cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
HIMMAH
ISSN : -     EISSN : 25980963     DOI : -
Core Subject : Education,
HIMMAH merupakan Jurnal kajian Islam kontemporer yang diterbitkan oleh Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Implementasi Program Ekopesantren dalam Mewujudkan Pondok Pesantren Ramah Lingkungan (Studi kasus: Pondok Pesantren Salafiyah Darunnajah Braja Selebah, Lampung) Saputra, Ahmad Said; Zulham, Muhammad
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 1 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i1.3817

Abstract

Program Ekopesantren merupakan strategi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan mewujudkan komunitas pondok pesantren yang hijau , mandiri dan berwawasan lingkungan. Di pondok pesantren Salafiyah Darunnajah Braja Selebah, Lampung Timur ini memiliki beberapa masalah mengenai lungkungan, diantaranya persoalan yang paling utama terkait sampah yang menumpuk dan hidup sehat. Pondok pesantren ini memiliki lahan yang begitu luas sekitar 5 hingga 6 hektar yang berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan para santri dan santriwati tersebut seperti bercocok tanam maupun kegiatan dalam penerapan pengelolaan sampah. Ada 4 program Ekopesantren yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah Braja Selebah, diantaranya program lahan pesantren, program limbah dan sampah, hidup sehat, dan sumber daya air. Kata Kunci: Ekopesantren, Pondok Pesantren, Lingkungan.
Konsep Akad Musyarakah Mutanaqishah dalam Pengembangan Sistem Murabahah Terhadap Bisnis Property Abdul Salam Almuhtasib; Muhajirin
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 1 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i1.3818

Abstract

Penyaluran pembiayaan dari bank syariah masih banyak menggunakan akad non bagi hasil sehingga akad pembiayaan murabahah masih mendominasi ini membuat akad murabahah menjadi suatu kekhawatiran hanya dijadikan kamuflase bunga dalam proses transaksi. Akad Murâbahah bisa kita sebut sebagai akad “primadona” di Lembaga Keuangan Syariah, adalah 55.54 % dari semua total pembiayaan. Hal ini tidak sejalan dengan karakteristik dasar dan landasan dasar oprasional bank syariah, prinsip bagi hasil (profit sharing) dengan dasar akad Mudhârabah. Hal itupun juga belum memberikan jarak yang berarti antara bank syariah dan bank konvensional Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang bersumber dari kajian Pustaka (library research) yaitu penelitian yang dilakukan melalui bahan-bahan pustaka atau literatur kepustakaan sebagai sumber tertulis. Implementasi akad musyarakah mutanaqishah merupakah salah satu cara alternatif yang dapat ditempuh bank dalam menyalurkan dana kepada masyarakat. Produk dari bank yang didasarkan pada akad jual beli ini terdiri dari murabahah, istishna’ dan salam. Implementasi akad ini melibatkan 4 akad yang digabungkan diantaranya: (1) Syirkah ‘inân (musâhamah), (2) Ijârah, (3) Perwakilan (wakâlah) dalam pengelolaan penyewaan. (4) Pembelian secara bertahap. Kata Kunci: Akad Musyarakah Mutanaqishah, Pengembangan Sistem Murabahah, Bisnis Properti
Bertahan di Tengah Modernitas: Ketahanan Lembaga Pendidikan Surau Minangkabau (Sejak Masa Kolonial hingga Pasca Kemerdekaan): Bertahan di Tengah Modernitas: Ketahanan Lembaga Pendidikan Surau Minangkabau (Sejak Masa Kolonial hingga Pasca Kemerdekaan) Fauzan, Ahmad Fauzan Baihaqi; Irmalasari, Fitria; Maulana, Arif; Meilala, Bryna Rizkinta Sembiring
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i2.3842

Abstract

ABSTRACT I begin this article with admiration for the success of Surau in Minangkabau in maintaining itself as a traditional educational institution in the era of modernization. Surau as an educational institution in Minangkabau remains an integral part of the collective memory of the Minang people as a whole. This paper wants to see how the tradition of Minangkabau people in maintaining the spirit of Surau since the Colonial period to the Modern era and see the pressure of power on the existence of Surau which gave birth to many National figures and Ulama'. The method in this writing uses a qualitative methodology with a historical approach method by collecting data through literature studies. In the data found, the word surau spreads outside in Indonesia and Malaysia, which in daily life is a small building whose main use is for congregational prayer for the surrounding community. In West Sumatra, Surau not only has an educational and worship function, but also has a cultural function. Surau is thought to have existed before Islam came to West Sumatra. It only functions as an application of their culture. Surau in the customary system of community culture belongs to the people, tribe. Furthermore, after Islam entered, the process of Islamization was carried out in all aspects, including cultural institutions. The same thing also applies to pesantren. Seeing the complexity of the problems of Surau educational institutions must also understand the flow of conflict between the Young and the Old. As seen, the Ulama of the Young as a symbol of Islamic renewal openly criticized the practices of the Ulama of the Old who occupied surau-surau. And this paper tries to explain this traditional educational institution in the era of modernization. Keywords: Surau, Minangkabau Tradition, Traditional Educational Institution
Solidaritas Islam dan Arab Vision 2030: Peluang Kolaborasi Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi dan Sosial Sarjito, Aris
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah peluang strategis dalam kolaborasi antara Indonesia dan negara-negara Arab dalam kerangka Arab Vision 2030, khususnya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah atau solidaritas Islam melalui sektor-sektor seperti pariwisata halal, keuangan syariah, dan pendidikan. Arab Vision 2030 bertujuan untuk diversifikasi ekonomi dan pembangunan sosial di kawasan Teluk, yang juga relevan bagi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip ukhuwah Islamiyah dapat diimplementasikan dalam kolaborasi lintas negara Muslim yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data sekunder berupa laporan kebijakan, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi dari negara-negara terkait dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Menurut Creswell (2014), penggunaan data sekunder dan analisis tematik dalam penelitian kualitatif memungkinkan peneliti mengidentifikasi isu-isu utama yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi di sektor pariwisata halal dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendorong inklusi ekonomi umat Muslim global. Di sektor pendidikan, program pertukaran pelajar dan beasiswa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat jaringan Muslim global. Kesimpulannya, Arab Vision 2030 berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia Muslim. Kata Kunci: Arab Vision 2030, keuangan syariah, kolaborasi Muslim, pariwisata halal, Ukhuwah Islamiyah
Pengaruh Teknik Restrukturing Cognitif dalam Mengatasi Prokrastinasti pada Mahasiswa Uinsa.docx Chariz Rizky Pradana, Chariz Rizky Pradana; Fatruldin, Mochamad
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i2.3929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik restrukturisasi kognitif dalam mengurangi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda penyelesaian tugas yang dapat berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, melibatkan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat prokrastinasi sebelum dan setelah intervensi. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara teknik restrukturisasi kognitif dan penurunan tingkat prokrastinasi akademik (r = 0.502, p = 0.002). Selain itu, analisis regresi menunjukkan bahwa teknik restrukturisasi kognitif memberikan kontribusi sebesar 25,2% dalam pengurangan prokrastinasi. Temuan ini mendukung efektivitas teknik ini dalam membantu mahasiswa mengatasi prokrastinasi akademik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mental mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan intervensi konseling berbasis kognitif untuk mengurangi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Kata Kunci: Prokrastinasi akademik, restrukturisasi kognitif, teknik konseling, mahasiswa, pengurangan prokrastinasi.
Pemberdayaan Pondok Pesantren Daar el Istiqomah dalam Program Ekopesantren Palupi, Sabrina Kusuma
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i2.3969

Abstract

Dalam program MBKM Ekopesantren PPI Unas, terdapat berbagai cara pemberian informasi, pelatihan dakwah, ceramah tentang keanekaragaman hayati dan bagaimana berperan dalam menjaga alam dan lingkungan. Ekopesantren ini memiliki sepuluh program yaitu program kurikulum berbasis lingkungan, integrasi pelajaran fiqih lingkungan, peningkatan sumber daya manusia, lahan pesantren, sumber daya air, hidup sehat, limbah dan sampah, energi, transportasi, dan keanekaragamana hayati. Pelaksanaan kegiatan Ekopesantren ini di Pondok Pesantren Daar El Istiqomah, Serang, Banten. Di pondok pesantren Daar El Istiqomah melakukan 4 program kegiatan Ekopesantren, yaitu program kurikulum berbasis lingkungan, hidup sehat, lahan pesantren, serta pengelolaan limbah dan sampah. Misi dari project ini adalah untuk mewujudkan pesantren ramah lingkungan dan kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan mulai dari bulan Maret - Agustus 2023. Adanya program Ekopesantren ini membantu masyarakat pondok untuk melindungi dan melakukan konservasi terhadap lingkungan sekitar. Kata Kunci: Ekopesantren, Pelestarian Lingkungan Hidup, Pengelolaan Linkungan
Implementasi Program Ekopesantren di Pondok Pesantren Madinatunnajah, Cilimus Rahmadiani, Mutiara Nurul; Mangunjaya, Fachruddin Majeri; Zulham, Muhammad
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools are synonymous with environmental management which tends to be weak because most of the environmental management still uses traditional techniques. In the MBKM PPI Unas Ecopesantren program, there are various ways to provide information, da'wah training, lectures on biodiversity and how to play a role in protecting nature and the environment. This eco-pesantren has ten programs, namely environment-based curriculum programs, integration of environmental fiqh lessons, improvement of human resources, pesantren land, water resources, healthy living, waste and garbage, energy, transportation, and biodiversity. The implementation of Ecopesantren activities at the Madinatunnajah Islamic boarding school, Cilimus, namely, environment-based curriculum programs, biodiversity, healthy living, and waste and waste management. The mission of this project is to realize an environmentally friendly pesantren. The existence of the Ecopesantren program is an effort to help the boarding school community to protect and conserve the surrounding environment. Keywords: Ecopesantren, Environmental Management, Nature and Environment
Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan Fauzan, Ahmad Fauzan Baihaqi; Bryna Rizkinta; Ilham Nur Utomo; Susanti, Desi; Zulham, Muhammad
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4110

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India. Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan. Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya Jema’at El-Islami dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni Teo-Demokrasi adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam. Kata Kunci: Al-Maududi, Jamaat Islami, Pakistan
Tantangan dan Peluang Dakwah Hijau di Era Digital: Studi Kualitatif pada Komunitas Muslim Sarjito, Aris
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4198

Abstract

Dakwah hijau merupakan pendekatan dakwah Islam yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari amanah khalifah fil-ardh. Di tengah percepatan era digital, komunitas Muslim milenial memiliki akses dan potensi besar dalam menyampaikan pesan-pesan ekologis berbasis nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang dakwah hijau dalam konteks media digital, dengan fokus pada komunitas Muslim milenial. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, menggunakan data sekunder berupa artikel ilmiah, laporan NGO, dokumentasi digital, dan hasil survei nasional. Temuan menunjukkan bahwa media digital memudahkan penyebaran pesan ekoteologis, namun menghadapi tantangan dalam bentuk misinformasi, keterbatasan literasi lingkungan, dan dominasi konten konsumtif. Di sisi lain, peluang muncul dalam bentuk jejaring komunitas online, kampanye sosial kreatif, dan dakwah berbasis visual. Studi ini merekomendasikan strategi dakwah yang lebih adaptif, kolaboratif, dan kontekstual dengan karakter generasi milenial digital. Kata kunci: dakwah hijau; ekologi Islam; generasi digital; media digital; Muslim milenial
Kontekstualisasi Nilai-Nilai Islam: Perspektif Wasathiyah Dalam (Pemikiran Masykuri Abdillah) Mashuri, Achmad
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4201

Abstract

This article examines Masykuri Abdillah's thoughts on the contextualization of Islamic values through the wasathiyah (moderation) approach in responding to the challenges of modernity in Indonesia. Masykuri Abdillah, a prominent Muslim scholar with a background in traditional Islamic boarding schools and Western academics, offers an innovative synthesis between various paradigms of Islamic thought to create a more holistic and comprehensive understanding. This study shows how Masykuri integrates Islamic traditions with modern concepts such as democracy, pluralism, and human rights through a moderation approach that bridges the gap between conservative and liberal views. Through the contextualization of Islamic law, Masykuri emphasized that Islam can adapt to the life of the state without sacrificing its core values. The main focus of his thinking includes an emphasis on sustainable ijtihad, interfaith dialogue, and the relevance of Islamic teachings in the context of multicultural Indonesia. This article contributes to the discussion of the relationship between Islam and the state, and offers practical guidance for Muslims in integrating religious teachings into modern life while maintaining an Islamic identity. Keywords: Wasathiyah, Contextualization, Moderate Islam, Ijtihad, Pluralism