cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Pengantar Editor-in-Chief Mediapsi Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020 Mashuri, Ali
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.1

Abstract

Pengantar Editor-in-Chief Mediapsi Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020
Front Matters Vol. 6 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.9

Abstract

Front Matters Vol. 6 No. 1
Back Matters Vol. 6 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.10

Abstract

Back Matters Vol. 6 No. 1
Keterampilan Berpikir Kritis dan Perannya terhadap Toleransi Beragama Murid SMA Nugraha, Indra; Maslihah, Sri; Misbach, Ifa Hanifah
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.6

Abstract

The goal of this research was to test the idea that critical thinking skills are related to religious tolerance, which has been understudied within existing psychological studies. To verify this idea, we conducted a correlational survey among a sample of 400 high school students in Bandung who were recruited based on multistage cluster sampling. The results showed as hypothesized that critical thinking skills were significantly and positively correlated with religious tolerance. High critical thinking skills were hence associated with high religious tolerance and vice versa, low critical thinking skills were associated with low religious tolerance. We also additionally examined the extent to which critical thinking skills and religious tolerance varied depending on participants’ gender, ethnicity, and religion. We close by explaining the theoretical and practical implications of those empirical findings, as well as some shortcomings in this research and recommendations for further studies to overcome the shortcomings.Penelitian ini bertujuan untuk menguji ide bahwa keterampilan berpikir kritis berhubungan dengan toleransi beragama, yang masih jarang diinvestigasi pada studi-studi psikologi sebelumnya. Untuk memverifikasi ide ini, kami melakukan survei korelasional dengan melibatkan 400 murid SMA di Kota Bandung sebagai partisipan, yang diperoleh atas dasar multistage cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sesuai hipotesis yang diajukan, keterampilan berpikir kritis berkorelasi signifikan ke arah positif dengan toleransi beragama. Dengan demikian, tingginya keterampilan berpikir kritis berhubungan dengan tingginya toleransi beragama dan sebaliknya, rendahnya keterampilan berpikir kritis berhubungan dengan rendahnya toleransi beragama. Analisis tambahan dalam penelitian ini juga menguji peran variabel demografis jenis kelamin, suku bangsa, dan agama dalam menjelaskan keterampilan berpikir kritis dan toleransi beragama. Di bagian akhir tulisan ini, kami menjelaskan implikasi teoritis dan praktis temuan temuan empiris tersebut, sekaligus sejumlah kekurangan penelitian dan rekomendasi studi lanjutan untuk memperbaiki kekurangan tersebut.  
Rumah, Tempat Kembali: Pemaknaan Rumah pada Mahasiswa Rantau Prasetio, Clement Eko; Sirait, Esther Gustara Nadine; Hanafitri, Aulia
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.7

Abstract

Regional students (Indonesian: Mahasiswa rantau) are individuals who should move away from home to study in other cities, who are highly likely to experience feelings of homesickness. In this research, we aimed to understand what causes regional students’ homesickness and what the meanings of home for them are. Participants in this research were 15 regional students from the Faculty of Psychology, Padjadjaran University, who were recruited through convenience sampling. This research was designed as a qualitative study with a phenomenological approach. Data in this research, which were drawn from in-depth interviews, revealed eight themes related to regional students’ homesickness. These themes included feelings, activities, routines, food, pets, family and friends, home atmosphere, and rooms. Additional findings uncovered two meanings of homesickness for regional students, that is, “home is feelings” and “home is family”. Empirical findings in this research provide a useful insight into the prevention of regional students’ homesickness, by focusing on the meanings of home and efforts to provide new environment for those students.Mahasiswa rantau merupakan individu yang harus meninggalkan daerah asal untuk menuntut ilmu di kota lain, yang sangat mungkin mengalami perasaan rindu rumah atau homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai hal sebagai sumber homesickness dan makna rumah bagi mahasiswa rantau. Subjek penelitian adalah 15 mahasiswa rantau Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, yang direkrut melalui convenience sampling. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian atas dasar wawancara mendalam dengan subjek penelitian menemukan delapan tema yang terkait dengan homesickness mahasiswa rantau, yaitu perasaan, aktivitas, rutinitas, makanan, hewan peliharaan, keluarga dan teman, suasana rumah, serta kamar. Temuan lain mengungkap dua makna rumah bagi mahasiswa rantau, yaitu “rumah adalah perasaan” dan “rumah adalah keluarga”. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pencegahan homesickness pada mahasiswa rantau, dengan fokus pada makna rumah bagi mereka dan upaya menyediakan lingkungan baru mereka. 
Peran bentuk social support terhadap academic burnout pada mahasiswa Psikologi di Universitas “X” Bandung Fun, Lie Fun; Kartikawati, Ida Ayu Nyoman; Imelia, Lisa; Silvia, Fransiska
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.3

Abstract

Psychology students may experience the symptoms of academic burnout, which can be reduced by good social supports that may manifest in multifarious forms, be they appraisal, belonging, and tangible. This study aimed to examine the role of social supports in explaining academic burnout among psychology undergraduate students. Participants were 327 psychology undergraduate students at X University who were recruited based on quota sampling. We analysed the data using multiple regression analysis to assess how much social supports contribute to academic burnout. The results revealed that belonging (15%) and appraisal (12%) significantly contributed, whereas tangible did not contribute to participants’ symptoms of academic burnout. These observations, overall, suggest the importance of conducting follow-up research using qualitative methods and involving other factors beyond social supports that arguably affect academic burnout among psychology students.Mahasiswa psikologi memiliki peluang yang besar untuk mengalami gejala academic burnout, yang bisa dikurangi melalui dukungan sosial berupa appraisal, belonging dan tangible. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran bentuk dukungan sosial terhadap burnout academic pada mahasiswa program studi sarjana psikologi. Sebanyak 327 mahasiswa psikologi di Universitas “X” dipilih menggunakan sampling kuota. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang paling berkontribusi terhadap gejala burnout academic yang dialami partisipan adalah belonging (15%) dan appraisal (12%), sementara tangible support tidak berkontribusi secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode kualitatif serta melibatkan faktor-faktor selain dukungan sosial yang secara logis mempengaruhi academic burnout pada mahasiswa psikologi.
Efektivitas Intervensi Berbasis Mindfulness dalam Meningkatkan Resiliensi di Tempat Kerja: Studi Meta Analisis Anasta Putri, Ni Made Wulan Widyaswari; Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.4

Abstract

Every individual should develop resilience to become adapted to the new work challenges that are more complex and competitive in the current era. Resilience is an individual's ability to recover from stress. Mindfulness has been found to increase resilience in the existing research. The goal of our research was to examine the effectiveness of mindfulness-based interventions to increase resilience among working individuals. We reviewed 14 research journals as a source of meta-analysis with 759 participants in total. Data processing was based on sample size (N), mean (M), and standard deviation (SD) using the random effect model through which we obtained the medium heterogeneity (I2) = 32% and Hedges'g standardized mean difference (SMD)= .62 (95% confidence interval [Cl] = .43 to .80). These findings imply that mindfulness is less effective in increasing the working individuals’ resilience.Untuk bisa adaptif menghadapi tantangan kerja baru yang semakin kompleks dan kompetitif di era saat ini, setiap indvidu memerlukan daya tahan atau relisiensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stres. Dalam riset-riset debelumnya, mindfullness telah ditemukan efektif meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulness untuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Kami mereview 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Data diolah atas dasar ukuran sampel (N), rata-rata (M), dan deviasi standar (SD) dengan menggunakan random effect model, yang menghasilkan nilai heterogenity (I2) = 32% dan Hedges’g (SMD) 0.62 (95% confidence interval [Cl] = 0.43 sampai dengan 0.80) yang berada dalam kategori sedang. Temuan-temuan tersebut mengimplikasikan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensi individu yang bekerja.
Kontak Antarkelompok dan Demografi sebagai Prediktor Prasangka Etnis Sunda terhadap Etnis Tionghoa Sudiana, Gusvira Noerwendayah; Ihsan, Helli; Nurendah, Gemala
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.8

Abstract

In this research, we aimed to examine the role of intergroup contact and demographic factors, as well as that of the interaction between the two variables in explaining prejudice against Chinese among a sample of Sundanese in Bandung. Participants were 384 Sundanese currently living in Bandung. Designed as a correlational study, our work revealed that, first, intergroup contacts significantly and negatively predicted prejudice against Chinese. Second, age and gender significantly predicted prejudice. The final finding demonstrated that, not in line with the hypothesis specified, demographic factors did not significantly moderate the relationship between intergroup contacts and prejudice. We close by elaborating the theoretical and practical implications of those empirical findings in the discussion section, which also explains some limitations in this research and recommendations for follow-up studies to address the limitations.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kontak antarkelompok dan faktor-faktor demografis serta interaksi antar keduanya dalam menjelaskan prasangka etnis Sunda terhadap etnis Tionghoa di Bandung. Subjek penelitian adalah 384 etnis Sunda yang tinggal di Bandung. Penelitian ini dirancang sebagai studi korelasional, yang hasilnya menunjukkan bahwa, pertama, kontak antarkelompok berperan signifikan dalam memprediksi ke arah negatif prasangka terhadap etnis Tionghoa. Hasil kedua menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin juga berperan signifikan dalam menjelaskan prasangka. Temuan terakhir menunjukkan bahwa, tidak mendukung hipotesis yang ditetapkan, faktor-faktor demografis tidak berperan signifikan dalam memoderasi hubungan antara kontak antarkelompok dan prasangka terhadap etnis Tionghoa. Implikasi teoritis dan praktis temuan-temuan empiris tersebut dielaborasi di bagian diskusi, yang juga menjelaskan sejumlah kekurangan dalam penelitian ini serta rekomendasi studi lanjutan untuk menutupi kekurangan tersebut. 
Resiliensi Komunitas di Tengah Pandemi Covid-19 Sunarno, Sunarno; Sulistyowati, Endang
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.5

Abstract

Values and behaviours denote cultural strengths that help communities effectively adapt and succeed in dealing with disasters. The present work used a qualitative approach and was designed as a case study, to identify social values and behaviours in the context of community resilience during the Covid-19 pandemic. We recruited five informants and obtained data through interviews and observation. The results showed that community resilience emerged from a sense of belonging to the group (i.e., the residents) and its members. The residents have inherited social values and behaviours that have long lived in the community, which render them resilient against the Covid-19 pandemic. Such values include cooperation, deliberation, and harmony with nature, whereas the social behaviours manifest in obedience and prosocial neighbourhood. The implication of these findings is a hope that the residents can build community resilience. The residents may initiate such joint effort from the hamlet or village environment where they can build community resilience by developing social values and behaviours that grow in the community.Masyarakat memiliki kekuatan budaya berupa nilai-nilai dan perilaku yang berfungsi secara efektif untuk beradaptasi dan berhasil dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan didesain sebagai studi kasus, dengan tujuan mengidentifikasi nilai dan perilaku sosial dalam konteks resiliensi komunitas di tengah pandemi Covid-19. Responden adalah lima informan dan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas bersumber dari rasa memiliki terhadap kelompok (yaitu warga lokal) dan anggota di dalamnya. Para warga lokal mewarisi nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang sudah sejak lama hidup di dalam masyarakat, yang membuat mereka mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Nilai-nilai tersebut mencakup nilai gotong royong, musyawarah, dan keselarasan dengan alam, sementara bentuk-bentuk perilaku sosial mencakup kepatuhan dan ketetanggaan yang prososial. Implikasi dari temuan-temuan tersebut adalah harapan bahwa warga lokal bisa membangun resiliensi komunitas. Warga lokal bisa mengawali upaya bersama tersebut dari lingkungan dusun ataupun desa dimana mereka membangun resiliensi dengan mengembangkan nilai-nilai dan perilaku-perilaku sosial yang tumbuh dalam masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR DAN UPAYA DALAM MENANGANI STRESS PADA DOKTER DI TENGAH PANDEMI COVID 19 Syahidah, Sumayyah Nurul
Mediapsi Vol 8 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2022.008.01.279

Abstract

The Covid-19 pandemic that occurred in various parts of the world greatly impacted the work of physicians and other health workers. Active cases that continue to rise have resulted in physicians who are directly involved in treating patients at risk of experiencing stress at work. The stress that physicians feel is caused by many internal and external factors. The aim of this systematic review is to identify the causative factors and what efforts can be made to manage stress on the physicians in the midst of a pandemic. Systematic database searches using Springer Link, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, and Mendeley. Keywords to look for relevant research include: "Stress" and "Doctor" and "Covid-19"; "Stress" and "Health workers" and "Covid-19"; "Psychological" and "Covid-19" and "Doctor"; "Health workers" and "Covid-19" and “Psychologists”; “Covid-19” and “Stress” and “Physicians”; "Covid-19" and "Stress" and "Doctor"; "Covid-19" and "Impact" and "Stress" Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia sangat berdampak pada kerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kasus aktif yang terus merangkak naik mengakibatkan para dokter yang terlibat langsung menangani pasien beresiko mengalami stress saat bekerja. Stress yang dirasakan diakibatkan oleh banyak faktor internal dan eksternal. Tujuan tinjauan sistematis adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan usaha yang dapat dilakukan untuk menangani stress pada dokter di tengah pandemi. Pencarian data basis sistematis menggunakan Springer Link, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dan Mendeley. Kata kunci untuk mencari penelitian yang relevan antara lain: “Stres” dan “Dokter” dan “Covid-19”; “Stres” dan “Tenaga kesehatan” dan “Covid-19”; “Psikologis” dan “Covid-19” dan “Dokter”; “Tenaga kesehatan” dan “Covid-19” dan Psikologis”; “Covid-19” dan “Stress” dan “Physicians”; “Covid-19” dan “Stress” dan “Doctor”;  “Covid-19” dan “Impact” dan “Stress”; “Covid-19” dan “Psychological” dan “Impact” dan “Doctor”; “Psychological” dan “Stress” dan “Doctor.”