cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Status Karies Siswa SMP Negeri 1 Selogiri, Wonogiri Khulwani, Qumara W.; Nasia, Avina A.; Nugraheni, Arwinda; Utami, Aras
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32570

Abstract

Abstract: Oral health may affect the occurence of dental caries. Dental caries is a demineralization process in email, dentin, and cementum caused by metabolic activity of microorganisms. According to Bloom concept (1974), there were four main factors affecting oral health, as follows: environment, behaviour (knowledge and attitude), health facility, and heredity. This study was aimed to evaluate the correlation between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status among students of  SMPN 1 Selogiri (junior high school), Wonogiri. This was an observational and analytical study with a cross sectional design. There were 123 students as subjects in this study. Prior to participation, subjects were asked to fill in the questionairre and sign on the informed consent. Dental examination was carried  out by using oral sonde and oral glass. The Spearman test obtained a p-value of 0.001 for the correlation between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status. In conclusion, there was a significant relationship between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status among students of SMP 1 Selogiri, Wonogiri.Keywords: knowledge, attitude, behaviour, cariesAbstrak: Kesehatan atau kebersihan rongga mulut dapat memengaruhi terjadinya karies gigi. Karies adalah suatu proses demineralisasi pada email, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas metabolik suatu mikroorganisme. Terdapat empat faktor utama yang memengaruhi kesehatan gigi menurut konsep Bloom tahun 1974 yaitu: lingkungan, perilaku (pengetahuan dan sikap), pelayanan kesehatan, dan keturunan (hereditas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies siswa SMPN 1 Selogiri Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sebanyak 123 siswa menjadi subjek penelitian. Sebelum berpartisipasi dalam penelitian, subjek diminta untuk mengisi kuesioner serta informed consent. Peneliti melakukan pemeriksaan karies gigi pada subjek dengan menggunakan sonde dan kaca mulut. Hasil uji Spearman mendapatkan nilai p=0,001 untuk hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies siswa SMP Negeri 1 Selogiri Kabupaten Wonogiri.Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, karies
Penatalaksanaan Hipersensitivitas Dentin Rasni, Novia D. P.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33885

Abstract

Abstract: Dentin hypersensitivity is one of the most common dental problems. It can be found in both sexes, especially in the elderly. The discomfort or pain experienced in cases of dentin hypersensitivity occurs due to the unprotected surface by enamel in the crown or by cementum in the tooth root area. The characteristic of dentin hypersensitivity is that the pain suffered is acute, sharp but short in the unprotected dentin. This review was aimed to discuss about the etiology, stimulatory transmission mechanisms, and management of dentine hypersensitivity.Keywords: dentin hypersensitivity; pain  Abstrak: Hipersensitivitas dentin merupakan salah satu masalah gigi yang paling sering dijumpai, dapat ditemui pada laki-laki maupun perempuan utamanya pada orang yang sudah lanjut usia. Ketidaknyamanan atau rasa ngilu yang dialami pada kasus hipersensitivitas dentin terjadi karena adanya permukaan yang tidak terlindungi oleh email di mahkota atau sementum di daerah akar gigi. Ciri khas hipersensitif dentin yaitu rasa sakit yang diderita bersifat akut, tajam tapi singkat pada dentin yang tidak terlindungi. Penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai etiologi, mekanisme penjalaran rangsang dan tata kelola kasus hipersensitivitas dentin.Kata kunci: hipersensitivitas dentin; rasa ngilu
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Menjaga Kesehatan Gigi Mulut dengan Keluhan Subyektif Permasalahan Gigi Mulut pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan Skripsa, Tira H.; Unique, Audrey A.; Hermawati, Donna
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32676

Abstract

Abstract: Individual behavior related to oral health could cause poor oral condition. Health behavior consists of domains of knowledge, attitude, and action related to health, including oral health. This study was aimed to evaluate the relationship between knowledge and action to maintain oral health and subjective complaints related to oral condition of medical and non-medical students. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Samples were medical and non-medical students obtained by using the consecutive sampling technique. Data were collected at Diponegoro University using online questionnaire through the Google form platform regarding knowledge, actions to maintain oral health, and subjective complaints of oral health problems. Data were analyzed by using the chi-square test. The results showed that the majority of students had a high level of knowledge about dental and oral health, meanwhile, their action to maintain oral health was in moderate level. The levels of knowledge and action to maintain oral health of medical students were better than of the non-medical students. Dental and oral health problems most frequently complained were recurrent aphtous ulcers (RAU) and dental caries. The chi-square test showed a p-value of 0.023 between the action to maintain oral health and subjective complaints of oral health problems. In conclusion, there was a significant relationship between the action to maintain oral health and subjective complaints of oral health problems.Keywords: knowledge, action to maintain oral health, dental and oral health problem  Abstrak: Salah satu faktor penyebab permasalahan gigi dan mulut ialah perilaku terkait kesehatan gigi dan mulut. Perilaku kesehatan terdiri dari domain pengetahuan, sikap, dan tindakan yang berkait-an dengan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan gigi dan mulut pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah mahasiswa kesehatan dan non kesehatan, diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan di Universitas Diponegoro dengan menggunakan kuesioner online melalui platform Google form ten-tang pengetahuan, tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut, dan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menun-jukkan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mahasiswa umumnya tinggi, sedangkan tindak-an menjaga kesehatan gigi dan mulut umumnya berada pada kategori sedang. Tingkat pengetahuan dan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut mahasiswa kesehatan lebih baik daripada yang non kesehatan. Permasalahan yang terbanyak dikeluhkan ialah recurrent aphtous ulcers (RAU) dan karies gigi. Uji chi-square mendapatkan nilai p=0,023 untuk hubungan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut.Kata kunci: pengetahuan, tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut, masalah kesehatan gigi mulut
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Perilaku Menyikat Gigi pada Anak Wanti, Melyana; Mintjelungan, Christy N.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32365

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental health problem that often affects children aged 6-12 years. Children who have bad habits in maintaining oral hygiene are at greater risk to suffer from dental caries. A good habit that can be developed to obtain a good behavior is tooth brushing. The behavior of tooth brushing in children can be influenced by many things, inter alia intrimsic or extrinsic motivation. This study was aimed to determine whether there was an extrinsic motivation on tooth brushing behavior among elementary school students. This was a literature review study using databases of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Indonesia Onesearch. There were five literatures with cross-sectional design used in this study. The results showed that extrinsic motivation could influence the tooth brushing behavior of the students. Parents and teachers had a major role in influencing the students for tooth brushing behavior. In conclusion, there is an influence of extrinsic motivation on children's tooth brushing behavior.Keywords: motivation, behavior, tooth brushing, children Abstrak: Karies gigi merupakan masalah gigi yang sering menyerang anak usia 6-12 tahun. Anak yang memiliki kebiasaan buruk dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutnya berisiko lebih besar terkena karies gigi. Kebiasaan baik yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan perilaku yang baik, yakni kebiasaan menyikat gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya ialah motivasi yang dapat berasal dari dalam (intrinsik) maupun dari luar diri seseorang (ekstrinsik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan empat database yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Indonesia Onesearch. Lima literatur yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan motivasi ekstrinsik berpengaruh terhadap perilaku menyikat gigi anak. Orang tua dan guru memiliki peran utama dalam memengaruhi motivasi menyikat gigi anak. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi anak.Kata kunci: motivasi, perilaku, menyikat gigi, anak
Hubungan antara Status Gizi dengan Gigi Berjejal pada Anak Usia 11 sampai 12 Tahun di SD Negeri 45 Manado Richter, Ciwinan H.; Anindita, Pritartha S.; Kawengian, Shirley E. S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33705

Abstract

Abstract: Nutrition has a very important role during growth and development. It is a collection of biochemical substances that generally come from food used for the process of producing energy, growth, development, and maintenance of the body function. Poor nutrition will have an impact on the growth and development of teeth and mouth such as the occurrence of dental malformations, easily injury of soft tissues, and obstructed development of facial bones and jaws. This study was aimed to determine the relationship between nutritional status and crowded teeth in children aged 11 to 12 years. This was a descriptive and analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Elementary School 45 in Manado using a total sampling method. There were 39 subjects that were analyzed by using BMI/A anthropometry. The chi-square obtained a p-value of 0.376 for the relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth. In conclusion, there was no relationship between nutritional status based on BMI/A and crowded teeth in students of Elementary School 45 aged 11-12 years in Manado.Keywords: nutritional status; crowded teeth; children  Abstrak: Gizi memiliki peran yang sangat penting selama masa tumbuh kembang karena gizi merupakan kumpulan zat biokimia yang umumnya berasal dari makanan yang digunakan untuk proses menghasilkan energi, pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan tubuh. Gizi yang kurang baik akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan mulut seperti terjadi malformasi gigi, mudah terjadi cedera pada jaringan lunak, serta terhambatnya perkembangan tulang wajah dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun. Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 45 Manado menggunakan total sampling dengan subjek penelitian berjumlah 39 orang, dianalisis menggunakan antropometriIMT/U. Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p=0,376 terhadap hubungan antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi berdasarkan IMT/U dengan gigi berjejal pada anak usia 11 sampai 12 tahun di SD Negeri 45 Manado.Kata kunci: status gizi; gigi berjejal; anak
Faktor Risiko Nyeri Punggung Bawah pada Dokter Gigi di Sulawesi Utara Juliatri, Juliatri; Doda, Diana V. D.; Palandeng, Ora Et Labora I.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.33366

Abstract

Abstract: Modern design of dental equipment does not totally prevent the profession from experiencing low back pain (LBP). This study was aimed to determine the prevalence of LBP, to analyze risk factors associated with LBP, and to analyze risk factor for LBP among dentists in North Sulawesi. This was a quantitative and analytical study with a cross sectional design. Samples were determined by using the purposive sampling method, namely 148 dentists who met the inclusion criteria. Data were collected by using the Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) questionnaire to assess the posture of the dentists during treatment by adding individual and occupational characteristics. Further data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately by using the SPSS program. The results showed that the prevalence of dentists who experienced LBP was 41,2%. In addition, work position (p=0.043, correlation coefficient Ф=0.166), and the number of patients in a day (p=0.025, r=0.190) had a significant correlation with NPB. In conclusion, work position is the most influential factor of LBP among dentists in North Sulawesi (OR=2.085, CI=95%). It is expected that all dentists should avoid working positions that could harm their musculoskeletal systems.Keywords: low back pain, dentist  Abstrak: Perubahan desain peralatan kedokteran gigi yang semakin mutakhir tidak menjadikan profesi dokter gigi terbebas dari keluhan nyeri punggung bawah (NPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi NPB dan menganalisis faktor risiko NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling yaitu sebanyak 148 dokter gigi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) untuk menilai postur tubuh dokter gigi saat melakukan perawatan dengan menambahkan karakteristik individu dan pekerjaan. Data selanjutnya dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dokter gigi yang mengalami NPB sebesar 41,2%. Selain itu posisi kerja (p=0,043, koefisien korelasi Ф=0,166), dan jumlah pasien per hari (p=0,025, r=0,190) memiliki korelasi yang bermakna dengan NPB. Simpulan penelitian ini ialah posisi kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara (OR=2,085, CI=95%). Diharapkan bagi seluruh dokter gigi dapat menghindari posisi kerja yang dapat membahayakan sistem muskuloskeletal saat melakukan perawatan kepada pasien.Kata kunci: nyeri punggung bawah, dokter gigi
Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies pada Anak Muntu, Ladiza F. J.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Abstract

Abstract: Caries is an oral disease that is often found in the community. Riset Kesehatan Dasar (Basic Health Research) showed that 54.0% of the caries problems were found in the ge of 5-9 years. One of the government's efforts to reduce the risk score of caries causes is to promote a dental and oral health education program; one of them is the Irene's Donut method. This study was aimed to obtain an overview of the use of Irene's Donut method in reducing the caries risk score. This was a literature review study using databases of Google Scholar and Digital Reference Garba. The results showed that there were five journals fulfilling the inclusion and exclusion criteria.  There was a change in the level of cleanliness and significant increases of knowledge, attitude, and practice of the respondents. In conclusion, the Irene Donut method is effective in reducing the caries risk score in children by installing knowledge to the parents to guide their children related to good oral health maintenance behavior.Keywords: Irene's donut, dental caries in children, caries risk score Abstrak: Karies merupakan masalah penyakit mulut yang sering ditemukan pada masyarakat. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 54,0% masalah karies ditemukan pada kelompok usia 5-9 tahun. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan skor risiko penyebab karies yakni menggalakan program pendidikan kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah metode Irene’s Donut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metode Irene’s Donut terhadap penurunan skor risiko karies. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan perubahan tingkat kebersihan gigi serta peningkatan yang bermakna secara statistik pada pengetahun, sikap, dan praktik responden. Simpulan penelitian ini ialah metode Irene’s Donut dinilai efektif dalam menurunkan skor risiko karies pada anak dengan cara menanamkan pengetahuan pada orang tua untuk membimbing anak dalam hal menanamkan perilaku pemelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci: Irene’s donut, karies gigi pada anak, skor risiko karies
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia Aviva, Novia N.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 8, No 2 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.29907

Abstract

Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development of teeth causing the child's teeth become more susceptible to caries. This study was aimed to obtain the description of primary dental caries among stunting children in Indonesia. This was a literature review study. Three databases used in this study, as follows: Pubmed, ClinicalKey, and Google Scholar. The keywords were stunting AND caries AND Indonesia. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out that obtained 5 literatures consisting of 4 cross-sectional studies and 1 cohort study. The results showed that stunting children had higher percentage of primary dental caries than normal children, with moderate to high caries severity reaching 80%. Children who suffered from high dental caries severity had a high chance of suffering from stunting in the future. In conclusion, stunting children in Indonesia suffered from caries of primary teeth categorized as high severity caries. There was a relationship between caries of primary teeth and stunting in children.Keywords: Primary dental caries, stunting, child. Abstrak: Seperti halnya karies gigi, stunting pada anak masih menjadi masalah dunia termasuk Indonesia. Kekurangan gizi pada masa-masa kritis dapat menyebabkan stunting pada anak serta tumbuh kembang gigi yang tidak normal sehingga gigi anak lebih rentan mengalami karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karies gigi sulung pada anak stunting di Indonesia. Jenis penelitian ialah studi pustaka. Pencarian data menggunakan tiga database yaitu Pubmed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu stunting AND caries AND Indonesia. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan 5 literatur terdiri dari 4 cross-sectional study dan 1 cohort study. Hasil penelitian menunjukkan anak stunting memiliki pengalaman karies gigi sulung lebih tinggi daripada anak normal dengan tingkat keparahan karies sedang sampai tinggi mencapai 80%. Anak yang menderita pengalaman karies gigi sulung parah, memiliki peluang tinggi menderita stunting di kemudian hari. Simpulan penelitian ini ialah anak stunting di Indonesia memiliki pengalaman karies pada gigi sulung dan terbanyak pada tingkat keparahan karies yang tinggi. Terdapat hubungan antara karies pada gigi sulung dan stunting pada anak.Kata kunci: karies gigi sulung, stunting, anak.
Efektivitas Permen Karet Xylitol dalam Menurunkan Plak Saputera, Baban; Wicaksono, Dinar A.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33896

Abstract

Abstract: Oral and tooth problem that often occurs is caries worldwide. According to Riset Kesehatan Dasar (Baseline Health Research) in 2018, the largest proportion of oral and tooth problems in Indonesia is caries (45,3%). Caries could be caused inter alia by the presence of bacterial accumulation attached to plaque. One of the ways to control plaque is xylitol chewing gum which is proven to be quite effective in cleaning teeth from debris and plaque, preventing periodontal diseases, increasing salivary pH, and stimulating saliva excretion. This study was aimed to evaluate the effectiveness of xylitol chewing gum in reducing plaque. This was a literature review study using two databases, namely Google Scholar and Indonesia One Search. The results showed that samples used in the literatures were 10-24 years old. The xylitol doses used were 3.4 g/day, 4.05 g/day, 6 g/day, and 45 g/day. Xylitol dose below 3.4 g/day was not effective and dose above 10 g/day was less effective to reduce S. mutans. In conclusion, xylitol chewing gum at a dose of 3.4 g-10 g per day is quite effective in reducing plaque.Keywords: xylitol chewing gum; dental plaque Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies merupakan penyakit yang dialami oleh sebagian besar penduduk di dunia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi dan mulut di Indonesia ialah karies (45,3%). Penyebab terjadinya karies ialah antara lain adanya kumpulan bakteri yang terikat dalam plak. Salah satu pengendalian plak ialah dengan tindakan mengunyah permen karet xylitol yang terbukti cukup efektif membersihkan gigi dari debris dan plak, mencegah terjadinya penyakit periodontal, meningkatkan pH saliva, dan merangsang pengeluaran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas efektivitas permen karet xylitol dalam menurunkan plak. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Indonesia One Search. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kelompok eksperimen penelitian yang dikaji berkisar 10-24 tahun. Dosis xylitol yang dipakai dalam penelitian berkisar 3,4 gr/hari, 4,05 gr, 6 gr/hari, dan 45 gr per hari. Dosis xylitol di bawah 3,4 gr/hari tidak efektif dan dosis yang melebihi 10 gr/hari juga kurang efektif terhadap reduksi S. mutans. Simpulan penelitian ini ialah mengunyah permen karet xylitol dengan dosis 3,4 gr-10 gr per hari cukup efektif dalam menurunkan plak.Kata kunci: permen karet xylitol; plak
Musik sebagai Intervensi Nonfarmakologik untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Ekstraksi Gigi Azizah, Siti N.; Supit, Aurelia S. R.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32957

Abstract

Abstract: Tooth extraction is the most common dental procedure in dentistry besides dental filling. Anxiety is a significant problem faced by patients who undergo dental extraction. There are many factors which can affect anxiety level visually and auditorily. Non-pharmacological intervention including music therapy has a substantial role as interventional media or additional of other therapies in reducing pain and anxiety. This study was aimed to evaluate the roles of music as a non-pharmacological intervention to reduce anxiety in patients undergoing tooth extraction. This was a literature review study using three databases; google scholar, PubMed, and ScienceDirect. The keywords used were music as non-pharmacological intervention reducing extanxiety during tooth extraction. There were 10 literatures in this study. The results showed that music had important roles as an interventional media or additional of other therapies in reducing pain and exaggerated anxiety. Music could also give relaxing effect, reduce anxiety, improve mood, control emotion, and reduce blood pressure as well as pulse rate during tooth extraction. In conclusion, music can be used as an alternative in reducing the anxiety during tooth extraction due to a variety of effects, such as sedating, decreasing the sensitivity to surrounding area, stabilizing emotion, and decreasing blood pressure as well as pulse rate.Keywords: music, anxiety, tooth extraction Abstrak: Ekstraksi gigi merupakan tindakan yang paling sering dilakukan dalam bidang kedokeran gigi selain penambalan. Kecemasan merupakan hal yang selalu dirasakan saat akan dilakukan ekstraksi gigi. Banyak hal yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada tindakan ekstraksi gigi baik secara visual maupun auditorik. Intervensi nonfarmakologi dengan terapi musik berperan penting sebagai media intervensi dalam konteks meringankan rasa nyeri dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran musik sebagai intervensi nonfarmakologik dalam menurunkan kecemasan pada pasien ekstraksi gigi. Jenis penelitian ialah literature review. Database yang digunakan yaitu google scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yaitu musik sebagai intervensi nonfarmakologik mengurangi kecemasan ekstraksi gigi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa musik berperan penting sebagai media intervensi atau pelengkap dari bentuk terapi lain dalam konteks meringankan rasa nyeri atau cemas berlebihan. Musik juga memberikan efek menenangkan, mengurangi kegelisahan, membuat perasaan menjadi rileks dan santai, menstabilkan emosi, menurunkan kecemasan pasien, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi saat ekstraksi gigi. Simpulan penelitian ini ialah musik dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan pasien saat ekstraksi gigi dengan memberikan efek menenangkan, mengurangi kepekaan terhadap lingkungan sekitar, menstabilkan emosi, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.Kata kunci: musik, kecemasan, ekstraksi gigi