cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN ALAT PERAGA KABARU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA DAN LIMAS Alfiyatin, Yuliana
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini cenderung berpusat pada guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, serta jarangnya penggunaan alat peraga sehingga siswa merasa kesulitan untuk memahami suatu konsep atau materi, akibatnya siswa menjadi pasif dan pembelajaran menjadi membosankan. Salah satu altertatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa sehingga siswa bereksperimen secara langsung menggunakan alat peraga dalam mencari dan menemukan konsep/prinsip matematika adalah penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan: mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran penemuan penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-A dari dua kelas yang diambil secara acak di MTs Al-Falah Dakiring-Socah Bangkalan untuk kelas ujicoba. Pengembangan perangkat dilakukan menggunakan model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil analisis data menunjukkan perangkat pembelajaran penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas yang dihasilkan baik, ini terlihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, respon siswa positif, tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitif, serta ketuntasan hasil belajar secara klasikal terpenuhi.
MANAJEMEN MARKETING PENDIDIKAN ISLAM: (Upaya Meningkatkan Bargaining Power MTs Nurul Islam Kapasbaru Surabaya) Halim, Abdul
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan ketat di era global mengharuskan sebuah lembaga pendidikan harus seaktif mungkin dalam memasarkan lembaganya untuk menarik minat peserta didik dan memperoleh kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen marketing pendidikan Islam dalam upaya meningkatkan bargaining power MTs Nurul Islam Kapasbaru Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode penelitian terlibat (participant observation), interview, dokumentasi. Dan analisis datanya dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berbagai upaya yang dilakukan MTs Nurul Islam dalam meningkatkan bargaining power di tengah masyarakat. Dengan mengoptimalkan manajemen marketing pendidikan Islam, jumlah masukan siswa baru semakin bertambah. Penulis berargumen bahwa manajemen marketing pendidikan Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaran dan mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan. Untuk lebih meningkatkan bargaining power, maka MTs Nurul Islam, harus mengembangkan kualitas dan kuantitas pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan visi dan misi lembaga. Selanjutnya, dalam marketing pendidikan Islam, lembaga tersebut harus melakukan inovasi-inovasi baru dalam memasarkan jasa pendidikan menghadapi persaingan era globalisasi. Selanjutnya, MTS Nurul Islam perlu meningkatkan citra yang positif lembaga sangat penting, karena sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Dengan kata lain citra mempunyai dampak internal bagi lembaga.
PERGESERAN UNIT DAN PROSEDUR PENERJEMAHAN DALAM BUKU HADITH AND HADITH SCIENCES Faqih, Nurul Makrifah; Fauzi, Muhammad
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The book Hadith and Hadith Scienses contains many unit-shifts and has relation with the context of the utterance in the hadith itself. This case encourages the writer to describe the unit-shifts used in the translation of Hadith and Hadith Sciences, and to describe the procedures occurred in the translation which contains the unit- shift in the book of Hadith and Hadith Sciences.The theories are unit-shifts proposed by Catford, and translation procedures introduced by Newmark. Besides, the writer uses supporting theory. That is syntax analysis based on the traditional grammar of English and Arabic. The research methodology in this paper is descriptive-qualitative that is done by doing library research.The writer finds 9 cases of unit-shifts. They are 24 changes of morpheme into word; 4 changes of morpheme into phrase; 1 change of morpheme into clause; 22 changes of word into phrase; 1 change of word into clause; 2 changes of phrase into clause; 1 change of clause into sentence; 4 changes of phrase into word, and 1 change clause into word. In short, the total number of all the unit-shifts is 59. There are 14 procedures found in the analysis. They are 1 synonym, 1 literal translation, 7 compensations, 21 descriptive equivalents, 1 paraphrase, 1 expansion, 8 Additions, 2 class-shifts, 2 modulations, 1 transposition, 1 omission, 1 reduction, 1 triplet (paraphrase + compensation + intra system shift), and 11 couplets.
PERSPEKTIF KH HASYIM ASY’ARI TENTANGETIKA MURID TERHADAP GURU DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Hidayah, Nurul
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi degradasi moral yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia sekarang ini memprihatinkan. Banyak ditemukan kasus-kasus tindakan amoral yang terjadi antara murid dan guru. Guru sebagai sosok yang digugu dan dituru sudah tidak berlaku lagi. Minimmnya pengetahuan tentang etika murid terhadap guru.Oleh karena itu murid hendaknya mendapatkan pengetahuan tentang etika itu dari guru itu sendiri, mengkaji buku-buku tentang etika murid, atau mengikuti kegiatan kajian-kajian yang membahas tentang etika murid.Penulisan ini fokus untuk mengetahui etika murid terhadap guru menurut K.H.Hasyim Asy’ari dan relevansinya dalam pendidikan karakter.KH. Hasyim Asy’aridalam kitab Adabul Al A’limWa al Muta’allimdalam materi etika murid terhadap guru ada 12 nilai. memiliki relevansi dengan pendidikan karakter yang dibutuhkan oleh generasi bangsa saat ini. Diantara keduabelas nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam etika murid terhadap guru yaitu, religius,toleransi, kerja keras, tanggungjawab, sabar, patuh, dan sopan santun. Dari pemaparan diatas, bahwa pendidikan etika dari K.H .Hasyim Asy’ari melalui kitab Adabul Al A’limWa al Muta’allim masih relevan dengan kondisi pendidikan yang ada di Indonesia saat ini.
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP GURU DAN PESERTA DIDIK PERSPEKTIF TEORI ETIKA Imam
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak ditetapkannya Covid 19 menjadi pandemi dan isu global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di seluruh dunia, sejak itu pula Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan melaksanakan pembelajaran secara online, setelah surat edaran dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan.Keputusan ini mengejutkan seluruh civitas akademika MAN Bangkalan, terutama guru dan siswa. Kegiatan belajar yang harus dilakukan secara tiba-tiba dan pertama tentu saja mengalami banyak kendala. Di antaranya adalah lemahnya pemahaman guru dan siswa terhadap pembelajaran online, minimnya akses dan persiapan. Secara etis, pembelajaran ini membutuhkan kajian secara khusus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampakpembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online terhadap guru dan siswa dan analisisnya berdasarkan teori etika Teleologi; Egosime dan utilitarianisme. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi serta dilengkapi dengan survei (wawancara online).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan proses belajar mengajar di MAN Bangkalan. Di antara dampaknya adalah materi yang disampaikan tidak maksimal dan sulit diakses oleh siswa secara optimal, menguras banyak energi dan pikiran, membuat guru dan siswa merasa bosan dan malas karena harus berada di rumah dan minimnya monitoring. Tinjauan analisis dampak pembelajaran online ini berdasarkan teori etika egoisme menyebutkan, pembelajaran online bertujuan kamaslahatan bersama bukan karena ego pribadi, sehingga dinilai kurang baik. Sedangkan menurut etika utilitarianisme dapat dilihat dari dua sisi. Secara umum, pembelajaran online di MAN Bangkalan tidak memberikan banyak manfaat bagi guru dan siswa, sehigga dinilai kurang baik, tetapi jika pembelajaran online dikaitkan dengan situasi tertentu, seperti adanya pandemic Covid 19, maka dapat memberikan banyak manfaat, karena cara ini adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh untuk kelangsungan pembelajaran.
RELEVANSI EPISTEMOLOGI, JIWA DAN AKAL DALAM PERSPEKTIF IBNU THUFAIL Shofiyatul, Nisa
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam merupakan hasil pemikiran para filsuf yang membahas tentang kemanusiaan, ketuhanan, kenabian, dan alam yang dilandasi oleh Al-Quran dan hadis sebagai suatu aturan yang logis dan sistematis. Dalam pemikiran filsafat Islam tersebut memadukan antara wahyu dengan akal, akidah dengan hikmah, agama dengan filsafat. Dalam filsafat Islam banyak terdapat tokoh-tokoh, salah satu diantaranya yaitu Ibnu Thufail. Beliau memiliki disiplin ilmu yang sangat tinggi dalam berbagai bidang. Selain beliau ahli dalam berfilsafat, Ibnu Thufail juga ahli dibidang yang lainnya, seperti ilmu kedokteran, matematika, astronomi, dan sebagai seorang penyair yang handal. Dalam penyampaian ilmu mengenai filsafat, Ibnu Thufail menggunakan metode berkomunikasi lewat kisah yang sangat menarik, agar orang-orang awam lebih mudah memahami apa yang telah disampaikan Ibnu Thufail tersebut. Tokoh Ibnu Thufail memiliki beberapa pemikiran, seperti metafisika, jiwa, fisika, epistimologi, dam rekonsiliasi. Dalam pemikiran epistimologi Ibnu Thufail menjelaskan bahwa pengalaman dapat dilihat dari pengetahuan indrawi. Kemudian pemikiran mengenai jiwa merupakan seorang makhluk yang tinggi martabatnya.
MEMBEDAH PEMIKIRAN IKHWAN AL-SAFA TENTANG SINERGI SAINS DAN AGAMA Ivani, Muhammad; PS, Alaika M. Bagus Kurnia
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan dunia modern, sains selalu terpisah dengan agama. Sains merupakan ilmu yang bersifat ilmiah, sementara agama bersifat non-ilmiah berasal dariTuhan. Sains dapat di cari keberadaan nya dengan cara sebuah penelitian terhadap sesuatu. Sementara agama sudah tercantum dalam suatu rangkaian tulisan yaitu kitab suci yang memuat firman-firman Tuhan. Dari sini terjadilah pengecualian dengan pemisahan antara sains dengan agama. Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara ilmu pengetahuan atau sains dengan agama menurut sebuah kelompok filosof di daerah Timur yakni Ikhwan al-Safa. Dalam pemikiran Ikhwan al-SafaSains dan agama adalahdua aspek Ketuhanan yang memiliki kesamaan dalam tujuan tertinggi yaitu Tuhan yang Maha Esa.
KOLABORASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER LINGKUNGAN SEKOLAH Fauzi, Muhammad
AL - IBRAH Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The education curriculum consists of formal, informal and non-formal curriculum. Formal curriculum includes activities in the classroom and is planned, non-formal curriculum consists of activities that are also planned but not directly related to academic learning in class, and the existence of this curriculum is seen as a supplement (supplement) formal curriculum. Besides these curricula, there is also a hidden curriculum. Hidden curriculum is a curriculum that is not studied, curriculum that is not planned programmatically but whose presence has a major influence on changes in student behavior in the learning process. Character education is part of the hidden curriculum in the learning process in the school environment that is not written directly in the official school curriculum. The strengthening of character education summarized in the hidden curriculum of the school has several main character values, as mentioned by the Ministry of Education and Culture there are 18 namely religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love of the motherland , appreciate achievement, be friendly / communicative, love peace, love to read, care about the environment, care about social, and responsibility
GENEALOGI CAROK DI MADURA; PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL Azis, Abd; AR, Zaini Tamin; Muksin
AL - IBRAH Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaca mata hukum, carok adalah kriminalitas yang harus didera pidana. Dalam perspektif nilai-nilai etika, “tradisi” ini jelas adalah sesuatu yang tercela. Namun, bagi sebagian orang Madura, carok adalah penegakan harga diri dan penyelamatan kehormatan. Penelitian ini berupaya menganalisis genealogi carok pada masyarakat Madura. Dengan metode kualitatif dan kerangka baca fenomenologis dan psikologi sosial, penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa: Pertama, bagi masyarakat Madura, carok adalah wujud tanggung jawab individu dan keluarga Madura dalam mengembalikan pranata sosial ke keadaaan semula, setelah dirusak oleh orang lain lewat perbuatan melecehkan dan mempermalukan. Kedua, pelaku mengalami tekanan baik dari dalam diri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dorongan id yang besar dan tuntutan super ego yang belum terselesaikan, menyebabkan pelaku berada dalam ketidakberdayaan, mengalami keletihan emosi dan kecenderungan pada pribadi yang depresif. Akhirnya, carok menjadi alternatif penyelesaian. Penulis memberikan rekomendasi, antara lain: 1) Perlu upaya revitalisasi untuk menegakkan kembali otoritas dan kewibawaan Negara, terutama dalam mengontrol sumber kekerasaan; 2) Perlu upaya penyadaran pada masyarakat Madura tentang pelaku carok, agar lebih mengedepankan pengekspresian hasrat lewat budi bahasa ketika sedang menghadapi setiap bentuk konflik, terutama yang berpangkal pada pelecehan harga diri.
MEMAHAMI PEMIKIRAN KARYA PAULO FREIRE “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” : KEBEBASAN DALAM BERPIKIR Husni, Muhammad
AL - IBRAH Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui pendidikan yang membebaskan menurut paulo freire yaitu lebih mengarah kehumanisasi sosial. Sedangkan dalam prinsip utama pendidikan islam tidak hanya menyangkut masalah humanisasi sosial belaka tetapi juga mengarah kepengembangan berfikir bebas dan mandiri secara demokratis dengan memeperhatikan kecenderungan peserta didik secara individual yang menyangkut aspek kecerdasan akal dan bakat yang dititik beratkan pada pengembangan akhlak. konsep pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan lebih mengarah kepada konsep pendidikan pembebasan (humanisasi). Dan islam sendiri juga melarang semua bentuk penindasan, secara historis islam juga telah menerapkan pendidikan pembebasan sebagaimana yang telah diterapkan oleh nabi Muhammad saw, yaitu gerakan pembebasan dari eksploitasi, penindasan, dominasi dan ketidak adilan dalam segala aspeknya. Freire juga mengakui bahwa pendidikan juga merupakan momen kesadaran kritis manusia terhadap berbagai problem sosial yang ada dalam masyarakat. Pendidikan islam dan paulo freire sama-sama memiliki pandangan bahwa manusia terlahir dengan fitrah-fitrah tertentu yang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang humanis.