Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, financial stability, ineffective monitoring, changes in auditor, changes of director, dan frequent CEO’s pictures, dengan firm size sebagai variabel moderasi, terhadap pendeteksian fraudulent financial statements. Sampel terdiri atas 43 perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2019-2023, sehingga diperoleh 215 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) melalui EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress, changes in auditor, dan changes of director berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendeteksian fraudulent financial statements, sedangkan financial stability berpengaruh negatif dan signifikan. Ineffective monitory dan frequent CEO’s pictures tidak berpengaruh signifikan. Analisis moderasi menunjukkan bahwa firm size tidak signifikan memoderasi hubungan antara financial stability dan fraudulent financial statements.