Articles
Curhat Anonimitas Di Media Sosial Melalui Akun Menfess Twitter @S Oleh Remaja Awal Surabaya
Maharduta Adiwijaya;
Irwan Dwi Arianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1183
Penelitian ini membahas mengenai wacana yang terdapat pada cuitan twitter pada akun mention confess yakni @S sebagai salah satu akun menfess terbesar di kota Surabaya. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian dengan paradigma interpretatif yang menggunakan analisis tekstual dan menggunakan teori self-disclosure digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cuitan twitter yang diunggah melalui akun menfess @S dengan nilai-nilai anonimitas penggunanya merupakan suatu bentuk bahwa remaja awal memiliki kecemasan yang tinggi sehingga mereka memilih mengunggahnya sebagai identitas anonim. Pengungkapan diri inilah dilakukan dengan harapan bisa mendapatkan feedback informasi terkait bentuk konteks anonimitas dalam twitter dalam mengungkapkan ekspresinya dan yang diinginkannya dari para pengguna lain. Makna curahan hati anonim mengartikan bahwa penggunanya bercerita yang berkaitan hal dewasa atau negatif. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya dengan variabel yang serupa.
Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dan Informasi Di Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Jombang
Arianto, Irwan Dwi
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Dinamika Governance
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.494 KB)
|
DOI: 10.33005/jdg.v8i1.1216
Desa memiliki hak atas anggaran yang diatur di UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, desa juga diberikan tanggung jawab untuk melaporkannya secara akuntable, bersih dan transparan. Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) berserta pendukungnya dipersiapkan untuk menjadikan desa memiliki tata kelola pemerintahan yang cepat, efisien, transparan dengan tetap berpegang pada kearifan setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data melalui observasi partisipatori, indepth interview dan studi pustakauntuk menggali lebih mendalam bagaimana pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi di Desa Kesamben Kecamatan Kesamben Jombang. Pemanfaatan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam identifikasinya tampak pada beberapa aspek antara lain sumber daya manusia, sarana, prasarana. Terbatasnya sumber daya manusia yang berkemampuan Teknologi, Informasi dan Komunikasi menjadi kendala pada pemanfaatan Sistem Informasi Desa berikut dengan belum memadainya jaringan internet. Kata Kunci : Pemanfaatan TIK, Informasi Desa DOI https://doi.org/10.33005/jdg.v8i1.1216
STRATEGI KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PASIEN PENGIDAP BIPOLAR FASE DEPRESI
Dito Yusri Putra;
Heidy Arviani;
Irwan Dwi Arianto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i5.2023.2376-2384
Pengidap bipolar memiliki gangguan mental yang berupa perubahan emosi, perubahan pola tidur, tingkat aktivitas, dan perilaku yang tidak biasa. Diperlukan cara khusus dalam berkomunikasi dengan penderita. Interaksi keluarga kepada pasien sangat diperlukan sebagai upaya pemulihan kondisi mental dan mencegah melakukan hal-hal negatif. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah elemen komunikasi keluarga Wahlross (1998). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini dilakukan dengan snowball sampling dengan menetapkan informan yang berlokasi di Kota Surabaya. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menggunakan strategi komunikasi keluarga kepada pengidap bipolar sebagai bentuk kepedulian dan penanganan untuk pemulihan kondisi mental pengidap bipolar. Informan memiliki caranya masing-masing dalam melakukan komunikasi kepada pengidap bipolar sesuai dengan kemampuan dan pengalaman dalam penanganan. Dari penelitain ini dapat diketahui bahwa peran informan sangat penting dalam upaya pemulihan kondisi mental pengidap bipolar. Motivasi dari informan berperan dalam menghindari hal-hal negatif pengidap bipolar dalam melakukan sesuatu. Hambatan komunikasi yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu kontrol perilaku dan kondisi mental pengidap bipolar karena tiap pasien memiliki karakteristik yang berbeda terlebih ketika fase depresi.
AKTIVISME TAGAR #SAVENOVIAWIDYASARI DI TWITTER
Yulis Nila Sari;
Irwan Dwi Arianto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i8.2023.4084-4095
Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, APJII pada November 2016 penggunaan internet ditemukan sebanyak 129,2 juta atau 97,4% dari total keseluruhan pengguna internet lebih sering mengakses media sosial. Di masa pandemi COVID-19 penggunaan Twitter meningkat hingga 20% pengguna tiap harinya. Aktivisme dengan tagar #savenoviawidyasari menjadi salah satu gerakan sosial yang memanfaatkan Twitter sebagai saluran komunikasi saat pandemi COVID-19. Pada tanggal 4 Desember 2021 itu setidaknya ada lebih dari 21 ribu pengunggah tweet yang menyertakan #savenoviawidyasari untuk menuntut keadilan bagi korban bernama Novia Widyasari. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana aktivisme digital dalam kasus #savenoviawidyasari di Twitter. Metode yang digunakan yakni Netnografi berbasis data site Kozinets. Dalam menggunakan metode netnografi pengumpulan dan penyususan semua bentuk digital membentuk unit, sub struktur, dan struktur makna budaya. Aktivisme digital menurut Sandor Vegh dibagi dalam tiga kategori diantaranya kesadaran, mobilisasi, aksi dan reaksi. Sedangkan teori yang digunakan dalam melakukan analisis temuan menggunakan Network Society Manuel Castells. Ditemukan hasil bahwa kesadaran aktivisme dilihat dari jumlah suka dan komentar, mobilisasi dilakukan secara online dengan hashtag, dan aksi tuntutan hukum. Isu lainnya terkait #savenoviawidyasari seperti #percumalaporpolisi dan sahkan RUU TPKS. Segala gerakan aktivisme digital yang menunjukkan ketidakbecusan polisi berujung dengan tagar #percumalaporpolisi.
Pemanfaatan Electronic Word of Mouth (e-WOM) oleh Travel Blogger @Nazzizahh pada Media Sosial Instagram
Laurel Salsabilla Aurora;
Irwan Dwi Arianto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2831
Electronic Word of Mouth (e-WOM) merupakan salah satu bentuk promosi di era digital dengan mendistribusikan dan juga berbagi konten visual mengenai merek atau produk secara informal. Dengan menggunakan Teori Uses And Gratification oleh Elihu Katz, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana travel blogger @Nazzizahh dalam memanfaatkan Electronic Word of Mouth (e-WOM) pada media sosial Instagram. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengambilan data melalui penelusuran virtual, in-depth interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Electronic Word of Mouth (e-WOM) membantu dalam penyebaran konten visual mengenai opini, ulasan, rekomendasi dari lokasi pariwisata yang mendorong keputusan untuk berkunjung bagi konsumen potensial. Selain itu, @Nazzizahh meningkatkan e-WOM dengan ikut serta berinteraksi dengan para pengikutnya di media sosial sebagai pencari opini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akun @Nazzizahh memanfaatkan e-WOM melalui media sosial Instagram untuk promosi dilakukan melalui konten audio visual yang berisi rekomendasi, ulasan, dan opini tentang berbagai lokasi pariwisata dengan tiga dimensi e-WOM yaitu intensitas, arah opini, dan konten.
Konten “Sri Mulyani Ungkap Harga BBM Bisa Lebih Mahal Jika Warga Tak Bayar Pajak” di Kanal YouTube Tribun Timur dalam Analisis Resepsi Masyarakat
Ananta Bagasfalah;
Irwan Dwi Arianto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 11 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiip.v6i11.2600
Saat ini perkembangan internet sudah sangat pesat, bahkan media pun berkembang dengan sangat jauh. Bahkan saat ini media konvensional berjalan dengan sangat lambat dalam menyampaikan informasi dan mendapatkan umpan balik, namun saat ini dapat menyampaikan informasi dan mendapatkan umpan balik dengan waktu yang singkat akibat perkembangan internet. YouTube menjadi media sosial berbasis membagikan video terbesar, bahkan media massa membagikan membagikan informasi di media YouTube. Dan beberapa waktu terakhir terdapat video yang menuai kontroversi yang dipublikasikan di kanal YouTube Tribun Timur. Video tersebut menginformasikan tanggapan Sri Mulyani pada netizen yang tidak mau membayar pajak akibat dari kasus Mario Dandy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teori analisis resepsi Stuart Hall. Dalam teori analisis resepsi Stuart Hall, Stuart Hall mengkategorikan khalayak ke 3 posisi, yaitu dominant, oppositional, dan negotiated. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian ini adalah 3 posisi dominan, setuju dengan narasi Sri Mulyani dan penolakan membayar pajak adalah hal yang salah. 4 informan posisi negosiasi, setuju dengan narasi Sri Mulyani namun terdapat kesalahan dari pemerintah yang akibatnya terjadi penolakan membayar pajak. Selain itu kredibilitas dari narasi dipertanyakan dan penolakan adalah hal yang wajar karena kasus Mario Dandy. 1 informan posisi oposisi, karena narasi Sri Mulyani memberikan tantangan dan permasalahan baru, penolakan yang terjadi adalah hal yang wajar karena adanya kasus Mario Dandy.
PERILAKU CYBERBULLYING PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK (ANALISIS ISI KUALITATIF PERILAKU CYBERBULLYING DI KOLOM KOMENTAR DALAM AKUN TIKTOK @OFP24)
Utami, Ayu Wulandari;
Arianto, Irwan Dwi
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/linimasa.v7i2.11484
Advances in Internet technology have a positive impact on users in expanding social networks by using social networking or called social media. The negative effects of social media are online fraud, theft, identity abuse, pornography, cyberbullying and others. The purpose of this study is to know how cyberbullying is done in the comments column of the TikTok account @ofp24 at the postings in September - October 2023. In the study, CMC (computer mediated communication) theory is used by using a qualitative approach for miles&huberman's analysis of content. The collection of data in this research was by observation and documentation.The results of this research were the discovery of three types of cyberbullying that occurred in the comments column of the TikTok account @ofp24 in September-October 2023, namely flaming, harassment and denigration. Keywords: Social Media, Cyberbullying, TikTok
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI TERKAIT PERSEBARAN INFORMASI PPKM MIKRO PADA MEDIA SOSIAL TWITTER
Pratama, Fadhilah Putra;
Arianto, Irwan Dwi
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2022): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35326/medialog.v5i2.1748
PPKM mikro merupakan topik yang dibicarakan masyarakat. Pro dan Kontra memenuhi ruang pembicaraan terkait PPKM mikro terutama pada media sosial Twitter. Tujuan penelitian ini adalah pemetaan jaringan komunikasi yang terbentuk dalam proses penyebaran informasi terkait PPKM mikro saat wabah virus Covid-19 di media sosial Twitter. Penelitian menggunakan analisis jaringan komunikasi yang terdiri dari tiga level analisis yakni level analisis sistem, level analisis aktor, dan clustering. Data diambil dengan periode 1 Februari hingga 3 Maret 2021. Hasil dari penelitian ini memunculkan total 6474 nodes dan 7131 edges dengan nilai density 0,0001, nilai jarak 1, dan diameter 3. Jaringan komunikasi PPKM mikro menunjukan aktor yang berpengaruh berdasarkan nilai degree centrality yakni @detikcom. Clustering memunculkan tiga kelompok yang besar yang masing-masing kelompok mempunyai pembahasan yang berbeda. Cluster 784 tentang media yang memberitakan terkait PPKM mikro, cluster 160 berisikan protes kebijakan PPKM mikro, dan cluster 4200 berisikan protes aturan yang berlaku di PPKM mikro.
Penerimaan Mahasiswa Surabaya tentang Pemberitaan Pencalonan Gibran Sebagai Cawapres Prabowo di Media Kompas TV
Arifin, Mokhammad;
Arianto, Irwan Dwi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10530
Peluang Gibran maju sebagai cawapres tidak lepas dari putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XX1/2023 yang merubah batas usia capres dan cawapres. Keputusan ini menjadi kontroversial di masyarakat karena putusan keluar menjelang ditutupnya proses pendaftaran capres dan cawapres oleh KPU. Selain itu hakim yang memutuskan perkara tersebut merupakan paman Gibran, sehingga muncul banyak asumsi dimasyarakat adanya isu melanggengkan kekuasan melalui kuputusan hukum yang melanggar konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan mahasiswa terhadap pemberitaan pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo di media KompasTV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis resepsi dengan model encoding-decoding. Teknik pengumpulan data dilakukan secara wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa interpretasi mahasiswa sangat beragam. Mahasiswa yang memiliki sikap dominat-hegemonic position menyatakan setuju bahwa pross pencalonan Gibran melibatkan pelanggaran etika dan menabrak konstitusi; mahasiswa yang bersikap oppositional position menganggap bahwa permasalahan pelanggaran ada pada lembaga bukan pada paslonnya, mereka berpendapat proses pencalonan Gibran sah secara hukum. Simpulnya, resepsi mahasiswa mengenai pemberitaan Gibran sebagai cawapres Prabowo mayoritas setuju dengan pendapat narasumber.
Penerimaan Mahasiswa Surabaya tentang Pemberitaan Pencalonan Gibran Sebagai Cawapres Prabowo di Media Kompas TV
Arifin, Mokhammad;
Arianto, Irwan Dwi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10530
Peluang Gibran maju sebagai cawapres tidak lepas dari putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XX1/2023 yang merubah batas usia capres dan cawapres. Keputusan ini menjadi kontroversial di masyarakat karena putusan keluar menjelang ditutupnya proses pendaftaran capres dan cawapres oleh KPU. Selain itu hakim yang memutuskan perkara tersebut merupakan paman Gibran, sehingga muncul banyak asumsi dimasyarakat adanya isu melanggengkan kekuasan melalui kuputusan hukum yang melanggar konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan mahasiswa terhadap pemberitaan pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo di media KompasTV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis resepsi dengan model encoding-decoding. Teknik pengumpulan data dilakukan secara wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa interpretasi mahasiswa sangat beragam. Mahasiswa yang memiliki sikap dominat-hegemonic position menyatakan setuju bahwa pross pencalonan Gibran melibatkan pelanggaran etika dan menabrak konstitusi; mahasiswa yang bersikap oppositional position menganggap bahwa permasalahan pelanggaran ada pada lembaga bukan pada paslonnya, mereka berpendapat proses pencalonan Gibran sah secara hukum. Simpulnya, resepsi mahasiswa mengenai pemberitaan Gibran sebagai cawapres Prabowo mayoritas setuju dengan pendapat narasumber.