cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 154 Documents
Istilah-istilah kepercayaan lokal dan identitas budaya masyarakat Bengkulu Harmia, Citra Dewi
Sintesis Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i1.7998

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna serta nilai kebudayaan dari istilah-istilah yang digunakan dalam sistem kepercayaan masyarakat Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik untuk memaparkan kaitan antara makna leksikal dengan unsur serta nilai budaya masyarakat yang tercermin di dalamnya. Istilah yang diteliti dalam penelitian ini dikategorikan ke dalam empat jenis sistem kepercayaan, yaitu (1) kepercayaan pada dewa-dewa, (2) kepercayaan pada makhluk halus, (3) kepercayaan pada kekuatan gaib, dan (4) kepercayaan kepada kekuatan sakti. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini merupakan metode deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari istilah-istilah kepercayaan gaib yang masih digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Data kemudian dianalisis dari segi makna leksikal, lalu dikaitkan dengan unsur nilai dan budaya yang tecermin pada masyarakat yang menggunakan istilah tersebut, penggunaan istilah juga akan diidentifikasi dari segi konteksnya untuk menunjukkan fenomena pergeseran makna dari istilah tersebut jika digunakan dalam konteks kehidupan sosial masyarakat.
Makna dan fungsi mantra dalam upacara adat nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian tradisi lisan Damayanti, Fira Nur Vianingtias; Adji, Fransisca Tjandrasih; Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i1.6079

Abstract

Penelitian ini membahas makna dan fungsi mantra dalam upacara Nyadran Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul: Kajian Tradisi Lisan. Studi ini memiliki tiga tujuan yaitumenjelaskan asal mula upacara adat nyadran di Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul, mendeskripsikan makna mantra dalam prosesi nyadran di Desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul, Memaparkan fungsi mantra dalam upacara nyadran. Landasan tori yang digunakan sebagai landasan referensi adalah tradisi lisan (folklore) dan teori fungaionalism. Penelitian ini menggunakan empat teknik pengumpulan data yaitu, teknik pengamatan, teknik wawancara, teknik kepustakaan, dan teknik dokumentasi. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk formal dan informal.Hasil penelitian ini menunjukan adanya cerita tentang dua keturunan darah biru yaitu, GRM Sumadi dan GRAy Sudarminah melatarbelakangi upacara Nyadran untuk memperingati ditemukannya keturunan darah biru yang bersemayam di Desa Pundungsari dan  juga sebagai bentuk ucap syukur brayat yang doanya telah terkabul atau bentuk penyampaian nazar, makna mantra yang digunakan dalam upacara nyadran merujuk pada pertanian di desa Pundungsari, Semin, Gunung Kidul dan nazar yang dilahirkan oleh brayat dari luar Pundungsari. Selain itu, ditemukan pula makna yang terkandung dalam ubarampe yang digunakan sebagai syarat pelafalan mantra dan simbol dari harapan masyarakat yang ada di desa Pundungsari, ditemukan empat fungsi mantra yakni, fungsi religius yang merujuk pada bentuk ucap syukur atas terkabulnya nazar atau harapan setiap brayat yang hadir, fungsi sosial budaya merujuk pada gotong-royong masyarakat desa Pundungsari dan seluruh brayat, fungsi ekonomi merujuk pada hasil tani yang dihasilkan, dan fungsi estetika merujuk pada metafora atau makna yang terkandung dalam mantra.
Motif dalam cerita rakyat bandit sosial: Studi perbandingan cerita rakyat "Si Pitung", "Si Jampang", dan "Robin Hood" dalam perspektif mazhab Finlandia Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.8052

Abstract

Fenomena perampokan untuk membantu rakyat kecil merupakan suatu fenomena yang universal sehingga kisah tentang perampok yang merampok untuk membantu rakyat kecil (bandit sosial) tidak hanya ditemui di satu daerah. Buktinya, bangsa Inggris memiliki kisah "Robin Hood" dan masyarakat Betawi memiliki kisah "Si Jampang" serta "Si Pitung". Penelitian ini bertujuan untuk meneliti persamaan dan perbedaan kisah "Robin Hood", "Si Jampang", serta "Si Pitung" untuk melihat sejauh mana persamaan ketiga cerita rakyat tersebut. Untuk meneliti persamaan dan perbedaan ketiga cerita rakyat tersebut, teori historis komparatif yang dikembangkan oleh Mazhab Finlandia digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga cerita rakyat itu memiliki tiga persamaan dan dua perbedaan. Di samping itu, pasangan cerita rakyat "Si Pitung" dan "Si Jampang" serta "Si Pitung" dan "Robin Hood" memiliki satu persamaan masing-masing. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketiga cerita rakyat tersebut memiliki lebih banyak persamaan dibanding perbedaan.
Skema citra ruang dalam lirik lagu Niki Zefanya: Kajian semantik kognitif Astuti, Dewi Wahyuning; Nur, Tajudin
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.8221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan skema citra pada lirik lagu. Penelitian ini menjelaskan penggunaan skema gambar yang direpresentasikan dalam lagu-lagu Niki Zefanya. Tujuan penelitian yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu untuk memeriksa beberapa jenis skema gambar yang diwakili dalam lagu-lagu Niki Zefanya, dan untuk menyelidiki interpretasi di balik penggunaan skema gambar. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta semantik kognitif diterapkan sebagai desain penelitian dari penelitian ini. Data dalam penelitian ini adalah empat lagu dari Niki Zefanya. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan teori metafora menurut (Lakoff Johnson, 2013) dan teori skema citra menurut (Cruse Croft, 2004). Temuan mengungkapkan bahwa peneliti menemukan beberapa jenis metafora konseptual dan skema gambar dalam lagu-lagu Niki Zefanya. Ada 14 metafora yang dikategorikan sebagai metafora orientasional. Kemudian, ada 3 metafora yang diindikasikan sebagai metafora ontologis. Selain itu pada penelitian ini terdapat 17 jenis skema citra ruang yang diklasifikasikan ke dalam 5 kategori yaitu 9 up-down, 3 front-back, 2 left-right, 1 near-far and 2 center-periphery.
Refleksi kerusuhan Mei 1998 dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Pendekatan historis Safitri, Anita; Marsella, Emma; Sembiring, Sugihana
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.8977

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan refleksi kerusuhan Mei 1998 dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori sehingga terlihat kronologi kerusuhan Mei 1998 yang disajikan penulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis yang dikemukakan oleh Nyoman Kutha Ratna, yaitu karya sastra sebagai representasi tradisi pada zamannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyajian data penelitian secara deskriptif dengan kata-kata. Teknik baca dan catat digunakan untuk memperoleh data penelitian yang bersumber dari novel Pulang karya Leila S. Chudori. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) kerusuhan Mei 1998 yang direfleksi oleh penulis dan sesuai dengan fakta; 2) gerakan mahasiswa 1998 yang terdiri dari aksi damai dan mimbar bebas di Universitas Trisakti serta demonstrasi di depan gedung MPR/DPR; 3) faktor terjadinya kerusuhan Mei 1998 yang terdiri dari krisis moneter dan tragedi Trisakti; dan 4) pengunduran diri Presiden Soeharto yang direfleksi oleh penulis dan sesuai dengan fakta.
Ideological bias of Fox News and CNN: News reports on national school board association letters published on October 1st Wijianto, Agung; Faida, Fardan Rezkiawan
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.9913

Abstract

Artikel ini membahas liputan Fox News dan CNN tentang surat Asosiasi Dewan Sekolah Nasional kepada pemerintah federal. Artikel ini bertujuan untuk menemukan bias ideologis yang mendasari pemberitaan kedua media tersebut. Artikel ini merupakan analisis wacana dan menggunakan struktur wacana berita Van Dijk sebagai kerangka analisis penelitian ini. Analisis dilakukan dengan memeriksa tiga tingkatan analisis, yaitu struktur makro, struktur atas, dan struktur mikro. Berdasarkan analisis data, artikel ini menemukan bukti bahwa kedua media tersebut jenuh dengan bias ideologis di semua tingkat strukturnya. Artikel ini juga menemukan bahwa Fox News memiliki ideologi konservatisme berhaluan kanan sedangkan CNN adalah media liberal berhaluan kiri. Kajian ini dapat diterapkan dalam jurnalisme kontemporer dan kajian media, khususnya kajian media Amerika. Artikel ini akan berguna dalam mengungkap bagaimana bias politik direpresentasikan dalam media berita.
Puisi dan protes: Membongkar penindasan dan identitas poskolonial dalam puisi-puisi Okot p’Bitek dan Wiji Thukul Mahuze, Yolenta Oktovia; Dewi, Novita
Sintesis Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v18i2.10191

Abstract

Aktivisme politik dan pilihan gaya dalam puisi Okot p’Bitek dan Wiji Thukul perlu diperbandingkan. Kedua penyair memanfaatkan puisi dan terlibat dalam aktivisme politik untuk menyampaikan pesan-pesan sosial di Uganda dan Indonesia. Artikel ini mengkaji secara komparatif kualitas artistik setiap penyair dalam menggarap tema-tema umum seperti penindasan, perlawanan, dan identitas. Metode pembacaan dilakukan dalam dua tahap, pertama, analisis stilistika, dan kedua, analisis kontekstual dengan terang teori poskolonial untuk menjelaskan aksesibilitas dan pengaruh puisi kedua penyair dalam iklim sosio-politik di kedua negara. Ketiga puisi yang dibahas yaitu “Suara dari Rumah-Rumah Miring” dan “Nyanyian Akar Rumput” oleh Wiji Thukul serta puisi “The Buffaloes of Poverty Knock the People Down” dari Song of Lawino karya Okot p’Bitek. Temuan kajian ini adalah pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak budaya dan warisan sastra dari kedua penyair berpengaruh ini.
Gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y.B. Mangunwijaya Puspito, Pitrus
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.8584

Abstract

Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya secara garis besar mengisahkan tentang perjuangan perempuan demi harkat dan kebebasannya. Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri ini menggunakan latar sejarah Kerajaan Mataram abad ke-17 dengan suasana tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Sultan Agung dan masa pemerintahan putra mahkota Amangkurat I yang bercorak feodal dan patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri serta mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya sebagai penulis tentang gerakan feminisme liberal dalam kedua novelnya tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat, dan paragraf dianalisis dengan teori feminisme Tong (1998) dan teori wacana kritis Fairclough (1995). Teori Tong (1998)  digunakan untuk mengungkapkan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri, sementara itu teori analisis wacana kritis Fairclough (1995) digunakan untuk mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya terhadap gerakan feminisme liberal. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) gerakan feminisme liberal terdapat di dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya yang diperlihatkan melalui tokoh-tokoh perempuannya; (2) Y. B. Mangunwijaya berpandangan setuju dan mendukung gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu linguistik, sastra, dan analisis wacana.
Mengungkap ideologi kesadaran kelas novel Orang-Orang Proyek dalam perspektif analisis wacana kritis Teun A. van Dijk Febriyanti, Afifah; Firdaus, Yuli Ardila Nahla; Setiawati, Eti; Widagdo, Titis Bayu
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.9130

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk wacana kesadaran kelas dan ideologi novel Orang-Orang Proyek berdasarkan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan novel Orang-Orang Proyek sebagai sumber data. Data penelitian berupa monolog, dialog dan narasi mengenai fenomena kesadaran kelas yang dimuat dalam novel Orang-Orang Proyek. Data dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Adapun hasil penelitian ini adalah wujud wacana kesadaran kelas pada novel Orang-Orang Proyek yang tersaji dalam beberapa elemen. Elemen teks, analisis struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris), menghasilkan temuan latar (keadaan sosial zaman Orde Baru), detail (ketidakberdayaan kelas proletar), maksud (penyimpangan pada masa Orde baru), kata ganti, koherensi, leksikon, grafis, dan metafora. Pada sub elemen superstruktur ditemukan interpretasi makna dari unsur pendahuluan, isi, dan penutup. Selanjutnya pada sub elemen struktur makro ditemukan makna umum teks yakni kritik ketimpangan kelas sosial yang terjadi pada masa Orde Baru. Elemen kognisi dan konteks sosial mengungkapkan pemikiran Ahmad Tohari mengenai suara kaum proletar terhadap kaum borjuis. Analisis wacana kritis model Van Dijk menghasilkan temuan ideologi novel Orang-Orang Proyek yakni ideologi kesadaran kelas yang berpihak pada kaum proletar, mendukung kebebasan berpendapat, dan menghapus penindasan.
Kajian gaya bahasa figuratif dalam film Enola Holmes 2 dan implikasinya dalam penerjemahan Fatim, Alifah Nurul Aini; Afriliani, Afriliani
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11767

Abstract

Gaya bahasa figuratif misalnya metafora, simile, sarkasme, dan hiperbola secara signifikan memiliki peran penting untuk memperkaya makna dalam sebuah karya fiksi termasuk film Enola Holmes 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk penggunaan gaya bahasa figuratif dalam dialog film tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah stilistika dan metode penerjemahan Newmark yang menekankan bahasa sasaran (Bsa) atau target language (TL) untuk membantu penyampaian dan pemahaman makna yang terdapat dalam gaya bahasa figuratif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian adalah pada analisis gaya bahasa figuratif dan bagaimana penerjemahan yang menekankan Bsa memengaruhi makna dalam dialog film Enola Holmes 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 bentuk gaya bahasa figuratif yang terdiri dari 8 metafora, 2 simile, 2 sarkasme, dan 2 hiperbola. Berdasarkan hasil penelitian, gaya bahasa figuratif dapat memperkuat makna yang ingin disampaikan. Selain itu, penerjemahan yang menekankan bahasa sasaran (Bsa) berpengaruh dalam pemahaman makna dari bahasa sumber (Bsu) pada film Enola Holmes 2.