Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Literatur Perhitungan Laju Erosi Untuk Mengukur Nilai Ekonomi Ekologi Menggunakan Metode Usle Dian Mardiati Sari; Desi Ade Trya; Lutfia Nursetya Fuadina
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jira.v11i1.839

Abstract

Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) adalah pendekatan yang sering digunakan untuk menghitung laju erosi tanah. Dalam konteks pengukuran nilai ekonomi ekologi, metode ini membantu mengidentifikasi dampak erosi terhadap produktivitas lahan dan ekosistem. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa erosi tanah dapat menyebabkan hilangnya unsur hara penting, yang pada akhirnya memengaruhi nilai ekonomi lahan. Penerapan metode USLE memberikan banyak manfaat, terutama dalam konteks pengelolaan sumber daya alam dan konservasi tanah. Metode USLE menjadi alat yang penting bagi para ahli lingkungan, perencana tata ruang, dan pembuat kebijakan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Land Registration Policy and the Absence of Gender Justice in North Sumatra M. Nazir Salim; Trisnanti Widi Rineksi; Rohmat Junarto; Dwi Wulan Pujiriyani; Westi Utami; Rosye C. Vilanova; Dian Aries Mujiburohman; Kusmiarto Kusmiarto; Mujiati Mujiati; Tatag Bagus Narendra; Annisa Nur Aisyah; Lutfia Nursetya Fuadina; Sarjita Sarjita; Millennia Duta Ramadhana; Berlian Imani Putri
Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan Vol. 5 No. 2 (2026): Marcapada: Jurnal Kebijakan Pertanahan
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/mj.v5i2.199

Abstract

Gender inequality in formal land ownership remains evident, particularly within indigenous communities, even though land rights are legally guaranteed equally for all citizens. This study evaluates the distribution of land ownership based on gender and to analyze the effectiveness of land registration programs, particularly the Complete Systematic Land Registration program, in North Sumatra Province. Using a mixed-methods approach, the research combines legal ethnography with quantitative analysis. Data were collected through field observations, focus group discussions, interviews with relevant stakeholders, and a literature review. Geographic Information Systems (GIS) were used to visualize the spatial distribution of land ownership. legal ethnography examined tenure systems and legal-cultural practices in the study sites. The research was conducted in two locations representing different socio-spatial contexts: Samosir Regency (rural-traditional) and Deli Serdang Regency (sub-urban). The findings reveal gender inequality in land ownership. Spatial analysis indicates that men dominate land ownership with 50.52%, while women account for 38.76%, and the remaining 10.72% of the data lack gender identification. The legal ethnographic analysis further shows that the patrilineal system and administrative barriers in land registration—such as the absence of gender-disaggregated data—continue to sustain the marginalization of women in obtaining equal land rights. The study concludes that regional transitions from rural to sub-urban settings provides greater opportunities for women to access land ownership. However, current government programs remain gender-neutral in design, which may inadvertently reinforce existing inequalities.
Perubahan Penggunaan Lahan dan Faktor Penyebab Urban Sprawl di Wilayah Peri-Urban Kabupaten Klaten Vania Rizky Nurrahmah Azizah; Lutfia Nursetya Fuadina
Tunas Agraria Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v9i2.591

Abstract

Abstract: Java Island's urbanization has reached a critical stage, with population densities expanding to the suburbs in addition to the city center. One of the most vulnerable locations under fast demographic pressure is Klaten Regency, which is a part of the Surakarta Raya (Subosukawonosraten) supporting area. This condition is consistent with the growing demand for developed land, which has led to urban sprawl in Klaten Regency's northern part, especially in the districts of Ceper, Delanggu, and Polanharjo. As a result, a significant amount of agricultural land has been transformed into developed regions. The purpose of this study is to determine the causes of urban sprawl as well as shifts in agricultural land use to built-up regions. This study uses a quantitative descriptive research method with a spatial approach by overlaying land use imagery from 2017 and 2025 collected from Sentinel 2 imagery, followed by Geographically Weighted Regression (GWR) analysis. According to the overlay data, urban sprawl has resulted in a significant rise in built-up areas of 375,02 ha (37.95%). The GWR analysis's findings show that accessibility, population growth, and the proportion of agricultural land in the study area are the main causes of urban sprawl. In industrial regions like Ceper Sub-District, land conversion is more significantly impacted by demographic pressure. Meanwhile, the accessibility and agricultural land area variables have a stronger influence in Polanharjo and Delanggu Sub-Districts.   Keywords: Urban Sprawl, Land Use Change, Causal Factors   Abstrak: Urbanisasi di Pulau Jawa telah mencapai titik krusial, di mana pemusatan aktivitas penduduk tidak hanya di pusat kota, melainkan menjalar ke wilayah pinggiran kota. Kabupaten Klaten sebagai bagian dari kawasan penunjang Surakarta Raya (Subosukawonosraten) menjadi salah satu titik paling rentan mengalami tekanan demografis yang pesat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan  lahan terbangun yang memicu fenomena urban sprawl di wilayah utara Kabupaten Klaten, khususnya di Kecamatan Ceper, Delanggu, dan Polanharjo yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun secara masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun dan faktor yang menyebabkan terjadinya urban sprawl. Penelitian ini menerapkan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial, berupa overlay citra penggunaan lahan pada tahun 2017 dan 2025, serta analisis Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil overlay menunjukkan adanya peningkatan lahan terbangun secara masif seluas 375,02 ha (37.95%). Hasil analisis GWR menunjukkan bahwa urban sprawl di lokasi kajian disebabkan oleh pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya aksesibilitas, serta luasan lahan pertanian. Tekanan demografis memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap konversi lahan di wilayah industri seperti Ceper. Sedangkan variabel aksesibilitas dan luas lahan pertanian memiliki pengaruh yang lebih kuat di Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Delanggu. Kata Kunci: Urban Sprawl, Perubahan Penggunaan Lahan, Faktor Penyebab