cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
KEJADIAN MUNTAH PADA PENDERITA KANKER YANG MENJALANI PENGOBATAN KEMOTERAPI DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Hariyanto, Bambang E. P.
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.9506

Abstract

Abstract: Chemotherapy-induced nausea and vomiting (CINV) are the most frequent and troublesome side effects in cancer patients. Cancer patients who are undergoing chemotherapy usually put nausea and vomiting in a list of side effects of chemotherapy that they are most worried about. Lack control of vomiting can disturb functional activities and quality of life of patients, increase the use of health service resources, and reduce the adherence to treatment. This was a descriptive study with a cross-sectional approach. This study used medical records of chemotherapy patients in Pediatrics Section of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2011 and 2012, particularly of those with ALL. There were 51 patients with ALL undergoing chemotherapy, and vomiting occured in 24 patients (47.1%). The occurence of vomiting was more frequent among females (51.6%), mostly during the induction and consolidation phases. Conclusion: In this study, vomiting occured most frequently among females, aged 6-10 years, during the consolidation phase of chemotherapy, especially with administration of HD-Mtx iv 1000 mg/m².Keywords: cancer patients, chemotherapy, vomiting effectAbstrak: Mual dan muntah akibat kemoterapi (CINV) merupakan efek samping yang sering terjadi dan memberikan banyak kesulitan pada pasien kanker. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi biasanya menempatkan mual dan muntah pada daftar efek samping kemoterapi yang paling diresahkan. Kurangnya kontrol muntah dapat mengganggu aktivitas fungsional dan kualitas hidup pasien, meningkatkan penggunaan sumber daya pelayanan kesehatan, dan mengurangi kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini menggunakan rekam medik dari efek muntah untuk kemoterapi pasien di Bagian Pediatri BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2011 dan 2012 terutama pada pasien dengan ALL. Selama periode tersebut terdapat 51 pasien yang menjalani kemoterapi ALL. Efek samping muntah dialami oleh 24 pasien (47,1%). Kejadian ini tampaknya lebih menonjol pada wanita (51,6%). Muntah kebanyakan terjadi selama fase induksi dan konsolidasi. Simpulan: Kejadian muntah terjadi lebih sering pada anak perempuan, usia 6-10 tahun, cenderung terjadi selama fase konsolidasi kemoterapi, dan terutama pada pemberian HD-Mtx iv: 1000 mg /m².Kata kunci: pasien kanker, kemoterapi, efek muntah
Pola tumor rongga mulut di Rsup Prof.Dr.R.D Kandou Manado periode 2014-2016 Kanaco, Megawati; Pontoh, Victor; Sunaryo, Haryanto
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14474

Abstract

Abstract: Tumor in general terms is a mass or growth of abnormal system in the body. There are 2 types of tumor benign tumors and malignant tumor. Manifestasion can various shape, ranging form small lesion, mass or granulation until the tumor is widespread. Tumor/oral cancer is counted about 2% from all cancer mortalities are the sixth most common malignabt tumor in the world. Objective researchto determain the pattern of oral cancer at Prof. DR. R. D. Kandou general hospital manado periods 2014-2016. The method use in this research is descriptive retrospective study. Data was collected from medical record in medical record installation and department of the anatomic pathology at Prof. DR. R. D. Kandou general hospital manado periods 2014-2016. This research was found tumor of oral of the period was 67 case. Benign tumor of oral was 27 case and malignant tumor of oral was 40 case.Keywords: tumor of oral, benign tumor of oral, dan malignant tumor of oral. Abstrak: Tumor dalam istilah umum adalah pertumbuhan massa atau jaringan abnormal dalam tubuh. Tumor terbagi menjadi 2 yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Manifestasinya dapat berbagai bentuk, mulai dari lesi kecil, massa atau granulasi sampai dengan tumor yang sudah meluas. Tumor/kanker rongga mulut ditemukan sekitar 2% dari seluruh keganasan ,merupakan urutan keenam terbanyak dari seluruh tumor ganas yang dilaporkan di dunia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pola tumor rongga mulut di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado periode 2014-2016. Penelitian yang di laksananakan menggunakan metode penelitian deskriptif retrospektif. Data diambil dari rekam medik di instalasi rekam medik dan bagian patologi anatomi RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado periode 2014-2016. Pada penelitian ini di jumpai penderita tumor rongga mulut pada periode tersebut adalah 67 kasus, yang terbagi dari tumor jinak rongga mulut 27 kasus dan tumor ganas rongga mulut 40 kasus. Kata kunci: tumor rongga mulut, tumor jinak rongga mulut, dan tumor ganas rongga mulut.
Kadar Merkuri Rambut Anak Sekolah di Sekitar Tambang Emas daerah Sulawesi Tengah Sarna, Yoseva Ni Made Stella
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3738

Abstract

Abstract: Health is a major aspect of the child's intelligence. Bright child can advance regional and potentially improve their lives. Environmental aspects for instance the case of mercury which can damage a child's brain. Cases have occurred as a result of mercury toxicity include cases of methyl mercury in the gold mining town of Palu. The relationship between mercury levels in hair and achievement in school in Palu city analyzed using Pearson's correlation coefficient. The results of this analysis obtained r = 0.216 with p = 0.016. The results of this analysis states there is a significant correlation between mercury levels in hair and student achievement in school in Palu (p = 0.016). Keywords: achievement (national test scores), mercury, blood and hair. Abstrak: Kesehatan merupakan aspek utama dari kecerdasan anak. Anak yang cerdas dapat memajukan daerah dan berpotensi meningkatkan taraf kehidupannya. Aspek lingkungan misalnya kasus merkuri yang dapat merusak otak anak. Kasus akibat merkuri yang pernah terjadi antara lain kasus toksisitas metil merkuri di penambangan emas kota Palu. Hubungan antara kadar merkuri di rambut dan prestasi belajar di sekolah di kota Palu dianalisis dengan analisis koefisien korelasi Pearson.  Hasil analisis ini diperoleh r = 0,216 dengan p = 0,016.  Hasil analisis ini menyatakan ada hubungan yang bermakna antara kadar merkuri di rambut dan prestasi belajar siswa di sekolah di kota Palu (p = 0,016). Kata kunci: prestasi (nilai ujian nasional), merkuri, darah dan rambut.  
SEBARAN KEBIASAAN MEROKOK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DI RAWAT INAP DI BAGIAN NEUROLOGI RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tumeleng, Pricyllia; Runtuwene, Theresia; Kembuan, Mieke
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6827

Abstract

Abstract: Stroke is the number one cause of disability and number two cause of death in the world. This disease has now become a serious health problem and is more common in developing countries. The increasing incidence of stroke is closely related to smoking as a lifestyle for most people. Smokers increase the risk of stroke by two to four times compared with those who did not smoke. This study aims to determine the distribution of the smoking habit frequency in ischemic stroke’s patients. This is a descriptive study. The population in this study are all ischemic stroke patients hospitalized in neurology department of Prof. Dr. R. D. Kandou hospital on November to December 2014 with a total sample of 42 patients with ischemic stroke. The results showed that most patients are male which there are 25 patients ( 59.5 % ), most of the patients are aged 46-55 years and 56-65 years were 13 patients ( 31 % ) , 57.1 % of patients as active smokers and 42.9 % are passive smokers, 83.4 % of patients with smoking duration >5 years, 70.8 % of patients smoked 11-20 cigarettes per day, 66.7 % of patients taking cigarettes filters, and 97.6 % had other risk factors other than smoking . Health workers are expected to provide counseling about the dangers of smoking, especially for those at risk of stroke.Keywords: ischemic stroke, smokingAbstrak: Penyakit stroke adalah penyebab cacat nomor satu dan penyebab kematian nomor dua didunia. Penyakit ini kini telah menjadi masalah kesehatan yang serius dan lebih sering terjadi di Negara-negara berkembang. Meningkatnya angka kejadian stroke berhubungan erat dengan merokok sebagai gaya hidup pada sebagian besar orang. Perokok meningkatkan resiko terjadinya stroke hingga dua sampai empat kali dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi kebiasaan merokok pasien stroke iskemik. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke iskemik yang di rawat inap di bagian neurologi RSU Prof. Dr. R. D. Kandou periode November sampai Desember 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien stroke iskemik. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin yang terbanyak laki-laki yaitu sebanyak 25 pasien (59,5%), umur pasien sebagian besar 46-55 tahun dan 56-65 tahun sebanyak 13 pasien (31%), sebanyak 57,1% pasien sebagai perokok aktif dan 42,9% sebagai perokok pasif, 83,4% pasien dengan lama merokok >5 tahun, 70,8% pasien merokok sebanyak 11-20 batang perhari, 66,7% pasien mengkonsumsi rokok filter, dan 97,6% memiliki faktor risiko lain selain merokok. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling tentang bahaya rokok terutama bagi mereka yang berisiko terkena serangan stroke.Kata kunci: stroke iskemik, merokok
Gambaran elektrolit serum pada anak dengan diare akut Wololi, Christin V.; Manoppo, Jeanette I.Ch.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.12105

Abstract

Abstract: Acute diarrhea is defined as the sudden onset of 3 or more loose stools per day and lasts no longer than 14 days; chronic or persistent diarrhea lasts more than 14 days. Loss of fluid in large quantitiy such as diarrhea results in imbalance of fluid and electrolyte. The first influenced electrolytes are sodium and chloride since both are extracellular electrolytes. This study aimed to obtain the profile of serum electrolytes in children with acute diarrhea. Thus was a descriptive retrospective study using medical record data of patients hospitalized in the Paediatrics Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital in the period of January 2015 - December 2015. The results showed that the highest incidence was among males (30 cases; 65.21%). Most cases were aged 1 - < 5 years (23 cases; 50%). Most serum sodium values were in the normal range (36 cases; 78.26%). Most cases had diarrhea without dehydration and had normal serum sodium (20 cases; 43.47%). Most cases had normal serum potassium levels (33 cases; 71.73%). Most inpatients were without dehydration (17 cases; 36.95%). Most cases had normal serum electrolyte levels (39 cases; 84.78%). Most of the diarrhea without dehydration ( 21 cases; 45.65%). Diarrhea was most often in those who were formula-fed (29 cases; 63.04%). Keywords: acute diarrhea, dehydration, electrolyte disturbance Abstrak: Diare akut didefinisikan sebagai onset mendadak 3 atau lebih mencret per hari dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari sedangkan diare kronis atau persisten berlangsung lebih dari 14 hari. Bila terjadi kehilangan cairan dalam jumlah banyak secara terus menerus seperti pada diare maka keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh tidak dapat dipertahankan. Elektrolit yang pertama terpengaruh ialah natrium dan klorida karena keduanya merupakan elektrolit ekstrasel. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran elektrolit serum pada anak dengan diare akut. Jenis penelitian retrospektif deskriptif menggunakan data rekam medik pasien rawat inap di Bagian Pediatri RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Januari 2015 - Desember 2015. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa insiden tertinggi pada laki-laki sebanyak 30 kasus (65,21%). Usia terbanyak antara 1 tahun - < 5 tahun yaitu 23 kasus (50%). Nilai natrium serum paling banyak pada kisaran normal yaitu 36 kasus (78,26%), paling banyak didapatkan pada penderita tanpa dehidrasi dengan natrium serum normal 20 kasus (43,47%). Kadar kalium serum normal secara keseluruhan berjumlah 33 kasus (71,73%), paling banyak pada penderita tanpa dehidrasi yaitu 17 kasus (36,95%). Kadar serum paling banyak pada kisaran normal yaitu 39 kasus (84,78%), dan paling banyak pada penderita tanpa dehidrasi yaitu 21 kasus (45,65%). Diare paling banyak pada yang diberi susu formula sebanyak 29 kasus (63,04 %).Kata kunci: diare akut, dehidrasi, gangguan elektrolit
HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIANASFIKSIA NEONATORUM DI RSUP PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO Zainuddin, Zulkarnain
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i3.3237

Abstract

Neonatal Asphyxia is a condition of newborns who fail to breathe spontaneously and regularly soon after birth.Asphyxiais one ofthe causes ofmortalityandmorbidityof newborns. In Prof Dr. Dr. R. D Kandou Manado neonatal asphyxia was ranked 7 out of 10 perinatology disease by 2011 as many as 50 cases. There are several factors that trigger the occurrence of asphyxia eclampsia, fetal distress, abruptio placenta, placenta previa, and the state of maternal and others fetal distress. This study is a retrospective analytical taken in the form of medical records of the period July 2010 - July 2012. The total sampel of 100 samples were divided into 50 infants asphyxia and 50 infants of non asphyxia. The data were processed using SPSS version 16. Statistical tests were conducted to prove the hypothesis with chi square test. The results showed a significant relationship between type of delivery and neonatal asphyxia (P = 000), where the Caesarean section delivery with the largest percentage of asphyxia in infants that is 31 infants (62%). Highly significant correlation between the type of childbirth with the incidence of asphyxia. Caesarean section with the largest percentage due mostly done when the mother and fetus during an emergency such as fetal distress, eclampsia, preeclampsia, fetal abnormalities layout, narrow pelvis, oligohydramnios, premature rupture of membranes, and prolonged labor.Keywords: Asphyxia neonatorum, type of childbirthAbstrakAsfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas bayi baru lahir. Di RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado asfiksia neonatorum menduduki peringkat 7 dari 10 penyakit perinatologi pada tahun 2011 sebanyak 50 kasus. Ada beberapa faktor pencetus terjadinya asfiksia yaitu eklampsia, gawat janin, solusio plasenta, plasenta previa, dan keadaan gawat ibu dan janin lainnya. Penelitian ini bersifat analitik retrospektif yang diambil dalam bentuk rekam medis periode juli 2010 – juli 2012. Besar sampel sebanyak 100 sampel yang terbagi atas 50 bayi asfiksia dan 50 bayi non asfiksia.Data diolah menggunakan SPSS versi 16.Uji statistik dilakukan untuk membuktikan hipotesis dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara jenis persalinan dan asfiksia neonatorum (P=000), dimana persalinan seksio sesarea dengan presentase terbesar pada bayi asfiksia yakni 31 bayi (62%). Adanya hubungan yang sangat bermakna antara jenis persalinan dengan kejadian asfiksia.Seksio sesarea dengan presentase terbesar dikarenakan kebanyakan dilakukan apabila ibu maupun janin dalam keadaan darurat misalnya gawat janin, eklamsia, preeklamsia, kelainan letak janin, panggul sempit, oligohidramnion, ketuban pecah dini, dan partus lama.Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, jenis persalinan.
Profil pasien tuberkulosis dengan multi drug resistance (MDR) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Agustus 2015 - Agustus 2016 Siahaan, Andreas G.H.; Polii, Efata B.I.; Ongkowijaya, Jeffrey
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14498

Abstract

Abstract: Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) is a serious health problem in society towards the effort to eliminate TB and its prevention in global scale as well as in Indonesia. MDR-TB incidence is difficult to determine because sputum propagation and medicine sensitivity test is not routinely implemented in places with high prevalence. The raising of TB MDR is influenced by several factors, as follows: the patients, caregivers, and medical service factors. This study was aimed to determine the profile of TB-MDR patients treated at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from August 2015 to August 2016. This was a descriptive-retrospective study based on secondary data of the medical record in period August 2015 - August 2016 at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that of 30 patients who met the inclusion criteria, the highest percentages were in males (67%), age range 41-50 years (36%), senior high school as the latest education (54%), patients originated from Manado (63.33%), normal nutrition status (57%), and the GeneXpert result was medium (56%). The most common comorbidity was type 2 DM (23%). Conclusion: In this study, the majority of MDR-TB patients were males, age range 41-50 years, senior high school as the last education was SLTA, originated from Manado, normal nutrition status, and the GeneXpert resulted in medium. Morbidities of most patients experienced is DM type 2.Keywords: TB, TB MDR, genexpert Abstrak: Multidrug resistance tuberculosis (TB MDR) memrupakan masalah kesehatan yang serius di dalam masyarakat terhadap pemberantasan TB serta pencegahannya baik dalam skala dunia maupun di Indonesia. Kejadian TB MDR sulit ditentukan karena biakan sputum dan uji kepekaan obat tidak rutin dilaksanakan di tempat-tempat dengan prevalensi tinggi. Peningkatan TB MDR dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor pasien, pemberi pelayanan, dan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien TB MDR yang berobat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Agustus 2015 – Agustus 2016. Jenis penelitian ialah deskriptif-retrospektif berdasarkan data sekunder dari catatan rekam medik pada periode Agustus 2015-Agustus 2016 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan dari 30 data rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi, ditemukan lebih banyak pasien berjenis kelamin laki-laki (67%), rentang usia 41-50 tahun (36%), berpendidikan terakhir SLTA (54%), asal daerah Manado (63,33%), gizi normal (57%), dan hasil GeneXpert medium (56%). Penyakit penyerta terbanyak ialah DM tipe 2 (23%) Simpulan: Pada studi ini didapatkan pasien TB MDR terbanyak berjenis kelamin laki-laki, dengan rentang usia pasien 41-50, pendidikan terakhir SLTA, dan asal daerah Manado. Pasien terbanyak memiliki gizi normal dan hasil GeneXpert medium dengan penyakit penyerta DM tipe 2. Kata kunci: TB, TB MDR, genexpert
PENGARUH PAPARAN BISING TERHADAP AMBANG PENDENGARAN SISWA SMK NEGERI 2 MANADO JURUSAN TEKNIK KONSTRUKSI BATU BETON Haurissa, Monica Paskawita
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.4400

Abstract

Abstract: Noise is unwanted sound, in this case the sound from wood smoothing machine. Noise can cause various health problems such as physiological disorders, psychological disorders, communication disorders, and deafness. Indonesia based on survey data Senses Sight and Hearing Health in 1994-1996 showed the prevalence of hearing loss ( 16.8 % ) and highest in the school age group ( 7-18 ) years . The purpose of this study is to determine the effect of noise exposure on hearing threshold. This study is an observational survey description with a cross-sectional design. The research sample of 20 students of SMK Negeri 2 Manado Stone Concrete Construction Engineering class XI and XII who met the inclusion criteria. The data was collected using a Pure Tone Audiometer examination. The data is processed using Microsoft Office Excel 2007. The results showed that students with exposure to 100-105 dB noise, as much as 4 students with hearing impairment percentage (20%) and 16 students with a percentage (80%) did not hearing impairment. Conclusion: there is the effect of noise exposure on hearing thresholds. Keywords: hearing thresholds, noise exposure   Abstrak: Kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki, dalam hal ini adalah bising mesin penghalus kayu. Bising dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi, dan ketulian. Data Indonesia berdasarkan survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1994-1996 menunjukan prevalensi gangguan pendengaran (16,8 %) dan paling tinggi pada kelompok usia sekolah (7-18) tahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh paparan bising terhadap ambang pendengaran. Penelitian ini bersifat survei deskripsi observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu 20 siswa SMK Negeri 2 Manado Jurusan Teknik Konstruksi Batu Beton kelas XI dan XII yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan Pure Tone Audiometer. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Hasil penelitian menujukan bahwa siswa dengan paparan bising 100 – 105 dB, sebanyak 4 siswa mengalami gangguan pendengaran dengan persentase (20 %) dan 16 siswa dengan persentase (80 %) tidak mengalami gangguan pendengaran. Simpulan: terdapat pengaruh paparan bising terhadap ambang pendengaran. Kata kunci: ambang pendengaran; paparan bising.
PERBANDINGAN KADAR SATURASI OKSIGEN HARI PERTAMA DAN HARI KETIGA PADA BAYI BARU LAHIR Kaunang, Adriaan W.; Wilar, Rocky; Rompis, Johnny
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.7394

Abstract

Abstract: Every cells in human body needs oxygen to implement metabolism function, therefore the process maintenance oxygenation is an effort to determine the needs of supply oxygen to every cells in human body. Oxygen saturation is one of a value that we must consider on determine the needs of supply oxygen in our body especially in newborn because when the oxygen saturation is low will reduce the supply oxygen to cells. The result of paired T-test says that there are significant changes between first day and third day of oxygen saturation in newborn (p <0,001).Keywords. oxygen saturation, newbornAbstrak: Setiap sel tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk melaksanakan fungsi metabolisme, sehingga mempertahankan oksigenasi adalah upaya untuk memastikan kecukupan pasokan oksigen ke jaringan atau sel. Saturasi oksigen merupakan salah satu hal yang patut kita perhatikan dalam penilaian kecukupan pasokan oksigen pada tubuh kita terutama pada bayi baru lahir karena ketika saturasi oksigen rendah maka mengakibatkan pasokan oksigen ke jaringan berkurang. Hasil uji t berpasangan menyatakan ada perbedaan yang sangat bermakna (p < 0,001).Kata kunci: saturasi oksigen, bayi baru lahir
Kelainan refraksi pada siswa SMP daerah pedesaan Mamesah, Indo; Saerang, Josefien S. M.; Rares, Laya M.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.12659

Abstract

Abstract: Visual impairment is defined as a functional limitation of the eye/eyes or visual system and can manifest in decreased visual acuity or contrast sensitivity, visual field loss, photophobia, visual distortion, visual perceptual difficulties, or a combination of them. Examination of the eye and vision assessment are very important to detect conditions that can cause blindness and serious systemic conditions, which cause problems in school performance, or at a more severe level, life threatening. This study aimed to obtain the occurence of refractive anomalies among junior high school students in rural areas. This was an analytical observational study with a cross-sectional design. The study was conducted in SMP I Wori (rural area) and SMP I Airmadidi (urban area). There were 60 respondents; 30 respondents of each school. Distributions of respondent genders were nearly the same for both schools; the number of females was higher than males. The majority of SMP I Airmadidi students were 11 years old (36.7%), meanwhile the majority of SMP Wori students were 13 years (50%). Most student complaints in SMP I Airmadidi were itchy eyes and drowsiness (16.7%), meanwhile in SMP I Wori was headache (18.4%). Visual impairment was found in 16.6% of students of SMP I Airmadidi, meanwhile in SMP I there was no student with refractive anomaly. Conclusion: There was no refractive anomaly found among students of rural area, however, among students of urban area myopia was the refractive anomaly found.Keywords: refractive anomalyAbstrak: Gangguan penglihatan didefinisikan sebagai suatu keterbatasan fungsional pada mata atau kedua mata atau sistem visual yang dapat bermanifestasi terhadap penurunan ketajaman penglihatan atau sensitifitas kontras, hilangnya lapangan penglihatan, photofobia, distorsi visual, kesulitan perseptual visual atau kombinasi dari semua diatas. Pemeriksaan mata dan penilaian penglihatan sangat penting untuk mendeteksi kondisi yang dapat menyebabkan kebutaan dan kondisi sistemik serius, yang memicu masalah performa di sekolah, atau pada tingkat yang lebih berat, mengancam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi pada anak SMP di daerah pedesaan. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di SMPN I Wori (daerah luar Minahasa Utara/pedesaan) dan SMPN I Airmadidi (kota Kabupaten Minahasa Utara), dan diperoleh 60 responden penelitian. Distribusi jenis kelamin responden kedua sekolah hampir sama dimana jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki. Usia terbanyak di SMPN I Airmadidi ialah 11 tahun (36,7%) sedangkan di SMPN Wori 13 tahun (50%). Keluhan terbanyak siswa di SMPN I Airmadidi ialah mata gatal dan rasa kantuk (16,7%), sedangkan di SMPN I Wori ialah sakit kepala (18, 4%). Gangguan penglihatan ditemukan pada responden di SMPN I Airmadidi sebanyak 16,6 % sedangkan di SMPN I tidak ditemukan kelainan visus. Simpulan: Tidak ditemukan adanya gangguan refraksi pada siswa SMP di daerah pedesaan. Kelainan refraksi miopia ditemukan pada siswa SMP di perkotaan.Kata kunci: gangguan refraksi

Page 62 of 108 | Total Record : 1074