cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC" : 39 Documents clear
Identifikasi Pola Bakteri dan Uji Sensitivitas Antibiotik di Kamar Bedah Mata Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara Benjamin, Estelina I.; Homenta, Heriyannis; Waworuntu, Olivia A.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53622

Abstract

Abstract: Healthcare-associated infections (HAIs) are infections of pathogenic microorganisms into the human body within 48-72 hours after a patient's hospital admission. These infections are commonly attributed to ventilator-associated pneumonia (VAP), surgical site infections (SSI), central line-associated bloodstream infections (CLABSI), and catheter-associated urinary tract infections (CAUTI). Increased HAI cases is also associated with an increase in Multiple Drug-Resistant (MDR) strains due to inappropriate antibiotic selection for treating diseases resulting from HAIs. This study aimed to identify bacterial patterns and sensitivity tests at the ophthalmic surgical room of Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara. Thus was an observational and descriptive study with a cross-sectional design. The results showed seven Bacillus sp., four Staphylococcus sp., and one Staphylococcus aureus. Sensitivity tests using 18 types of antibiotics revealed antibiotic resistance patterns of the identified bacteria: seven strains of XDR in Bacillus sp., four strains of MDR in Staphylococcus sp., and the presence of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). In conclusion, Bacillus sp. is the most abundant bacteria found. Bacillus sp. is sensitive to the antibiotic meropenem, while it is resistant to ceftriaxone and sulfamethoxazole/trimethoprim. Keywords: healthcare-associated infections; identification of bacteria; antibiotic sensitivity test    Abstrak: Healthcare-associated infections (HAIs) adalah infeksi mikroorganisme patogen ke dalam tubuh manusia yang terjadi 48-72 jam setelah pasien masuk rumah sakit, umumnya disebabkan oleh ventilator-related pneumonia (VAP), surgical site infections (SSI), central line associated blood stream infections (CLABSI), dan catheter-associated urinary tract infections (CAUTI). Peningkatan kasus HAIs sejalan dengan peningkatan multiple drug-resistant (MDR) karena ketidaktepatan pemilihan antibiotik dalam mengobati HAIs. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola bakteri dan uji sensitivitas antibiotik di kamar bedah mata Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan Bacillus sp. tujuh bakteri, Staphylococcus sp. empat bakteri, dan Staphylococcus aureus satu bakteri. Uji sensitivitas terhadap 18 antibiotik menunjukkan gambaran resistensi, yaitu: Bacillus sp. terdapat tujuh bakteri Extensively Drug-Resistant (XDR), Staphylococcus sp. terdapat empat bakteri MDR, dan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Simpulan penelitian ini, yaitu: Bacillus sp., merupakan bakteri terbanyak yang ditemukan. Bacillus sp. sensitif terhadap antibiotik meropenem namun resisten terhadap antibiotik ceftriaxone, dan sulfamethoxazole/trimethoprim. Kata kunci: healthcare-associated infections; identifikasi bakteri; uji sensitivitas antibiotik
Profil pasien refluks laringofaring di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Runtung, Maureen; Pelealu , Olivia C. P.; Pontoh, Valentini M.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53653

Abstract

Abstract: Diagnosis of laryngopharyngeal reflux (LPR) requires a clinical history based on clinical symptoms (Reflux Symptom Index - RSI) and laryngeal examination (Reflux Finding Score - RFS) due to its nonspecific symptoms and laryngoscopic signs do not always correlate with the severity of symptoms. This study aimed to obtain the profile of patients with LPR at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a retrospective and descriptive study using medical records of LPR patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital during the period 2020-2022. The results showed that the majority of LPR patients were females (57.6%), aged 41-65 years and occupation as housewife. The most commonly experienced complaints were difficulty in swallowing (36.3%) and feeling of throat tightness (25,0%). The most frequent endoscopic finding was erythema/hyperemia of the arytenoids (36.8%). In conclusion, laryngo-pharyngeal reflux is often experienced by females aged 41-65 years, occupation as housewife. The most common complaints are difficulty in swallowing and feeling of throat tightness. Erythema/hyperemia of the arytenoid has the highest percentage in endoscopic finding. Keywords: laryngopharyngeal reflux; patient profile   Abstrak: Dalam mendiagnosis refluks laring faring (RLF), diperlukan anamnesis berdasarkan gejala klinis (Reflux Symptom Index - RSI) dan pemeriksaan laring (Reflux Finding Score - RFS) karena gejalanya tidak spesifik dan tanda laringoskopi tidak selalu sesuai dengan tingkat keparahan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil pasien RLF di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data pasien yang tercatat di Instalasi Rekam Medis RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode 2020 hingga 2022. Hasil penelitian mendapatkan bahwa mayoritas pasien RLF ialah perempuan (57,6%) dengan usia 41-65 tahun. Distribusi pekerjaan menunjukkan jumlah pasien tertinggi ialah ibu rumah tangga. Keluhan yang paling sering dialami ialah sulit menelan (36,3%) dan rasa mengganjal pada leher (25,0%). Temuan endoskopi paling sering ialah eritema/hiperemis aritenoid (36,8%). Simpulan penelitian ini ialah refluks laring faring sering dialami oleh perempuan pada usia 41-65 tahun, dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Keluhan paling sering ialah sulit menelan dan rasa mengganjal di tenggorokan. Distribusi tertinggi pasien refluks laring faring berdasarkan kondisi laring ialah eritema/hiperemis aritenoid. Kata kunci: refluks laringofaring; profil pasien
Profil Penyakit Jantung Bawaan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode September 2022 – Agustus 2023 Baksh, Aida K.; Waworuntu, David S.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.55352

Abstract

Abstract: Congenital heart disease (CHD) is a congenital heart defect that occurs during the heart development period of 3-8 weeks gestational age. This disease is divided into two categories, non-cyanotic CHD and cyanotic CHD. This study aimed to determine the profile of CHD in the Pediatric Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from September 2022 to August 2023. This was a retrospective and descriptive study using patients’ medical records during the period September 2022 - August 2023. The results obtained 94 patients with a mean age of 3.6 years, most of them were >5 years old (35.1%), consisting of males (53.2%) and females (46.8%). Asianotic CHD (78.7%) was the most common CHD found, and the majority of patients had good nutritional status (59.6%). In conclusion, congenital heart disease in children is most common in males, with asianotic type, and good nutritional status. Keywords: congenital heart disease; pediatric patients    Abstrak: Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan sejak lahir pada jantung yang terjadi saat masa perkembangan jantung usia gestasi 3-8 minggu. Penyakit ini terbagi atas dua kategori yaitu PJB non sianotik dan PJB sianotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil PJB di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September 2022 – Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien selama periode September 2022 – Agustus 2023. Hasil penelitian mendapatkan 94 pasien PJB dengan rerata usia 3,6 tahun, terbanyak pada sebaran usia >5 tahun (35,1%), jenis kelamin laki-laki (53,2%) dan perempuan (46,8%), Penyakit jantung bawaan asianotik (78,7%) merupakan kategori PJB terbanyak, dan mayoritas pasien memiliki status gizi baik (59,6%). Simpulan penelitian ini ialah penyakit jantung bawaan pada anak terbanyak berjenis kelamin laki-laki, jenis asianotik, dan memiliki status gizi baik. Kata kunci: penyakit jantung bawaan; pasien anak
Gambaran Hasil Autopsi di RS Bhayangkara Tingkat III Manado Periode Januari 2020 - Desember 2022 Setiawan, Dwipania P.; Siwu, James F.; Kristanto, Erwin G.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53427

Abstract

Abstract: The rise in cases of natural or unnatural deaths in Manado has led to suspicions about the cause of death; therefore, the police will ask for help from forensic doctors to carry out autopsies. This study aimed to obtain the autopsy description, especially at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado for the period of January 2020 - December 2022. This was a retrospective and descriptive study using data from the visum et repertum results. The results showed that there were 97 autopsy cases; 21 of which were excluded. The most frequent cases were in 2021 and 2022, namely 28 cases (36.84%). Most cases were male (89.47%). The largest age group was early adulthood (26-35 years) (28.95%). The most common cause of death was unnatural death (92.1%), with sharp violent death cases (92.1%). For natural deaths, cardiovascular disease and lung disease were the highest (each of 50%). In conclusion, autopsies are often performed on men in early adulthood (26-35 years), with unnatural deaths in cases of sharp violence, while the most common natural deaths are cardiovascular and lung diseases. Keywords: autopsy; cause of death; sharp violence; cardiovascular disease; lung disease    Abstrak: Maraknya kasus kematian wajar atau tidak wajar di Manado menyebabkan munculnya kecurigaan tentang sebab kematian sehingga dari pihak kepolisian akan meminta bantuan ahli dokter forensik untuk dilakukan autopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran autopsi terutama di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado periode Januari 2020 – Desember 2022. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data hasil visum et repertum. Hasil penelitian mendapatkan 97 kasus yang di autopsi; 21 di antaranya dieksklusi. Kasus terbanyak pada tahun 2021 dan 2022 yaitu 28 kasus (36,84%). Sebagian besar kasus berjenis kelamin laki-laki (89,47%). Kelompok usia terbanyak yaitu dewasa awal (26-35 tahun) (28,95%). Penyebab kematian  terbanyak ialah kematian tidak wajar (92,1%), dengan kasus kematian kekerasan tajam (92,1%). Untuk kematian wajar didapatkan penyakit kardiovaskuler dan penyakit paru yang terbanyak (masing-masing 50%). Simpulan penelitian ini ialah autopsi yang sering dilakukan pada jenis kelamin laki-laki, usia dewasa awal (26-35 tahun), dengan kematian tidak wajar kasus kekerasan tajam, sedangkan pada kematian wajar penyebabnya ialah penyakit kardiovaskuler dan penyakit paru yang terbanyak. Kata kunci: autopsi; sebab kematian; kekerasan tajam; penyakit kardiovaskuler; penyakit paru
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Pasien Stroke Iskemik Berusia 15-64 Tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Malingkas, Lingkanwene T. D.; Wowor, Mayer F.; Berhimpon, Siemona L. E.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53662

Abstract

Abstract: Ischemic stroke is the most common stroke and represents 80% of stroke cases. Stroke causes an increase in blood viscosity, thus inhibiting blood flow which has an impact on the body's normal function which can be seen from the hemoglobin and hematocrit levels. This study aimed to determine the description of hemoglobin and hematocrit levels in ischemic stroke patients aged 15-64 years treated at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a retrospective and descriptive study using secondary data taken from medical records. The results obtained 47 patients that met the inclusion criteria, consisting of 29 male patients (61.7%) and 18 female patients (38.3%). Based on stroke classification, most patients were in acute phase (87.2%). Normal hemoglobin levels were more often found in the age of 46-55 years, meanwhile decreased hematocrit levels were more often found in the age of 56-65 years (23.4%).  In conclusion, normal hemoglobin level and decreased hematocrit level are more often found in acute ischemic stroke patients. Keywords: ischemic stroke; hemoglobin; hematocrit    Abstrak: Stroke iskemik merupakan stroke yang paling sering terjadi dan mewakili 80% kasus stroke. Stroke mengakibatkan peningkatan kekentalan/viskositas darah, sehingga menghambat aliran darah yang berdampak pada fungsi normal tubuh yang dapat dilihat dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien stroke iskemik berusia 15-64 tahun yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis. Hasil penelitian mendapatkan 47 pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 29 pasien laki-laki (61,7%) dan 18 pasien perempuan (38,3%). Berdasarkan klasifikasi stroke, pasien terbanyak pada fase akut (87,2%). Kadar hemoglobin normal lebih sering didapatkan pada kelompok usia 46-55 tahun (44,7%) sedangkan kadar hematokrit menurun lebih sering didapatkan pada kelompok usia 56-65 tahun (23,4%). Simpulan penelitian ini ialah kadar hemoglobin normal dan kadar hematokrit menurun sering didapatkan pada pasien stroke iskemik akut. Kata kunci: stroke iskemik; hemoglobin; hematokrit
Hubungan antara Pengetahuan dengan Sikap Tentang Kanker Serviks pada Siswi SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Ginting, Joseph S.; Tendean, Hermie M. M.; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53671

Abstract

Abstract: Lack of patient awareness can be caused by lack of education and campaign roles in providing education about cervical cancer to pre-teens and parents. Therefore, knowledge of cervical cancer plays an important role in the prevention of cervical cancer. This study aimed to determine the relationship between knowledge about cervical cancer and attitude towards cervical cancer prevention among female students at Lokon St. Nikolaus High School Tomohon. This was a comparative and analytical study with a cross-sectional design using a questionnaire. Samples were all female students at SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (high school) fulfilling the inclusion and exclusion criteria researchers. The results showed a total of 184 respondents were obtained with the majority of them were in class X (40.22%) and used information sources from the internet (50.00%). The majority of respondents had good knowledge (92.93%)) and supportive attitude (92.39%). In addition, eight students (4.35%) had received the HPV vaccine. The chi-square test showed a significant relationship between knowledge and attitudes about cervical cancer (p<0.05). In conclusion, there is a significant relationship between knowledge about cervical cancer and attitude towards cervical cancer prevention among female students at SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon. Keywords: cervical cancer; HPV vaccine; knowledge; attitude    Abstrak: Kurangnya kesadaran pasien terhadap kanker serviks dapat disebabkan oleh kurangnya peran pendidikan dan kampanye dalam memberikan edukasi mengenai kanker serviks pada pra-remaja hingga orang tua. Oleh karena itu, pengetahuan terhadap penyakit kanker serviks mempunyai peranan penting dalam pencegahan terhadap penyakit kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan sikap terhadap pencegahan kanker serviks pada siswi di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon. Jenis penelitian ialah analitik komparatif dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner. Sampel penelitian yaitu seluruh siswi SMA Lokon yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan total 184 responden dengan mayoritas responden berada dikelas X (40,22%) dan menggunakan sumber informasi dari internet (50,00%). Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik (92,93%) dan sikap mendukung (92,39%). Terdapat delapan siswi (4,35%) yang telah menerima vaksin HPV. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan sikap tentang kanker serviks (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan sikap terhadap pencegahan kanker serviks pada siswi di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon. Kata kunci: kanker serviks; vaksin HPV; pengetahuan; sikap
Faktor-faktor yang Memengaruhi Angka Kejadian Malaria pada Anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Lahiang, Reinette M.; Rampengan, Novie H.; Tatura, Suryadi N. N.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53687

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease that contributes to high mortality and morbidity rates. Indonesia is no exception and is still one of the countries with high malaria endemicity. This study aimed to determine factors influencing the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung. This was an analytical and observational study with a retrospective approach and a case-control research design. Data were obtained from medical record data and through interviews by filling out questionnaires, and were analyzed using the chi-square test. The statistical test results of this study showed that the presence of livestock pens around the residence as well as the habit of using mosquito nets and mosquito repellent when sleeping at night were not factors that influenced the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. There was an influence of the presence of mosquito breeding sites around the residence (p-value of <0.001) and the habit of going out at night (p-value of <0.001) with the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. In conclusion, factors that influence the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung, are living close to mosquito breeding areas and the habit of going out at night. Keywords: incidence rate of malaria; children; influencing factors   Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit menular dengan penyumbang angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia tak terkecuali masih menjadi salah satu negara dengan endemisitas malaria yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case-control. Data diperoleh melalui data sekunder yaitu data rekam medis dan melalui wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kandang ternak di sekitar tempat tinggal serta kebiasaan menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk saat tidur di malam dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Terdapat hubungan bermakna antara keberadaan tempat perindukan nyamuk di sekitar tempat tinggal (nilai p<0,001) dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari (nilai p=<0,001) dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Simpulan penelitian ini ialah faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung ialah tempat tinggal dekat dengan tempat perindukan nyamuk dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Kata kunci: angka kejadian malaria; anak; faktor yang memengaruhi
Hubungan antara Pendekatan Belajar dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2020 Irene, Angellita M.; Angmalisang, Elvin C.; Wungouw, Herlina I. S.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53707

Abstract

Abstract: One of the influencing factors on academic achievement is the learning approach, which is a combination of motivation and strategies that an individual uses to improve his/her knowledge. Learning approach is classified into surface and deep learning approaches. This study aimed to determine the relationship between learning approach and academic achievement of students in the Medical Education Study Program of class of 2020, Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling with inclusion and exclusion criteria. Learning approach data were obtained by using the Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Data were analyzed using the Fisher Exact test. The results obtained 162 students as samples, dominated by 124 (76.5%) students with deep learning approach, while 38 (23.5%) students used surface learning approach. Furthermore, the majority of students obtained Cumulative Grade Point Average (CGPA) with honors/cum laude (>3.50) amounting to 89 (54.9%) students. The Fisher Exact test, obtained a p-value of 0.936 (p>0.05). In conclusion, there is no relationship between the learning approach and the academic achievement of students in the Medical Education Study Program of class of 2020, Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. Keywords: learning approach; academic achievement; medical students    Abstrak: Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik ialah pendekatan belajar (learning approach), yang merupakan gabungan antara motivasi dan strategi yang digunakan seseorang saat mencari pengetahuan. Pendekatan belajar diklasifikasikan menjadi pendekatan belajar permukaan (surface) dan dalam (deep). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendekatan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2020. Jenis penelitian ini ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Teknik sampling yang digunakan ialah total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pendekatan belajar diperoleh menggunakan the Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Uji statistik dalam penelitian ini ialah uji Fisher Exact. Hasil penelitian mendapatkan total sampel penelitian berjumlah 162 mahasiswa yang didominasi oleh 124 (76,5%) mahasiswa dengan pendekatan belajar dalam (deep), sedangkan 38 (23,5%) mahasiswa menggunakan pendekatan belajar permukaan (surface). Mayoritas mahasiswa memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan predikat pujian/cum laude (>3,50) berjumlah 89 (54,9%) mahasiswa. Hasil uji Fisher Exact mendapatkan nilai p=0,936 (p>0,05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara pendekatan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2020. Kata kunci: pendekatan belajar, prestasi akademik, mahasiswa kedokteran
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Penyandang Hipertensi di Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan 1 Pitoy, Michael H.; Awaludin, Muhammad; Wantania, Frans E. N.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53864

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition of persistent increase in blood pressure in repeated examinations. Cases of hypertension is expected to increase each year. Various factors can result in the increase of blood pressure, including sleep quality. This study aimed to identify the relationship between sleep quality and blood pressure in people with hypertension at Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan 1. This was a quantitative study with a cross-sectional design. Sample were obtained by using consecutive sampling method. Primary data were collected directly using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire and blood pressure test, and then were analyzed using the chi-square test.  The results obtained 32 people with hypertension as respondents. The chi-square test showed no relationship between sleep quality and blood pressure among the respondents (p=1.000). However, data analysis showed that clinically blood pressure in hypertensive people with poor sleep quality was higher compared with those that had good sleep quality, with mean differences of 15.05 mmHg in systolic blood pressure and 6.37 mmHg in diastolic blood pressure. In conclusion, people with hypertension need to maintain good sleep quality to achieve controlled blood pressure. Keywords: hypertension; sleep quality; blood pressure    Abstrak: Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah yang menetap pada pemeriksaan berulang. Kasus hipertensi diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Berbagai faktor dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah, salah satunya ialah kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada penyandang hipertensi di Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan 1. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan consecutive sampling dan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index serta pemeriksaan tekanan darah. Analisis statistik data menggunakan chi-square, Hasil penelitian mendapatkan 32 penyandang hipertensi sebagai responden. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak memiliki hubungan dengan tekanan darah responden (p=1,000). Namun, analisis data menunjukkan secara klinis tekanan darah penyandang hipertensi dengan kualitas tidur yang buruk lebih tinggi daripada penyandang hipertensi dengan kualitas tidur yang baik, dengan perbedaan rerata tekanan darah sistolik sebesar 15,06 mmHg dan diastolik sebesar 6,37 mmHg. Simpulan penelitian ini ialah penyandang hipertensi perlu memerhatikan kualitas tidur untuk mencapai tekanan darah terkontrol. Kata kunci: hipertensi; kualitas tidur; tekanan darah
Identifikasi Pola Bakteri dan Uji Sensitivitas Antibiotik di Ruangan Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih Manado Sandjaya, Sulaiman F.; Waworuntu, Olivia A.; Homenta, Heriyannis
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.54050

Abstract

Abstract: Incidents of infection originating from hospitals can be referred to as Healthcare-Associated Infections (HAIs). Generally, hospitals have implemented policies and clinical practices in control of HAIs and the appropriate use of antibiotics to reduce the risk of infection spread and the development of antibiotic resistance. However, antibiotic administration in the Emergency Room (ER) significantly contributes to the excessive use of antibiotics, which may pose a problem of antibiotic resistance. This study aieds to determine the bacterial pattern and antibiotic sensitivity in the ER of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. This was an observational and descriptive study with a cross-sectional design. Identification of bacterial pattern and antibiotic sensitivity test on bacteria in the ER of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado used the standard procedure in Microbiology Laboratory of Faculty of Medicine, Universitas Sam Ratulangi. The antibiotic sensitivity test for Bacillus sp. (53.84%), Staphylococcus sp. (38,46%), and Streptococcus sp. (7,69%) revealed the highest sensitivity to the antibiotics meropenem and gentamicin, while the antibiotics ampicillin/sulbactam and vancomycin showed the highest resistance levels. In conclusion, Gram-positive bacteria dominates the bacteria in the emerfency room of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, with Bacillus sp. being the most prevalent. Keywords: bacterial pattern; antibiotic sensitivity test; emergency room   Abstrak: Kejadian infeksi yang berasal dari rumah sakit termasuk dalam Healthcare-Associated Infections (HAIs). Rumah sakit telah menerapkan kebijakan dan praktik klinis dalam pengendalian HAIs dan penggunaan antibiotik yang tepat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi dan perkembangan resistansi antibiotik. Namun, ditemukan bahwa pemberian antibiotik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara signifikan berkontribusi terhadap penggunaan berlebihan dari obat antibiotik yang kemungkinan menimbulkan masalah resistansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola bakteri dan sensitivitas antibiotik di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observational dengan desain potong lintang. Identifikasi pola bakteri dan uji sensitivitas pada bakteri di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado menggunakan prosedur standar di Laboratorium FK Unsrat. Hasil identifikasi diperoleh bakteri Bacillus sp., Staphylococcus sp., dan Streptococcus sp. Uji sensitivitas antibiotik dari bakteri Bacillus sp. (53,84%), Staphylococcus sp. (38,46%), serta Streptococcus sp. (7,69%), mendapatkan tingkat sensitivitas tertinggi ditunjukkan terhadap antibiotik meropenem dan gentamicin, sedangkan hasil antibiotik ampicillin/sulbactam dan vancomycin memiliki tingkat resistensi tertinggi. Simpulan penelitian ini ialah bakteri Gram positif mendominasi bakteri di ruangan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, dengan ditemukannya Bacillus sp. terbanyak. Kata kunci: pola bakteri; uji sensitivitas antibiotik; Instalasi Gawat Darurat

Page 2 of 4 | Total Record : 39