Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Likes, Constraints, Boredom of online-offline BIPA Students and Teachers based on Teacher Perceptions Defina, Defina
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online-offline BIPA learners' and teachers' preferences, constraints, and boredom based on teacher perceptions. Purpose: The research aims to describe preferences, energy, feedback, boredom, and constraints and test different teacher-student constraints. Method: The research population is BIPA teachers worldwide, and a sample of 100 people who have taught online-offline and are willing to complete the Google Form. Finding: Teachers and students prefer offline learning. Teachers need energy in offline learning and students in online learning. Student and teacher constraints are low, but more in online learning. Teachers and students experience more boredom in offline learning. The preference for online learning is due to its flexible and attractive media; the obstacle for teachers and students in online learning is an internet connection; the main causes of boredom in online learning are poor connection and long sitting in front of the computer. Conclusion: Offline learning is still preferable, despite much boredom.Keywords: constraints, preferences, boredom, post-pandemic, online-offline BIPA learning.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v13.i2.202324
MENGENAL MAKANAN KHAS MANDAILING: SEBUAH PENGANTAR BUDAYA UNTUK PEMBELAJAR BIPA Anisah Situmorang; Khairana Zira; Muhammad El Fahrizi Noor; Natalia Debriyanti Siringoringo; Natasya Banawati; Olly Risfa Sitohang; Romauli Angelika Silitonga; Tri Indah Prasasti
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v3i1.3637

Abstract

Makanan khas merupakan cerminan kekayaan dan keragaman budaya sebuah bangsa. Tulisan ini menjadi pengantar budaya bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan mendeskripsikan makanan khas suku Mandailing dari Sumatera Utara. Menggunakan metode deskriptif, beberapa hidangan ikonik Mandailing dipaparkan secara mendalam, meliputi bahan-bahan, cara pengolahan, cita rasa, serta filosofi dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Pengenalan makanan tradisional ini diharapkan dapat memperluas wawasan pembelajar BIPA tentang kuliner Indonesia sekaligus meningkatkan apresiasi mereka terhadap kearifan lokal yang terjalin erat dengan tradisi memasak suatu daerah. Dengan demikian, pembelajaran BIPA tidak hanya bertumpu pada tata bahasa dan kosakata, tetapi juga konteks sosial-budaya penggunaan bahasa tersebut demi penguasaan yang lebih komprehensif.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BIPA DENGAN METODE CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT (CIPP) Prinastining Dyah Wigati; Rudy Pramono
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 9: April 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) diberikan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang belajar di SMP XYZ dengan menggunakan izin belajar yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Seperti yang tertuang pada Permendikbud No. 31 Tahun 2014, siswa didik WNA wajib diajarkan Bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia (Indonesian Studies). SMP XZY adalah sekolah SPK di mana ada siswa WNA yang berhak diajarkan Indonesian Studies. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran BIPA di jenjang SMP XYZ dengan menggunakan model penelitian CIPP (Context, Input, Process, Product). Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi evaluasi. Responden penelitian ini adalah guru BIPA, siswa WNA SMP XYZ, alumni, dan orang tua siswa. Instrumen yang digunakan menggunakan instrumen non test yang berbentuk kuesioner terbuka, kuesioner ini diberikan kepada seluruh sampel melalui google form. Deskripsi kualitatif akan dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasi, mengintepretasi, dan menyimpulkan. Dari penelitian ditemukan bahwa adanya kesesuian pelaksanaan dengan pedoman dan rekomendasi perbaikan yang bermanfaat untuk pengembangan program pembelajaran BIPA.
Urgensi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sebagai Edukasi Wisatawan Asing di Lombok Al-Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu; Nurmayani, Eva
Asas: Jurnal Sastra Vol. 13 No. 2 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i2.61862

Abstract

Salah satu bentuk pariwisata yang telah berkembang secara signifikan di seluruh dunia adalah pariwisata pendidikan. Urgensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai tujuan wisata edukasi yang menawarkan pengalaman pendidikan dibahas dalam penelitian ini. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif karena isu-isu yang diteliti menyangkut sikap dan perspektif para pelaku di industri pariwisata dan pendidikan terhadap BIPA sebagai salah satu daya tarik utama Lombok bagi wisatawan asing. Data dikumpulkan dengan mewawancarai sejumlah informan kunci  termasuk:, pengajar BIPA, anggota fakultas yang juga terlibat dalam program internasional, sejumlah individu yang terlibat dalam industri pariwisata, termasuk ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia saat ini dan sebelumnya, pengamat pariwisata, dan akademisi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa BIPA memiliki potensi untuk menjadi salah satu daya tarik utama Lombok bagi para pengunjung yang ingin belajar bahasa Sasak dan Indonesia. 
Analysis of the Need for P3-Based BIPA Teaching Materials for KPDI Comprehension Reading Skills in Mindanao, Philippines Riski, Yunia Tiara; Istiq’faroh, Nurul; Sukartiningsih, Wahyu; Muhimmah, Hitta Alfi; Puspita, Ari Metalin Ika; Huda, Muhammad Nur
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i2.1201

Abstract

This study aims to describe the condition of the teaching materials of the Indonesian Basic Education Course (KPDI) and the needs of BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) teaching materials for KPDI students in Mindanao, Philippines. This research method is a descriptive research type in the initial stage of defining the 4D model development research. Data collection techniques include interviews, non-participant observations, and literature studies. Interviews were conducted with students, teachers of the Indonesian School of Davao (SID), and staff of the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) Davao City. The results of the study showed that the main obstacles were the limited availability of relevant teaching materials and the lack of tutors with a strong Indonesian background. Reading comprehension skills, especially vocabulary, need to be improved. Priority topics of teaching materials include introductions, home environment, transportation, and school activities. Teaching materials must be easily accessible, independently studied, and interesting, and integrate the values ​​of the Pancasila Student Profile (P3) to strengthen Indonesian values. This is important for students who will continue their education at the Indonesian School Abroad (SILN). These findings highlight the need for contextual, accessible BIPA materials relevant to students’ environments and integrated with Pancasila values to support language skills and global readiness.
Tradisi Sekaten: Jembatan Internasionalisasi Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran BIPA Bernuansa Budaya Jawa Sholihah , Fitria Almaratush; Mila , Nur Annisa Lailatul; Tamimi , Sabrina; Hartono , Tirza Marshanda
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Kode: Edisi Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.65898

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia dengan mendukung pengembangan bahan ajar BIPA berbasis tradisi Sekaten, sebuah warisan budaya Jawa yang kaya akan nilai-nilai seni, adat istiadat, dan spiritualitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, analisis budaya, dan observasi dokumentasi visual maupun audio visual tradisi Sekaten. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi elemen budaya yang relevan, seperti musik gamelan, prosesi Grebeg Maulud, dan makanan tradisional, serta potensi penggunaannya dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tradisi Sekaten dalam bahan ajar BIPA mampu meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman pemelajar asing terhadap bahasa Indonesia. Elemen budaya Sekaten, seperti musik gamelan dan narasi sejarah, dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai keterampilan bahasa dan membangun kompetensi interkultural siswa. Selain itu, bahan ajar berbasis Sekaten mendukung diplomasi budaya Indonesia, memperkenalkan warisan budaya lokal ke dunia internasional. Pengembangan bahan ajar BIPA berbasis tradisi Sekaten tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi budaya. Kesimpulan penelitian ini merekomendasikan kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk mengatasi tantangan pengintegrasian budaya lokal dalam bahan ajar BIPA.
Pengembangan Prototipe Kamus CCU (Cross Cultural Understanding) bagi Pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dari China Amalia, Rina; Indarti, Titik; Raharjo, Resdianto Permata
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 2 (2022): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v7i02.3380

Abstract

This study aims to develop a prototype CCU dictionary for BIPA students from China. In addition to language, BIPA students need to understand Indonesian culture because language and culture are related. Language can be mastered well if the culture that accompanies it is also well understood. This research is a mixed study with the ADDIE model development method (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) to the development stage due to the limited time in this study. Needs analysis is done by using questionnaires and literature study. Then, the design and development of this prototype is carried out by taking into account the aspects of the material, presentation, as well as language and readability. The results of this study revealed that most BIPA students experienced culture shock because of the differences in Indonesian culture and the culture of the student country. There are 45 cross cultural understandings that BIPA students from China need to understand. The cross cultural understanding consists of 16 cultural similarities and 29 cultural differences. These cultural comparisons are presented in this developed CCU dictionary prototype. This CCU dictionary prototype is designed to be a material for creating applications as electronic learning media that can be accessed offline and contain images, audio, audio visuals, and text in it. This CCU dictionary prototype contributes to the BIPA teaching and learning process and it is beneficial for students, teachers, and institutions.
Enhancing the Speaking Skills of Intermediate BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) Learners through Routines and Patterns Zaka, Istifatun
Indonesian Journal of Multidisciplinary Educational Research Vol. 2 No. 2: Oktober 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijomer.v2i2.3568

Abstract

Enhancing the speaking skills of BIPA learners can be effectively achieved through the implementation of routines and patterns. However, this is often not paid attention to in foreign language learning, including BIPA, because it is directly at the creative language stage. For this reason, research is needed on whether foreign speakers' Indonesian speaking skills will improve if the learning process is carried out through routines and patterns. This qualitative descriptive study investigates the instructional environment of BIPA students at Yogyakarta State University, with a focus on the Yunan class. Data were collected from interactions between the instructor and BIPA students. The findings indicate that the use of routine and patterned expressions by instructors facilitates implicit language acquisition, allowing learners to internalize Indonesian through structured classroom routines. These routines and patterns play a crucial role in fostering and maintaining social interactions and optimizing communicative competence in Indonesian.
BIPAJAR: APLIKASI MOBILE UNTUK MELATIH PELAFALAN MAHASISWA PROGRAM BIPA Sandy, Teguh Arie
Wacana : Majalah Ilmiah Tentang Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya Vol. 24 No. 1 (2024): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menghasilkan produk mobile learning yang menggunakan teknik gamifikasi dan teknologi speech recognition yang valid sebagai media belajar dan efektif untuk melatih pelafalan mahasiswa BIPA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Lee & Owens dan divalidasi oleh 1 orang ahli media, 1 orang ahli materi dan 1 orang ahli desain pembelajaran gamifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi ini valid dan efektif untuk pembelajaran, mahasiswa berhasil menuntaskan materi, latihan soal serta mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan.
Khazanah Batik Sebagai Warisan Kemanusiaan dalam Bahan Pembelajaran BIPA Rini, Arika
Wacana : Majalah Ilmiah Tentang Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya Vol. 21 No. 1 (2021): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penulisan artikel ini dilatarbelakangi adanya ragam budaya Indonesia yang perlu disampaikan pada penutur asing. Keberagaman budaya yang tidak hanya adat istiadat dan budaya juga menjadi alasannya. Rumusan masalahnya berkaitan dengan bagaimana khazanah batik di Indonesia dan pengenalan khazanah batik dalam pengajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil pembahasan menjelaskan sejarah batik, terutama di Yogyakarta dan Surakarta dengan disertai filosofi motif-motif batik dari daerah tersebut karena batik adalah warisan kemanusiaan nonbenda yang ditetapkan oleh UNESCO. Implementasi dapat dilaksanakan pada pembelajaran BIPA level menengah hingga lanjut dengan dikaitkan pada keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Jika semua proses pembelajaran tersebut dilakukan dengan terintegrasi, maka hasil akhir pelajar BIPA dapat mempraktikkan bahasa Indoensia dengan benar dan pemahaman tentang budaya batik di Indonesia, terutama batik Jawa dapat tercapai. Kata Kunci : Khazanah Batik, Warisan Kemanusiaan, Pembelajaran BIPA ABSTRACT The background of the writing of this article is the diversity of Indonesian culture that needs to be conveyed to foreign speakers. The cultural diversity which is not only customs and culture is the reason. The formulation of the problem is related to how the treasures of batik in Indonesia and the introduction of batik treasures in BIPA teaching. This research uses descriptive qualitative method. The results of the discussion explain the history of batik, especially in Yogyakarta and Surakarta, along with the philosophy of batik motifs from these areas because batik is a non-material human heritage established by UNESCO. Implementation can be carried out at intermediate to advanced levels of BIPA learning related to listening, speaking, reading, and writing skills. If all the learning processes are carried out in an integrated manner, then the final result of BIPA students can properly practice the Indonesian language and an understanding of batik culture in Indonesia, especially Javanese batik can be achieved. Keywords: Khazanah Batik, Human Heritage, BIPA Learning

Page 91 of 118 | Total Record : 1176