cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
PERBANDINGAN KEJADIAN DAN TINGKAT DEPRESI GURU HONORER DI SEKOLAH DASAR NEGERI PADA EMPAT KECAMATAN DI KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA Arfa, Ratih Kusuma Dewi; Kandou, L. F. J.; Munayang, Herdy
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4627

Abstract

Abstrak: Perbandingan kejadian dan tingkat depresi guru honorer di Sekolah Dasar Negeri pada empat Kecamatan di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mood yang paling sering dikaitkan dengan stres pekerjaan yang dimiliki individu dalam lingkungan pendidikan seperti profesi guru. Gejala depresi yang dialami guru sering dihubungkan dengan jenis kelamin, umur, status pernikahan, rendahnya kepuasan terhadap profesi, gaji atau penghargaan, keinginan untuk merubah pekerjaan, serta dukungan sosial. Di Indonesia, guru honorer yang memiliki status kepegawaian yang tidak jelas rentan mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kejadian dan tingkat depresi guru honorer di Sekolah Dasar Negeri pada empat Kecamatan di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Metode: Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh guru honorer yang mengajar di tiap Sekolah Dasar Negeri di empat Kecamatan dengan total 102 responden. Instrumen penelitian ialah kuesioner sosiodemografi dan Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Analisis univariat dan bivariat (Chi square test) dilakukan dengan menggunakan aplikasi komputer. Hasil:Proporsi depresi di Kecamatan Kotamobagu Timur (84,8%) lebih besar daripada proporsi depresi di Kecamatan Kotamobagu Utara (80%), Kecamatan Kotamobagu Barat (82,8%) dan Kecamatan Kotamobagu Selatan (83,3%). Uji beda kejadian dan tingkat depresi mendapatkan nilai p= 0,986 dan p= 0,989.Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kejadian dan tingkat depresi guru honorer di Sekolah Dasar Negeri pada empat Kecamatan di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci: perbandingan, depresi, guru honorer, HDRS     Abstract: The comparison of prevalence and degree of depression among honorary teachers in Public Primary Schools of four Districts in Kotamobagu City, North Sulawesi. Introduction: Depression is a mood disorder that mostly related to the occupational stress among people involved in educational environment especially teacher profession. Depressive symptoms felt by teacher is usually correlated with gender, age, marital status, low job satisfaction, salary or reward, wish to change a job, and social support. In Indonesia, honorary teachers who have a non-confirmed status of teaching tend to be stress and furthermore being more depressive to face these job conditions. This research aimed to examine the comparison of prevalence and degree of depression among honorary teachers in Public Primary Schools of four Districts in Kotamobagu City, North Sulawesi. Method: This research was a cross-sectional study that used observational-analytic design. This study involved 102 honorary teachers, teaching in all Public Primary Schools of four Districts in Kotamobagu. The instruments used in this research were Socio-demographic and Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) questionnaires. Univariate and bivariate analysis (Chi Square test) were done with a computer application program. Result: The proportion of depression of East Kotamobagu district (84,8%) was greater than in North Kotamobagu District (80%), West Kotamobagu District (82,8%) and South Kotamobagu district (83,3%). Prevalence and degree comparation got p score 0,986 and 0,989. Conclusion:There are no significant prevalence and degree differences of depression among honorary teachers in Public Primary Schools of four districts in Kotamobagu City, North Sulawesi. Keywords: depression, comparison, honorary teachers, HDRS
GAMBARAN KADAR GULA SESAAT PADA DEWASA MUDA USIA 20-30 TAHUN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) ≥ 23 kg/m2 Kasengke, Juandi; Assa, Youla A.; Paruntu, Michaela E.
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.10320

Abstract

Abstract: Hyperglycemia is a state of elevated level of blood sugar in human body that exceeds normal level. The causes are not known yet for sure but it is often associated with insulin insufficiency and predisposition factors such as genetic, age, and obesity. Prolonged hyperglycemia may lead to the development of diabetes mellitus and as a risk factor of other metabolic diseases. Morbidity in hyperglycemia is increased along with the age and body weight. This study aimed to obtain the random blood glucose level among young adults aged 20-30 years with a body mass index (BMI) ≥23 kg/m2. This was a descriptive study. The population consisted of 20 to 39 years old young adults with body mass index (BMI) ≥23 kg/m2 who lived in the working area Community Health Center in Beo, Talaud. Data consisted of BMI measurements and random blood glucose levels by using stick device. The results showed that of 30 respondents with BMI ≥23 kg/m2, there was 1 respondent (3.33%) had hyperglycemia meanwhile the other 29 respondents (96.6%) had normal blood glucose level. Conclusion: In this study, the random blood glucose level among young adults aged 20-30 years with body mass index (BMI) ≥23 kg/m2 were in normal range.Keywords: random plasma glucose level, 20-30 years old young adults, BMI ≥ 3 kg/m2Abstrak: Hiperglikemia adalah keadaan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh seseorang yang melebihi kadar normal. Penyebab belum diketahui pasti tetapi sering dihubungkan dengan kurangnya insulin dan fator predisposisi yaitu genetik, umur, dan obesitas. Hiperglikemia yang tidak dikontrol secara terus menerus akan berkembang menjadi penyakit diabetes mellitus dan merupakan faktor risiko untuk penyakit metabolik lainnya. Angka morbiditas pada hiperglikemia juga meningkat seiring bertambahnya umur dan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada dewasa muda yang berusia 20-30 tahun dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥23 kg/m2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi ialah dewasa muda berusia 20-30 tahun dengan IMT ≥23 kg/m2 yang tinggal di wilayah Puskesmas Beo Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud. Data diperoleh dengan pengukuran IMT dan pemeriksaan kadar glukosa darah sesaat dengan menggunakan alat stick. Terdapat 30 responden dengan IMT ≥23 kg/m2 dimana 1 orang (3.33%) yang mengalami hiperglikemia dan 29 orang (96.6%) dengan kadar glukosa darah dalam batas normal. Simpulan: Sebagian besar dewasa muda usia 20-30 tahun dengan IMT ≥23 kg/m2 mempunyai kadar glukosa darah sesaat normal.Kata kunci: glukosa darah sesaat, dewasa muda usia 20-30 tahun, IMT ≥23 kg/m2
TINJAUAN KASUS KEHAMILAN EKTOPIK DI BLU RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2010 – 31 DESEMBER 2011 Logor, Sri Cynthia D.; Wagey, Freddy W.; Loho, Maria F.T.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1159

Abstract

Abstract: An ectopic pregnancy is a pregnancy with a fertilized ovum, implant and grow in a normal endometrial cavity in the uteri. When pregnancy is experiencing a process of termination (abortion) is called a rupture dectopic pregnancy (KET). This study aims to determine umtuk review cases of ectopic pregnancy in BLU Dr Prof. Dr. R. D. Kandou period 1 January 2010 - 31 December 2011 in terms of age, parity,history of abortion ,historyofcontraceptive/familyplanningacceptors. This is a descriptive retrospective study. The population in this study were all patients who were treated at the department of Obstetrics Gynecology Prof. BLU. Dr. R. D. Kandou Period January 1, 2010 - December 31, 2011. The data has been processed and  then presented in the form of frequency distribution table and further discussed base don’t heresultsobtained. Conclusion: The results of this study indicate the amount and presentation of the study variables based on the total number of cases. It is recommended that the mother has since given a case of ectopic pregnancy can be life-threatening emergency, then at the age of susceptible pregnant women ectopic pregnancy is recommended for early detection. Keywords: ectopic pregnancy Abstrak: Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan ovum yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh tidak di tempat yang normal yakni dalam endometrium kavum uteri. Bila kehamilan tersebut mengalami proses pengakhiran (abortus) maka disebut dengan kehamilan ektopik terganggu (KET). Penelitian ini bertujuan umtuk mengetahui tinjauan kasus kehamilan ektopik di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2011 ditinjau dari umur, paritas, riwayat abortus, riwayat pemakaian kontrasepsi/akseptor KB. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di bagian Obstetri Ginekologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2011. Data yang diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan selanjutnya di bahas berdasarkan hasil yang diperoleh. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah dan presentasi dari variabel penelitian berdasarkan jumlah keseluruhan kasus yang terjadi. Disarankan bagi para ibu karena mengingat kehamilan ektopik merupakan kasus darurat yang dapat mengancam nyawa, maka pada wanita hamil usia rentan kehamilan ektopik disarankan untuk melakukan deteksi dini. Kata Kunci: kehamilan ektopik
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Karouw, Caroline R.M.; Opod, Henry; Sinolungan, Jehosua S.V.
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7125

Abstract

Abstract: Learning is a process that can not be separated from human life. Psychic impulse to learn is the motivation to learn. In the learning process, parents are among the factors that have a role. This study aims to determine the relationship of socio-economic status of parents with students' learning motivation. Data were collected through questionnaires. The results showed there was no correlation between socio-economic status of parents with learning motivation of Medicine Faculty Sam Ratulangi University class of 2013 students p = 0.444 (p > 0.05) and the correlation value is -0.062. It can be concluded that there was no correlation between socioeconomic status of parents with students’ learning motivation.Keywords: socio-economic status, learning motivationAbstrak : Belajar merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia,, Dorongan psikis dalam diri untuk belajar merupakan motivasi belajar. Dalam proses belajar, orangtua merupakan salah satu faktor yang memiliki peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi orangtua dengan motivasi belajar mahasiswa. Pengambilan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dengan motivasi belajar mahasiswa angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi p=0,444 (p > 0,05) dan nilai korelasi sebesar -0,062. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dengan motivasi belajar mahasiswa.Kata kunci: Status sosial ekonomi, motivasi belajar
Hasil diagnostik Mycobacterium tuberculosis dari sputum penderita batuk ≥ 2 minggu dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen di Puskesmas Minanga Malalayang Dua, Puskesmas Bahu, dan Puskesmas Teling Atas Manado Ramadhan, Raden MS.; Porotu'o, John; Waworuntu, Olivia A.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.13877

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is an infectious disease which still commonly found at puskesmas (primary health care) in Manado. WHO has proclaimed “The End TB Strategy” program to reduce the incidence of TB. The TB germ can be identified with the Ziehl-Neelsen staining. This study was aimed to identify Mycobacterium tuberculosis in the sputum of patients that were suffered from cough for ≥2 weeks and had not received specific therapy and of relapsed pulmonary TB patients at Puskesmas Minanga Malalayang Dua, Puskesmas Bahu, and Puskesmas Teling Atas Manado by using Ziehl-Neelsen staining. This was a descriptive prospective study with a cross-sectional design. The results showed that of 30 samples of patients, the highest percentages were as follows: at Puskesmas Teling Atas, males (60%), ages 35-59 years old (60%), M. tuberculosis (-) (90%); at Puskesmas Bahu, females (60%), ages 15-34 years old (60%), M. tuberculosis (-) (100%); at Puskesmas Minanga Malalayang Dua, males (60%), ages 15-34 years old (70%), M. tuberculosis (-) (100%). Conclusion: Most patients had sputum with negative results of Mycobaterium tuberculosis which met the The End TB Strategy of WHO. Keywords: Mycobaterium tuberculosis, Ziehl-Neelsen staining, tuberculosis Abstrak: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih sering ditemukan di puskesmas Kota Manado. WHO telah mencanangkan “The End TB Strategy” program to reduce the incidence of TB. Kuman TB dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan Ziehl-Neelsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosis pada sputum penderita batuk ≥2 minggu yang belum mendapatkan terapi spesifik atau penderita TB paru relaps di Puskesmas Teling Atas, Puskemas Bahu, dan Puskesmas Minanga Malalayang Dua Manado dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen. Jenis penelitian ialah deskriptif prospektif dengan desain potong-lintang. Pada hasil penilitian didapatkan 30 sampel penderita batuk ≥2 minggu yang belum mendapatkan terapi spesifik atau penderita TB Paru relaps. Distribusi persentase tertinggi di Puskesmas Teling Atas ialah: laki-laki (60%), usia 35-59 tahun (60%), dan basil tahan asam/BTA (-) (90%). Persentase tertinggi di Puskemas Bahu ialah: perempuan (60%), usia 15-34 tahun (60%), dan BTA (-) (100%) sedangkan di Puskesmas Minanga Malalayang Dua ialah: laki-laki (60%), usia 15-34 tahun (70%), dan BTA(-) (100%). Simpulan: Pada ketiga puskemas tersebut, hampir seluruh pasien mempunyai sputum BTA (-) yang memenuhi The End TB Strategy dari WHO.Kata kunci: Mycobaterium tuberculosis, pewarnaan Ziehl-Neelsen, tuberkulosis
GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI TEMPAT HIBURAN MALAM DI KOTA MANADO Junianto, Hanry; Moningka, Maya
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.4082

Abstract

Abstract: Noise-induced hearing loss, hearing loss is either a part or the whole hearing, irreversible, occurs in one or both ears, can be mild, moderate or severe, occurs because of exposure to continuous noise from the environment. Noise-induced hearing loss varies among individuals. The specific objective of this study was to determine the intensity of noise in the workplace ( discotheque ), which can cause hearing loss . This research is a descriptive study using cross sectional approach. The results of this study are of hearing loss by 40 %. Ranging from mild hearing loss and hearing loss 35 % was 5 %, it can be concluded that working in an environment of high -intensity noise can affect auditory function, so in need of extension and outreach to workers in nightclubs so they know about noise-induced hearing loss. Keywords : Noise, Hearing Function, SCORE Workers nightclub in Manado, Safety work.  Abstrak: Gangguan pendengaran akibat kebisingan, adalah gangguan pendengaran baik sebagian atau seluruh pendengaran, bersifat menetap, terjadi pada satu atau dua telinga, dapat bersifat ringan, sedang atau berat, terjadi karena paparan bising yang terus-menerus dari lingkungan. Gangguan pendengaran akibat kebisingan bervariasi diantara individu. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas kebisingan pada tempat kerja (diskotik) yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan secara cross sectional. Hasil penelitian ini terdapat gangguan pendengaran sebesar 40%. Mulai dari gangguan pendengaran ringan 35% dan gangguan pendengaran sedang 5%, dapat di simpulkan bahwa bekerja di lingkungan yang berintensitas bising tinggi dapat menpengaruhi fungsi pendengaran, sehingga di butuhkan penyuluhan dan sosialisasi kepada pekerja di tempat hiburan malam agar mereka mengtahui tentang gangguan pendengaran akibat kebisingan. Kata Kunci: Bising, Fungsi Pendengaran, Pekerja hiburan malam di SCORE manado, Keselamatan kerja.
Gambaran Kadar Hemoglobin pada Mahasiswa dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥23 kg/m2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Suheli, Syafiq M.; Kaligis, Stefana H.M.; Tiho, Murniati
eBiomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.2.2017.18257

Abstract

Abstract: Anemia and nutritional status are global problems, including in Indonesia. Both problems are interrelated because excess nutritional status (overweight and obese) is a risk factor of anemia. Dietary history and low-grade chronic systemic inflammation in an individual with excess nutritional status can lead to iron regulation disorders and decreased hemoglobin level. College students are vulnerable to this condition due to changes in diet, sleep pattern, and physical activity. This study was aimed to obtain the profile of hemoglobin levels in college students with Body Mass Index (BMI) ≥23 kg/m2 at Faculty of Medicine Sam Ratulangi University. This was a descriptive study with a cross sectional design. By using total sampling method, there were 45 respondents that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Hemoglobin level was examined by using ABX Micros 60. The results showed that 43 respondents (95.6%) had normal level of hemoglobin and two respondents (4.44%) had below normal level of hemoglobin. Conclusion: Most respondents had normal hemoglobin level.Keywords: hemoglobin level, excess nutritional status, college student Abstrak: Anemia dan status gizi merupakan permasalahan global, termasuk di Indonesia. Kedua permasalahan ini saling berkaitan karena status gizi lebih (overweight dan obesitas) merupakan faktor risiko terjadinya anemia. Riwayat diet dan inflamasi sistemik kronik tingkat rendah pada orang dengan status gizi lebih dapat menyebabkan gangguan regulasi besi dan penurunan kadar hemoglobin. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi tersebut karena terjadinya perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada mahasiswa dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥23 kg/m2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Dengan menggunakan metode total sampling, didapatkan 45 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar hemoglobin diperiksa menggunakan ABX Micros 60. Hasil penelitian menunjukkan 43 responden (95,6%) memiliki kadar hemoglobin normal dan 2 responden (4,44%) memiliki kadar hemoglobin di bawah normal. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal.Kata kunci: kadar hemoglobin, status gizi lebih, mahasiswa
PREVALENSI OBESITAS PADA REMAJA SMA YPKM DI KOTA MANADO Chandra, Donald Andreas; Manampiring, Aaltje E.; ., Fatimawali
e-Biomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i2.5431

Abstract

Abstract: Obesity is defined as a condition in which an abnormal accumulation of fat in adipose tissue or redundant to some extent which can be harmful to health. One of the risk factors of obesity are environmental factors, a category including behavioral or lifestyle patterns (e.g. what to eat and how many times a person eats and how their activities) are experienced by many young people in the city of Manado. The purpose of this study was to determine the prevalence of obesity in adolescents. This study used cross sectional method with descriptive approach, the sampling technique which used is simple random sampling. The research sample is 100 students who met the inclusion criteria were age 13-18 years, willing to be sampled. Data retrieval is done by measuring waist circumference, weight, and height. Based on the measurement of waist circumference in 100 populations found 10 people students were obesity with a percentage of 10% which consist of 6 boys with the percentage of 6% and 4 girls with a percentage of 4%. Meanwhile, if measured by BMI CDC 2000 found 9 students who are obesity by 9% which consists of 6 boys with a percentage of 6% and 3 girls with a percentage of 3%. Keyword: Obesity, adolescents.   Abstrak: Obesitas didefinisikan sebagai suatu kondisi akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sampai kadar tertentu sehingga dapat merusak kesehatan. Salah satu faktor resiko obesitas adalah faktor lingkungan, dimana termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali sesesorang makan serta bagaimana aktifitasnya) yang banyak dialami oleh para remaja di Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi obesitas pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan dekskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan cara simple random sampling. sampel penelitian sebanyak 100siswa-siswi yang memenuhi kriteria inklusi yang berusia 13-18 tahun, bersedia menjadi sampel. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran lingkar pinggang, berat badan, dan tinggi badan. Berdasarakan hasil pengukuran lingkar pinggang pada 100 populasi didapatkan 10 orang siswa-siswi mengalami obesitas dengan presentase sebesar 10% yang terdiri dari 6 orang siswa dengan presentase 6% dan 4 orang siswi dengan presentase sebesar 4%. Sedangkan jika diukur berdasarkan IMT CDC 2000 didapati 9 siswa-siswi yang mengalami obesitas dengan presentase sebesar 9% yang terdiri dari 6 orang siswa dengan presentase 6% dan 3 orang siswi dengan presentase sebesar 3%. Kata kunci: Obesitas, Remaja
Gambaran aktivitas antioksidan pada ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.) kultivar Pare Ambo Sulawesi Selatan Katiho, Raven G.; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10858

Abstract

Abstract: The objective of this research is to determine the antioxidant activity of the extracts of black rice cultivars Pare Ambo, South Sulawesi. Black rice Pare Ambo cultivars, South Sulawesi extracted with 70% ethanol by maceration. After that, the extract tested antioxidant activity using DPPH with concentration 50, 100, 200, 400, 500 ppm, and methods FRAP for the determination of total content of antioxidants at concentrations 600, 700, 800, 900, 1000 ppm. Research results using DPPH antioxidant test showed a concentration of 50 ppm has an activity that is the lowest free-radical scavengers 22% and 400 ppm had a prophylactic activity of free radicals highest 84,60%. While FRAP method showed a concentration of 600 ppm had the lowest total antioxidant that is 177,64 mmol/g and a concentration of 1000 ppm has the highest total antioxidant that is 272,94 mmol/g. Results of this research concluded that the extract of black rice cultivars Pare Ambo, South Sulawesi has a good potential antioxidant activity.Keywords: black rice, extract, antioxidants, DPPH, FRAPAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan. Beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan diekstrak dengan pelarut etanol 70% dengan cara maserasi. Setelah itu, ekstrak diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi 50, 100, 200, 400, 500 ppm, dan metode FRAP untuk penentuan kandungan total antioksidan dengan konsentrasi 600, 700, 800, 900, 1000 ppm. Hasil penelitian pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan konsentrasi 50 ppm memiliki aktivitas penangkal radikal bebas terendah yaitu 22% dan konsentrasi 400 ppm memiliki aktivitas penangkal radikal bebas tertinggi yaitu 84,60%. Sedangkan metode FRAP menunjukkan konsentrasi 600 ppm memiliki total antioksidan paling rendah yaitu 177,64 mmol/g dan konsentrasi 1000 ppm memiliki total antioksidan paling tinggi yaitu 272,94 mmol/g. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan memiliki potensi aktivitas antioksidan yang baik.Kata kunci: beras hitam, ekstrak, antioksidan, DPPH, FRAP
Gambaran kadar hemoglobin pada pekerja bangunan Gunadi, Valerie I.R; Mewo, Yanti M.; Tiho, Murniati
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14604

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a red blood cells protein that has an important role to transport the oxygen, carbon dioxide and proton in human body. Physical activity can affect hemoglobin level. Physical activity with moderate to vigorous intensity can cause the change of hemoglobin level in human body. One of the jobs with moderate to vigorous physical activity is labor. The purpose of this study was to find out the description of hemoglobin level in labor. The study used was descriptive cross sectional study. The respondents of this study were 30 men that worked as a labor that agreed to be a respondent and in inclusion and exclusion criteria. The total sampling method was used to chose the samples. The result showed 28 subjects (93,4%) with normal hemoglobin level (13,2 – 17,3 g/dL), 1 subject (3,3%) with low hemoglobin levels, and 1 subject (3,3%) with high hemoglobin level. Conclusion: Based on the result, it can be concluded that hemoglobin level in labor is mostly (93,4%) in normal level.Keywords: hemoglobin level, labor. Abstrak: Hemoglobin merupakan protein sel darah merah yang memiliki peranan penting dalam proses transport oksigen, karbondioksida serta proton dalam tubuh. Aktivitas fisik yang dilakukan seseorang dapat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam tubuh. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang sampai berat dapat menyebabkan kadar hemoglobin dalam tubuh berubah. Salah satu pekerjaan dengan aktivitas fisik sedang sampai berat ialah pekerja bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada pekerja bangunan. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pekerja bangunan yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dan bersedia menjadi responden. Metode pemilihan sampel menggunakan cara total sampling. Hasil penelitian didapatkan respoden yang memiliki kadar hemoglobin normal (13,2 – 17,3 g/dL) sebanyak 28 orang (93,4%), 1 orang (3,3%) memiliki kadar hemoglobin yang kurang dari nilai normal, dan 1 orang (3,3%) memiliki kadar hemoglobin yang lebih dari nilai normal. Simpulan: Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gambaran kadar hemoglobin pada pekerja bangunan sebagian besar (93,4%) memiliki kadar hemoglobin normal. Kata kunci: kadar hemoglobin, pekerja bangunan.