory, with an average score of 4.56. Therefore, this PKM activity successfully enhanced teachers’ pedagogical competence and encouraged the creation of more contextual, innovative, and meaningful Biology learning through the integration of Bugis local wisdom. Keywords: pedagogical competence, Bugis local wisdom, Biology learning, cultural revitalization, community service program 
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN MODEL VARK DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR Nur Aisyah Takdir; Nurkhaerat Alimuddin; Oriny Tri Ananda; Rizki Seprida
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya belajar mahasiswa berdasarkan model VARK (Visual, Auditory, Read/Write, dan Kinesthetic) dalam kegiatan praktikum Biologi Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti praktikum Biologi Dasar. Data dikumpulkan menggunakan angket gaya belajar VARK berbasis skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi gaya belajar berada pada kategori setuju. Gaya belajar Kinesthetic memiliki nilai rata-rata tertinggi (4,17), diikuti oleh Auditory (4,04), Read/Write (3,89), dan Visual (3,75). Persentase respon Setuju dan Sangat Setuju mencapai 92,86%, yang menunjukkan kecenderungan positif mahasiswa terhadap instrumen VARK. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung memiliki gaya belajar kinesthetic–auditory dalam kegiatan praktikum Biologi Dasar. Oleh karena itu, pembelajaran praktikum disarankan dirancang secara multimodal dengan mengintegrasikan aktivitas praktikum langsung, penjelasan lisan, bahan ajar tertulis, dan media visual untuk mengakomodasi keberagaman gaya belajar mahasiswa.