cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Nonformal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1, 2, dan 3 pada Diklat Microsoft Office di Balai Diklat Keuangan Makassar Azwar Iskandar; Tenry Nur Amriani
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v15i2p88-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kepuasan peserta diklat terhadap pengajar dan penyelenggaraa pendidikan dan pelatihan; melakukan evaluasi terhadap learning gain  atau peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap peserta setelah mengikuti pelatihan; menganalisis dan mengevaluasi implementasi hasil diklat dalam rangka peningkatan kompetensi dan kinerja alumni; dan mengetahui kendala signifikan yang menyebabkan hasil diklat tidak dapat mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja alumni setelah kembali ke unit kerja. Penelitian ini  menggunakan teknik statistik deskriptif dengan pendekatan model Evaluasi Kirkpatrick Level 1, 2 dan 3 melalui instrumen penelitian berupa kuesioner. Temuan penelitian ini adalah (1) keseluruhan aspek evaluasi penyelenggaraan dan pengajar dinilai oleh peserta dengan kategori Sangat Baik meskipun belum dapat memenuhi tingkat harapan dari peserta; (2) seluruh peserta telah mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan; (3) implementasi hasil diklat mampu meningkatkan kompetensi alumni dalam mendukung pekerjaan alumni setelah kembali ke unit kerja; (4) kendala terbesar yang dialami alumni dalam penerapan materi diklat di tempat kerja adalah bahwa materi diklat tidak sepenuhnya diterapkan dan dibutuhkan di lingkungan kerja. This study aims to evaluate the satisfaction of training participants towards trainners and organizers of training; evaluating learning gain or improving participants' skills, knowledge, and attitude after training; analyzing and evaluating the implementation of training results in order to improve the competence and performance of alumni; and know the significant obstacles that cause the results of training can not support the improvement of competence and performance of alumni after returning to the office. This study used descriptive statistical techniques with the approach of Kirkpatrick Evaluation model Level 1, 2 and 3 through research instruments in the form of questionnaires. The findings of this study are (1) the overall evaluation aspects of organizing and trainers are assessed by participants with excellent categories even though they have not been able to meet the expectation levels of the participants; (2) all participants have gained additional knowledge and skills after attending the training; (3) the implementation of training results is able to improve the competence of alumni in supporting alumni's work after returning to the office; (4) The biggest obstacle experienced by alumni in the application of training materials in the workplace is that the training material is not fully applied and needed in the work environment.
RELATIONSHIP OF LIFE SKILLS EDUCATION WITH INTEREST IN LEARNING AND ENTREPRENEUR MOTIVATION OF EQUALITY PROGRAM STUDENTS IN PKBM, PAITON DISTRICT, PROBOLINGGO REGENCY Endang Sri Wahyuni; I Ketut Atmaja; Soedjarwo Soedjarwo
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p77-85

Abstract

Life skills education is thought to have a contribution to learning interest and entrepreneurial motivation in equivalence students. The concept of life skills education applied to equivalence students is based on the ability to be independent and able to solve problems. The concept is suspected to have an indirect effect on interest in learning and entrepreneurship. The purpose of the study was to prove the relationship between life skills and interest in learning and entrepreneurial motivation. The study used a descriptive correlational approach to data collection methods using a questionnaire. The data analysis technique uses the SPSS application with the Pearson correlation product moment test. 250 students of equivalence package C from PKBM Al Fatih and Nurul Falah were selected as research samples. The results of the Pearson correlation on life skills education with learning interest are 0.360 with a value of sig.(2-tailed) 0.000 <0.005. This means that there is a positive and significant relationship between life skills education and interest in learning. In the life skills education variable with entrepreneurial motivation, the Pearson correlation value is 0.585 with a sig. (2-tailed) 0.000 < 0.005. This means that there is a positive and significant relationship between life skills education and entrepreneurial motivation. The conclusion of this study is that there is a positive relationship between life skills education with learning interest and entrepreneurial motivation. Therefore, it is necessary to have a scheduled life skills education program for equivalence students.  
PERAN PEMBINA DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI WARGA BINAAN DI PELATIHAN PERTANIAN LAPAS KELAS IIA KARAWANG Zia Zalzilah Mazfufah; Dadang Danugiri
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p124-135

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembina dalam menumbuhkan motivasi warga binaan di pelatihan penanaman padi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari enam subjek yaitu seorang sebagai informan kunci dan lima orang sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah koleksi data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Peran pembina dalam memotivasi warga binaan di pelatihan pertanian LAPAS Kelas IIA Karawang melingkupi karakteristik menawarkan keahlian, kepemilikan sifat empati, kepemelikan sikap antusiasme, menampakkan kejelasan, dan memberikan reinforcement negative (hukuman) pada warga binaan; (2) Peran pembina dalam memotivasi warga binaan belum memenuhi karakteristik pemberian pujian dan pemberian evaluasi bagi warga binaan sebagai feedback bagi warga binaan ketika telah melaksanakan pelatihan atau telah mencapai hasil pekerjaan yang baik. Hal tersebut dinilai dapat mengurangi motivasi warga binaan dalam pelatihan penanaman padi di LAPAS Kelas IIA Karawang
PEWARISAN BUDAYA SAPI SONOK SEBAGAI AKTIVITAS BELAJAR INFORMAL BAGI MASYARAKAT MADURA Achmad Nauvalul Ikbar; Hardika Hardika; Ellyn Sugeng Desyanty
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p86-93

Abstract

RINGKASANIkbar, A.Nauvalul. 2020. Pewarisan Budaya Sapi Sonok Sebagai Aktivitas Belajar Informal Bagi Masyarakat Madura. Tesis. Program Studi S-2 Pendidikan Luar Sekolah. Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hardika, M.Pd., (2) Dr. Ellyn Sugeng Desyanty, M.Pd.Kata Kunci: Pewarisan, Budaya Sapi Sonok, Aktivitas Belajar InformalBudaya sapi sonok merupakan budaya asli masyarakat Madura yang berlangsung turun-temurun dari leluhur di keluarga pemilik sapi sonok. Budaya sapi sonok dicetuskan pertama kali oleh H. Achmad Hairudin pada tahun 1940. Dalam pelaksanaan budaya sapi sonok terdapat beberapa proses yang harus dilakukan oleh ketua paguyuban, panitia pelaksana, dan pemilik sapi sonok. Orang tua (ayah) memiliki peran penting dalam memperkenalkan sekaligus mewariskan budaya kepada anak sebagai generasi penerus di dalam keluarga.Penelitian ini bertujuan yaitu menganalisis pewarisan budaya sapi sonok sebagai aktivitas belajar informal yang dilakukan oleh orang tua pemilik sapi sonok kepada anak sebagai generasi penerus.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan penelitian. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa Dempo Barat yang juga menjadi Ketua Paguyuban sapi sonok, pemilik sapi sonok, dan anak pemilik sapi sonok. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan miles dan huberman.Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa awal mula terbentuknya budaya sapi sonok berawal dari kebiasaan para petani Madura yang sering kali tidak melepas pengonong (kayu perangkai sapi) yang digunakan membajak sawah mulai dari ladang hingga ke rumah, pada tahun 1940 H. Achmad Hairudin melihat kebiasaan petani tersebut dirasa menyenangkan dan memiliki nilai seni, kemudian dikemas sebagai pesta rakyat yang dikenal dengan kontes sapi sonok hingga saat ini. Kontes sapi sonok pertama kali secara resmi diadakan pada tahun 1967 oleh Dinas Peternakan Kabupaten Pamekasan. Pelaksanaan kontes sapi sonok diadakan oleh paguyuban-paguyuban di Pulau Madura yaitu mulai dari Kabupaten Bangkalan Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Dalam pelaksanaan kontes sapi sonok diawali dengan beberapa proses yaitu (1) musyawarah akbar paguyuban,(2) pendataan anggota paguyuban, (3) pembentukan panitia, (4) persiapan teknis, (5) pelaksanaan budaya kontes sapi sonok selama satu hari dimulai jam 08:00 pagi hingga jam 16:00 sore. Proses pewarisan budaya sapi sonok yang dilakukan oleh orang tua pemilik sapi sonok kepada anak sebagai generasi penerus memiliki 5 tahapan belajar, yaitu: (1) Ngabes aghi (melihat), (2) Malae (motivasi) (3) Ngajhar aghi (menjelaskan) dan nyonto aghi (memberi contoh), (4) Nguddhi aghi (Praktik dibawah pengawasan orang tua), (5) Nerros aghi (Meneruskan).  Anak meneruskan budaya sapi sonok dengan diberikan kepercayaan oleh orangtua untuk mengurus sapi saat memasuki usia 20 tahun atau sesuai kesepakatan masing-masing keluarga, semua dilakukan secara mandiri tanpa didampingi orang tua untuk melanjutkan keterampilan yang telah diwarisi oleh orang tua kepada anak dalam mengurus sapi sonok mulai proses merawat sapi sonok hingga sapi bisa mengikuti kontes.
RISK TAKING CAPACITY AND ENTREPRENEURSHIP INCLINATION OF GRADUATES AMONG POSTGRADUATE STUDENTS IN PUBLIC UNIVERSITIES IN LAGOS STATE, NIGERIA John Oluwaseun Ajamobe
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p94-103

Abstract

The study examined risk-taking capacity and entrepreneurship inclination of graduates among postgraduate students in public universities, Lagos state, Nigeria. The study specifically examined the extent of relationship that exists between the risk-taking capacity factors namely: government regulatory policies, economic factors and business related factors as well as entrepreneurship inclination of graduates. Literature of related importance was reviewed. Three research questions were raised and three null hypotheses were tested to guide the study at .05 significant levels. The descriptive survey research design was adopted in the study. Simple random sampling technique was adopted to select 340 postgraduate students in public universities in Lagos State. A researcher designed questionnaire titled “Risk-Taking Capacity and Entrepreneurship Inclination Questionnaire” (RTCEIQ) was the validated instrument used to gather data in the study at r=.80 reliability value. The data collected was analyzed using descriptive statistics such as frequency coefficient, percentage, mean and standard deviation while Pearson Product Moment Correlation was used to test the three hypotheses generated for the study at p<0.05 level of significance. Findings of the study showed that government regulatory policies (r=.54; df= 328; P<.05), economic factors (r=.48; df= 328; P<.05) and business-related factors (r=.57; df= 328; P<.05) respectively were significantly correlated with entrepreneurship inclination of university graduates. The study recommends that graduates who are entrepreneurial driven should strive for proper assessment of risks and prioritizing them appropriately so as to ensure that resources are utilized profitably to tackle risks that are likely to emerge in infant business through provision of attractive packages and policies from insurance companies.
PERAN LITERASI MEDIA DALAM PERUBAHAN PERILAKU BELANJA PADA PEREMPUAN DI KABUPATEN JEMBER fitri lestari; Deditiani Tri Indrianti; Linda Fajarwati
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p104-112

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran literasi media dalam perubahan perilaku belanja pada perempuan di Kabupaten Jember. Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebangayak 30 orang yang tergabung dalam PKK RW 35 Kelurahan Sumbersri, Kabupaten Jember. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data sendiri menggunakan regresi linier sederhana yang dihitung penggunakan aplikasi SPSS versi 22. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi media perempuan dapat mempengaruhi perilaku belanjanya. Dibuktikan dengan hasil penghitungan melalui regreasi linier sederhana bahwa terdapat peningkatan sebesar 0,867 perubahan perilaku belanja perempuan pada setiap 1 % literasi media yang diberikan. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa peran literasi media memiliki kontribusi terhadap perubahan perilaku belanja perempuan sebesar 64,3%, sedangkan 35,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil perhitungan menunjukkan nilai konstanta sebesar 14,996, dengan koefisien regresi sebesar 0,867 pada signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulakn bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengarh yang signifikan anatara peran literasi media terhadap perubahan perilaku belanja perempuan di Kabupaten Jember, khususnya di Kelurahan Sumbersari RW 35. Hasil analisis lapangan menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan serta kemampuan perempuan dalam bermedia, maka semakin bagus pula perempuan dalam memanfaatkan media tersebut. Seperti halnya pemanfaatan media sebagai sarana belanja, dimana dengan melakukan belanja online cukup membantu mempermudah kegiatan sehari-hari perempuan dengan tetap memiliki kotrol diri pada saat melakukan belanja online.
MOTIVASI BERPRESTASI PENDAMPING SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN (STUDI KASUS PELAKSANAAN FAMILY DEVELOPMENT SESSION DI KABUPATEN GRESIK) Endah Setiyowati; Umi Dayati; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p113-123

Abstract

Social Assistants for Family Hope Program (hereinafter referred to PKH / Program Keluarga Harapan) are individuals who have gone through a selection or recruitment process and a series of education and training as professionals in carrying out program assistance activities held by the Ministry of Social Affairs. Social Assistants for PKH who have high motivation are expected to be able to utilize all natural and human resources in the area where they do this sosial assistance. They play a role as an medium in intervening the economic issues of Beneficiary Families (KPM) in each activity of Family Development Session (FDS). Thus, the implementation of PKH, especially FDS has been one of the transfer of learning both knowledge and skills among its social assitants and beneficiary families in the realization of independence and prosperity.            The focus of this research is to find out how the achievement motivation and actualization of PKH social assistants in the implementation of FDS. This research used a qualitative approach with a case study type. Data were collected using interview, observation, and documentation techniques. Data validity was tested using technique and source triangulations. The data were then analyzed using Spradely’s domain and taxonomy model.            The results showed that: (1) PKH social assistants, in addition to providing daily assistance to beneficiary families’ social issues, also carry out their main duties and functions every month, one of which is FDS as an activity performed in a structured manner in accordance with the modules provided. In prior, PKH social assistants are educated and trained so that their assistance works as expected. (2) PKH social assistants carry out a number of self-actualization activities in several ways, namely (a) PKH implementation; (b) FDS module implementation, and (c) self-capacity. (3) There are 2 main factors influencing the growth of PKH social assistants’ achivement-motivation, namely instrinsic and extrinsic. Intrinsic factors consist of ideals and interests whereas extrinsic factors consist of (a) appreciation; (b) work environment; (c) independence, and (d) parenting
Pengelolaan Program Kursus Dan Pelatihan Dalam Meningkatkan Kewirausahaan Peserta Didik Di SKB Purwokerto Indah Parasmita; Heru Kurniawan; Amalia Nurbaiti; Musyafa Ali
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 17, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v17i1p27-36

Abstract

SKB Purwokerto is a nonformal educational institution organizing Courses and Skills Program activities which one of its important objectives is to instill entrepreneurial spirit in students. This form of entrepreneurial spirit planting is done in the form of management or management of courses and skills. Its management is carried out through five important activities: (1) planning activities in determining the objectives, one of which is the planting of entrepreneurial spirit in learners through course activities and training conducted; (2) entrepreneurial organizing activities shall be conducted in the form of incorporating aspects of entrepreneurship in materials and modules, delivery of entrepreneurial materials by presenters and resource persons, and knowledge and skills of entrepreneurship by learners; (3) implementation activities in the implementation of entrepreneurial spirit shall be carried out in direct practice activities of learners during activities and in public life; (4) coordination activities shall be carried out in the form of communicating the entrepreneurial spirit with the learners so as to make the learners have a strong motivation to develop the business on the abilities and skills obtained; and (5) entrepreneurial supervision activities conducted in the form of instilling entrepreneurial spirit in assessment, guidance, mentoring, and consulting activities oriented to continuously increase the entrepreneurial spirit of learners
Predictors of Technopreneurship Engagement Among Nigerian Undergraduates in an Emerging Society 5.0: Policy Imperatives Maruff Akinwale Oladejo; Ayotunde Adebayo; Olusola Angelina Thomas
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 17, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v17i1p1-8

Abstract

This study investigated some predictors namely technological attitudes, skills, and knowledge (t-ASK) in relation to technopreneurship engagement among Nigerian undergraduates in an Emerging Society 5.0. The descriptive research design was used. The study was piloted by two research questions and one null hypothesis. The target population comprised all 44, 183 undergraduates at the University of Lagos, out of which 336 were selected through stratified random sampling technique. A self-designed, validated, and reliable instrument (r=.88) entitled “Technopreneurship Engagement Scale (TES)” was used for data collection. Methods of data analysis were Multiple Regression and Independent t-test. Findings showed that the joint contributions of  t-ASK to the variance in technopreneurship engagement  was 11.3%. Finding further showed that  technological  attitudinal made the highest contribution (β=.219), followed by technological  knowledge (β=.137), and then, technological skills (β=.-087) to the variance in technopreneurship engagement.There was also significant difference in technopreneurship engagement among male and female Nigerian undergraduates ((t=-2.376; df=334, p<.05). Selected predictors are ‘sine qua non’ to successful technopreneurship engagement among Nigerian undergraduates. We therefore recommend among others that students should be encouraged to develop positive technological attitudes towards technopreneurship which made the highest relative and significant contribution.
Asumsi Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy) Dalam Retorika Dakwah KH. Anwar Zahid Bayu Adi Laksono; Ahmad Hamdan; Azka Waliyyan
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 17, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v17i1p9-16

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memotret asumsi pendidikan orang dewasa (andragogy) dalam retorika dakwah KH. Anwar Zahid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten atau analisis isi. Bahan dokumentasi dalam penelitian ini adalah video ceramah dengan judul KH. Anwar Zahid Terbaru 2020 Live Kembangan Kebomas Kabupaten Gresik Jawa Timur dengan durasi 1 jam 59 menit yang diambil dari situs video berbagi Youtube. Total materi dakwah yang berkaitan dengan asumsi pendidikan orang dewasa (andragogy) sebanyak 24 materi yang terhimpun dalam tiga asumsi yakni kebutuhan untuk tahu, konsep diri, serta motivasi. Asumsi lainnya seperti peran pengalaman, kesiapan belajar, maupun orientasi belajar tidak muncul. Dari 24 materi dakwah yang terhimpun dalam tiga asumsi, yang paling banyak dikaji adalah asumsi yang berkaitan dengan konsep diri yakni sebanyak 10 materi dakwah, sedangkan materi dakwah yang berkaitan dengan asumsi kebutuhan untuk tahu sebanyak 7 materi, dan yang berkaitan dengan asumsi motivasi sebanyak 7 materi.

Page 8 of 11 | Total Record : 108