Articles
108 Documents
Pekerja Anak dan Pendidikannya Di Masa Depan
Hamdani, Febri;
Nooraeni, Rani;
Lumaksono, Adi
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i12023p24-35
Child labour has an impact not only on health but also on education in the future. Being a child labour, the minimum consequence is the disruption of the child's time to go to school and in some cases, the child cannot go to school at all. This study uses data from the Indonesia Life Family Survey (IFLS) where the individuals studied are the same for each IFLS period. The results show that there is a difference between those who have worked as child workers in the past, who have a lower level of education than those who were not child laborers. The difference can be seen 14 years later. This is reinforced by the results of statistical tests with Logistic Regression where there is a strong relationship between child labour and the level of final education. Those who are child workers have a greater chance of only graduating from elementary and junior high school compared to those who are not child laborers.
Komponen Pembelajaran pada Transfer Pengetahuan Pewarisan Bisnis Keluarga Industri Pandai Besi
Choiro, Umu Da'watul;
Rahma, Rezka Arina
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i12023p36-44
Blacksmithing is a life skill based on local wisdom to support people's lives. Transfer of knowledge in the blacksmith industry takes place informally through learning while working. The purpose of this study was to determine the learning components of the blacksmith's knowledge transfer. This research uses a qualitative case study approach with interview and observation methods. The learning components in the knowledge transfer of the blacksmith industry include panjak as students, masters and senior panjak as educators. The aim of learning is to produce panjaks that master a series of skills ranging from basic, intermediate, to advanced skills, as provisions for work and even the skills of trying to open their own pande. The media used are the same as the equipment and materials for the production process. Pande and the master's house as a place to study. Study time is the same as pande production time. Learning methods include nuntui, nuturi, practice and question and answer. Evaluation of learning in the learning process runs naturally through observations of panjak performance.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama masa Pandemi Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren
Redjeki, Endang Sri;
Rahmawati, Windi Chusniah
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i12023p56-70
Penelitian ini dilakukan pada Desember tahun 2021, di dalam lingkungan pondok-pondok pesantren di wilayah kecamatan Kedung Kandang, Sukun, Lowokwaru, Klojen dan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, dengan tiap kecamatan tersebut dipilih 1 sampel lokasi pondok. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan ketersediaan fasilitas pendukung protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren, mendiskripsikan PHBS santri di masa pandemi Covid-19 dan menganalisis korelasi pemahaman tentang Covid-19 yang memberikan kontribusi terhadap PHBS para santri. Data penelitian ini diperoleh melalui survey dengan responden acak dengan instrumen angket yang sebelumnya sudah dilakukan uji validitas. Analisis korelasi dilakukan dengan hasil menunjukkan bahwa sebagian santri sudah mengenal informasi seputar Covid termasuk perilaku untuk pencegahan penularannya. PHBS santri terkait dengan Covid-19 belum maksimal karena fasilitas pendukung protokol kesehatan di pondok belum sepenuhnya memadai. Terdapat korelasi antara PHBS, PHBS di masa pandemi dengan pemahaman santri tentang Covid-19. Saran dari hasil penelitian ini ditujukan kepada Kebijakan Pemerintah tentang pembatasan kegiatan masyarakat juga terus dilaksanakan, sejalan dengan ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, untuk memastikan lingkungan dan asrama/laboratorium aman dari Covid-19, Harus diproduksi untuk memenuhi standar protokol kesehatan.
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Karakter dan Kecerdasan Anak Usia Dini Melalui Program Parenting
Rannu, Debora;
Yunitasari, Septiyani Endang
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i22023p93-100
Pola asuh orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan karakter dan kecerdasan anak usia dini. Program parenting menjadi salah satu upaya untuk membantu orang tua dalam mengembangkan pola asuh yang positif dan efektif bagi anak-anak mereka. Tantangan terberat adalah orang tua diperhadapkan pada perkembangan teknologi yang memberikan akses lebih terbuka dan bebas terhadap pola asuh anak. Kebanyakan orang tua lebih memilih anak untuk berinteraksi dengan gadget atau tablet sebagai cara untuk mendorong anak dalam mengakses konten-konten melalu media sosial atau bermain game. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola asuh orang tua yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter dan kecerdasan anak usia dini melalui program parenting. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dalam mendeskripsikan secara mendalam objek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software NVIVO dengan untuk menganalisis secara mendalam pola asuh orang tua terhadap anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh otoritatif memberikan batasan yang jelas kepada anak, namun juga memberikan kebebasan dan dukungan dalam mengembangkan kemandirian dan kemampuan anak. Melalui program parenting, orang tua dapat belajar untuk mengembangkan pola asuh otoritatif yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter dan kecerdasan anak usia dini.
Menumbuhkan Motivasi Wirausaha Melalui Program Bimbingan Klien Anak di Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember
NURSEKTI, MARITA;
Sujarwo, Sujarwo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i22023p101-108
Program pembinaan dan pembibingan bagi klien anak binaan pemasyarakatan berupa bimbingan kemandirian dan kepribadian. Pelaksanaan bimbingan kemandirian dilakukan dengan kolaborasi bersama komunitas Lentera Desa. Program bimbingan kemandirian dan kepribadian di Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember memberikan kesempatan bagi klien anak yang sulit memperoleh pekerjaan sehingga memiliki keahlian baru. Kerja sama dilakukan oleh pihak Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember sangat membantu klien anak yang belum memiliki keahlian, kerjasama tersebut berupa menumbuhkan motivasi wirausaha pada klien anak. Tujuan penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai motivasi berwirausaha klien melalui bimbingan dari Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember. Penelitian menggunakan naturalistic dengan jenis kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data secara interaktif dari model Miles & Huberman. Berdasarkan teknik analisis yang digunakan ditemukan adanya dua unsur dalam memunculkan motivasi berwirausaha pada klien yakni bimbingan kepribadian dan bimbingan kemandirian. Bimbingan kemandirian berupa pendekatan dengan merubah perilaku melalui pendidikan yang bekerja sama dengan PKBM Nurul Huda mengenai kejar paket A,B, dan C. Kemudian pada bimbingan kemandirian adanya pelatihan pembuatan kopi yang ditujuan agar klien memiliki skill saat keluar dari Lembaga pemasyarakatan. Tujuan akhir dari bimbingan yang diberikan oleh Balai Pemasyarakatan agar klien anak memperoleh bimbingan secara maksimal serta tidak mengulangi kesalahannya kembali.
Model Pendekatan Kompetensi Pembelajaran Kesetaraan Program Paket C Di PKBM Ash-Shoddiq Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat
Komar, Oong;
Sukmana, Cucu
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i22023p109-115
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar, materi, metode, media, sumber belajar dan analisis kebutuhan pembelajaran di PKBM paket C Ash-Shoddiq untuk melaksanakan diklat yang relevan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam desain penelitian. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data sebagai model interaktif. Kajian dilakukan di PKBM Ash-Shoddiq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi hasil belajar lebih erat kaitannya dengan keterampilan atau kemampuan. Unsur-unsur proses belajar mengajar sangat besar pengaruhnya terhadap jalannya proses belajar mengajar, unsur-unsur tersebut adalah objek yang akan dikuasai (siswa), pelatih (pelatih/pengajar), interaksi antara siswa dan guru. , tujuan pembelajaran, alat dan metode serta lokasi kejadian (lingkungan pendidikan). Metode, media dan materi pembelajaran juga dibangun dalam satu kesatuan sistem yang lebih banyak memanfaatkan kondisi lingkungan. Program paket C satuan pendidikan nonformal memenuhi kebutuhan masyarakat akan makna pendidikan
Peran Instruktur Dalam Peningkatan Kecakapan Hidup Melalui Pendidikan Nonformal Di LPK Cahaya Bayu
Azzahra, Audrey Yuza;
Dwiyono, Yudo;
Winarti, Hepy Tri;
Mustangin, Mustangin
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i22023p71-79
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran instruktur dalam proses pelatihan kecakapan menjahit di LPK Cahaya Bayu. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pelaksanaan pelatihan menjahit di LPK Cahaya Bayu. Jenis penelitian berupa penelitian deskripsi sehingga menghasilkan deskripsi temuan berdasarkan tujuan penelitian. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara berupa interaksi antara peneliti dengan informan penelitian. Informan penelitian ini adalah instruktur, pengelola LPK Cahaya Bayu, dan peserta pelatihan menjahit. Pengumpulan data juga dilaksanakan dengan teknik observasi atau pengamatan dan studi dokumen yang terkait dengan penelitian. Analisis keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahawa instruktur pada pelatihan menjahit di LPK Cahaya Bayu memiliki peran sebagai informato yaitu penyampaian informasi terkaity materi pelatihan. Peran sebagai fasilitator dengan menyediakan fasilitas belajar bagi peserta pelatihan. Peran sebagai motivator dengan memberikan dorongan motivasi kepada peserta pelatihan. Peran sebagai evaluator dengan menilai keterserapan materi yang disampaikan oleh instruktur dalam proses pembelajaran saat pelaksanaan pelatihan.
Pendampingan Implementasi Model Project-Based Learning (PjBL) Melalui Komunitas Belajar Bagi Pendidik Paud di Kecamatan Bruno, Purworejo Jawa Tengah
Maryati, Sisilia;
Lestari, Gunarti Dwi;
Riyanto, Yatim
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 18, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v18i22023p80-92
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang proses pendampingan mengenai implementasi model Project-based Learning melalui komunitas belajar bagi pendidik PAUD di Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah. Menganlisis menganai faktor penghambat serta faktor pendukung dalam pendampingan model Project-based Learning melalui komunitas belajar bagi pendidik PAUD. Mendeskripsikan mengenai hasil implementasi model Project-based Learning yang diselenggarakan oleh komunitas belajar untuk diterapkan oleh pendidik PAUD ketika proses belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karenanya, penelitian ini berfokus pada pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator komunitas belajar kepada peserta pendampingan pendidik PAUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengabsahan data validitas. Data yang dihasilkan dari penelitian ini adalah data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian ini bertempat di Komunitas Belajar Bruno, Kecamatan Bruno, Purworejo, Jawa Tengah. Informan dalam penelitian ini terdiri dari fasilitator, pihak sekolah, dan peserta pendampingan yang ikut serta dalam pendampingan. Proses pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator bersifat daring maupun luring dengan menggunakan metode diskusi guna memaksimalkan pembelajaran. Terdapat faktor penghambat maupun faktor pendukung dalam kegiatan pendampingan yang bersumber dari eksternal dan internal. Hasil dari pendampingan tersebut adalah meningkatkan kreatifitas pendidik dalam menginovasi model pembelajaran Project-based Learning yang akan diimplementasikan kepada anak-anak usia dini.
Peran Mobile Training Unit Dalam Peningkatan Sikap Mental Wirausaha Pada Penyandang Disabilitas Di Balai Latihan Kerja Situbondo
Imsiyah, Niswatul;
Sugiarto, Galuh Pramesti;
Alkornia, Sylva
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 19, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v19i12024p31-43
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Peran Mobile Training Unit Dalam Peningkatan Sikap Mental Wirausaha Pada Penyandang Disabilitas Di Balai Latihan Kerja Situbondo. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mobile training unit memberikan peran penting dalam memberikan akses pelatihan dengan kemudahan dalam mengikuti pelatihan, menyediakan fasilitas yang sangat lengkap untuk menunjang proses pelatihan terkait sarana dan prasarana. Kegiatan pembinaan keterampilan yang diberikan oleh instruktur pada peserta penyandang disabilitas mampu meningkatkan kemampuan personal meliputi kemampuan dasar membatik, keterampilan membatik, dan peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan pembinaan juga mampu meningkatkan jiwa kreatif dan inovatif dengan beragamnya batik yang dibuat menggunakan teknik membatik cap, ciprat dan tulis serta variasi pewarnaan dalam batik yang dibuat. Hal tersebut, memberikan peluang usaha dengan modal keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan Mobile Training Unit yang telah diikuti peserta disabilitas sebelumnya, ditandai dengan didirikannya kelompok usaha bersama sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan yang telah diikuti. Kata Kunci: Peran Mobile Training Unit, Sikap Mental Wirausaha, Penyandang Disabilitas
Analisis Implementasi Program Pendidikan Nonformal Untuk Anak Negeri di Sanggar Alang-Alang Surabaya
Yani, Nurul;
Mardliyah, Sjafiatul;
Nugroho, Rivo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 19, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um041v19i12024p44-54
Pendidikan Nonformal merupakan Pendidikan yang berbasis kebutuhan dan disesuaikan dengan kebutuhan khusus anak jalanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status penyelenggaraan Pendidikan nonformal pada anak jalanan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kualitatif untuk memeperoleh data yang lebih spesifik dan rinci mengenai Pendidikan nonformal bagi anak di Sanggal Alang-Alang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, penyajian, data dan penarik kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa proses pendidikan dibawah marginal atau anak jalanan berlangsung di jalanan, karena pendidikan nonformal disesuaikan secara fleksibel dengan situasi anak jalanan itu sendiri dan disesuaikan dengan kontrak belajar yang disepakati. Hal ini dikarenakan anak jalanan sendiri mempunyai kesibukan sehingga pemateri dapat menyikapi situasi anak jalanan sesuai dengan kebutuhanua. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan nonformal pada Sanggar Alang-Alang menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari awal penyelenggaraan program pendidikan nonformal mencakup 10 unsur tolak ukur pendidikan masyarakat. penyusunan program disesuaikan dengan kebutuhan, bakat, dan minat masyarakat belajar. Metode pembelejaranya main-main, tetapi juga melalui praktik dan sosialisasi langsung.