Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Adapting to a Hard Situation: BIPA Teachers' Successful Strategies for Teaching Local Culture During the COVID-19 Pandemic Laksono, Prayitno Tri; Ismiatun, Febti
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 5 No. 1 (2023): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v5i1.11199

Abstract

Teaching culture is now highly challanging for teachers of Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (henceforth: BIPA) or Indonesian Language for Foreign Speakers since it is conducted online during pandemic. Several strategies had been offered by numerous researchers and educators to be applied in BIPA teaching yet the results remained unsatisfactory. Thus, this study aimed to explore the strategy used in teaching local culture by BIPA teachers during online learning. Using descriptive qualitative design, researchers recruited thirty-three BIPA teachers who have experience teaching local culture for one year. They came from Indonesia, Malaysia, Switzerland, and Philipphines.Triangulation data were applied by distributing the questionnaires, conducting online classroom observation, and doing in-depth interviews. After all data were gathered, researchers followed the Miles and Huberman flow model for analysis. The results showed that BIPA teachers had limited time and interaction in the hard situation during the pandemic, therefore, teaching local culture by using online platform as one of the solutions since the students cannot interact directly with Indonesian speakers was worth to conduct. To support teaching local culture, BIPA teachers implemented three strategies, including watching cultural video shows, simplifying reading, and providing foreign students with more role-playing activities to engage with local cultures material. These strategies adequately assisted them in understanding the concept of Indonesian local culture and supported their communication ability with Indonesian speakers.
KIAT MENJADI PENGAJAR BIPA BERKUALITAS Ediwarman Ediwarman
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8271

Abstract

Kesempatan menjadi pengajar BIPA telah terbuka lebar. Siapapun dapat menjadi pengajar BIPA dengan latar belakang program studi berbagai macam. Pengajar BIPA dapat datang dari program studi pendidikan maupun nonpendidikan. Oleh karena, pengajar BIPA hanya dituntut mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta menguasai kebudayaan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yaitu penelitian yang mengkaji hasil riset yang dipublikasikan atau tidak. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil dari riset yang dipublikasikan atau tidak dalam jurnal, website, buku Pustaka, dan sebagainya. Teknik pengumpulan data dengan pembacaan kepustakaan. Hasil pengkajian yaitu pengajar BIPA yang professional mampu mengajarkan Bahasa Indonesia dengan baik dan dapat mengintegrasikan kebudayaan dalam pembelajaran BIPA.Kata kunci: Profesionalitas, Pengajar BIPA
PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Etsa Purbarani; Liliana Muliastuti; Siti Farah
BASA Journal of Language & Literature Vol. 1 No. 2 (2021): Bulan 10 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v1i2.13715

Abstract

Until now, the number and variety of BIPA teaching materials are still minimal. BIPA teaching materials that have been authorized by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia cannot be said to meet the intended communication needs. Grammar, language skills, and cultural materials are delivered integratively, but learning activities in it have not fully bridged foreign learners to be able to communicate in Indonesian appropriately by paying attention to the context, society, and culture of Indonesia. This creates problems for foreign learners. Foreign learners have found that the Indonesian learned in the classroom is different from the use of Indonesian in society. Foreign learners may get high grades in class, but lack confidence, understanding, and communication competence in Indonesian. Based on the situation, this study focuses on developing a CEFR-based BIPA teaching material model by integrating aspects of communication, cultures, connections, comparison, and communities. These five aspects are known as the 5Cs and are an important foundation in learning foreign languages, one of which is Indonesian. By integrating these five aspects in listening, speaking, reading, writing, and grammar teaching materials, foreign learners can master Indonesian language competence better and comprehensively. In addition, foreign learners are also encouraged to master the competence of communicating in Indonesian more appropriately so that there is no missing link between the Indonesian learned in class and the Indonesian that are actually used in society. The teaching material model developed will focus on the B1 or early intermediate level because at that level BIPA learners have begun to be able to understand, discuss, and communicate about more abstract topics such as non-material cultural topics related to collective logic, habits, and traditions.    
KESALAHAN LOGIKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PEMELAJAR JEPANG BIPA TINGKAT A1 Faridah Suciyatmi
BASA Journal of Language & Literature Vol. 2 No. 1 (2022): Bulan 04 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v2i1.15063

Abstract

This study aims to describe syntactic level errors in the essays of seventh grade students of SMP PGRI 1 Kediri in the use of sentences. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. The study in this research was conducted in depth and in detail to obtain a clear description of the errors in the use of sentences in the syntactic level in students' essay writing. In this study, data were collected through reading, recording, and interviewing teachers and students. The data collection procedure consists of the preparation stage, data collection, data analysis, and presentation of data analysis results. Data analysis techniques include identification, categorization, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that students make writing errors in sentence structure which includes four aspects. Based on the findings, it proves that the factors causing language errors in students' essays are due to less attention to the use of grammar in writing, the lack of vocabulary owned by students, and teachers pay less attention and provide sentence writing exercises.
Analisis Korpus dalam Mengevaluasi Buku Ajar BIPA Ditinjau dari Sebaran Kata dan Konkordansi Mulyanto Widodo; Destiani Destiani; Siska Meirita; Atik Kartika
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): VOLUME 8 NUMBER 1 MARET 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v8i1.3724

Abstract

Studi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui input kosakata mahasiswa asing di kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) level dasar. Banyak pakar menyatakan bahwa dengan sering diulangnya sebuah kata maka mahasiswa asing akan lebih mudah menghafal dan menungkapkannya kembali, baik lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi korpus. Software AntConc sangat membantu proses pengumpulan data penelitian. Ada tiga hal yang diperoleh dari penelitian ini. Pertama, tipe kata pada Buku BIPA 1 sebanyak 1.559 kata dengan tokens  sebanyak  9.456 dan tipe kata pada Buku BIPA 2 sebanyak 1.264 dengan tokens sebanyak 7.073. Kedua, persentase tipe kata dibagi menjadi kata berfrekuensi rendah dengan 70,88% pada Buku BIPA 1 dan 69,78% pada Buku BIPA  2. Kata berfrekuensi sedang dengan 12,77% pada Buku BIPA 1 dan 13,93% pada Buku BIPA 2. Kata berfrekuensi tinggi dengan 16,36% pada Buku BIPA 1 dan 16,30% pada Buku BIPA 2. Ketiga, jenis kata yang masuk ke dalam kata berfrekuensi rendah memiliki persentase yang tinggi. Hal demikian membuat mahasiswa sulit untuk mengingat sebuah kata dalam jangka waktu lama dikarenakan minimnya frekuensi pengulangan kata.
Pemanfaatan Perbandingan Ungkapan Celaan Untuk Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi Pemelajar BIPA Prima Vidya Ariesta; Tiara Ayu Berliana Ana Gita
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Kode: Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i1.45370

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan ungkapan celaan, respon, serta edukasi bagi pemelajar BIPA sebagai subjek dan objek dari data yang diperoleh melalui metode penelitian deskriptif kualitatif berupa studi dokumentasi. Objek penelitian ini yaitu drive dan rekaman video pembelajaran BIPA. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, dan dialog yang relevan dari 3 sumber data. 2 data dari drive tugas pemelajar BIPA dan 1 data dari hasil rekaman pembelajaran BIPA.Teknik analisis data menggunakan model alir berturutan dengan triangulasi sumber. Teori yang digunakan adalah teori konformitas dan teori Skinner punishment berupa teguran, serta edukasi berkaitan dengan kata yang lebih pantas untuk menggantikan kata yang mengarah pada celaan. Berdasarkan analisis data, diketahui (1) perbandingan ungkapan negatif dan celaan. (2) respon terhadap celaan yang didengar atau dirasakan, (3) edukasi terkait arahan, pelatihan, pembinaan, dan pendampingan terhadap pemilihan kata yang lebih positif dibandingkan dengan kata celaan. Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan menyelaraskan konteks kalimat dengan apa yang diucapkan oleh pemelajar BIPA
PENGAJARAN BAHASA BAGI PEMELAJAR BIPA DENGAN TEMA LINGKUNGAN HIDUP Refa Lina Tiawati; Suci Dwinitia; Yulia Pebriani
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2021): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.13 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i3.2777

Abstract

Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APBIPA) awal mulanya berdiri pada November 1999 setelah penyelenggaran konferensi Internasional pengajaran BIPA (KIPBIPA) ke-3 di IKIP Bandung. Seiring perkembangan waktu, APBIPA berubah menjadi Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) pada rapat pengurusan APPBIPA pada periode 2015-2019 yang diselenggarakan di Jakarta. APPBIPA adalah organisasi profesi yang beranggotakan pengajar BIPA dan pegiat BIPA  baik di Indonesia maupun luar Indonesia. Misi utama APPBIPA adalah memartabatkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada orang asing. Dalam rangka perayaan hari jadi ke-21 APPBIPA pusat mengikutsertakan seluruh cabang (dalam dan luar negeri) untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dalam rangka pesta akademia 21 tahun APPBIPA. APPBIPA Sumatera Barat berkolaborasi dengan APPBIPA Bali untuk mengikuti lomba pengajaran bahasa dan lomba pengajaran budaya dan pengetahuan umum tentang Indonesia dengan tema “Lingkungan hidup” untuk tingkatan pemelajar B1.
APPLICATION OF PLAY-BASED LEARNING IN BIPA LEARNING:STUDY IN BAKONG PITTAYA SCHOOL, PATTANI-THAILAND Fendy Yogha Pratama; Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Usman Toktayong
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 11, No 1: June 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.143 KB) | DOI: 10.24114/jh.v11i1.18653

Abstract

Abstract: The Implementation of Play-Based Learning on BIPA Learning: Study in the Elementary School of Bakong Pittaya, Pattani-Thailand. The purpose of this Classroom Action Research is to improve students' BIPA learning outcomes, especially vocabulary achievement and enjoyment level in class by implementing Play-Based Learning. The subjects are 40 students of Bakong Pittaya School, Pattani-Thailand. The result of the study showed that there was an improvement of students' vocabulary achievement and enjoyment .Keywords : Play-Based learning, BIPA, elementary school, ThailandAbstract: Penerapan Play-Based Learning pada Pembelajaran BIPA: Studi di Sekolah Dasar Bakong Pittaya, Pattani-Thailand. Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan luaran pembelajaran BIPA, khususnya penguasaan kosakata dan rasa senang dalam kelas dengan menerapkan pembelajaran berbasis permainan. Subjek pada penelitian ini adalah 40 siswa sekolah dasar Bakong Pittaya School, Pattani-Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada penguasaan kosakata siswa dan rasa senang. Keywords: Play-Based learning, BIPA, sekolah dasar, Thailand
Analisis Buku BIPA Literasi Komunikasi Berbasis Budaya 1 Berdasarkan Standar Penulisan Buku Ajar Adilah Pratiwi; Imam Suyitno; Dewi Ariani
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.399 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i62021p717-727

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the anatomy, presentation of material for communication needs, and the suitability of the content of the material with SKL BIPA in the book Literasi Komunikasi Berbasis Budaya 1. This study used qualitative research methods with descriptive content research. The results of the research found, namely, (1) regarding the anatomy of the book, the type and size of the book have similarities with textbooks in general, the design of the book has many colors and images, and the layout is in accordance with the provisions of the book; (2) the presentation of the material has aspects with components in the form of dialogue/reading, material topics, and exercises; and (3) the content of the material in each unit is in accordance with SKL BIPA 1 and 2. The content of the material in each unit is in the form of language knowledge, language skills and cultural insight. The conclusions obtained from this study are that this textbook is able to develop students' communication skills and foster cultural knowledge. Keywords: textbooks BIPA, book standardization, content conformity Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis anatomis, penyajian materi kebutuhan komunikasi, dan kesesuaian isi materi buku teks dengan SKL BIPA pada buku Literasi Komunikasi Berbasis Budaya 1. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian konten deskriptif. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu, (1) pada ranah anatomis buku, jenis dan ukuran buku memiliki kesamaan dengan buku ajar pada umumnya, desain buku memiliki banyak warna dan gambar, serta tata letak yang sudah sesuai dengan ketentuan buku ajar pada umumnya; (2) sajian materi memiliki aspek menyimak dan berbicara, membaca, serta menulis. Setiap aspek memiliki komponen yang sesuai dengan dialog/bacaan, topik materi, dan latihan; serta (3) isi materi dalam setiap unit-unit sudah sesuai dengan SKL BIPA 1 dan 2. Isi materi dalam setiap unit itu berupa pengetahuan bahasa, keterampilan bahasa dan wawasan budaya. Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah buku ajar Literasi Komunikasi Berbasis Budaya 1 mampu mengembangkan kemampuan komunikasi pelajar serta menumbuhkan pengetahuan budaya. Kata kunci: buku ajar BIPA, standardisasi buku, kesesuaian isi
Topik-Topik dalam Buku Ajar BIPA Let’s Speak Indonesian: Ayo Berbahasa Indonesia 1 Hanifia; Gatut Susanto; Ariva Luciandika
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.785 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i62021p808-824

Abstract

Abstract: The Language Development and Cultivation Agency (2012) explains that BIPA is an Indonesian language learning process targeted to foreigners who are interested in learning Indonesian for a specific purpose. The process of learning Indonesian in general cannot be equated with learning Indonesian for foreign speakers. The textbook used contains materials used for teachers in implementing the learning process. The materials cover knowledge, skills that students must learn to achieve goals by competency standards. Because that's the use of language that suits the students' abilities. The purpose of this research is to describe the topics in the teaching material "Let's Speak Indonesia: Come on Indonesian Language 1". The data were obtained from the teaching materials contained in the teaching materials "Let's Speak Indonesia: Let's Speak Indonesian 1". With the data collected, researchers get the topics in textbooks. Based on the analysis of the topics used, it can support the learning process in the classroom and contains actual topics such as the environment, human relations, events. Presentation of topics in the teaching materials is in the form of verbal and visual. With a variety of presentation forms, the topic can be conveyed well. Keywords: BIPA, textbook, topic Abstrak: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2012) menjelaskan bahwa BIPA adalah proses pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan kepada orang asing yang berminat mempelajari bahasa Indonesia untuk tujuan tertentu. Proses pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya tidak dapat disamakan dengan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Buku teks yang digunakan berisi materi yang digunakan untuk guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Materi meliputi pengetahuan, keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk mencapai tujuan sesuai standar kompetensi. Karena itulah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kemampuan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan topik-topik dalam bahan ajar “Ayo Bicara Indonesia: Ayo Bahasa Indonesia 1”. Data diperoleh dari bahan ajar yang terdapat pada bahan ajar “Ayo Bicara Indonesia: Mari Bicara Bahasa Indonesia 1”. Dengan data yang terkumpul, peneliti mendapatkan topik-topik dalam buku teks. Berdasarkan analisis topik yang digunakan dapat mendukung proses pembelajaran di kelas dan berisi topik aktual seperti lingkungan, hubungan manusia, peristiwa. Penyajian topik dalam bahan ajar dalam bentuk verbal dan visual. Dengan berbagai bentuk presentasi, topik dapat tersampaikan dengan baik. Kata kunci: BIPA, bahan ajar, topik

Page 55 of 118 | Total Record : 1176