cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 153 Documents
MENAKAR HUBUNGAN ALAM DAN MANUSIA DALAM LIRIK LAGU KePAL-SPI DAN BURGERKILL MELALUI PEMBACAAN EKOKRITIK Novita Dewi; Kezia C.Y. Rantung; Yohanes Mahatmo Suryo Widiasmoro
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4999

Abstract

Perubahan iklim merupakan krisis global yang berdampak buruk tidak hanya pada lingkungan alam tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik dalam masyarakat. Ketika terjadi pengrusakan alam, kaum miskinlah yang menjadi korban, sementara alam terus-menerus dimanfaatkan oleh pemilik modal multinasional secara berlebihan. Grup musik asal Indonesia KePAL-SPI dan Burgerkill menggarap topik lingkungan hidup dan ketidakadilan sosial dalam sejumlah lirik lagu yang dibahas dalam artikel ini, yakni “Balada Peladang”, “Jaga Kampung”, “Tanah Leluhur”, “Hancur”, dan “Undamaged”. Melalui metode close reading, dilakukan analisis atas kelima lirik lagu tersebut dengan terang Teori Ekokritik. Hasil pembacaan menunjukkan bahwa lirik lagu-lagu terpilih memiliki dua tema pokok. Pertama, seruan untuk merawat alam dan menjaga tradisi leluhur yang ramah lingkungan menjadi pesan utama. Kedua, kemerosotan alam dan degradasi martabat manusia terjadi bersamaan. KePAL-SPI dan Burgerkill menyampaikan protes atas eksploitasi alam yang abai akan kepentingan bersama. Alih-alih menjaga keutuhan semua ciptaan, kehadiran kapitalisme global menyisakan ketidakadilan bagi kelompok miskin, rentan, dan terpinggirkan.
IRONISME MANGUNWIJAYA DENGAN NOVEL DURGA UMAYI Cornelius Iman Sukmana
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4482

Abstract

Novel Durga Umayi adalah novel terakhir karya Y.B. Mangunwijaya. Ada banyak ironi yang diceritakan oleh Mangunwijaya. Tokoh utamanya mengalami transformasi kehidupan sejak masa kolonial Belanda hingga Orde Baru, juga perubahan situasi bangsa Indonesia. Mangunwijaya memandang perubahan-perubahan itu sebagai “wajar”. Namun sebagai novel ironi, yang dianggap “wajar” itu seharusnya tidak demikian. Untuk menaafsirkan novel ini, di sini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan perspektif ironisme (Rorty). Akhirnya dipahami bahwa ironisme merupakan strategi Mangunwijaya untuk melakukan kritik terhadap situasi sosial.
CITRA SEKSUALITAS DAN POLITIK DALAM PUISI MBELING KARYA REMY SYLADO: KAJIAN EKLEKTIK Sarwo Edi Wardana
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.4852

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas tentang citra seksualitas dan politik di Indonesia dalam puisi mbeling pada antologi Puisi Mbeling karya Remy Sylado dengan pendekatan eklektik, yaitu pendekatan yang menggabungkan dua pendekatan. Dalam penelitian ini, dua pendekatan yang dipilih adalah ekspresivisme dan pragmatik. Dari pendekatan ekspresivisme menggunakan teori Keluhuram perspektif Longinus melalui lima sumber keluhuran dan dari pendekatan pragmatik menggunakan teori Efek Relief perspektif Simon O. Lesser yang memanfaatkan terminologi psikoanalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan dua pendekatam yang digunakan, secara umum menunjukkan bahwa citra seksualitas ditampilkan sangat sempit dan terfokus pada kaum heteroseksual, marginalisasi kaum homoseksual (LGBT+), dan citra perempuan dengan berbagai kondisi yang dianggap tidak ideal; sedangkan citra politik sebagian besar menunjukkan rezim Orde Baru (Orba) yang korup, menciptakan trust issue, ilusif, dan hipokrit. Kata Kunci: puisi mbeling, citra, seksualitas, politik, eklektik ABSTRACT This paper discussed the image of sexuality and politics in Indonesia in the mbeling poems on Remy Sylado's anthology Puisi Mbeling with an eclectic approach, that's an approach that combines two approaches. In this study, the two approaches were chosen expressivism and pragmatics. The expressivism approach was chosen with Longinus' theory of sublime perspective through five sources of sublime and the selection a pragmatic approach was chosen with Simon O. Lesser's perspective relief effect theory which utilizes psychoanalytic terminology. The results of this study are concluded from two perspectives used which in general shows that the image of sexuality displayed is very narrow in focus on heterosexuals, marginalizes homosexuals (LGBT+), and women with various conditions that are considered not ideal, while the political image is broadly most of them show the corrupt Orde Baru (Orba) regime, creating trust issues, fraud, and hypocrisy.Keywords: mbeling poetry, image, sexuality, politics, eclectic
KEPAHLAWANAN TOKOH KARNA DALAM NOVEL MAHABHARATA KARYA NYOMAN S. PENDIT: KAJIAN SEMIOTIKA TEEUW Patricius Sulistya Eka Apira Yogayudha; Fransisca Tjandrasih Adji; Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5064

Abstract

Karna, salah satu tokoh dalam novel Mahabharata karya Nyoman S. Pendit—novel adaptasi dari Epos Mahabharata. Mengingat bahwa Karna merupakan salah satu tokoh dalam karya sastra, penulis ingin mengetahui kepahlawanan tokoh Karna dengan kerangka berpikir Semiotika Teeuw. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai kode-kode bahasa, sastra, dan budaya pada tokoh Karna dalam novel dengan maksud menemukan makna terdalam dari tokoh Karna. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perjalanan hidup dan kepahlawanan Karna adalah ajaran hidup manusia yang melaksanakan dharmanya di dunia.Dari ketiga hasil analisis kode-kode tersebut, ditemukan bahwa kepahlawanan Karna tidak hanya terletak dari kesetiaannya pada Kaurawa, melainkan pula perjalanan hidupnya dari lahir, kebenciannya terhadap Pandawa, kutukan yang ia dapatkan, hingga pada akhirnya bersatu dengan Pandawa di Surgaloka bahwa hidupnya merupakan pahlawan bagi yang melaksanakan dharma. Perjalanan hidup Karna yang melaksanakan dharma dapat menjadi bahan pembelajaran bagi manusia untuk hidup pada jalan dharma.
Variasi Proses Fonemik Kosakata Bahasa Indonesia Ragam Cakapan di Twitter Nurul Azizah; I Dewa Putu Wijana
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5690

Abstract

ABSTRAKVariasi kata dasar digunakan sebagai salah satu strategi dalam pembentukan ragam bahasa cakapan. Umumnya kata-kata ini hadir dengan pertimbangan dan konteks tertentu. Contoh kata-kata yang termasuk dalam variasi kata dasar, seperti gila-gile, santai-santuy, sehat-tahes, enak-kane. Beberapa contoh ini menunjukkan adanya pola dalam variasi kata dasar ragam cakapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (i) bagaimana pola variasi berdasarkan proses fonemik dalam kosakata ragam cakapan di Twitter?; (ii) bagaimana komponen peristiwa tutur dalam tweet yang mengandung variasi kata dasar? Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian terdiri dari pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Data penelitian adalah tuturan yang mengandung variasi kata dasar yang ditemukan di media sosial Twitter. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat yang memanfaatkan fitur search di Twitter. Hasil penelitian menunjukkan variasi kata dasar didominasi dengan persebaran variasi pada bagian akhir kata. Ini menunjukkan bahwa bagian kata yang mudah divariasikan –baik diganti, ditambah, maupun ditanggalkan— adalah akhir kata. Proses fonemik yang terjadi dalam variasi didominasi oleh apokope, paragoge, dan metatesis. Variasi kata dasar mempertimbangkan komponen situasi tutur, yakni SPEAKING dengan komponen setting and scene, ends, key, genre sebagai komponen yang dominan dipertimbangkan.
Interpretasi Flora dan Fauna dalam Peribahasa Bahasa Betawi (Kajian Semantik Kognitif) Indah Puspa Aulia Agustin; Millatuz Zakiyah; Trisna Andarwulan
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5157

Abstract

Masyarakat Betawi menggunakan leksikon flora dan fauna dalam pribase kate sebagai metafora yang melambangkan makna tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk interpretasi metafora konseptual flora dan fauna yang terdapat dalam peribahasa bahasa Betawi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data melalui metode simak. Data penelitian diperoleh dari Kamus Ungkapan dan Peribahasa Betawi karya Abdul Chaer yang dicetak pada tahun 2009. Data yang sudah ditemukan diklasifikasikan sesuai kebutuhan penelitian. Data yang sudah diklasifikasikan kemudian dianalisis dengan menggunakan teori metafora konseptual Kovessces pada semantik kognitif.Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 12 konseptualisasi flora dan fauna dalam peribahasa Betawi, yaitu (1) konseptualisasi rejeki dan hasil (durian); (2) konseptualisasi usia (bungsil-kelapa); (3) konseptualisasi keadaan (anak ayam); (4) konseptualisasi tindakan (anak buaya); (5) konseptualisasi sifat (kacang); (6) konseptualisasi keburukan (mulut buaya-mulut macan); (7) konseptualisasi tujuan atau keinginan (udang); (8) konseptualisasi kehidupan (kodok); (9)konseptualisasi hubungan manusia (jahe); (10) konseptualisasi perbedaan (padi); (11) konseptualisasi kebebasan (kuda); dan (12) konseptualisasi dampak (cabai). Kata kunci: Bahasa Betawi, metafora, semantik kognitif
Pola Intrinsik dan Subgenre Horor dalam Utas Horror Twitter Indonesia Periode 2019—2022 Kristophorus Divinanto Adi Yudono; Agustinus Djokowidodo
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5414

Abstract

Utas KKN di Desa Penari menjadi penanda popularitas utas horor Indonesia pada media sosial. Sejak utas tersebut muncul di tahun 2019, hingga saat ini produksi utas horor terus berlangsung di media sosial Twitter. Penelitian dilakukan dengan tujuan 1) mendeskripsikan pola nilai intrinsik dan 2) mendeskripsikan subgenre horor utas horor Indonesia yang dipublikasi pada media sosial Twitter periode 2019-2022. Objek penelitian adalah utas horor Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berasal dari utas horor yang terpublikasi pada media soial Twitter selama tiga tahun, yakni sejumlah 185 utas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola intrinsik pada utas horor selama tiga tahun terakhir, dengan persamaan tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan nilai moral, Pola tema utas horor adalah tema pesugihan dan santet. Pola alur adalah alur maju. Pola tokoh dan penokohan adalah orang berumur yang memahami ilmu magis. Pola latar yakni kengerian di malam hari, dengan persamaan latar tempat pada tempat yang ditinggalkan, serta latar belakang sosial berupa kebutuhan pemenuhan kesejahteraan hidup. Sudut pandang yang selalu digunakan adalah sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama pada cerita. Nilai moral yang senantiasa muncul pada utas horor tiga tahun terakhir adalah kebergantungan manusia terhadap alam. Pola subgenre horor yang dominan dalam utas horor tiga tahun terakhir adalah subgenre horor occult atau okultis. Subgenre horor ini adalah subgenre horor yang bertemakan pengusiran setan.
Penggunaan Afiks Bahasa Gaul di Twitter Salamah Salamah; Millatuz Zakiyah; Wakhidatus Salma; Pratista Widya Satwika
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5314

Abstract

Bahasa akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan sosialnya, pun demikian dengan penggunaan bahasa gaul yang marak digunakan pengguna media sosial, salah satunya pengguna Twitter. Adapun tujuan penelitian ini mengkaji tren-tren bahasa baru terus diciptakan dan tren terbaru yang beredar sehingga menghasilkan pembentukan bahasa gaul melalui afiks yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris yang didasarkan pada tingkah laku subjek penelitian, dalam hal ini pengguna media sosial Twitter, maka didapatkan hasil penelitian yaitu baik pada afiks meN-, peN-, ter-, dan ber- ditemukan perubahan pada proses pembentukan kata juga pada makna dan fungsinya. Afiks meN + verba berubah menjadi meN+adjektiva;  afiks peN- + verba dan peN- + adjektiva (kata-kata tertentu), berubah menjadi peN- + adjektiva yang berlaku di kata yang tidak tepat; afiks ter- + verba dasar, nomina dasar, adjektiva, adverbia, dan pereposisi, berubah menjadi ter- + adjektiva dalam kata yang tidak tepat, dan ter- + nomina yang berlaku sebagai kata ulang; afiks ber- + verba berubah menjadi ber- + kata ulang berbentuk verba.
Analisis Wacana Model Van Dijk pada Pesan Penipuan Atas Nama Baim Wong di Media Sosial Sri Wulandari; Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Rawinda Fitrotul Mualafina
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5395

Abstract

Objek penelitian ini adalah pesan penipuan atas nama Baim Wong di media sosial menggunakan analisis wacana model Van Dijk. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan analisis wacana pada pesan penipuan atas nama Baim Wong berdasarkan model Van Dijk. Metode panelitian ini menggunakan metode dokumentasi, teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur makro (semantik:topik) terdapat tiga jenis topik yaitu menggunakan nama acara Baim Wong di televisi, nama Baim Wong, istrinya Paula Verhoeven, dan Bapau, serta topik giveaway (2) superstruktur ditemukan skema berupa pembuka, isi, dan penutup (3) struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris) ditemukan latar, detail (memberikan informasi dan cara pengambilan hadiah), maksud (penipu ingin si penerima pesan merasa memenangkan giveaway dan mengikuti tata cara pengambilan hadiah), praanggapan (menggunakan kalimat ‘sayang kalian semua’, Baim Wong, dan sapaan ‘Bosque’ yang digunakan oleh Baim Wong), nominalisasi (pengambilan, pemenang, giveaway, penerimaan, penyelenggara, dan pengurusan), bentuk kalimat (kalimat tunggal, kompleks, kata, frasa, dan numeralia), koherensi (koherensi hubungan aditif, kausal cara, syarat, waktu, tujuan, dan pembandingan), kata ganti (kata ganti orang pertama Bosque), leksikon (giveaway, selamat, Anda, pemenang, mendapatkan, hadiah, Basque, terima kasih), grafis (menggunakan huruf tebal, miring dan kapital), dan metafora ekspresi (giveaway).
Eksploitasi Alam dalam Novel Si Anak Pemberani Karya Tere Liye: Kajian Ekokritik Stevanny Yosicha Putri; Susilawati Endah Peni Adji; Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v17i1.5158

Abstract

Penelitian ini membahas tentang eksploitasi alam yang terdapat di dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini adalah, (1) mendeskripsikan faktor penyebab perilaku eksploitasi alam, (2) mendeskripsikan dampak eksploitasi alam, dan (3) mendeskripsikan perlawanan para tokoh terhadap tindakan eksploitasi alam. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik yang terdiri dari dua model kajian, yaitu model kajian etika lingkungan dan model kajian sastra apokaliptik. Model kajian etika lingkungan digunakan untuk menganalisis faktor penyebab serta dampak dari eksploitasi alam dan model kajian sastra apokaliptik untuk menganalisis perlawanan beberapa tokoh terhadap eksploitasi alam dalam novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye.  Hasil analisis penelitian ini diklasifikasikan menjadi tiga, sebagai berikut. (1) Terdapat dua faktor utama penyebab eksploitasi alam dalam novel ini yaitu ekonomi dan kekuasaan. Faktor tersebut telah melanggar enam prinsip moral terhadap kearifan lingkungan. (2) Dampak eksploitasi alam yang terdapat dalam novel ini adalah pencemaran dan kerusakan ekosistem alam, terganggunya mata pencaharian penduduk, dan adanya penindasan secara mental serta fisik. (3) Terdapat perlawanan para tokoh terhadap tindakan eksploitasi alam