Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

ANALISIS PEMERIKSAAN CT SCAN ABDOMEN PADA KASUS SUSP STENOSIS PYLORUS GASTER DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP PERSAHABATAN Taufani, Maria Selania; Prasetya, I Made Lana; Mahendrayana, I Made Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34682

Abstract

Stenosis pylorus adalah kondisi penyempitan pada bagian pylorus gaster yang menghambat pengosongan lambung ke usus. Penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi dan jarang ditemukan pada orang dewasa. Pemeriksaan CT Scan abdomen dengan kontras merupakan modalitas efektif untuk menegakkan diagnosis stenosis pylorus karena mampu memberikan visualisasi anatomi lambung dan pylorus yang lebih baik dibandingkan modalitas lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan abdomen, serta penggunaan media kontras oral dan intravena pada kasus susp stenosis pylorus gaster di RSUP Persahabatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Juli–Agustus 2024. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mentranskrip hasil wawancara, mereduksi informasi relevan, dan melakukan coding terbuka untuk menarik kesimpulan. Prosedur pemeriksaan CT Scan abdomen dimulai dengan pemindaian topogram dari diafragma hingga symphysis pubis, diikuti dengan scan pre-kontras, post-kontras, dan scan full-blass. Media kontras oral berupa campuran 150 ml iodine dan 450 ml air mineral diberikan sekali sebelum pemeriksaan, sedangkan media kontras intravena sebanyak 50 ml dengan flow rate 2,5 ml/detik diberikan setelah scan pre-kontras selesai. Meskipun metode ini berbeda dari teori yang melibatkan tiga jenis kontras (oral, anal, dan intravena), pendekatan yang digunakan di RSUP Persahabatan tetap memberikan visualisasi anatomi yang memadai untuk menegakkan diagnosis stenosis pylorus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN INFEKSI DENGAN PRAKTIK PPI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD ARIFIN ACHMAD Purnamasari, Devi; Bisra, Marido; Christy Amanda, Stephani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34967

Abstract

Infeksi nosokomial menjadi suatu rintangan global bagi rumah sakit, dikarenakan mengakibatkan morbiditas dan mortalitas meningkat, menimbulkan biaya perawatan medis yang lebih tinggi serta memperpanjang durasi penanganan. Oleh karena itu, penanganan infeksi nosokomial dipandang sebagai elemen penting pada kesehatan. Berdasarkan hasil observasi di Instalasi Radiologi RSUD Arifin Achmad bahwasanya, radiografer yang bertugas pada area pemeriksaan konvensional saat melakukan kebersihan tangan menggunakan air dan sabun maupun dengan alkohol, tidak mempraktikkan 6 langkah cuci tangan. Lalu, tidak menggunakan alat pelindung diri masker saat berinteraksi langsung dengan pasien dan saat mengatur posisi pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan pengetahuan infeksi nosokomial dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi oleh radiografer di Instalasi Radiologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Menggunakan variabel dependen yaitu praktik serta variabel independen yaitu pengetahuan. Data primer dikumpulkan secara observasi langsung serta memberikan kuisioner kepada radiografer. Metode pengumpulan sampel menggunakan non probability sampling. Lokasi pelaksanaannya di Instalasi Radiologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau pada Maret-Mei 2024. Hasil persentase pengetahuan infeksi nosokomial dan praktik pencegahan dan pengendalikan infeksi sama-sama memiliki persentase 100% dengan kategori yang baik, sedangkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,709 signifikansi (Sig.) 0,000. Disimpulkan adanya hubungan pengetahuan infeksi nosokomial dengan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi oleh radiografer di Instalasi Radiologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
ANALISIS PEMERIKSAAN MSCT ABDOMEN DENGAN KLINIS CA RECTUM DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Darawia, Inggrid Anjali; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Wikanadi, Ni Komang Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35103

Abstract

Abdomen merupakan rongga terbesar pada tubuh manusia yang berbentuk lonjong dan meluas dari diafragma hingga pelvis. Kanker rektum merupakan pertumbuhan sel abnormal yang berasal dari mukosa usus besar bagian bawah, yang sering kali menimbulkan gejala seperti perdarahan pada rektum, perubahan kebiasaan buang air besar, dan penurunan berat badan. Multi Slice Computed Tomography (MSCT) merupakan sebuah modalitas imejing yang sangat penting dalam membantu penegakan diagnosa dan staging kanker rektum, serta dapat mengidentifikasi metastasis dan komplikasi seperti perforasi dan pembentukan fistula. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan mengambil 3 pasien dengan klinis kanker rectum. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Prosedur pemeriksaan MSCT Abdomen pada klinis Ca rectum memiliki serangkaian persiapan diantaranya pasien cek ureum dan kreatinin, puasa 4-6 jam sebelum pemeriksaan, posisi pasien supine feet first dengan tangan di atas kepala. Pemasukan media kontras dilakukan dengan cara oral, rectal, intravena sebanyak 80 ml dengan flowrate 2,5 ml/detik. Tahapan scanning pre dan post contrast.Teknik Pemeriksaan menggunkan oral, rectal dan intravena ini sudah cukup untuk mendiagnosa dan waktu pemeriksaan menjadi lebih singkat karena tidak dilakukan 3 fase pada pemeriksaan ini. hanya saja kurang memberikan informasi yang detail seperti vaskularisasi tumor dan metastasis mikro yang mungkin terlihat pada fase-fase tertentu.
PERAN SEKUEN DIXON PADA PEMERIKSAAN MRI MRCP DENGAN KASUS KOLELITIASIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH DENPASAR Lintjewas, Christina Aptriana Venia; Juliantara, I Putu Eka; Sugiartha, Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35271

Abstract

Kolelitiasis adalah penyakit yang sering terjadi pada sistem bilier, ditandai dengan adanya batu empedu yang dapat menyebabkan nyeri akut dan komplikasi lainnya. Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) merupakan salah satu metode non-invasif yang digunakan untuk visualisasi saluran empedu dan pankreas, dengan penggunaan sekuen Dixon yang bertujuan untuk memisahkan jaringan lemak dari jaringan non-lemak guna meningkatkan kualitas citra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekuen dixon pada pemeriksaan MRCP dengan kasus kolelitiasis di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis radiologi, serta analisis citra hasil pemeriksaan MRI MRCP. Lima pasien dengan kasus kolelitiasis dari Januari hingga Maret 2024 menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sekuen Dixon pada prosedur MRI MRCP dapat meningkatkan kontras citra dengan meminimalkan artefak yang disebabkan oleh jaringan lemak, sehingga memudahkan identifikasi batu empedu. Namun, kekurangan dari sekuen ini adalah durasi pemeriksaan yang lebih lama, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien. Kesimpulannya, sekuen Dixon memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas hasil pencitraan pada pemeriksaan MRI MRCP, terutama dalam kasus kolelitiasis, meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang perlu diperhatikan.
Pendampingan Radiografer dalam Quality Control Pengujian Kolimator di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang Rosidah, Siti; Jamil, Masfufatun; Suraningsih, Nanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 4 (2024): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i4.500

Abstract

One of the quality assurance programs is collimator testing on X-ray aircraft. According to KMK no. 1250 of 2009 Collimator testing on Sinr-X aircraft is carried out once a month. The Bhayangkara Hospital Radiology Installation already has a quality assurance program for radiography equipment, however collimator testing on aircraft is not carried out routinely, most recently in August 2020 when the X-ray aircraft was installed and when licensing was to be carried out. The service team wants to provide conformity testing services related to collimator testing and provide motivation to partners to routinely carry out equipment quality control programs through socialization and assistance in conformity testing of X-ray aircraft collimators in accordance with KMK No. 1250 concerning quality control. The research results show that a quality control program for X-ray aircraft already exists but has not been carried out routinely, the results of collimator field area testing experienced deviations that were still within the normal limit below the standard, namely less than 2%. To ensure that the X-ray aircraft is in good condition and to ensure that the radiation dose to the patient does not occur again, a quality control program should be carried out periodically.
Edukasi Processing Film Radiografi Manual Pada Mahasiswa Baru Program Studi Radiologi Utami, Lucky Restyanti Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v3i4.655

Abstract

Radiographic film processing is divided into conventional and digital. Conventional radiography film processing uses manual and automatic while digital radiography film processing uses computed radiography and digital radiography. Conventional radiographic film processing is carried out in a special room called a darkroom. As time goes by, Radiology Installations in various health services are starting to abandon conventional radiographic film processing and switch to digital. However, as a basic knowledge, radiology students must still know conventional radiographic film processing in order to know the development process of radiographic film processing. The aim of the education carried out for new students at the Widya Husada University Semarang Radiology Study Program is to increase knowledge of manual radiographic film processing and increase knowledge of the steps for using manual radiographic film processing. This educational activity is carried out using lecture and practical methods. Based on educational activities carried out for new students of the Radiology Study Program, the results showed that there was an increase in knowledge regarding manual radiographic film processing by 100% and there was an increase in knowledge regarding the steps for using manual radiography film processing by 97.8%.
Prevalence of condensing osteitis on panoramic radiographic at the Department of Radiology RSGMP Hasanuddin University in 2023: Prevalensi condensing osteitis pada radiografi panoramik di Departemen Radiologi RSGMP Universitas Hasanuddin Tahun 2023 Musmar, Aisyah; Yunus, Barunawaty
Makassar Dental Journal Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v13i3.865

Abstract

The most common radiopaque lesion in the jaws is condensing osteitis (CO), which occurs in 4-7% of the general population. The hallmark of CO consists of a solid radiopaque mass adjacent to the apex of the tooth and has well-defined edges and a faint tran-sition to the surrounding bone. This study examined the prevalence of CO on panoramic radiographs at the Radiology Department of Dental Hospital Hasanuddin University in 2023. Descriptive observational study with cross-sectional design through panoramic radiography data in January-December, then the results were entered into distribution tables. The CO was mostly found at the age of 21-30 years as much as 33.0%, with female gender as much as 62.1%, and in the lower jaw as much as 72.8%. It was concluded that the prevalence of CO in the oral cavity was high due to the low level of knowledge and public awareness of oral health maintenance and suboptimal oral health services.
Analisis Waktu Tunggu Ekspertise Foto Radiodiagnostik Pasien Rawat Inap di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara TK. II Medan Fadhilla Qudsi Ramadhani; Arifah Devi Fitriani; Deli Theo
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.313

Abstract

Waktu tunggu dalam pelayanan radiodiagnostik sangat mempengaruhi mutu pelayanan yang ada dalam rumah sakit, hal ini karena pelayanan penunjang medis sangat berpengaruh pada penentuan diagnosis kepada pasien. Tujuan Penelitian yaitu untuk menganalisis waktu tunggu ekspertise foto radiodiagnostik pasien rawat inap di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara TK. II Medan Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mixed methods. Sampel pada penelitian ini pasien rawat inap yang datang ke instalasi radiologi RS Bhayangkara TK. II Medan untuk melakukan foto radiodiagnostik ialah sebanyak 72 orang dari bulan juni sampai juli 2023. Berdasarkan umur mayoritas usia 21 – 35 tahun sebanyak 38 orang (52.8.0%), dan Jenis kelamin mayoritas laki – laki sebanyak 38 orang (52.8%), pendidikan mayoritas SMA sebanyak 32 orang (44.4%), dan pekerjaan mayoritas bekerja sebanyak 46 orang (63.9%). Waktu tunggu pelayanan untuk pasien baru adalah 176 – 225 menit dikategorikan lama pemeriksaan dilakukan lebih dari 180 menit. Upaya yang diharapkan kepada Pimpinan Instalasi Radiologi RS Bhayangkara TK. II Medan untuk menangani keluhan pasien yaitu dengan memberikan pengertian kepada pasien tentang jalannya pemanggilan antrian pemeriksaan yaitu apabila jenis pemeriksaannya berbeda maka berbeda ruang pemeriksaan dan berbeda pula urutan pemanggilannya.
PENGUJIAN KOLIMATOR DI INSTALASI RADIOLOGI RSU QIM BATANG Andriani, Intan; Tsania, Novia Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34106

Abstract

Menurut KEPMENKES No. 1250 Tahun 2009 tentang pedoman kendali mutu (quality control) metode untuk uji kolimator menggunakan metode Collimator Beam Alligment Test Tool, dan frekuensi pengujian kolimator menurut (KMK_No_1250_Tahun_2009_ttg_Kendali_Mutu, 2009) adalah satu bulan sekali atau setelah perbaikan. Kolimator pesawat sinar-X pada bulan juni tahun 2024 belum dilakukan uji kolimasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji kolimator pada pesawat sinar-X. Tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan yaitu observasi, pengambilan data, pengolahan data dan analisis data. Peubah yang diamati atau diukur dalam penelitian ini adalah berkas cahaya kolimator pada pesawat sinar-X. Pengolahan data dengan menghitung nilai pergeseran yang terjadi dari luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X. Berdasarkan KEPMENKES Nomor 1250 tahun 2009 ditetapkan batas pergeseran kolimator dalam batas toleransi adalah  2% FFD yang digunakan. Di Instalasi Radiologi RSU QIM Batang dilakukan pengujian kolimator pada pesawat sinar-X merk Toshiba menggunakan collimator test tool. Pengujian yang dilakukan menggunakan FFD 100 cm  dan faktor eksposi 48 kV dan 8 mAs, pengujian daerah I dengan luas bidang uji 10 cm x 14 cm terdapat penyimpangan pada sumbu horisontal (sumbu X) sebesar 0,26% dan pada sumbu vertikal (sumbu Y) terdapat penyimpangan sebesar 0,67%. Pengujian daerah II dengan luas bidang uji 18 cm x 24 cm terdapat penyimpangan pada sumbu X sebesar 0,17% dan pada sumbu Y terdapat penyimpangan sebesar 0,5%. Pengujian daerah III dengan luas bidang uji 26 cm x 26 cm terdapat penyimpangan pada sumbu X sebesar 0,2% dan pada sumbu Y terdapat penyimpangan sebesar 0,1%. Berdasarkan hasil pengujian kolimator dapat diketahui bahwa kolimator pesawat sinar-X Toshiba masih dalam standar kelayakan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UNIT RADIOLOGI RSAU dr. ESNAWAN ANTARIKSA TAHUN 2023 Putra, Andre Galih Pratama; Astuti, Nurul Huriah; Rahayu, Sri
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu dan kepuasan pasien telah menjadi komponen keberhasilan penyelenggara rumah sakit. Tingkat kepuasan pasien sangat penting dan berhubungan erat dengan tingkat kunjungan kembali pasien sehingga hal ini dapat digunakan sebagai indikator terhadap kualitas pelayanan kesehatan. karakteristik atau ciri-ciri seseorang merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Berdasarkan data dari humas, unit Radiologi mendapatkan tingkat kepuasan terendah diantara unit penunjang medis yang lain artinya tingkat kepuasan pasien masih tergolong rendah dengan pelayanan yang ada di bagian Radiologi sebanyak 72,8% dari standar yang ditetapkan Kepmenkes RI Nomor 129 Tahun 2008. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif . Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Penelitian ini mengunakan instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mendapatkan data primer yang dibutuhkan. Hasil penelitian terdapat 7 variabel yang berhubungan dengan kepuasan pasien di unit radiologi RSAU dr. Esnawan Antariksa ( jenis kelamin dengan nilai P value = 0,012 dan nilai PR 2,136, pekerjaan dengan nilai P value = 0,012 dan nilai PR 2,136, dimensi realibility dengan nilai P value = 0,001 dan nilai PR 2,770, dimensi tangible dengan nilai P value = 0,001 dan nilai PR 3,529, dimensi assurance dengan nilai P value = 0,007 dan nilai PR 2,289, dimensi empathy dengan nilai P value = 0,002 dan nilai PR 2,629, dan dimensi responsiveness dengan nilai P value = 0,004 dan nilai PR 2,431). Kemudian terdapat 3 variabel yang tidak berhubungan dengan kepuasan pasien di unit radiologi RSAU dr. Esnawan Antariksa ( umur dengan nilai P value = 0,476 dan nilai PR 1,284, pendidikan dengan nilai P value = 0,899 dan nilai PR 1,198 dan pembayaran dengan nilai P value = 0,743 dan nilai PR 1,119. Variabel dimensi tangible adalah variabel yang paling dominan terhadap kepuasan pasien di unit radiologi RSAU dr. Esnawan Antariksa dengan PR 4,416, artinya variabel dimensi tangible akan mempengaruhi kepuasan pasien di unit radiologi 4,416 lebih besar dibandingkan ketidakpuasan pasien di unit radiologi RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Page 53 of 85 | Total Record : 841