cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Peran Konformitas sebagai Mediator Hubungan Harga Diri dan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Hijrianti, Udi Rosida; Fitriani, Andi Muthiah
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.6

Abstract

Consumptive behaviour is an excessive buying behaviour that is particularly based more on mere desires rather than needs. Consumptive behaviour can be influenced by self-esteem and conformity. This study aimed to determine the mediating role of conformity on the relationship between self-esteem and consumptive behaviour. Participants were 344 students from 10 faculties of the Muhammadiyah University of Malang. The data were analysed using a mediation model. The results showed as hypothesised that the negative relationship between self-esteem and consumptive behaviour was significantly mediated by conformity. Perilaku konsumtif merupakan perilaku membeli yang berlebihan yang didasarkan teruatam pada keinginan semata dan bukannya berdasarkan pada kebutuhan. Perilaku konsumtif dapat dipengaruhi oleh faktor harga diri dan konformitas. Penelitian bertujuan untuk menguji peran konformitas dalam memediasi hubungan antara harga diri dan perilaku konsumtif. Subjek penelitian adalah 344 mahasiswa dari 10 fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model mediasi. Hasil penelitian menunjukkan, sesuai dengan hipotesis yang diajukan, bahwa hubungan negatif antara harga diri dan perilaku konsumtif secara signifikan dimediasi oleh konformitas.
Pelatihan Pengenalan Diri untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa SMP LB YPAC Semolowaru Bungaran, Daniel Reyonald; Kurniawan, Afif
Mediapsi Vol 7 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.02.3

Abstract

Adolescent students who have a physical disability oftentimes have difficulty to be able to accept themselves. This problem may then hinder adolescent students to see objectively their strengths and potentials. Through an experiment with a one-group pretest-posttest design, this study aimed to examine the effect of self-disclosure training on the self-acceptance of adolescent students with cerebral palsy. Participants were four adolescent students from ages 14 to 16 with cerebral palsy, who were selected based on purposive sampling. The results showed that self-disclosure training significantly increased self-acceptance. Self-disclosure training is thus an effective intervention in promoting the self-acceptance of adolescent students with cerebral palsy. This finding implies that, regardless of their physical deficiencies, it is important for adolescent students to realize and appreciate the strengths and weaknesses they have.  Siswa remaja yang memiliki kekurangan fisik seringkali mengalami kesulitan untuk mampu menerima diri mereka. Kesulitan dalam menerima keadaan diri sendiri ini selanjutnya bisa menjadi penghambat siswa remaja dalam melihat secara objektif kelebihan-kelebihan dan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Melalui eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan pengenalan diri terhadap penerimaan diri siswa remaja yang mengalami cerebral palsy. Subjek penelitian ini berjumlah empat siswa remaja dengan rentang usia 14-16 tahun yang mengalami cerebral palsy, yang diseleksi atas dasar purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengenalan diri berpengaruh signifikan dalam meningkatkan penerimaan diri subjek penelitian. Pelatihan pengenalan diri dengan demikian merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan penerimaan diri siswa remaja dengan cerebral palsy. Implikasinya, terlepas dari adanya kekurangan fisik yang mereka alami, adalah hal penting bagi siswa remaja untuk menyadari dan menghargai kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. 
Model Suasana Kelas yang Mensejahterakan Siswa Tingkat Pendidikan Dasar Aziz, Rahmat; Sidik, Nur Ahmad Hardoyo; Trimansyah, Trimansyah; Khasanah, Nur; Yulia, Nurul Mahruzah
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.3

Abstract

The students’ well-being is an educational issue that has recently received great attention from various parties, be they academicians, politicians, and policymakers. This research aimed to test the role of classroom climate in enhancing students’ well-being. A correlational study in our work revealed that overall, among a sample of 300 grade V and grade VI students in elementary schools and madrasah ibtidaiyah in East Java, classroom climate positively and significantly predicted students’ well-being. The classroom climate promoted students’ well-being particularly when it took shape via task orientation and when it encouraged solidarity, cooperation, and involvement among students, as well as the perceived teacher justice. Aspects of classroom climate which were suboptimal in explaining students’ well-being included teacher support and learning inquiry.Kesejahteraan siswa baru-baru ini merupakan isu pendidikan yang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, baik akademisi, politisi, maupun pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana suasana kelas berperan dalam meningkatkan kesejahteraan siswa. Subjek penelitian adalah 300 siswa kelas V dan VI sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang ada di Jawa Timur. Studi korelasional dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, suasana kelas menjadi prediktor positif yang signifikan bagi tingkat kesejahteraan siswa. Suasana kelas yang secara signifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan siswa adalah suasana kelas yang berorientasi pada tugas, yang bisa mendorong kekompakkan, kerjasama, dan keterlibatan antar siswa, serta yang meningkatkan persepsi bahwa guru telah memperlakukan siswa secara adil. Aspek suasana kelas yang tidak secara signifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan siswa mencakup dukungan guru terhadap siswa dan proses penyelidikan dalam kelas. 
Front Matters Vol. 5 No. 2 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 5 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.6

Abstract

Front Matters Vol. 5 No. 2
Back Matters Vol. 5 No. 2 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 5 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.7

Abstract

Back Matters Vol. 5 No. 2
Persepsi Dukungan Sosial sebagai Mediator Pengungkapan Diri dan Kesejahteraan Subjektif pada Pengguna Instagram Adzhani, Shabrina Nur; Baihaqi, M.I.F.; Kosasih, Engkos
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.7

Abstract

This study aimed to examine the mediating role of the perceptions of social support on the relationship between self-disclosure and subjective well-being of Instagram users in Bandung. Participants were 466 late teenagers ranging from 18 to 21 years old. The research was conducted by utilizing Instagram, a social media platform, in Bandung City. The data were analysed quantitatively and demonstrated that: 1) self-disclosure had a significant influence towards respondents’ subjective well-being, 2) self-disclosure had a significant influence towards perceived social support, 3) perceived social support had a significant influence towards respondents’ subjective well-being, 4) perceived social support significantly mediated the relationship between self-disclosure and subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi dukungan sosial sebagai mediator hubungan antara pengungkapan diri dan kesejahteraan subjektif pada pengguna Instagram di Kota Bandung. Subjek penelitian terdiri dari 466 remaja akhir yang berusia 18 hingga 21 tahun yang menggunakan media sosial Instagram di Kota Bandung. Data dalam penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan menunjukkan bahwa: 1) pengungkapan diri berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan subjektif, 2) pengungkapan diri berpengaruh secara signifikan terhadap persepsi dukungan sosial, 3) persepsi dukungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan subjektif, 4) persepsi dukungan sosial secara signifikan menjadi variabel mediator bagi peran pengungkapan diri terhadap kesejahteraan subjektif.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Kecerdasan Emosi terhadap Adaptabilitas Karier pada Siswa Kelas XI dan XII SMA Negeri 7 Surakarta Habsari, Setiana Tyas; Yusuf, Munawir; Supratiwi, Mahardika
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.4

Abstract

The goals of the present work were two-fold. The first was to examine the extent to which peer conformity and emotional intelligence simultaneously explained career adaptability among grade XI and grade XII students in SMA Negeri 7 Surakarta. Participants were 272 students derived from a stratified cluster random sampling. Designed as correlational quantitative research, we found that, first, peer conformity and emotional intelligence significantly and simultaneously explained career adaptability. The second finding showed that peer conformity did not play a significant role in partially explaining career adaptability. The third finding revealed that emotional intelligence significantly and partially explained career adaptability, implying that high levels of emotional intelligence were associated with high levels of career adaptability. In the discussion section, we discuss the theoretical implications of each of those empirical findings, as well as research limitations and suggestions for future research to improve the limitations.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran simultan dan parsial konformitas teman sebaya dan kecerdasan emosi dalam menjelaskan adaptabilitas karier pada siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 7 Surakarta. Subjek penelitian adalah 272 siswa  yang diperoleh atas dasar stratified cluster random sampling.  Penelitian ini didesain sebagai studi kuantitatif korelasional yang menemukan bahwa, pertama, konformitas teman sebaya dan kecerdasan emosi secara simultan atau bersama-sama berperan signifikan dalam menjelaskan adaptabilitas karier. Temuan kedua menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya secara parsial tidak berperan signifikan dalam menjelaskan adaptabilitas karier. Temuan ketiga menunjukkan bahwa kecerdasan emosi secara parsial berperan signifikan dalam menjelaskan adaptabilitas karier dimana tingginya kecerdasan emosi berkaitan dengan tingginya adaptabilitas karier. Bagian diskusi dalam tulisan ini menjelaskan implikasi teoritis temuan-temuan penelitian tersebut, disertai dengan sejumlah kelemahan penelitian dan saran perbaikan yang bisa dilakukan pada penelitian lanjutan. 
Penyesuaian diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja Lusi, Reyvences Asgrenil
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.2

Abstract

Oftentimes, some students should work while studying, which poses certain challenges for them to undergo such a dual role. This study aimed to investigate the forms of self-adjustment experienced by master students who work while studying. Designed as qualitative research, we used an interview to collect data, which were analyzed by grouping the informant’s responses into several themes or topics. The participant or informant in this research is a master student who is working while studying. The results indicated that the informant has made some self-adjustments in his life, be they emotional or cognitive. Despite this attainment, there are still some aspects of self-adjustment that have not been carried out by the informant. These results overall imply that self-adjustment is a psychological dynamic that accompanies students who should work while studying.Kuliah sambil bekerja merupakan fenomena yang sering terjadi, yang memberikan tantangan tertentu bagi mahasiswa yang menjalani peran ganda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitafif. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan respon informan ke dalam beberapa tema atau topik. Informan dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswa yang sedang menjalani studi di program magister yang sekaligus seorang karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah melakukan penyesuaian diri dalam kehidupannya baik sebagai mahasiswa dan juga sebagai karyawan. Bentuk penyesuaian diri yang dilakukan oleh informan yaitu penyesuaian diri secara emosional dan penyesuaian diri secara kognitif. Terlepas dari capaian tersebut, masih terdapat beberapa aspek dalam penyesuaian diri yang belum secara efektif dilakukan oleh informan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penyesuaian diri merupakan dinamika psikologis yang mengiringi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.
‘Welas Asih Diri’ dan ‘Bertumbuh’: Hubungan Self-Compassion dan Flourishing pada Mahasiswa Zulfa, Nuril Aziqah; Prastuti, Endang
Mediapsi Vol 6 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.8

Abstract

College students face various challenges, strains and failures, which could prevent them from achieving a higher state of flourishing. The purpose of this study was two-fold. The first was to describe students’ self-compassion and flourishing, whereas the second was to examine the correlation between self-compassion and flourishing among a sample of students from the State University of Malang. The sample consisted of 160 students from eight faculties who were selected through cluster sampling. Self-compassion and flourishing were both self-developed by the authors. The main finding demonstrated that in line with the hypothesis, high levels of self-compassion are associated with high levels of flourishing. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan, tekanan dan kegagalan yang dapat menghalangi mereka untuk mencapai flourishing yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-compassion dan  flourishing, serta hubungan antara self-compassion dan flourishing pada mahasiswa Universitas Negeri Malang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 160 mahasiswa dari 8 fakultas yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala self-compassion dan skala flourishing yang dikembangkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sesuai dengan hipotesis yang ditetapkan, tingginya self-compassion berasosiasi dengan tingginya flourishing pada mahasiswa.
Pola Perilaku Hidup Sehat tidak hanya Berlaku bagi Pasien Melainkan juga Caregiver Arvia, Alexandra; Purnami, Ida Ayu Made Adhi
Mediapsi Vol 6 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.5

Abstract

In this work, we aimed to examine the effectiveness of a counselling program to improve cancer patient caregivers’ health behaviours at Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (the Indonesian Cancer Foundation, East Java). Caregivers oftentimes experience pressures and demands that make it difficult for them to meet their personal physical and psychological needs. As a consequence, caregivers suffer from stress easily, resulting in their lack of ability to maintain a healthy lifestyle and, ultimately, their proneness to illness. The present research was designed as an experimental study involving 15 caregivers. Substantiating the hypothesis specified, the results showed that the health behaviours of caregivers of cancer patients were significantly improved after they took part in the counselling program.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada para caregiver pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur. Adanya tekanan dan tuntutan yang dialami oleh caregiver seringkali membuat diri mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis pribadi. Caregiver menjadi rentan mengalami stres hingga berdampak pada kurangnya kemampuan mereka dalam menjaga pola perilaku hidup sehat, yang menyebabkan mereka mudah mengalami sakit. Penelitian ini didesain sebagai penelitian eksperimen yang melibatkan 15 caregiver.  Mendukung hipotesis yang diajukan, hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyuluhan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan pola hidup sehat pada caregiver pasien kanker.Â