cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 153 Documents
METAFORA KONSEPTUAL DALAM LIRIK LAGU BERTEMA PANDEMI CORONA KARYA MUSISI INDONESIA: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Ida Rahmawati; Millatuz Zakiyah
Sintesis Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v15i2.3487

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the use of conceptual metaphors in song lyrics. Similar to poetry, the use of language in song lyrics often brings up metaphors or other language styles with specific purposes and different backgrounds. Based on this, this study discusses the use of Lakoff and Johnson's version of the metaphor in the lyrics of songs with the theme of the corona pandemic by Indonesian musicians. Data retrieval using the technique of listening, notes and documentation. The data that has been collected is then analyzed using Lakoff and Johnson's conceptual metaphor theory. From the results of the analysis, the researchers found 31 forms of metaphor based on the classification of conceptual metaphor types proposed by Lakoff and Johnson consisting of 15 data containing structural metaphors (structural metaphors), 4 data containing orientational metaphors, 9 data containing ontological metaphors and 3 data containing the conduit metaphor. The purpose of using the metaphor which describes the negative point of view of Indonesian musicians in seeing the corona virus outbreak is stated in the lyrics of the song with the hope that the song aims to warn the wider community to always be careful and obey health protocols because the corona virus is very dangerous. 
KONSEP-KONSEP REALISME SOSIALIS DALAM DUA NASKAH DRAMA KARYA UTUY TATANG SONTANI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI GEORG LUKACS Michael Yuan Nora; Yoseph Yapi Taum; Susilawati Endah Peni Adji
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4481

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep-konsep Realisme Sosialis dua naskah drama karya Utuy T. Sontani menggunakan perspektif sosiologi Georg Lukacs. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, pendekatan objektif untuk mengkaji struktur karya sastra yang berupa alur dan tokoh-penokohan dan pendekatan memetik menggunakan teori realisme sosialis Georg Lukacs untuk mengkaji konsep-konsep realisme sosialis yang terkandung dalam dua naskah drama. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Lukacs membagi realisme sosialis menjadi tiga konsep, konsep realitas objektif, refleksi artistic atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris. Hasil analisis kedua naskah drama ditemukan   persamaan konsep Realitas Objektif yaitu, nasib tragis orang miskin. Persamaan konsep Refleksi Kritis Atas Realitas yaitu, realita masyrakat yang masih terbelenggu kemiskinan dan kelas sosial. Sementara persamaan konsep Ungkapan Kritis Emansipatoris yaitu, adanya upaya atau gerakan pembebasan yang dilakukan kedua perempuan tokoh utama (Ani dan Mira) dari belenggu yang akhirnya mereka sadari.    
PARADIGMA FUNGSIONAL DALAM EKOLINGUISTIK Arina Isti'anah
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4250

Abstract

Ekolinguistik sebagai cabang dari linguistik yang akhir-akhir ini sering ditemukan dalam publikasi ilmiah belum secara mendalam didiskusikan dari segi paradigma yang mendasarinya. Artikel ini berargumen bahwa ekolinguistik merupakan hasil dari perkembangan paradigma fungsional yang dipelopori oleh Malinowski, seorang antropolog yang kemudian meneruskan pemikirannya kepada J.R. Firth dan M.A.K. Halliday. Secara spesifik, artikel ini menyajikan pembahasan unsur-unsur paradigma fungsional dalam ekolinguistik dengan mengadopsi teori paradigma dalam ilmu budaya menurut Ahimsa-Putra (2009). Dengan pendekatan kajian pustaka, tulisan ini mengumpulkan berbagai kajian mengenai fungsionalisme dan ekolinguistik dari berbagai buku dan jurnal internasional. Artikel ini mengungkapkan bahwa ekolinguistik merupakan pengejawantahan prinsip positivisme yang berlandaskan pada pengamatan terhadap perilaku masyarakat yang hidup dalam sebuah jaring-jaring yang terdiri dari manusia, lingkungan fisik, budaya, sistem, dan fungsi-fungsi di dalam suatu masyarakat. Ekolinguistik memiliki beberapa tujuan, diantaranya menjelaskan pengaruh keberagaman biologi terhadap keberagaman bahasa, mengungkap pengaruh kerusakan ekologi terhadap kepunahan bahasa, menggali praktik-praktik ekologis terhadap kearifan lokal, dan menjelaskan pengaruh bahasa terhadap perilaku manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Artikel ini merekomendasikan pembahasan lebih lanjut mengenai kajian filosofis dalam ekolinguistik.
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI BASIS STRATEGIS PENGEMBANGAN PARIWISATA FLORES Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.3953

Abstract

Perkembangan pariwisata Pulau Flores kini tengah memasuki sebuah fase baru dengan ditetapkannya Perpres Nomor 32 Tahun 2018 tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. Kajian-kajian akademis maupun berbagai peraturan pemerintah telah menawarkan strategi pengembangan pariwisata Flores. Studi ini bermaksud melakukan sebuah rekonstruksi ulang terhadap nilai-nilai budaya yang dapat digunakan sebagai basis strategis dan peta paradigma pengembangan pariwisata Flores. Inventarisasi dan identifikasi objek-objek wisata budaya Flores memperlihatkan nilai-nilai mentifact, sociofact, dan artifact yang sangat khas, unik, dan menarik minat wasatawan. Pendekatan dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal ini perlu diselaraskan dengan tahapan-tahapan strategis perkembangan pariwisata Flores agar memberikan dampak yang positif bagi komunitas-komunitas masyarakat Flores.
PENGGUNAAN BAHASA JAWA DI LINGKUNGAN PESANTREN WILAYAH BANYUWANGI SELATAN Dana Dwi Nugraha; Anggik Budi Prasetiyo
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa pada lingkungan pesantren di Kabupaten Banyuwangi. Sumber primer penelitian ini berupa transkripsi percakapan di lingkungan Pesantren King Abdul Aziz dan Pesantren Darul Abror, sedangkan data sekunder berupa dokumen. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung dialek Jawa yang digunakan di lingkungan pesantren. Teknik pengambilan data utama melalui pengamatan merupakan penggabungan dari kegiatan menyimak, mencatat, dan mewawancarai responden. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian introspeksi, observasi informan, tanya jawab, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan dalam proses analisis data ialah dialektogi sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga perbedaan pada penggunaan bahasa sehari-hari di lingkungan pesantren yaitu perbedaan fonologi, perbedaan semantik, dan perbedaan leksikon di lingkungan pesantren wilayah Banyuwangi selatan. Perbedaan fonologi ditemukan 12 data, perbedaan semantik ditemukan 7 data, dan perbedaan leksikon ditemukan 7 data. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat beberapa kosakata bahasa Jawa di lingkungan pesantren yang mayoritas sedikit berbeda meskipun terdapat dalam satu wilayah.   
PRONOMINA DALAM BAHASA MELAYU KUPANG Yoans Beni Eko Saputra Leo Lulu Lau; Praptomo Baryadi Isodarus; Maria Magdalena Sinta Wardani
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4480

Abstract

Penelitian ini membahas pronomina dalam bahasa Melayu Kupang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis pronomina dalam bahasa Melayu Kupang. Dalam penelitian ini terdapat tiga metode penelitian, yakni metode pengumpulan data, metode analisis data, dan metode penyajian hasil analisis data. Pada bagian metode pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Pada bagian metode analisis data digunakan metode padan dengan sub jenis metode padan referensial. Pada bagian metode penyajian hasil analisis data digunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah jenis-jenis pronomina dalam bahasa Melayu Kupang. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat lima jenis pronomina dalam bahasa Melayu Kupang, yaitu pronomina persona (be/beta/ana, botong, lu, besong/bosong, dia, dong), pronomina pemilik (beta pung, lu pung, besong pung, dia pung, dong pung), pronomina penunjuk (ini, itu, pi sana, pi situ, di sini, di sana, di situ, bagini, bagitu) pronomina penanya (apa, sapa, kermana, kapan tempo, kanapa, barapa, mana, dar mana) , dan pronomina tak tentu (dong).
NATIONALISM FOR CONTEMPORARY INDONESIA: A STUDY ON Y.B. MANGUNWIJAYA’S DURGA UMAYI AND BURUNG-BURUNG RANTAU Elisabeth Oseanita Pukan; Heri Setyawan
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4608

Abstract

Literary works have the potential to function as a social document, outlining social history. Because of that, social picture can be abstracted from literature. This research delves into Mangunwijaya's novels “Durga Umayi” and “Burung-Burung Rantau” to examine the concepts of nationalism. The textual analysis of the narratives is done through identification of symbols and allusion, and the stories are perceived as national allegories. Theories of symbol, allusion, and allegory by Johnson Arp and Harmon Holman are utilized in the textual analysis. To draw the abstraction about nationalism, the researchers refer to Benedict Anderson’s theory. In the “Durga Umayi”, through the character of Iin Sulinda Pertiwi Nusamusbida, Mangunwijaya shows in achieving independence of the country, individuals involved are vulnerable. They can turn bitter and lose their purpose, even sell their own nation. Meanwhile, in “Burung-Burung Rantau”, Mangunwijaya shows the different characters in engaging to nationalism. The protagonist, Neti, exemplifies the idea of nationalism through her critical outlook on her own tradition. She opens herself to global values and derive from it good practices to be applied in her own country, Indonesia. The two narratives suggest that people must have a sense of allegiance to their nation while being critical, and they must understand their duties on the world stage. Additionally, that sense of nationalism must be shown through solidarity with one's fellow citizens, particularly the impoverished one.
HIPERBOLA DALAM WACANA STAND UP COMEDY JURU BICARA KARYA PANDJI PRAGIWAKSONO Sony Christian Sudarsono; Elisabeth Oseanita Pukan
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4663

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi hiperbola dalam wacana Stand up Comedy Juru Bicara karya Pandji Pragiwaksono. Metode analisis data yang dipakai adalah metode padan pragmatik dengan menjadikan mitra bicara sebagai alat penentu. Hasil penelitian ini adalah tujuh bentuk hiperbola, yaitu (i) hiperbola kata tunggal, (ii) hiperbola frasa, (iii) hiperbola klausa, (iv) hiperbola numerik, (v) peran superlatif, (vi) perbandingan, dan (vii) repetisi. Adapun fungsi hiperbola dalam Juru Bicara adalah untuk menciptakan humor, mengonkretkan pesan, mengintensifkan makna, dan membangkitkan imajinasi.
KEPENGARANGAN HASAN MUSTAPA DALAM DANGDING PANGKUR PANGKURANGNA NYA HIDAYAT UNTUK MENGENAL SASTRA PESANTREN DI JAWA BARAT Yessy Hermawati; Asep Ramadhan; Etti Rochaeti Soetisna
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepengarangan Hasan Mustapa terhadap karya sastra dangding sebagai misi dakwahnya di Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi dan studi literatur terhadap dokumen-dokumen yang menceritakan kepengarangan Haji Hasan Mustapa. Objek dalam penelitian ini adalah dangding Pangkur Pangkurangna Nya Hidayat karya Hasan Mustapa. Data penelitian ini berupa identifikasi kepengarangan Hasan Mustapa yang ditemui pada dangding dan literatur terkait. Hasil penelitian ini berupa rangkaian perjalanan kesantrian Hasan Mustapa yang diinterpretasikan dalam dangding sebagai sastra pesantren di Jawa Barat.
GRADUATION DALAM PANYANDRA PANGGIH PERNIKAHAN ADAT YOGYAKARTA Ifriani Annisa
Sintesis Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i2.5243

Abstract

Pesan dapat disampaikan dalam berbagai moda. Moda tersebut dapat berbentuk tulisan, lisan atau verbal, gambar, atau campuran. Penelitian ini menggunakan moda verbal dan tulisan pada suatu teks. Teks yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks panyandra panggih pernikahan adat Yogyakarta. Pada teks ditemukan beberapa penekanan atas ekspresi emotif yang disampaikan oleh pembawa acara (pranatacara). Penekanan ekspresi emotif dapat memberikan gambaran mengenai sikap pihak-pihak yang terkait dalam acara panggih. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penekanan ekspresi emotif yang terdapat pada teks panyandra panggih. Adapun masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana ekspresi emotif ditegaskan dalam teks. Teori yang digunakan adalah bagian dari teori appraisal (Martin dan White, 2005) yaitu graduation. Appraisal berfokus pada ekspresi emotif yang terdapat pada suatu wacana atau teks. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua macam penekanan yaitu leksikalisasi dan repetisi.  Kekhasan pada penekanan ekspresi emotif dalam bahasa Jawa pada teks adalah leksikalisasi. Leksikalisasi yang terdapat pada teks termasuk pada tembung saroja pada bahasa Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan terkait bahasa dan kebudayaan Jawa. Selain itu,  penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk bidang linguistik khususnya teori appraisal yang dapat diaplikasikan pada teks berbahasa Jawa.