Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles
451 Documents
TRANSFORMASI HAMA RUMPUT LAUT MENJADI PRODUK PERIKANAN
Khusnul Yaqin;
Liestiaty Fachruddin;
Dewi Yanuarita;
Suwarni Suwarni;
Sri Wahyuni Rahim;
Joeharnani Tresnaty;
Muh. Tauhid Umar;
Hadiratul Kudsiah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (487.564 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i2.2415
Desa Mandalle adalah salah satu desa di Sulawesi Selatan yang memproduksi rumput laut. Salah satu hama budidaya rumut laut di perairan Desa Mandalle adalah kerang hijau. Program pengabdian masyarakat yang didanai BOPTN Universitas Hasanuddin bertujuan untuk memanfaatkan hama rumput menjadi barang yang bernilai ekonmis penting. Di samping itu program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya kerang yang lainnya seperti kerang simping, Placuna placenta. Hasil yang dicapai pada program pengabdian ini adalah bagan tancap kerang hijau, keterampiran masyarakat dalam pengolah sumberdaya kerang menjadi bahan olahan seperti sate kerang dan grinting (kripik) simping dan mobile outlet (gerobak) sebagai wahana penjualan sate kerang, grinting simping dan jus rumput laut. Mobile outlet dimaksudkan untuk menciptakan pasar lokal produk olahan hasil laut Desa Mandalle dan menstimulasi masyarakat lokal untuk berbisnis hasil-hasil laut dari wilayah pesisir. Diharapkan program pengabdian ini menjadi inisiasi terbentuknya marine eco-techno-park. Hal ini didasarkan pada keeksotikan perairan Desa Mandalle dan banyaknya bahan aktif atau bioaktif hasil-hasil laut perairan Mandalle yang dapat diproses melalui pendekatan bioteknologi.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada Pengolahan Buah Dan Sayur Di Desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan
Jumriah Langkong
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (167.307 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i1.2303
Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Enrekang merupakan daerah yang potensial dengan berbagai hasil pertaniannya. Hasil pertanian terutama buah dan sayur merupakan sumber provitamin A, vitamin C dan mineral serta dari kalsium dan besi. Selain hal tersebut buah dan sayur merupakan sumber serat yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tujuan IbW ini adalah untuk melakukan penerapan teknologi pengolahan buah dan sayur khususnya produk selai, dodol dan keripik) di desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Target khususnya adalah terciptanya para anggota IKM Mitra untuk mengembangkan usahanya dibidang pengolahan buah dan sayur. Metode pelaksanaan yang dilakukan di IKM Mitra desa Pasui Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang penanganan pascapanen, pengolahan dan pengemasan, serta sanitasi kebersihan bahan baku. Hasil yang diharapkan dalam IbW ini dapat meningkatkan perbaikan teknologi pengolahan dan pengemasan produk buah dan sayur yang berkualitas dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
PEMANFAATAN AIR SISA WUDHU UNTUK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR PADA LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN SGJB MALON, GUNUNGPATI, SEMARANG
Satya Budi Nugraha;
Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq;
Nana Kariada Tri Martuti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.233 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v2i1.3264
Permasalahan umum yang terjadi di lingkungan Ponpes adalah belum terkelolanya sumberdaya air secara optimal. Hal ini terutama dalam upaya pengelolaan air limbah dari hasil aktivitas santri, seperti yang terjadi di wilayah Ponpes SGJB dimana air sisa wudhu (bekas wudhu) yang dipergunakan oleh santri dan relatif masih bersih terbuang dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu perlu upaya pemanfataan air sisa wudhu tersebut, diantaranya digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi, diskusi, pelatihan dan pembuatan media budidaya ikan air tawar kepada santri di Ponpes SGJB Malon. Program ini mendapat tanggapan positif dari Mitra yang secara mandiri sedang membangun program pengembangan “pertanian terpadu” untuk mendukung kemandirian Ponpes dalam menyediakan bahan-bahan alam untuk kepentingan konsumsi dan pembelajaran bagi santri.
PENERAPAN TEKNOLOGI BERKEBUN SAYUR SECARA VERTIKULTUR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI PURWOKERTO, JAWA TENGAH
Sapto Nugroho Hadi;
Ahadiyat Yugi Rahayu;
Ida Widiyawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.745 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i2.2640
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1). Mentransfer pengetahuan dan teknologi berkebun sayur dengan teknik vertikultur kepada siswa SDN 3 Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, (2). Mengedukasi siswa Sekolah Dasar (SD) tentang beragam jenis tanaman sayur dan manfaat yang dikandungnya, (3). Meningkatkan kecintaan siswa terhadap kegiatan berkebun, dan (4). Mendorong peningkatan konsumsi sayur pada anak-anak SD. Metode yang digunakan adalah (1). Pembuatan demonstrasi dan plot (demplot) vertikultur tanaman sayur, (2). Melakukan kegiatan berkebun tanaman sayur dengan teknik budidaya yang tepat, (3). Mentransfer pengetahuan tentang beragam jenis sayur dan manfaat yang dikandungnya Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berkebun sayur dengan teknik vertikultur sebesar 300% dibanding sebelum dilakukan pelatihan. Pengetahuan siswa tentang beragam jenis sayur juga mengalami peningkatan dari yang sebelumnya terdapat sebagian yang tidak mengetahui gambar tanaman bayam dan caisim menjadi 100% mengetahui gambar tanaman tersebut. Tingkat ketertarikan siswa terhadap berkebun sayur juga meningkat dari cukup tertarik menjadi sangat tertarik. Tingkat kesukaan siswa terhadap sayur meningkat menjadi hanya 2 siswa yang tidak suka dari 5 siswa sebelum pelatihan. Terjadi juga peningkatan pengetahuan siswa terhadap manfaat sayur dari 90% sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan.
Identifikasi dan Pemahaman Dampak Jenis-Jenis Kejahatan Trans Nasional Bagi Siswa SMA Di Kota Makassar
Arsyad Arsyad
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.96 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i1.2307
Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para siswa SMA terkait kejahatan transnasional, dampak dan antisipasinya; Permasalahan yang ada adalah: a. rendahnya pengetahuan dan pemahaman siswa SMA mengenai jenis-jenis kejahatan transnasional, dampak dan usaha-usaha untuk mengantisipasi dan menanganinya; b. belum adanya kemampuan di kalangan siswa SMA bagaimana mengidentifikasi dan mempetakan jenis-jenis kejahatan transnasional di Kota Makassar; c. belum mampunya siswa SMA memahamai usaha-usaha pencegahan dan penanganan jenis-jenis kejahatan transnasional di sekitar mereka. Metode yang digunakan adalah sosialisasi yang dilakukan melalui kegiatan ceramah dan tutorial mengenai kejahatan transnasional.Temuan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 1.masih banyaknya siswa SMA yang tidak memahami secara komprehensif mengenai kejahatan transnasional, dampak, dan antisipasi yang harus dilakukan; 2. Meningkatnya pemahaman langkah-langkah yang harus diambil dalam mengantisipasi dan mencegah serta menanggulangi kejahatan transnasional yang berkembang di Kota Makassar.
PENGEMBANGAN PASAR DAN PENGUATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN KELOMPOK TANI HUTAN DI SEKITAR KAWASAN HUTAN PENDIDIKAN UNHAS
Makkarennu Makkarennu;
Syahidah Syahidah;
Ridwan Ridwan;
Muh Alif Sahide;
Emban Ibnu Rusyd Mas'ud
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.76 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v2i1.3104
Pengembangan pasar dan penguatan kapasitas masyarakat ini bertujuan untuk menentukan produk/komoditi potensial berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk pengembangan usaha pada masyarakat sekitar kawasan Hutan Pendidikan Unhas. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Rompegading Kecamatan Cenrana yang berbatasan langsung atau sebagian wilayahnya masuk dalam kawasan Hutan Pendidikan Unhas Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Metode pengumpulan data dan pendampingan yang dilakukan yakni Participatory Action Research (PAR) yakni dengan melibatkan kelompok tani hutan dalam penentuan komoditi potensial di wilayahnya. Penentuan HHBK potensial dilakukan melalui pendekatan Analisis dan Pengembangan Pasar (APP) pada bidang/area pasar/ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa jenis-jenis HHBK yang ada dilokasi penelitian adalah bambu, aren/gula aren, kemiri, madu, dan tanaman pertanian. Berdasarkan analisis bidang pengembangan usaha, produk HHBK potensial adalah gula aren
USAHA IbIKK PUPUK FOSFAT-PLUS
Ishak Musaad;
Kunto Wibowo;
Siti H Kubangun
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.492 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v2i1.3268
Provinsi Papua Barat memiliki salah satu sumberdaya alam yaitu Tanah Endapan Fosfat Krandalit (TEFK) di Kabupaten Maybrat seluas lebih dari 100.000 hektar dan bahan organik yang dapat diproses menjadi pupuk fosfat-plus. Penelitian tentang pemanfaatan TEFK dan bahan organik yang diproses menjadi pupuk fosfat padat dan cair telah dilakukan dengan menghasilkan produk pupuk “Papua Nutrient”. Teknologi produk ini telah memperoleh hak paten (ID P0030110), sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Produksi Pupuk Fosfat-Plus merupakan usaha melalui kegiatan Iptek bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK) milik Jurusan Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Faperta Universitas Papua. Penyediaan pupuk dengan formulasi tertentu sangat diperlukan untuk memperoleh nutrisi seimbang sesuai kebutuhan setiap jenis tanaman sehingga lebih efektif dan ekonomis. Diharapkan dengan adanya unit usaha pupuk IbIKK, dapat dikembangkan menjadi industri pupuk skala menengah sehingga petani di Provinsi Papua Barat dapat memperoleh pupuk lokal berkualitas dengan harga terjangkau dan selalu tersedia. Kegiatan IbIKK pupuk ini merupakan pemanfaatan salah satu produk Intelektual Kampus Universitas Papua untuk memperoleh manfaat ekonomi. Formula pupuk ini dibuat dengan mencampurkan fosfat alam lokal, bahan organik dan formula tambahan sesuai kebutuhan jenis tanaman. Pada tahun ke-1 program ini telah menghasilkan tiga jenis pupuk organik dan semi organik yaitu: pupuk kompos, pupuk kotoran ternak, pupuk fosfat cair-plus, pupuk fosfat-plus granul. Produk pupuk ini telah dipromosi ke pengguna yaitu: lingkungan kampus, penyuluh pertanian, dan petani di daerah transmigrasi Manokwari. Pupuk ini juga telah didistribusikan ke kelompok Tani, dan dipasarkan melalui kegiatan open house di kampus UNIPA. Kesimpulan dari kegiatan IbIKK Tahun I adalah rata-rata produksi pupuk per semester adalah 1,2 ton pupuk kompos, 0,5 ton pupuk fosfat granul dan 150 Liter Pupuk Fosfat-Cair.Harga Jual pupuk kompos Rp 10.000 kg-1, Pupuk Fosfat-Plus Granul Rp 15.000 kg-1. Total penerimaan per semester pada tahun I sebesar Rp 6.072.000. Pada tahun kedua pemesanan pupuk fosfat cair sebanyak 1006 liter dengan total peneriamaan sebesar Rp 62.372.000.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA NELAYAN PESISIR PANTAI DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI PEWARNA ALAM LIMBAH MANGROVE JADI BATIK DI MANGKANG KECAMATAN TUGU SEMARANG
Delianis Pringgenies;
Ervia Yudiati;
Ria Azizah Tri Nuraeni;
Endang Sri Susilo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.849 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i2.2420
Masyarakat nelayan perempuan pesisir di Kecamatan Tugu Semarang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan desanya melalui wira usaha wisata. Potensi yang dimiliki di wilayah tersebut adalah pariwisata mngrove, sector budidaya, hasil2 produk perikanan. Semua potensi tersebut berpeluang untuk dapat meningkatkan aktifitas pembangunan sosial ekonomi, membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Masyarakat di Kecamatan Tugu Semarang yang sangat antusias untuk meningkakan penghasilan dalam rumah tangganya namun belum ada peluang karena keterbatasan pengetahuan, fasilitas dan kesempatan. Maka salah satu tantangan dalam solusi permasalah tersebut diatas adalah dengan terciptanya industri wisata. Membentuk inkubasi wirausaha baru (INWUB) pada masyarakat melalui tercapainya alih/transfer teknologi bahan alam khususnya tentang produk yang spesifik batik pewarna alam mangrove. Wilayah tersebut merupakan wilayah pesisir pantai utara Semarang yang di wilayahnya banyak ditanami tanaman mangrove. Budidaya mangrove mereka lakukan dari turun temurun, kini wilayah tanaman mangrovenya sudah meluas di sepanjang pantai Mangunhardjo. Limbah tanaman mangrove biasanya terdapat dalam bentuk ranting, batang, daun atau tanaman yang tidak tumbuh. Limbah tersebut biasannya dibakar atau dikubur dalam tanah. Team UNDIP telah memulai dalam memberikan solusi dalam pemanfaatan limbah mangrove, yaitu dengan memanfaatkan limbah mangrove sebagai bahan warna alam. Masyarakat nelayan perempuan pesisir di Kecamatan Tugu Semarang memiliki kini berpeluang untuk dapat meningkatkan aktifitas pembangunan sosial ekonomi, membuka lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. banyak ditanami tanaman mangrove. Kini sudah berjalannya program pemberdayaan wanita nelayan pesisir di desa Mangunhardjo Kecamatan Tugu Semarang dan telah menjadikan masyarakat lebih meningkat produksi batik mangrovenya dengan diversifikasi warna yang bervariasi. Telah dibentuk inkubasi wirausaha baru (INWUB) yang khusus produksi asesoris dari mangrove. Wira usaha ini masih dibawah koordinasi kelompok batik ”Wijaya Kusuma”. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa batik pewarna alam dari ekstrak daun dan kulit limbah mangrove yang difiksasi dengan tawas, kapur dan tunjung menghasilkan warna batik yang berbeda-beda. Hasil penelitian batik pewarna alam dari daun limbah mangrove cenderung lebih muda warnanya dibandingkan dengan kulit limbah mangrove dan variasi warna juga terganting dari fixaxernya. Dari aplikasi teknologi pewarn limbah mangrove jadi batik, maka kini telah dibangun galeri batik limbah mangrove “Wijaya Kusuma” yang berlokasi di desa Mangunhardjo.
Model Pemanfaatan Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair Kecamatan Liburen Kabupaten Bone
St Rohani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.121 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v1i1.2302
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Dua Desa yaitu Desa Mattirobulu dan Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Tujuan dari kegiatan ini adalah Tujuan umum agar masyarakat menyadari bahwa pemanfaatan limbah urine sapi yang dapat diolah menjadi pupuk cair dan diberikan pada tanaman , tujuan khusus adalah mengupayakan kelompok peternak di Kecamatan Libureng memanfaatkan limbah urine sapi, sehingga dapat mengurangi biaya pembelian pupuk. Bahan yang digunakan adalah MOL dan Urine sapi yang diolah melalui proses fermentasi. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan berpartisipasi aktif tidak hanya dalam bentuk kehadiran waktu penyuluhan dan pelatihan, tetapi aktif berkomunikasi atau berdialog mengenai pengolahan limbah urine. Dari keadaan ini terlihat bahwa petani peternak telah mulai memahami peran penting pemanfaatan teknik pengolahan limbah urine difermentasikan dengan MOL. Dengan ditemukannya inovasi tersebut diharapkan dapat memanfaatkan limbah urine menjadi pupuk cair sehingga mengurangi pengeluaran pembelian pupuk untuk tanaman mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Peternak sangat berminat dan termotivasi untuk memanfaatkan urine sapi sebagai pupuk cair untuk tanaman cukup tinggi dan Fermentasi limbah urine dapat mengurangi pencemaran limbah dari urine sapi.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA KERAPU TIKUS PADA KELOMPOK BAHTERA LAMU DAN LAMU BAHARI DI DESA LAMU KABUPATEN BUALEMO
Sri Yuningsih Noor;
Nurul Auliyah;
Yulianty Adipu
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Panrita Abdi - April 2018
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.766 KB)
|
DOI: 10.20956/pa.v2i1.3514
Kerapu Tikus (Chromileptes altivelis) merupakan salah satu sumberdaya ikan laut yang sangat potensial. Ditinjau dari segi ekonomi, harganya cukup bersaing di pasar dunia karena diminati di banyak negara baik itu Asia maupun Eropa. Keterbatasan hasil tangkapan oleh nelayan di alam terhadap ikan kerapu tikus membuat harganya semakin mahal. Kegiatan budidaya telah lama dilakukan oleh Kelompok Bahtera Lamu dan kelompok Lamu bahari di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Tujuan pendampingan terhadap budidaya kerapu tikus adalah memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh kelompok mitra diantaranya minimnya pengetahuan tentang teknologi budidaya serta kurangnya pengetahuan terhadap mnajemen usaha. Budidaya ikan kerapu tikus pada kelompok Bahtera Lamu dan kelompok Lamu Bahari telah berlangsung selama 7 bulan. Ikan kerapu tikus telah mencapai berat ± 350 gram/ ekor dengan panjang ± 18 – 20 cm dan tingkat kelangsungan hidup 75 %.