Filter By Year

1945 2024


Found 8 documents
Search Kemampuan Bahasa Anak Usia Prasekolah

Hubungan antara Kesadaran Orang Tua Tentang Perkembangan Bahasa Dengan Kemampuan Bahasa Ekspresif Pada Anak Usia Prasekolah di KB-TK Aisyiyah Al-Amin Surakarta Vina Wibowo, Devriani; Gunawan, Gunawan
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v2i1.85

Abstract

Abstract Background: The development of language skills in children is divided into 2, one of which is expressive language skills. An expansive language ability is a person's ability to convey messages verbally or in writing. The development of children can be influenced due to the awareness of the closest people, especially parents. But in reality, there are still many parents who do not have awareness of their role in stimulating children's language from an early age. Awareness consists of 5 aspects including AWAREness namely, Attention, Wakefulness, Architecture, Recall of Knowledge and Emotive. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between parents' awareness about language development and expressive language skills in preschool-age children in KB-TK Aisyiyah Al-Amin Surakarta. Methods: This research is a quantitative study using a Cross Sectional research design. The sample used was 30 respondents based on the general benchmark of "role of thumb". The sampling technique uses purposive sampling technique. The statistical test used is the Spearman Rank correlation test. Results: Parents' awareness of language development was in the good category of 15 parents (50.0%). Enough for 10 parents (33.3%), and less for 5 parents (16.7%). Expressive language skills in the above category averaged 12 respondents (40.0%), in the average category there were 13 respondents (43.3%) while the remaining 5 respondents (10.0%) were in the below average category. The results of the bivariate analysis obtained that the p value was 0.001 which indicated that the p value was 0.001 <0.05 and the correlation coefficient (r) was 0.560. Conclusion: Parents' awareness of language development is related to expressive language skills in preschool-age children in Aisyiyah Al-Amin Surakarta Kindergarten with moderate correlation strength. Keywords: Parental awareness, expressive language skills, age preschool.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Prasekolah di Raudhathul Athfal Bina Anaprasa Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Annisa Ahla; Dodiet Aditya Setyawan; Arif Siswanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.814 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4655

Abstract

Dukungan keluarga adalah suatu upaya atau sebuah bantuan maupun dorongan berupa informasi, saran, kasih sayang, materi dan emosional yang diterima individu dari anggota keluarga, orang tua, saudara, dan teman. Semakin banyak anak di dorong untuk berbicara dengan mengajak berbicara dan menanggapinya maka akan semakin awal mereka untuk belajar berbicara dan semakin baik kualitas bicaranya (Tirtawati,2017). Perkembangan bahasa pada anak meliputi perkembangan pada kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif. Bahasa ekspresif adalah kemampuan mengungkapkan keinginan yang ingin disampaikan bisa melalui bahasa verbal maupun non verbal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis dssan gambaran tentang “hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif anak usia prasekolah di Raudhathul Athfal Bina Anaprasa kota Banjarmasin”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga dihasilkan sampel sejumlah 44 responden anak usia prasekolah di Raudhathul Athfal Bina Anaprasa Kota Banjarmasin. Data dalam penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan yaitu menggunakan uji Kendall-Tau. Hasil uji analisis hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif menunjukkan bahwa ?= 0.000 (Ha diterima) dengan koefisien korelasi sebesar r=0,634 yang menunjukkan hubungan antara kedua variabel tersebut termasuk dalam kategori kuat dengan arah positif. berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemampuan bahasa ekspresif.
Kemampuan Bahasa Anak Usia Prasekolah Novia Hera Herawati; Sri Katoningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4122

Abstract

Pada anak prasekolah keterampilan berbahasa sangat penting, karena bahasa anak digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungan. Kemampuan bahasa bisa berkembang baik karena sering adanya komunikasi yang terjalin antara orang tua maupun orang lain disekitarnya. Kemampuan bahasa anak prasekolah saat ini mampu berkembang dengan baik karena komunikasi anak dengan orang tua dan lainnya baik.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan bahasa anak prasekolah saat ini. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengumpulan data merupakan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksiidata, interpretasi, penyajianndata, dan kesimpulan. Hasil dari wawancara yanggdiperoleh adalah rata-rata sudah baik tetapi masih ada kemampuan bahasa anak yang masih kurang. Faktor yang menjadi pendukung dalam mempengaruhi peningkatan ini, karena anak-anak sering melakukan komunikasi ketika dirumah maupun disekolah.
Hubungan Kegiatan Storytelling dengan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Prasekolah 4-5 Tahun di Kota Surakarta Aryani, Vidi Veranica; Perdana Putra, Sinar
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v2i2.115

Abstract

Abstract Background: Language ability is an important thing for children, language is a tool for communicating with friends or people around them. Children's language ability, especially in the receptive category is receiving language, at the level of developmental achievement is listening to other people's words and understanding the stories that read. Objectives: This study aims to determine whether there is a correlation between storytelling activities with receptive language ability of preschool aged 4-5 years in Surakarta City. Methods: This type of research is a quantitative research. This research is an observational study with a cross sectional design. The sampling technique used was a total sampling of 37 respondents aged 4-5 years in KB/TK Aisyiyah Al Amin Bibis Luhur Surakarta. The statistical test used is Kendall Tau. Results: The results of the analysis show that the value of p = 0.006, this indicates that the value of p <0.05 means that there is a significant correlation between storytelling activities with receptive language ability of preschool aged 4-5 years. The value of the correlation coefficient (r) = 0.443 which means it has a moderate positive correlation. Conclusion: There is a correlation between storytelling activities with receptive language ability in preschool aged 4-5 years in Surakarta City. Keywords: Receptive language, storytelling, preschool aged 4-5 years.
Hubungan Keterampilan Literasi Awal dengan Kemampuan Bahasa Ekspresif Tingkat Kata pada Anak Usia Prasekolah di RA Sunan Ampel Al-Jauhar Ngawi Ikhwansyah, Fajar Nur; Mangunsong, Roy Romey Daulas
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v2i2.123

Abstract

Abstract Background: The education of children of preschool age is closely related to the development of children's literacy skills. The lack of readiness of early literacy skills will affect the child's success in communicating and speaking with their environment. Based on a survey conducted by the Program for International Student Assessment (PISA) released by the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) in 2019. Indonesia ranks 62nd out of 70 countries related to literacy rate, or is in the bottom 10 countries that have low literacy levels. Objectives: analyze the Corellation of Early Literacy Skills with Word-Level Expressive Language Skills in Preschool-Age Children at RA Sunan Ampel Al-Jauhar Ngawi. Methods: This study was a quantitative study using an observational analytic research design with a cross sectional approach. The sample size of this study was 32 respondents aged 3–6 years (preschool). The statistical test used in this study was the Kendall Tau test. Results: The Kendall's tau test results revealed that a significance value of 0.000 was obtained with corellation coefficient or a r value of 0.603 which means that the correlation value is strong and positive, so Alternative hypotheses is accepted. This means that there is a strong relationship between early literacy skills and word-level expressive language skills. The better the early literacy skills, the better the expressive language skills of children is, and vice versa. Conclusion: There is a strong and positive correlation between early literacy skills and expressive language skills in preschool children. Keywords: Early literacy skills, expressive language skills, preschoolers
Pengaruh Pretend Play terhadap Kemampuan Bahasa pada Anak Usia Prasekolah Zikri, Ahmad; Anggreiny, Nila; Amenike, Diny
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i1.489

Abstract

Masa prasekolah adalah periode penting dalam berkembangnya kemampuan berbahasa anak yang ditandai dengan meningkatnya interaksi dan komunikasi dengan lingkungan luar selain keluarga. Pada usia ini, anak-anak mulai aktif menggunakan bahasa dalam percakapan sehari-sehari, sering kali melalui kegiatan bermain yang mendukung perkembangan keterampilan berkomunikasi mereka. Salah satu kegiatan bermain yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak adalah pretend play. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pretend play terhadap kemampuan bahasa anak usia prasekolah. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan jenis untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Partisipan penelitian ini terdiri dari anak-anak prasekolah di salah satu Taman Kanak-kanak di Kota Padang, Sumatera Barat, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Untuk menganalisis data, hipotesis diuji dengan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar .004 (p<0.05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan pretend play terhadap kemampuan bahasa anak usia prasekolah. Pengaruh pretend play dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak terlihat dari gain score rata-rata kelompok eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, pretend play memberikan pengaruh yang substansial pada kemampuan bahasa dengan effect size sebesar 0.90, termasuk dalam kategori besar (r>0.50). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pretend play merupakan metode yang efektif dalam mendukung perkembangan bahasa pada anak usia prasekolah. Dalam permainan ini, anak-anak terlibat pada skenario sosial yang mendorong mereka untuk berkomunikasi, memerankan tokoh, dan merespons interaksi dalam meningkatkan keterampilan bahasa.
Sistematik Review Pengaruh Story Telling terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Prasekolah Sudarman, Sudarman; Gunawan, Gunawan; Nugroho, Setyadi
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v4i1.226

Abstract

Background: Child development is a form of continuous and natural stages, therefore each aspect that is developed influences each other. One aspect of development that greatly influences children is language development, both receptively (understanding) and expressively (expression). One of the factors that influences language development is early reading practice (early literacy) and storytelling. Early literacy skills are the knowledge, attitudes and skills of an early age child related to reading and writing before mastering formal skills at school age. The components of early literacy are reading interest, language skills, phonological awareness, reading skills, and writing skills. In addition to early age reading skills (literacy), to improve expressive language skills, also by getting children used to telling stories (story telling). Story telling is a mechanism for conveying stories using words, images, sounds, or movements with the intention of communicating messages or influencing the audience. Objectives: This study is to determine the effect of Early Literacy Skills and Story Telling on the Expressive Language Skills of Preschool Children. Methods: This study design uses a systematic review conducted by searching and selecting various kinds of data from the results of previous research and data from the results of clinical trials conducted across ethnicities, races, and also the location in the world, the time of the study results to be selected is in the period 2000-2023. The article search will be conducted for a maximum of 2 months. Instrument: Research data is searched from databases, including: PubMed and Google Scholar. Results: By using the search keywords "early language intervention" AND "clp" AND "observational".  Conclusion: The storytelling method has been proven effective and significant in improving the language skills of early childhood, especially in the aspects of expressive language, vocabulary, and oral communication. A variety of media (digital, puppets, children's work, and local wisdom) strengthens the effectiveness of this method. Storytelling is recommended as the main learning strategy in stimulating the language development of early childhood. Keywords: Storytelling, Expressive Language Skills
Teoritis: Peran Digital Storytelling Interaktif Kemampuan Narasi dan Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun Hutabarat, Mikael Pardomuan; Manullang, Bonita; Tamba, Anggreni Agustina; Sagala, Reni Wati Br; Suhardi, Suhardi; Banjarnahor, Fontifai; Sitohang, Jhon Roger; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7208

Abstract

Penelitian ini adalah kajian literatur yang mengevaluasi peran digital storytelling interaktif dalam meningkatkan kemampuan narasi dan pemerolehan bahasa anak prasekolah usia 4–6 tahun. Periode usia ini merupakan masa emas perkembangan bahasa, yang memerlukan stimulasi tepat sebagai dasar keterampilan literasi masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, menganalisis artikel jurnal dan dokumen akademis yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024.Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling interaktif memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak, baik aspek reseptif (menyimak, memahami instruksi) maupun ekspresif (berbicara, menuturkan kembali). Media ini efektif karena menggabungkan unsur audio, visual, dan interaktivitas, menciptakan pengalaman multisensorik yang mempercepat pemerolehan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan internalisasi bahasa secara kontekstual dan menyenangkan.Selain itu, interaktivitasnya sangat penting dalam mengembangkan kemampuan narasi. Anak didorong menjadi "co-creator" cerita dengan berpartisipasi menentukan alur atau tokoh, yang melatih mereka menyusun peristiwa secara logis dan memahami struktur naratif (awal, tengah, akhir). Proses ini memperkuat berpikir kronologis dan menjadi fondasi literasi awal. Keberhasilan metode ini ditentukan oleh peran guru sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi dan nilai edukatif. Dengan demikian, digital storytelling adalah alat yang efektif untuk mendukung perkembangan linguistik, kognitif, dan sosial-emosional anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8